
Ini hari ke tujuh Hyun Ki menginap di salah satu hotel Jakarta. Terkatung Hyun Ki menanti jawaban tak jua pasti.
Pesan yang dia kirim ternyata belum juga Raka balas.
Hyun Ki tak berani mendatangi rumahnya jika belum ada persetujuan dari sang empunya istana.
Kebiasaan penguasa memang selalu melakukan perjanjian dahulu sebelum mereka memutuskan untuk bertemu.
Hyun Ki tahu Raka padat agenda, sebagai penguasa, Raka terlalu banyak hal yang tidak boleh di tinggalkan.
Mengurus beberapa properti miliknya, juga perusahaan elektronik yang masih berjaya.
Raka juga memiliki berbagai macam jenis pabrik yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Salah satunya Korea yang baru akan di mulai.
Hyun Ki paham, alasan Raka membuka cabang perusahaan di Korea masih berhubungan dengan Krystal.
Di pertemuannya kali ini. Harapan Hyun Ki cuma dua, Raka sudah melupakan Krystal dan mengikhlaskan wanita itu untuknya.
Seandainya saja bisa semudah itu, Hyun Ki akan sangat bahagia. Dia hanya tinggal meyakinkan keluarga besarnya untuk pindah keyakinan.
Kriiiiiing...
Hyun Ki sedikit berjingkrak saat ponsel di tangannya berdering bersamaan dengan getaran gawai tipis itu. Matanya memindai, rupanya Raka yang memanggil dirinya.
"Raka." Hyun Ki menghela napas panjang menyiapkan kata-kata untuk berbicara dengan seseorang di seberang sana. Dia geser tombol terima dan terhubung.
"Halo." Sahut nya.
📞 "Hyun, you called me, eight days ago? Sorry just opened." Hyun, kau menghubungi ku, delapan hari yang lalu? Maaf baru sempat aku buka.
Hyun Ki mengangguk. "Emm, ada yang perlu aku bicarakan dengan mu." Katanya pelan.
📞 "Wait, Kau bisa berbahasa Indonesia?"
Hyun Ki terkikik kecil. "Iya, sedikit-sedikit. Boleh tidak aku ke rumah mu?" Tanyanya kembali.
📞 "Boleh, tentu saja boleh, datang saja ke rumah ku, aku tunggu kamu. Maaf, aku mengabaikan mu selama beberapa hari ini. Ada hal yang tidak bisa aku tinggalkan selama itu."
"No problem!"
Hyun Ki memutuskan panggilan telepon setelah salam penutup, di sela langkah menuju pintu keluar, tangannya meraih dompet dari atas meja yang lalu dia selipkan pada saku celana jeans nya.
Kaos putih ketat di padukan dengan celana jeans hitam juga sepatu sneaker putih. Hyun Ki selalu tampil elegan dengan kesederhanaannya.
Hyun membuka pintu lalu turun ke lobby dengan lift, di depan sana Mario telah siap membukakan pintu untuknya. "Silahkan."
Hyun Ki masuk dan duduk pada jok penumpang bagian belakang, napas panjang masih rajin dia hela secara perlahan.
Mario berlari memutari mobil, mengambil alih kursi bagian kemudi. "Kita jalan Seonsaengnim?" Setelah menyiapkan segalanya Mario bertanya.
Hyun Ki mengangguk. "Kita ke rumah utama Raka, Presdir Xmeria." Pintanya.
Mario mengangguk, menyalakan mesin, memutarkan setir untuk segera keluar dari halaman gedung perhotelan membelah jalanan ibukota Jakarta.
Sesekali Mario melirik kaca spion, mengamati kegundahan hati sang Tuan yang terus menatap ke arah jendela. Hyun masih terlihat bimbang, Mario pikir ini ada hubungannya dengan peristiwa yang terjadi pada Raka.
"Semua manusia hanya hidup sementara Seonsaengnim, begitupun dengan kita nanti. Tapi saya turut berduka cita atas meninggalnya istri Tuan Raka."
Ucapan Mario barusan benar-benar menyentil kening Hyun Ki. "Meninggal? Maksud mu?" Toleh nya
Mario mengernyit. "Loh, apa Seonsaengnim tidak tahu menahu? Istri Tuan Raka wafat delapan hari yang lalu." Jelas nya.
"Mwo?" Kejut Hyun Ki.
"Jadi niat Seonsaengnim datang ke rumah nya untuk apa?" Tanya Mario, berita di sosial media sangat menggemparkan, dia pikir Hyun Ki telah mengetahuinya.
Hyun Ki tertegun. Kalau begitu niat kedatangannya akan lebih membuat goresan luka terdalam teman penguasanya.
Apakah tega dia mengambil istri ke dua Raka saat istri pertamanya meninggal dunia?
Hyun Ki bergeming. Tak ada satupun kata yang mampu terceletuk dari bibir lelaki tampan itu hingga sang mobil menepi pada halaman luas milik Raka Rain.
Satu pengawal menyambutnya dengan membuka pintu, Raka berdiri di teras rumah dengan merentangkan kedua tangannya.
"Hyun!"
"Raka!" Hyun Ki turun dari mobil berjalan cepat menuju tubuh tinggi temannya.
"Emmh, ..." Tak sanggup Raka berucap lebih banyak saat ini.
Tiba-tiba ingatannya kembali saat Viona menghembuskan napas terakhir. Mata sembab menjadi bukti jejak tangisan yang Raka lakukan.
"Kuatkan hati mu." Kata Hyun Ki.
Raka melerai pelukannya. "Terimakasih sudah berkunjung ke sini hanya untuk ini." Ucapnya.
Hyun Ki mengangguk, sejatinya selama beberapa hari ini dia tak membuka media sosial, waktunya dia habiskan hanya untuk menelepon dan video call dengan putra dan kekasihnya yang jauh di mata.
"Masuk lah." Ajak Raka dan Hyun Ki mengangguk sambil mengikuti langkah kaki temannya.
Raka berjalan menuju ruang santai terbuka yang di penuhi dengan bunga-bunga berwarna-warni. Asri sekali udara di sekitar sini. Aroma serbuk sari menyengat indera penciuman Hyun Ki. Ini semua bunga peninggalan almarhumah Viona yang sempat di rawat oleh Krystal.
Ada gadis mungil yang duduk menekuk lutut dalam ayunan. Hyun Ki menatap lekat gadis cantik itu. "Dia siapa Raka?" Tanyanya.
Raka mendekati putrinya duduk di sofa yang berdampingan dengan ayunan Queen. "Ini putri ku, Queen namanya."
Senyum tipis Hyun Ki terbitkan. "Hay sayang. Cantik, sangat cantik." Katanya. Jelas gadis itu mirip sekali dengan Krystal.
"Terimakasih Om ganteng." Balas Queen.
"Duduk Hyun."
"Terimakasih." Keduanya sudah sama-sama duduk, di sisi kiri dan kanan Queen yang terdiam di atas ayunan.
"Lama kita tidak bertemu, terakhir kali, saat aku berkunjung ke perusahaan mu enam tahun yang lalu." Ujar Raka.
"Iya." Lirih Hyun Ki. Tak jelas rasa hati lelaki tampan ini, maksudnya ingin meminta izin menikahi Krystal justru malah merasa tak tega.
"Tapi ngomong-ngomong, kenapa kamu bisa berbahasa Indonesia? Apa ada wanita Indonesia yang sedang kamu kencani?" Raka tersenyum menuding.
Hyun Ki menggeleng. "Tidak, Emmh, iya, ah begitulah." Gugup nya tak jelas.
Raka tergelak kecil. "Tidak usah terus di tutupi, semua perlu ada kepastian, nikahi gadis yang kamu cinta, sayangi dia sebelum pergi jauh dari mu." Lirihnya.
Hyun Ki menangkap gurat kesedihan dari ucapan lirih Raka. Tak memiliki satupun istri yang membantunya merawat sang putri. Pasti sangat sulit hidup yang harus dia lalui.
Hyun Ki menatap wajah Queen. "Bagaimana dengan putri mu? Apa dia rewel?" Tanyanya. Joon yang laki-laki saja cengeng lalu apa kabarnya dengan perempuan kecil ini? Pikir nya.
"Untungnya tidak. Putri ku berbeda. Queen tangguh menuruni sifat Krystal, sedari kecil putriku tidak pernah mau menunjukkan tangisannya. Meskipun aku tahu, dia juga sangat kehilangan sosok rewel Viona."
Hyun Ki terenyuh mendengarnya. "Sayang." Dia elus gadis itu penuh kasih. Tak jauh berbeda usia Queen dengan Joon, mereka juga satu ibu susu yang terpisah jarak dan waktu.
Hyun Ki beralih pada Raka. "Tapi ngomong-ngomong, kenapa Viona sampai meninggal?" Tanyanya penasaran.
"Dia sempat mengalami gegar otak. Dan kasus cedera otak bisa menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami kanker otak di beberapa tahun kemudian. Gegar otak yang Viona derita termasuk berat, tapi sedikitpun dia tak pernah memberitahukan ku, dia simpan sendiri rasa sakitnya, bukannya berusaha menyembuhkan penyakitnya, aku justru membuat luka dengan terus meninggalkan dirinya."
Raka tergugu, tak dapat lagi menahan rasa pilu. Sesal selalu datang di akhir, dan hanya sesal itu saja yang Raka terima semenjak perselingkuhannya bersama Agnie bertahun-tahun yang lalu.
"Aku tidak becus menjadi seorang suami."
Melihat Raka sendu, Queen turun dari ayunan, berdiri dan memeluk ayahnya.
"Daddy pasti mau menangis lagi, sudah berapa kali Daddy menangis hari ini hah! Apa tidak malu di lihat Om ganteng? Sudah diam." Katanya seperti orang dewasa dan Raka anak kecil.
Raka peluk anak itu sesak. "Aku hanya memiliki mu. Tolong jangan pernah pergi dariku." Rengek nya.
"Queen promise." Cetus Queen mengelus lembut kepala ayahnya dengan tangan-tangan mungilnya.
Hyun Ki termenung menatap putri kecil dan ayahnya meratapi kematian Viona. "Ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan tentang Ae Cha." Batinnya.
^^^Bersambung......^^^
Readers, kalian boleh memprediksi akan seperti apa kelanjutan ceritanya, apakah Krystal akan tetap memilih Hyun Ki, atau kembali pada Raka.
Umumnya dalam sebuah cerita, akan ada dua kemungkinan besar itu, tapi, bisa saja kan Krystal enggak memilih keduanya.
Yang pasti aku tidak akan bertele-tele dalam bercerita, novel ini akan aku selesaikan dalam waktu singkat. karena aku masih mau Up beberapa bab terakhir novel satunya.
Setelah itu, ada cerita bergenre komedi yang akan rilis dalam waktu dekat Setelah kedua Novel ku tamat. Spoiler judulnya "Istri Lugu Mr Mafia"
Mungkin tak ada satu Minggu sudah bisa kelarin yang ini. Aku mohon dukungan like nya mentemen. 🙏