
Cinta selalu mempunyai alasan tertentu, dan atas nama itu biasanya seseorang memanfaatkan sebuah limitasi.
Mau bagaimana lagi? Kenyataannya memang manusia di ciptakan lengkap dengan keserakahan.
Raka berambisi memiliki Queen dan kedua ibunya, Hyun Ki pun tak jauh berbeda, Krystal bukan satu-satunya orang yang teraniaya di sini.
Pada kenyataannya, Krystal lah yang membalikkan keadaan hidup Raka dari yang predator menjadi korban cintanya.
Siapa korban sesungguhnya? Queen Kirana Rain. Gadis lucu yang memiliki tubuh mungil karena pawakan itu tidak bisa besar oleh sebab lahir prematur.
Semua egois, yah, begitulah manusia, benar hanya menurutnya sendiri. Merasa menjadi korban padahal hidup di dunia ini hanya ada dua kemungkinan.
Menjadi orang yang terlihat teraniaya tapi memiliki ending yang bahagia, atau menolak di korbankan lalu berakhir sengsara.
Ada wanita penghuni surga yang ikhlas di duakan demi anak, jodohnya, juga Tuhannya.
Jika saja aku bersabar, seandainya aku masih bertahan, bilamana aku tidak meninggalkan, pasti aku masih bersamanya. Kalimat pengandaian yang Krystal uraikan.
Ego ku membuat ku meninggalkan putriku. Rutuk dalam umpatan Krystal yang di tujukan teruntuk dirinya sendiri.
Terkadang seseorang yang lari dari tawanan, bukan sesuatu yang membanggakan, Krystal tersudut dan kenapa nasib selalu menghakimi nya?
Bukan perkara itu, tapi lari dari kenyataan bahkan masalah yang belum di selesaikan secara tuntas, bukan solusi.
Berlindung di bawah naungan Ray dan Elevy saat itu masih terbilang aman untuknya. Tapi lagi-lagi kesakitan membuat Krystal tak ingin bertahan.
Cukup sudah Krystal bergeming, menatap berlalunya Andre, Queen dan Raka. Wanita itu membalikkan tubuhnya berjalan cepat memasuki kamar miliknya.
Hyun Ki mengekor di belakang, mata oriental nya menatap ke arah Krystal yang mengemas barang-barang.
"Sayang." Panggil nya, kening mengerut menatap mondar-mandir tubuh Krystal yang mengambil pakaian dari lemarinya.
"Kamu mau kemana?"
"Pulang ke Indonesia."
"Untuk apa? Bukankah kita mau menikah? Kamu bilang mencintai ku."
Krystal menoleh tajam. "Dulu aku juga mencintai Raka tapi aku tetap meninggalkan nya." Katanya.
Hyun Ki menggeleng. "Ae Cha, ..."
"Aku Krystal." Cetusnya.
Hyun meraih lengan Krystal. "Aku mohon jangan pergi, aku akan membatalkan kontrak ku bersama Hwa Young, asal jangan pergi." Bujuknya.
Krystal menatap seksama wajah Hyun Ki, sejujurnya ia memiliki ketertarikan pada lelaki ini, tapi kenapa semua orang yang berparas menawan hanya berakhir menyakitkan.
"Kamu tahu kan kenapa aku pergi dari Raka? Karena aku tidak mau terus di jadikan istri ke dua, dan sekarang kamu berniat menikahi Hwa Young juga aku?"
Hyun Ki menggeleng. "Tidak, aku akan membatalkan nya, aku memilih mu, tidak seperti Raka yang memilih Viona. Aku memilih mu, ..."
"Karena Joon." Sela Krystal. "Dulu Raka memilih Viona karena aku tahu Viona sakit-sakitan, lelaki bejat saja yang akan menceraikan istrinya di saat tidak berdaya. Setidaknya Raka tetap mempertahankan hubungan lamanya tanpa sembunyi-sembunyi dari ku. Raka memilih Viona meskipun tak mendapat keuntungan apa pun. Dia berbeda dengan mu, kau memilih ku karena aku bisa kau manfaatkan! Kamu menipuku Hyun!" Berang nya.
"Krys!"
"Cukup!" Pekikan Krystal membuat keduanya terdiam sejenak. "Aku muak!" Tambahnya.
"Lalu bagaimana dengan Joon? Kamu tega meninggalkan nya?" Gelengan Hyun Ki yang membujuk seperti sangat takut, tapi sakit jika harus di anggap hama untuk yang kedua kalinya.
"Kamu lupa? Queen yang ku lahirkan saja aku tinggal, apa lagi hanya putra mu yang lahir dari wanita tidak tahu diri itu!" Sarkas Krystal.
"Krys!" Bujuk Hyun Ki menghiba.
Krystal melanjutkan kemasan kopernya. Membuka satu dompet dan mengeluarkan kartu-kartu berwarna hitam silver dan gold dari dalam sana.
Hyun Ki menggeleng. "Ini milik mu, aku tidak akan mengambilnya lagi." Tolaknya.
Krystal meraih handel koper lalu menariknya, gegas Hyun menghalangi jalan. "Minggir!"
"Yank." Hyun Ki menggeleng, dirinya sudah terbiasa dengan keberadaan Krystal, lalu apakah mungkin Joon dan dia hidup tanpa wanita itu. Penthouse ini akan terasa dingin lagi tanpa senyuman Ae Cha.
"Minggir Hyun!"
"Bagaimana dengan perasaan ku? Kamu tega Krys?" Hyun Ki berusaha meraih tangan mulus Krystal yang selalu menepisnya.
"Hwa Young yang akan menggantikan nya."
"Kenapa semudah itu kamu pergi, kamu pikir mudah tanpa mu?"
"Mudah saja, karena aku tidak mau terus menjadi korban mu!"
"Sumpah aku sudah sangat mencintaimu, awalnya mungkin iya aku tidak tulus, tapi sekarang aku sangat mencintaimu, apa kau akan meninggalkan aku di saat seperti ini?"
"Lupakan aku, kamu pasti bisa. Aku hanya akan menjadi orang yang lewat saja di hatimu. Enam tahun lamanya kita bersama, ternyata serapat itu kamu tutupi Hwa Young dariku. Aku muak Hyun, jangan lagi halangi aku!"
Hyun Ki meraih tengkuk Krystal memiringkan kepalanya berusaha memberikan ciuman.
Brugh!
Kepalan tangan itu mendarat pada dada bidang Hyun Ki, "Jangan pernah berharap bisa menyentuh ku lagi!" Teriaknya.
"Kemarin kita melakukannya bukan?"
"Itu sebuah kesalahan, aku tidak mau lagi terjerumus ke dalam dosa itu!" Krystal mendorong kuat-kuat Hyun Ki hingga terpental jauh darinya, kembali ia meraih handel koper yang lalu dia tarik keluar dari kamar.
Di luar sana sudah ada Yarish dan Joon menunggu nya. "Kamu mau kemana Krys?" Tanyanya.
"Pergi yang jauh!" Ketus Krystal seraya melangkah pergi menuju pintu utama.
"Aku temani, aku ambil jaket ku." Yarish berlari ke kamar miliknya. Berencana mengambil sesuatu yang perlu dia bawa.
Joon menggeleng. "Eomma." Rengek nya sembari meraih tangan ibunya mengikuti wanita itu.
Sekuat tenaga Krystal menepis bocah tampan ini, meskipun berat meninggalkan anak yang dia besarkan dengan penuh kasih sayang tapi dirinya juga berhak bahagia dengan caranya sendiri.
Hwa Young yang masih berdiri di depan sana meraih putranya dan lumayan membuat Krystal tidak kesulitan memasuki lift.
Hyun Ki mengejar tertutupnya pintu lift namun tak berhasil. "Krystal!" Teriaknya. Dia menaiki lift sebelahnya berusaha membicarakan hal ini kembali.
"Jun, naneun dangsin-ui eomeoniibnida." Joon, aku ibumu. Ucap Hwa Young. Sementara Krystal telah lolos dari Penthouse ini di susul Hyun Ki.
"No, bukan kamu Eomma ku, kau jelek! Kau jahat! Kau yang membuat Eomma ku pergi!" Joon gigit tangan Hwa Young hingga terlepas dan Hwa Young meringis kesakitan.
Anak itu berlari memasuki kamar miliknya, sesenggukan menangis di sudut ranjang.
Selama ini Joon lebih banyak waktu bersama Krystal dari pada Hyun Ki, kehilangan sudah pasti akan mempengaruhi psikis anak itu.
"Eomma." Sebut nya lirih sambil mengusap pipinya. Siapa yang akan menemaninya tidur, siapa yang akan menyuapinya makan, siapa yang akan memandikannya? Joon anak yang manja, cengeng, ketergantungan, tidak seperti Queen yang mandiri di usianya yang masih sangat kecil.
Queen cerdas, mencari Penthouse milik Hyun Ki saja dia hapal hanya dengan satu kali bertanya.
Lalu bagaimana dengan Joon, apakah dia mampu terbang dari Korea ke Indonesia demi menemukan tempat ibunya? Joon tak seberani itu.
^^^Bersambung..... ^^^
Segera Up lagi.....