Second Wife

Second Wife
Suapan curhat



Dinginnya angin malam menemani gaduhnya hati yang meriuh. Terbiasa dengan lamunan, itulah Krystal.


Terdiam Krystal, menatap goyangnya pepohonan kecil yang terdapat di seberang jendela kamar Yarish.


Krystal merindukan sosok kecil yang biasanya menemani malam sunyi nya, kini sang janin telah lahir dan lepas dari pangkuannya.


Bukan ingin, hanya saja cinta pada semua orang yang membuat wanita itu lebih memilih pergi.


Raka, Viona, Elevy dan Ray, senyum orang-orang itu sudah cukup untuk membayar pengorbanannya.


Pedih hari ini tapi Krystal yakin, esok tiada lagi kesakitan baginya dan Viona. Harapan Krystal adalah semua bahagia seperti rancangannya.


"Krys!"


Panggilan itu membuat Krystal menoleh, Yarish duduk di sisi ranjang membawa nampan berisi makanan sehat untuk pemulihan tubuh Krystal.


Eun Kyung sendiri yang membuatkan nya untuk Krystal, Yarish memang hanya tinggal bersama ibunya, Eun Kyung di nikahi WNI dan masih betah tinggal di negara suaminya meskipun sang suami telah meninggal dunia.


Hanya sesekali saat liburan, Eun Kyung mengajak Yarish pulang ke Korea. Itu pun kalau ada yang memberikan tiket perjalanan gratis, dan biasanya keluarga Hyun Ki lah yang masih memberikan fasilitas itu.


"Nih, Lu makan dulu, Gue suapin." Ucap Yarish menyodorkan satu suapan pertama pada mulut Krystal dengan sendok ukuran besar.


Krystal menggeleng "Aku tidak lapar Rish." Tolaknya.


Yarish berdecak "Lu perlu banyak makan, biar asi eksklusif Lu cepet keluar." Tuntut nya.


Kening Krystal mengerut "Lalu kalo keluar, siapa yang memberikan asi ku ke Baby ku?" Sambung nya.


Yarish menghela sabar "Bidan yang barusan meriksa Lu, anaknya kerja di rumah sakit elit tempat Baby Lu di rawat. Jadi tenang aja, selama masih bisa di jangkau dan ada perantara, Lu masih bisa memberikan asi ke Baby Lu." Ujarnya menjelaskan.


Krystal menyengir sumringah "Kamu serius Rish?" Tanyanya antusias.


"Serius!" Sambung Yarish "Nah, sekarang makan lah." Titahnya kembali menyodorkan satu suapan.


Tersenyum manis Krystal mematuk suapan yang Yarish berikan. Akhirnya, ada harapan bayinya bisa mendapatkan ASI pertamanya, biar bagaimanapun juga kandungan kolostrum sangat baik dan jangan sampai terlewatkan.


"Utututu, temen cantik ku, pantesan Pak Raka berpaling dari istri cantiknya, ternyata temen kacamata ku lebih cantik, tahu gitu, dari awal aku jadiin kamu pacar Krys." Senda Yarish menyengir.


"Dih!" Krystal hanya menaikkan ujung bibirnya sambil mengusap bagian itu dengan sebelah tangan.


Beberapa suapan Yarish berikan pada sahabat malang nya "Makan yang banyak anak baik." Katanya bersenda. Cukup lama Krystal menurut, menerima satu persatu suapan temannya.


"Kita jadi kan ke Korea? Aku masih mau mengembangkan bakat di sana, aku penasaran sama negara asal Mamah kamu Rish." Setelah lama tak ada obrolan Krystal menanyakan hal itu.


Yarish mengangguk "Jadi, tapi, Hyeong ku orangnya jujur adil dan makmur sejahtera berkuasa, dia heroik, tidak mau rugi yang pasti, kita akan bisa ke Korea hanya dengan cara mengirimkan Curriculum Vitae mu padanya secara langsung." Jawabnya.


"Aku yakin Hyeong ku mau menerima lamaran kerja mu, di lihat dari banyaknya reward dan penghargaan yang kamu kumpulkan, kinerja mu yang selalu menaikan profit perusahaan, bisa menargetkan pemasaran sampai jadi best in class, pandai beberapa bahasa." Tambahnya.


Krystal mengangguk "Semoga saja." Ucapnya.


"Tapi Lu yakin mau ninggalin Indonesia? Elu tinggal gitu ajah Baby Lu hah?" Tanya Yarish memastikan.


Krystal menghela "Berat, tapi aku yakin Raka bisa menjaga putri ku, dia akan menjadi kesayangan semua orang, aku tidak perlu khawatir masa depannya. Viona bukan orang jahat, adanya dia marah padaku, hanya karena aku merebut suaminya." Terangnya.


Yarish menaikan ujung bibir "Lu mah kan, nggak pernah punya pandangan buruk ke orang lain. Heran Gue sama Lu!" Sanggah nya.


"Tapi, dengan begitu, hidup kita akan lebih nyaman Rish. Tidak perlu memikirkan apa pun, masih ada Tuhan mu bukan? Dia yang akan menjaga semua milik kita. Pasrah saja. Tapi usaha masih harus terus menjadi pendukungnya." Sambung Krystal.


"Iya." Yarish tersenyum mengacak-acak rambut coklat sahabatnya. Usia wanita itu baru mau memasuki 25 tahun, tapi Krystal sudah se_dewasa itu bahkan melebihi dirinya yang sudah memasuki usia 27 tahun.


Hanya karena sekolah Krystal yang lompat-lompat kelas, maka kedua orang itu bisa satu pekerjaan, tapi terbukti.


Masalah apa pun terlihat ringan jika Krystal yang menjalaninya, itu karena Krystal pasrah dan tawakal perangainya.


"Tapi gimana keadaan sekitar? Apa masih aman buat kita bepergian? Raka pasti masih mencari ku bukan?" Krystal tiba-tiba saja terpikirkan tentang pasukan suaminya.


Yarish mengangguk "Gue intip sih, anak buah Pak Raka pada belusukan ke mana-mana dia, di terminal, di stasiun, bahkan di bandara mereka siaga."


Yarish orang IT, kalau hanya untuk mengakses informasi saja, dia tidak pernah kesulitan. Dia lah pengembang software di perusahaan elektronik yang Darren pimpin.


"Sebenernya berapa sih anak buah nya? Kenapa sebanyak itu? Heran Gue sama orang kaya." Geleng Yarish.


"Awalnya aku pikir, itu karena suamiku terlalu malas melakukan sesuatu sendiri, tapi setelah aku telaah lagi, dia merekrut banyak pekerja, hanya karena ingin memakmurkan masyarakat kelas bawah." Puji Krystal.


"Rata-rata yang Raka jadikan bawahan di istananya adalah orang-orang yang tidak memiliki pendidikan tinggi, tapi dia gaji setara dengan orang yang berpendidikan tinggi, di saat semua orang menolak lamaran mereka, Raka justru merekrut nya, ini lah yang aku salut dari pria arogan itu."


Bibir Krystal tersenyum membicarakan kebaikan Raka-nya, meskipun sakit yang Raka berikan tetap cinta menang menutup segala dendamnya.


Ada ketulusan cinta yang Yarish tangkap dari sahabat baiknya "Lu masih sayang ke dia Krys, jadi ngapain Lu kabur? Gue yakin Pak Raka tulus ke Elu, Gue yakin Pak Raka bisa adil membagi cintanya." Ujarnya.


Krystal tersenyum getir "Tidak akan bisa seperti itu Rish, Raka tetap milik Viona, dan aku bukan siapa-siapa." Sanggah nya lirih.


"Kamu berniat menikah lagi?"


"Entah lah," Kedua bahu Krystal naik bersamaan "Belum ada pandangan tentang itu, aku hanya ingin menikmati kesendirian ku, dengan mengembangkan bakat-bakat terpendam ku. Itu saja Rish, kamu tahu kan, dari dulu aku mau ke Korea, belajar, bahkan hidup di sana." Katanya.


"Hmm, itu semua akan menjadi kenyataan, aku yang jamin Krys, sekarang aaa." Yarish memberikan satu suapan lagi pada sahabatnya dan di terima dengan baik.


Krystal lega, setidaknya masih ada sahabat baik yang mau menerima dirinya setelah di cap pengkhianat oleh Viona.


...• • • • • • • • • • •...


...Bersambung... Dukung author dengan Like vote komen dan hadiah nya terimakasih 🤗😘...