
Langkah gontai Raka sedang terayun menuju kamar kesepian istri ke dua nya. Berawai masih menyeruak menyelimuti hati dan pikiran.
Sungguh tak menyangka, Viona tercintanya bisa melakukan drama yang seharusnya tidak dia lakon kan.
Rindu yang mengajuk mulai mendominasi diri untuk segera mempercepat ayunan kaki.
Ayok Ka, sapa cinta mu, berikan sapuan jemari mu, bisikkan kata syahdu pada kekasih hati mu.
Terbesir pandang semu, mengenai kuncup cinta yang mulai melayu, tuang kan sedikit asa, mengharap perjumpaan yang berbaur pelu.
Agar kembali merekah. Kerahkan lah segala rasa, lampiaskan kerinduan, kejar sosok yang selama tiga puluh pekan ini hanya menduduki singgasana lamunan mu.
Merajut kembali cinta yang hampir menguap tak di singgahi. Sungguh onar suasana hati Raka saat ini, mengacaukan gejolak yang masih menguasai diri.
Pintu bercat putih itu Raka dorong dan menampilkan punggung dua wanita cantik kesayangannya.
Rupanya Elevy baru akan membantu Krystal mengganti pakaian kotornya dengan yang baru. Tangan Elevy ripuh membuka resleting yang tak dapat di raih sang empunya gaun.
Raka menepuk pelan pundak ibundanya, Elevy menoleh tanpa bersuara, dia tersenyum kecil sambil mengusap balik lengan putranya.
Tak ada kata yang mereka ucap, namun Elevy bergegas pergi meninggalkan sepasang suami istri ini.
Sementara Krystal sendiri masih termangu memandang kosong ke arah jendela kamar yang melompong, tak menyadari adanya Raka di sisinya "Kenapa Viona bisa setega itu padaku, dia sahabat terbaik ku." Batinnya pilu.
Raka paham betul bagaimana kecewanya Krystal saat ini, tak hanya Krystal, dia pun merasa kecewa pada perlakuan buruk Viona.
"Sayang." Raka menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher nan mulus Krystal yang terkejut mengindahkan suaranya.
Krystal menoleh, niat hati ingin protes namun sentuhan lembut itu masih membuat dirinya nyaman, tubuhnya tak mampu menepis atau hanya sekedar menghindari.
"Aku merindukan mu." Ucap Raka berbisik mesra, tangannya tak mau diam, mengelus lembut perut besar milik Krystal.
"Aku tidak." Kelit Krystal.
Raka terkekeh kecil "Bohong, kau juga pasti merindukan aku, Mammi bilang, kau sering mengigau kan nama ku." Tudingnya.
Krystal membalik tubuhnya, menatap dalam wajah tampan suaminya, dirinya ingin mengusir tapi ada sesuatu yang seolah-olah mengharapkan kedekatan mereka. Mungkin ini bawaan bayinya atau dirinya sendiri yang masih di buat bodoh oleh cinta.
"Itu karena aku terlalu membenci mu." Sanggah Krystal ketus.
Pandangan mata Raka justru fokus pada setangkup bibir rona merekah milik istrinya, dengan ibu jari dia usap bibir itu pelan-pelan mencoba merangsang gelenyar candu wanita itu.
"Apa dendam mu belum juga usai hmm? Kenapa kau terus saja dingin padaku?" Tanya Raka dengan suara beratnya.
Krystal pukul satu kali dada Raka "Pergilah, aku harus mengganti gaun ku." Tak mau menjawab pertanyaan Raka, Krystal justru mengusir lelaki itu.
Raka menggeleng "Biar aku bantu." Ucapnya seraya mendekatkan wajah.
Embusan napas silih bertaut, sama-sama keduanya menikmati kedekatan intens ini. Aroma napas Raka membuat Krystal ingin terus menghelanya, begitu juga sebaliknya.
Raka menekan punggung meliuk Krystal, berusaha menyatukan diri, buah hati yang masih terbungkus rahim istrinya telah memberi jarak di antara keduanya.
"Lama aku tak menyentuh mu, biarkan aku yang menggantikan gaun mu." Ucap Raka lirih.
Krystal menggeleng "Tidak per, ..."
Cup....
Bibir mereka menyatu dalam buaian asmara merindu. Bukan hanya sepihak, tanpa di perintah bibir- bibir itu saling mematuk.
Sama-sama jantung keduanya berdetak kencang, akhirnya Raka masih memiliki kesempatan untuk mencumbu Krystal-nya. Dan sialnya lagi Krystal harus kalah pada situasi ini.
Masih dalam keadaan bibir yang saling memagut, Raka meraba punggung Krystal. Perlahan ia menurunkan anak resleting milik wanita itu, hingga menampakkan lentiknya punggung mulus yang meliuk.
Jemari-jemari Raka mulai bermain-main di area punggung, meraba, menggelitik, berusaha membangkitkan gelenyar candu wanita itu sementara sang bibir masih nyaman dengan peraduan erotis nya.
"Emmphh." Suara Krystal yang meminta oksigen membuat Raka menyerah.
"Kamu masih sangat seksi, bahkan dalam keadaan hamil." Bisik Raka.
Mendengar kemerduan itu, Krystal seperti tersengat aliran listrik, bergetar hebat seluruh tubuhnya, dopamin yang tidak stabil sering membuat wanita hamil menjadi mudah menegang.
Hormon ini dihasilkan otak tengah atau sentral. Sebagai neurotransmitter atau saraf transmisi terpenting, dopamin berhubungan dengan gairah seksual yang dimiliki seseorang.
Neuron-neuron yang diproduksi dopamin biasanya akan memengaruhi persepsi seseorang terhadap keadaan sekitar dan menciptakan perasaan seksi.
Raka menyisir setiap inci lekuk yang menonjol pada raga Krystal-nya. Merasai kelembutan kulitnya, semerbak wanginya, Raka menginginkannya.
Susah payah Raka menelan saliva saat gaun itu turun ke bawah dengan gerakan perlahan.
Dua bulatan padat itu hanya di hiasi renda tipis berwarna putih. Yaitu jenis bra tanpa tali yang hanya menutupi ujung berwarna pink kesukaannya.
Lama tak menyesapnya, Raka ingin saat ini juga "Boleh aku memintanya?" Dia remas bagian itu dan membuat kacau deru napas Krystal yang mendongak memejamkan mata.
Terasa berbeda menurut Raka, jangan di tanya kenapa, sudah pasti ukurannya lebih besar dari sebelumnya.
Krystal menggeleng membuka mata, menatap protes suaminya "Ka, please!" Tolaknya. Namun bahasa tubuhnya tak mampu menepis.
"Kamu tega?" Lirih Raka.
"Biar saja!" Ketus Krystal. Dera napasnya mulai kacau saat tangan Raka menyelusup masuk ke dalam sela-sela rambut di tengkuknya.
"Jangan pergi!" Geleng Raka memohon. Harapan yang masih sama seperti malam-malam kemarin.
"Tapi aku ingin pergi jauh dari mu!" Sergah Krystal.
Raka merangkum kedua rahang istri ke dua nya "Bagaimana dengan anak kita huh? Kau tega meninggalkannya dalam keadaan tanpa air susu?" Tanyanya dengan kedekatan yang hampir tak berjarak.
"Kamu bisa mengurus nya, ada Mammi Daddy juga istri mu." Sanggah Krystal selalu saja ketus.
"Lalu siapa kamu?" Tuntut Raka.
"Aku bukan siapa-siapa mu." Sambung Krystal.
Murka yang singgah di antara cinta mereka membuat keduanya terus saja tak sependapat. Sebelah tangan Raka meremas rambut di tengkuk Krystal sementara sebelahnya lagi meremas buah dada wanita hamil itu.
"Sumpah demi apa pun, aku tidak akan pernah melepaskan mu. Kau akan tetap di sini bersama ku." Bisik Raka yang di penuhi tekanan dominasi.
Krystal mendorong kuat dada keras nan bidang suaminya "Kamu pikir berbagi suami enak hah? Kenapa kau egois sekali?" Sungut nya.
"Lalu apa mau mu?" Tanya Raka pada akhirnya. Entah lah, sesak rasanya menawarkan ini pada yang terkasih.
"Ceraikan aku!" Pinta Krystal dan Raka bisu dengan seribu bahasa yang mendayu-dayu meriuhkan relung kalbu.
"Kau lihat kan, Viona menjadi dendam padaku, ini semua karena mu. Wanita mana yang mau di madu?" Sejenak keduanya terdiam saling menatap dengan pergulatan pikir masing-masing, memang benar adanya yang di katakan oleh Krystal ini.
"Mungkin ada Ka, tapi hanya wanita pilihan saja yang mau. Aku tidak mampu menjadi salah satu wanita surga itu." Tepis Krystal.
"Lepaskan aku," Tambahnya lirih, pendar di matanya memancarkan sedikit kilat dari bulir kesakitan.
"Ada kalanya kau merasa jenuh dengan hubungan lama mu. Ingat kembali bagaimana kalian menjalani biduk rumah tangga sampai di titik ini, kau tidak di ciptakan untuk ku." Pungkas Krystal.
Dia meraih satu gaun baru dan membawanya menuju ruangan lain kamar luas itu, benar, Krystal ingin menjauh dari sentuhan candu suaminya.
Tak mampu Krystal pungkiri, lelaki gagah ayah dari putri yang dia kandung itu masih bersemayam dalam hati.
Di tempatnya Raka bergeming tak bergerak barang sedikit.
Rupanya percakapan mereka di dengar oleh istri pertamanya yang berdiri nanar di ambang pintu. Viona memejamkan mata hingga menitih pula buliran bening yang tak mampu dia hindari.
Sakit rasanya saat sang pujaan hati merengek cinta istri lain. Awalnya dia hanya berpikir bahwa perasaan Raka hanya sebatas obsesi. Rupanya tidak, Raka tulus ingin menjadikan Krystal selir hati.
'Lihatlah baik-baik Vio, bagaimana cara Raka memohon, itu tanda lelaki mu telah jatuh cinta'. Ada bisikan yang gaduh di lubuk-lubuk hati yang membuatnya semakin pedih.
...• • • • • • • • • • •...
Bersambung... Wah gais,, aku lanjut dulu nulisnya,, kalian komen dulu, maki-maki author juga gapapa,, lumayan nambah dukungan..