Second Wife

Second Wife
Syok....



...Hay readers-nim, karena ada dua bahasa yang aku pakai, mungkin akan mengganggu jalannya bacaan. Nah. Kalian cukup skip tulisan miring yang asingnya saja. Happy reading....


...• • • • • • • • • • •...


Pegal rasanya setelah melakukan perjalanan jauh, apalagi ASI yang seharusnya masih di keluarkan tak lagi dia keluarkan, bengkak buah kenyal itu menjadi mengeras.


Kendati demikian, Krystal masih sabar menikmati setiap lara yang dia rasakan. Mungkin ini proses dari pemberhentian ASI.


Bersama Yarish, Krystal duduk pada sofa berwarna hitam berhiaskan bantal putih. Keduanya telah selesai membersihkan diri, memakai pakaian terbaik.


Sejatinya Krystal nyaman dengan kacamata dan penampilan kuno nya, itu lebih aman menurut nya. Tapi kemudian Yarish memberi saran agar masa kerjanya aman tidak di bedakan oleh Hyun Ki.


Penampilan menarik menjadi syarat utama bagi perusahaan benefit itu. Hyun Ki terlalu rewel dengan penampilan karyawannya, jika satu saja celah terdapat di kedipan matanya, tak segan Hyun Ki membuangnya.


Demi pekerjaan ini Krystal mau menuruti semua yang Yarish katakan, apa salahnya membuka diri, toh di tutupi pun tak ada gunanya selama ini.


Buktinya Raka menikahinya saat berdandan cupu tapi bukan karena rasa cinta apa adanya melainkan dendam saja.


Masih duduk mengedar pandangan. Krystal memandangi setiap inci kecil ruangan milik Hyun Ki.


Kosong sepi tidak seperti di rumah Raka yang rame karena banyaknya penjaga, Yarish bilang di rumah ini hanya ada Mario saja, petugas bersih-bersih akan masuk saat Hyun Ki tidak di rumah.


Hyun Ki tak menyukai banyak manusia yang bernapas di rumahnya.


Ini benar-benar disain yang sangat berbeda dari disain hunian istana milik Raka. Kendati sama-sama mewah tapi milik Raka lebih klasik dan terkesan antik tapi Penthouse ini sangat modern.


Di dominasi warna hitam yang membuat kesan lebih gelap dan maskulin, terang saja, sang empunya hunian ini laki-laki dan belum menikah, belum ada warna lain yang mengisi kehampaan Penthouse ini.


Sementara Raka telah memiliki Viona yang mengatur hampir seluruh warna hidupnya.


Di tengah keheningan. Di bawah lampu temaram. Langkah pelan terdengar mencekam. Yaitu suara dentuman langkah pelan yang lebih mirip psikopat di film-film trhiller.


Pria tampan berwajah oriental itu keluar dari kamar miliknya menuju sofa yang Krystal dan Yarish duduki. Kaos putih ketat tak berlengan membuat tubuh bidangnya lebih visibel.


Lama Yarish tak bersua dengan Abang sepupu penguasanya, terakhir berjumpa mungkin sekitar satu setengah tahun yang lalu.


Tak pernah ada yang berubah, pria dua puluh delapan tahun ini masih sangat manis. Wajah oriental memang lebih terkesan awet muda. Itulah keunggulan paras milik Asia.


Hyun Ki memberhentikan langkah tepat dua meter dari duduknya Krystal dan Yarish.


"Hyeong." Yarish beranjak dari duduk melangkah mendekat namun tangan Hyun Ki memberikan tanda stop padanya.


"Gakkai oji ma." Jangan mendekat! Larang nya dingin.


Yarish mengendus "Dangsin-eun naleul geuliwohaji anhseubnida." Kau tidak merindukan ku? Tanyanya.


"Geuliwohandago poonghaeya haneun geos-eun anibnida! ije dasi anj-a."


Rindu bukan berarti harus memeluk. Duduk lagi. Titah Hyun Ki dan Yarish mengerucut bibir seraya duduk.


Krystal masih duduk tenang mengamati setiap pergerakan dan kata-kata kedua saudara ini.


Kebiasaan Krystal adalah mempelajari bagaimana watak seseorang. Jelas Hyun Ki berbeda dengan Yarish temannya.


Krystal mendongak, menatap sepasang mata yang sedang menyisir setiap inci lekuk tubuhnya dari atas hingga bawah, bahkan Hyun Ki sedikit memiringkan kepalanya demi memastikan detil wajah yang dia miliki.


Piyama tidur panjang berwarna merah muda lah, yang kali ini di sandang oleh Krystal.


"Indonesia-eseo osyeossseubnikka?" Kamu dari Indonesia? Tanya Hyun Ki memastikan, di lihat dari wajahnya, Krystal berbeda dari kebanyakan wajah Asia.


"Maj-ayo seonsaengnim." Benar Tuan. Angguk Krystal mengiyakan.


Yarish diam membiarkan abangnya mewawancarai temannya.


"Hajiman eolgul-eun dong-yang-in gatji anhda." Tapi, wajahmu tidak seperti orang Asia. Sambung Hyun Ki pada akhirnya.


"Uli eommaneun leosia hyeoltong-iya." Ibu ku, keturunan Rusia. Jelas Krystal.


"Abeojineun ajig indonesia hyeoltong-ibnida." Sedang ayahku masih keturunan Indonesia. Tambahnya lagi.


"Algess-eoyo." Oh, begitu ya. Hyun Ki manggut-manggut secara perlahan.


Drreettt drreettt....


Getar yang berasal dari saku celana mengalihkan perhatian Hyun Ki. Masih betah menatap seksama wajah cantik Krystal, Hyun Ki meraih ponsel dari saku celana pendeknya.


Kening mengernyit setelah menatap ke arah layar gawai tipis miliknya "Chagi-ya." Sayang. Celetuknya.


Dia geser tombol terima dan menempelkan ke telinga "Yeoboseyo." Halo. Ucapnya lembut, Yarish dan Krystal setuju jika yang menelepon adalah kekasihnya.


"Geuge museun tteus-iya?" Maksudnya? Timpal Hyun Ki tersentak kaget.


"Mwo!" Apa! Teriaknya melotot.


Entah apa yang terjadi. Hyun Ki melangkah panjang menuju pintu masuk utama, wajah dinginnya lebih tertekuk setelah menjawab telepon dari seseorang yang dia panggil sayang.


Yarish dan Krystal sempat saling menatap, segala bentuk pertanyaan pun bertengger di otak masing-masing.


Kedua bahu Yarish terangkat "Kagak ngerti Gue!" Jawabnya acuh.


"Eeeeeerr eeeeeerrr eeeeeerrr."


Suara tangis bayi yang meriuh gaung tiba-tiba saja memekakkan telinga, membuat Yarish dan Krystal melotot bersamaan, mereka bangkit dari duduk secara spontan, berlari penasaran ke arah pintu masuk utama mengikuti langkah kaki Hyun Ki.


"Bayi siapa Rish?" Di sela langkah Krystal menoleh pada temannya yang juga kebingungan.


"Gue ajah baru dateng ke sini, ngapain lu cari tahu ke Gue!" Sanggah Yarish bingung.


"Iya, aku lupa."


"Joesonghabnida seonsaengnim, i aineun dangsin-ui yeojachinguui bojeung- geum- ibnida."


Satu orang wanita meletakan bayi dalam keranjang tepat di depan kaki Hyun Ki. Maaf tuan, anak ini titipan dari pacar mu.


"Sillyehabnida." Permisi. Wanita itu pergi setelah mengatakan.


Hyun Ki mematung di tempatnya menerima kenyataan pahit ini, lama sang kekasih tak menjumpai lalu kemudian dia mengirim bayi. Sungguh tak di sangka pemuda tampan sepertinya akan menemui peristiwa aneh seperti ini.


Kertas bertuliskan pesan terdapat di keranjang bayinya, melihat Hyun Ki mematung, Yarish penasaran meraih kertas kecil tersebut lalu membacanya.


"I aineun dangsin-ui geos-ibnida. jal dolbwajuseyo. naneun yeojeonhi nae kkum-eul jjoch-aya habnida."


Anak ini milikmu. tolong jaga baik baik Aku masih harus mengejar mimpiku. Tertulis Lee Hwa Young. Yarish ingat betul nama itu adalah salah satu artis papan atas di negara ini.


"Hyeong, ige jeongmal dangsin-ui adeul-ibnikka?"


Abang, ini beneran anak mu?


"Nuga al-a." Entah lah. Jawab nanar Hyun Ki tanpa gerakan sedikitpun.


"Eeeeeerr eeeeeerrr." Tangisan bayi laki-laki itu kian bergetar hebat, terdengar tantrum tak terkendali.


Sebagai seorang ibu Krystal terenyuh mendengarnya, Krystal mendekat meraih bayi mungil itu, menempatkan ke dalam gendongan.


"Sssuutt, cup sayang." Mendesis Krystal menaik turunkan tubuhnya. Mencoba menenangkan bayi menangis itu.


"Joesonghabnida seonsaengnim. Aiga ulgo issseubnida." Maaf Tuan, anak mu menangis!" Krystal meraih lengan lelaki itu. Bagaimana bisa Hyun Ki membiarkan begitu saja putranya. Hyun Ki asyik dengan lamunannya.


Yarish menggeleng, ia tahu Hyun Ki pasti syok, tiba-tiba saja kekasihnya mengirimkan bayi di tengah malam begini.


"Rish, cari sesuatu di keranjang nya, mungkin ada susu formula atau apa gitu, Baby ini perlu makanannya!" Krystal beralih pada Yarish.


Yarish melakukan perintah, mengobrak-abrik keranjang bayi mungil itu, tak ada apapun di sana selain daripada satu helai selimut berwarna biru "Kosong, tidak ada apa pun!" Ucapnya pada Krystal mengerut kening kuat-kuat.


"Ya Tuhan, apa ibu anak ini gila, dia membuang bayinya tanpa makanan!" Sergah Krystal terlampau emosi, untung saja Hyun Ki tak bisa bahasanya yang mengumpat sang kekasih.


Tak jua tenang bayi itu, Krystal yang selalu berpikir cepat membawa bayi mungil itu pada sofa yang beberapa waktu lalu dia duduki.


Krystal membuka beberapa kancing bajunya, memberikan makanan eklusif milik Queen pada bayi mungil itu. Dia raih satu lembar tisu untuk menutupi buah dadanya.


Tak ada pikiran lain selain ini, Krystal tak mau membuat bayi ini terus tantrum, sebab kejang terlalu lama bisa mengakibatkan hal buruk pada bayi.


Tak lagi mendengar tangisan bayinya, Hyun Ki tersadar dari lamunan, lelaki itu menatap ke arah Krystal, lalu beralih pada Yarish.


"Dangsin-ui chinguneun mueos-eul hago issseubnikka?"


Apa yang teman mu lakukan? Matanya melotot terkesiap.


"Aiege uyuleul meog-il sudo issseubnida."


Mungkin memberinya ASI. Jawab Yarish lirih, dia takut Krystal akan terkena hukuman setelah berani menyentuh putra Hyun Ki tanpa izin.


Mengerut kening Hyun Ki mendengar itu, berjalan cepat ia datangi wanita yang tengah menyusui putranya.


"Geulaeseo geuege uyuleul jueossda."


Jadi kamu memberinya ASI? Tanya Hyun Ki mengernyit heran.


Krystal berpaling, menyembunyikan sesuatu yang tak seharusnya Hyun Ki lihat.


"Geunyeoga jinjeongdoel ttaekkaji naega geunyeoleul ganhohage haejuseyo."


Biarkan aku menyusuinya sampai dia tenang!


Kening Hyun Ki kian mengerut menatap Krystal yang membelakangi dirinya. Dia pikir wanita yang Yarish bawa adalah seorang gadis. Tapi rupanya Krystal memiliki makanan ekslusif bayi.


Yarish menepuk dahinya. "Tamatlah riwayat kita Krys!" Gumamnya.


...• • • • • • • • • • •...


Bersambung.... Insya Allah, akan segera Up ...