
...Hay, Gais, kangen juga aku sama kalian, hari ini tiga bab, kontan, tolong like setiap bab nya setelah baca yah. Aku maksa gapapa kan!ðŸ¤...
Seolah terbirit-birit, perubahan langit senja menjadi hitam pekat. Membuai lelah yang di panggul setiap insan yang mencari peraduan.
Terkadang, malam menjadi pilihan yang tepat untuk berkeluh kesah. Kesunyian dan udaranya memanjakan.
Kisah akan di tutup saat malam tiba menyongsong embun pagi yang indah setelah di manjakan alam mimpi yang sempurna.
Ingat, membuang lelah adalah prioritas!
Di atas ayunan yang bergoyang, Krystal berbaring menyandar punggung sembari mendekap tubuh mungil putrinya.
Malam ke dua bersama putri tercinta, perwujudan dari benih keperkasaan Raka kurang dari tujuh tahun silam.
Percakapan mereka tak ada habisnya, Krystal menceritakan bagaimana perjalanan di masa enam tahun terakhir pada Queen sebab anak itu selalu menyambung dengan pertanyaan-pertanyaan penasaran.
Sampai pada akhirnya kembali Queen menanyakan tentang keinginannya. "Lalu, kapan Queen punya adik?"
Krystal tersenyum. "Kamu sudah punya adik sayang." Jawabnya.
Queen mendongak. "Oya? Apa sekarang Mammi sedang hamil?"
Krystal terkikik, menyentil kecil ujung hidung putrinya. "Bukan, adik Queen sudah seumuran dengan Queen, hanya berbeda tiga bulan dari tanggal kelahiran Queen." Jelasnya.
"Mana?"
Krystal meraih ponsel, lalu membuka foto Ji Min Joon di folder nya. Dia tunjukkan foto tampan Joon pada Queen. "Namanya Joon, dia adik mu, kalian sama-sama Mammi su_su_i." Katanya.
Wajah Queen mengecut. "Aku tidak menyukainya, dia kan yang merebut Mammi dariku."
"Siapa yang bilang?"
"Mbak pada ngomongin itu di belakang, Queen denger sendiri, Mammi pergi meninggalkan Queen karena anak jelek ini!" Merengut Queen.
"Queen pernah dengar tidak, pepatah yang mengatakan, tak mengenal maka tak sayang. Queen perlu kenalan dulu baru setelah itu Queen bisa menilainya, Joon sangat baik, dalam darahnya mengalir air susu Mammi. Queen percaya kan? Anak Mammi tidak akan mengecewakan." Ujar Krystal dan Queen menyimak.
"Dua Minggu lagi, Joon ke Indonesia, Queen harus kenalan, dia adik Queen. Kalian juga sama-sama rupawan. Queen cantik, Joon ganteng." Puji Krystal.
"Mammi lebih sayang siapa?" Tanya Queen polos. Ada ketakutan yang tertampil di kepolosannya.
"Rasa sayang seorang ibu tak dapat di timbang, sebab, kalian memiliki tempat tersendiri di hati Mammi. Ada Joon dan Queen di sini." Krystal menyentuh letak jantung hatinya berada.
"Queen mau, Mammi selalu di sini bersama Queen dan Daddy. Dulu Queen punya Mammi Vio, tapi sekarang Queen cuma punya Mammi Krys. Tolong jangan pergi lagi." Queen menyungkur pada dada ibunya.
Krystal mengangguk. "Tentu saja, Mammi di sini untuk Queen." Katanya.
Sambil mengelus lembut puncak kepala gadis itu, senandung lagu cinta Krystal gumam kan.
Perlahan mata biru milik Queen ikut menutup. Udara angin yang berembus masih sanggup menggoyangkan ayunan itu.
Krystal menarik selimut dan ikut memejamkan mata, menyusul alam mimpi yang ingin sekali dia masuki.
Tak terdengar langkah kaki nya, sosok tinggi Raka mendekati tempat peristirahatan kedua perempuan kesayangannya.
Lelah Raka seketika menghilang mendapati pemandangan indah itu. Bibir tersenyum manis, menatap Krystal dan Queen bergantian, betapa jodoh ini misteri dan memang benar adanya terjadi.
Berapa lama Raka berkhayal tentang hal ini? Akhirnya terlaksana bersamaan dengan peluncuran produk baru milik Krystal yang di berikan oleh Queen.
Ide mentah luar biasa yang di kembangkan oleh perusahaan besar dan terpercaya seperti milik Raka tentu saja menggemparkan dunia.
Cukup dengan membayar seperempat dari harga smartphone canggih, konsumen bisa memiliki spesifikasi ponsel yang seperti smartphone mahal kebanyakan.
Kualitas kamera ok, bahkan dalam keadaan malam yang gelap sekalipun. Anti-anti yang masih jarang di sematkan pada HP murah bisa di temukan dalam produk besutan ini.
Kriiiiiing.....
Di tengah keheningan dering ponsel Raka mengejutkan kening Krystal yang mengerut. Segera Raka berjalan menjauh sambil mengangkat telepon di tangannya.
"Halo?" Rupanya Andre yang menelepon. Raka berdiri sedikit lebih jauh membelakangi ayunan.
📞 "Nama Krystal ada di trending lagi."
"Apa lagi sekarang? Rujuk bersama ku?" Sahut Raka.
📞 "Bukan, tapi sore tadi mantan Darren berkicau di Twitternya. Aku kirim screenshot nya sekarang."
"Ok."
Raka mematikan panggilan, menghela napas sedalam dalamnya, netra birunya menatap rembulan malam yang hanya separuh.
Klik....
Ponsel yang berbunyi membuatnya beringsut dari pemandangan indah itu. Raka memindai layar ponsel, membaca cuitan yang di posting Shania sore tadi.
...[Gayanya cupu, cuma kedok, tapi liar, tukang ngerebut suami orang, siapa ajah korbannya? R... pengusaha kaya raya yang udah punya istri, padahal V... itu sahabatnya sendiri, setelah itu ninggalin anaknya gitu ajah kabur ke Korea dan dapet lagi korban H... yang sekarang di kabarkan nikah sama artis sono. Nah kalian tahu gak yang bikin gue nyesek, kemarin gue liat dia jalan sama mantan tajir melintir gue donk, siapa lagi kalo bukan cewek ini.]...
Shania menyisipkan foto lama Krystal untuk caption itu. Di sukai dan di komentari ratusan juta pengguna lainnya yang sok bijak menghakimi.
[Eh pantesan ajah dalam waktu singkat dia berubah dari si miskin menjadi si pemilik perusahaan. Dia bangun perusahaan sendiri di panggil lady, dari siapa duitnya kalo bukan hasil menipu tu cowok-cowok tajir? Dunia ini memang kejam!] _ Tambahan caption yang di upload di lain story.
Membaca itu mendidih kan darah Raka, tahu apa Shania tentang rumah tangga Krystal? Tahu apa orang-orang yang sok menjadi hakim sendiri ini?
Raka membalas.
📤 "Blacklist nama dan wajah Shania dari semua media sosial, juga semua tempat-tempat umum, seperti stasiun, taksi, toko-toko yang biasa dia kunjungi juga tidak boleh menerima perempuan itu, buat dia merasakan kesulitan dengan wajah menyebalkan nya! Pantau aktivitas nya pastikan dia mengemis meminta maaf di kaki istriku setelah itu!"
📥 "Ok."
Raka beralih pandang secara terkesiap ketika ponsel di tangannya berpindah pada tangan mulus Krystal.
"Yank." Matanya melirik ke arah Queen yang ternyata sudah dipindahkan ke kamar. "Kamu bangun?" Tanyanya.
"Hp dan suara mu yang membangunkan ku."
Krystal menjawab sembari membaca percakapan Raka dan Andre barusan. Bahkan membaca caption milik Shania yang di screenshot oleh Andre.
Kembali Krystal beralih menatap Raka, sejenak ia menghela napas panjang mengumpulkan sesuatu yang mungkin akan mampu membuatnya bicara lebih tenang.
"Kamu mau blacklist Shania?" Tanya Krystal.
"Kenapa? Jangan bilang kamu keberatan?" Sambung Raka.
Krystal mengangguk. "Tentu saja, Raka. mem_blacklist seseorang dari transportasi umum, pusat perbelanjaan, bahkan aplikasi yang dia gunakan di ponselnya, itu juga melanggar undang-undang. Semua manusia punya hak asasi."
"Tapi bukan berarti dia bebas menjelekkan mu di sosial media!"