
📤 "Tomorrow, I come to see you, Raka." Besok, aku datang menemui mu, Raka.
Hyun Ki bangkit dari duduk, setelah mengirimkan pesan teks pada teman tampannya di Indonesia.
Dia berjalan masuk ke dalam kamar miliknya, meraih sepatu, tas dan mantel panjang yang membuatnya kian tampan setelah memakainya.
Menatap cermin Hyun Ki menghela dan membuang napas, "I will ask your permission, Raka." Gumamnya. Aku akan meminta izinmu, Raka.
"I hope you are sincere, releasing Krystal for me." Aku harap kamu tulus melepaskan Krystal untuk ku." Tambahnya lagi.
Hyun Ki keluar dari kamar menyertakan satu tas selempang khas pria yang di letakkan pada dadanya, sebelum memakai mantel Hyun Ki sudah memakai tasnya terlebih dahulu.
Gaya kasual membuat penampilannya semakin terlihat awet muda. Rambutnya tersisir rapi dengan kelimis.
Langkah Hyun Ki menuju kamar milik Krystal, dia ketuk pintu kaca itu dengan senyum "Sayang." Panggil nya.
Tak ada jawaban, Hyun Ki mendorong pintu tersebut rupanya terbuka dan tidak terkunci, itu berarti Krystal sedang tidak di kamar.
"Pagi Hyeong." Yarish berjalan menggaruk kepalanya sementara mata masih setengah merem. "Krystal kemana? Kau lihat dia keluar dari kamar?"
"Nyonya Ae Cha masuk ke ruangannya." Dari belakang Mario datang menjawab pertanyaan Tuan muda nya.
"Oh." Hyun Ki manggut-manggut setelah menoleh sekilas pada lelaki itu.
Hyun Ki sempat masuk ke dalam kamar Joon, untuk mencium kening dan membisikkan pesan 'jangan nakal' pada putranya. Sebelum kemudian melangkahkan kakinya keluar dan menaiki anak tangga menuju ruangan khusus milik Krystal.
Dia buka pintu geser itu dengan satu kali sentuhan. Langkahnya terayun memasuki ruangan yang di buat empat tahun lalu. Ruangan luas ini penuh dengan mesin ciptaan Krystal sendiri.
Lcd monitor, LED proyektor dan perangkat keras lainnya yang menghasilkan pijar warna kehijauan di penjuru dinding-dinding nya.
Banyak sensor yang mengamati setiap pergerakan manusia di sana. Jangan di tanya bagaimana Krystal mampu menciptakan perangkat-perangkat ini.
Hyun Ki terus mendukung usaha dan besutan liarnya dalam bidang semikonduktor multinasional.
Mungkin komputer yang Krystal miliki saat ini lebih baik dari buatan Jepang yang di nobatkan sebagai komputer tercepat di dunia.
Prosesor-prosesor ciptaan Krystal memiliki nama-nama yang lucu. Mereka punya mikroarsitektur dan rentang clockspeed yang cukup bagus, jumlah core, thread, teknologi, dan konsumsi daya juga tidak main-main performanya.
Hyun Ki tidak salah memilih Krystal menjadi pendamping hidupnya, perusahaan elektronik nya akan lebih maju setelah bertemu wanita cantik itu.
Krystal berdiri memakai headphone di kepalanya. Mengoperasikan komputer canggih buatannya.
Hyun Ki mendekati, menggeser headphone di telinga Krystal, "Aku mencintaimu." Ucapnya berbisik mesra di telinga wanita itu.
Krystal tersenyum.
...[Ji Hyun Ki, telah jujur.]...
Hyun Ki menoleh pada layar monitor berukuran 78,74 inci yang teronggok di hadapannya. Keningnya menyengkelit heran.
"Sayang, apa ini? Kamu buat dia membaca pikiran ku?" Tanyanya mencecar curiga.
"Tidak." Bohong Krystal menyengir.
"Aku mencintaimu, aku menyayangi mu, aku ingin menikahi mu bahkan mencumbu dirimu, Ae Cha." Hyun Ki mengetes kemampuan dari perangkat milik kekasihnya. Masih penasaran dengan benda sok tahu itu.
...[Ji Hyun Ki, telah jujur.]...
Jawaban dari layar itu membuat Hyun Ki menatap tajam kearah Krystal yang menyengir padanya.
"Jelaskan dulu padaku, siapa dia?" Tanyanya. Seolah-olah benda itu adalah manusia.
Krystal tersenyum. "Namanya, Queen." Jawabnya sambil menunjukkan satu kamera kecil yang tersemat tepat di depan wajah Hyun Ki, ternyata itulah yang membuat layar monitor mengatakan kejujuran Hyun Ki.
"Ini CCTV yang bisa mempelajari gerak-gerik manusia, perasaan cinta, niat jahat, kebohongan, atau pun lainnya. Aku membuat Queen mempelajari tipe karakter manusia menurut psikologi."
"Tipe Sanguinis. Yang mudah bergaul. Aktif. Optimistis. Impulsif. Humoris. Ekspresif. Kompetitif."
"Tipe Melankolis. Yang sangat detail. Sensitif. Cemas jika berada di lingkungan baru. Cenderung introvert. Mudah curiga. Teliti."
"Tipe Plegmatis. Yang tenang. Setia. Cenderung menghindari konflik. Senang menolong sesama. Sulit beradaptasi dengan kebiasaan baru."
"Tipe Koleris. Yang cerdas. Analitis dan logis. Tidak terlalu suka basa-basi. Konsisten. Percaya diri. Mandiri. Kreatif."
"Queen juga memiliki kemampuan membaca gerak tubuh dan nada bicara manusia. Seperti menggaruk tengkuk, menggaruk ujung hidung, dan lain sebagainya."
"Tidak seperti CCTV pada umumnya yang hanya bisa menangkap satu sisi saja. Queen bisa mengikuti gerak seseorang yang terdeteksi mencurigakan."
Hyun Ki tercengang. "Daebak! Jadi kamu berniat merilis ini?" Tanyanya. "Bagaimana kalo Queen mu salah, semua orang bisa saja masuk penjara bukan?" Cibirnya.
Krystal mengernyit. "Jadi kata cinta mu barusan juga salah?" Tanyanya menuding.
Hyun Ki menggeleng. "Itu berbeda sayang, aku sedang membicarakan tentang impak yang di dapat ke depannya, setelah Queen mu ini di luncurkan." Jelas nya.
"Oppa tidak mempercayai Queen." Sambung Krystal.
"Baiklah sekarang aku ingin tahu, apa perasaan mu padaku? Katakan kamu mencintai ku. Katakan kamu menyayangi ku. Jika Queen mengatakan kamu jujur, aku akan mempertimbangkannya." Cecar Hyun Ki.
[Hyun Ki bersedih saat Ae Cha tak pernah menjawab pernyataan cintanya.] Beo Queen.
"Shut up!" Bentak Hyun Ki pada benda rewel buatan kekasihnya.
"Oppa," Krystal menatap protes lelaki itu. "Kenapa Oppa membentak nya?" Tanyanya.
Hyun Ki mengalihkan pandangan. "Dia cuma benda kan?"
"Aku tidak suka dengan caramu." Sambung Krystal cemberut.
[Aku tidak di ciptakan untuk mengetahui perasaan Ae Cha.] Celoteh Queen.
Hyun Ki mengernyit, sekali lagi dia menoleh pada kekasihnya. "Kamu curang Ae Cha, kamu buat Queen tidak bisa membaca pikiran mu?" Tuduh nya.
Krystal hanya diam sembari menunduk.
Tak mau menunjukkan kesalnya Hyun Ki melirik jam di tangannya. "Tidak ada waktu untuk membahas perasaan buram mu padaku, aku sudah telat." Ujarnya.
"Memangnya mau kemana, Oppa?" Tanya Krystal. Dia baru sempat melihat seksama Hyun Ki dari atas hingga bawah yang selalu rapi dan menawan.
"Aku harus ke luar negeri, ada sesuatu yang harus di lakukan." Kata Hyun Ki. Nadanya mulai malas setelah percakapan barusan, siapa yang tidak kesal memiliki kekasih se_datar jalan layang.
"Kemana?" Tanya Krystal lagi. Liburan musim dingin, seharusnya Hyun Ki memanfaatkan waktu luang bersama Joon dan dirinya.
"Eropa." Bual Hyun Ki.
...[Ji Hyun Ki, telah berbohong.]...
Klik, ....
Krystal mematikan Queen dengan sebelah tangan agar tak membuat lelaki tampan di hadapannya mendingin seperti keaslian wataknya.
"Jangan hiraukan Queen." Kata Krystal menyengir. Tak nyaman dia mematahkan harga diri kekasihnya, Krystal tahu tak semua urusan Hyun Ki dia ketahui.
"Kamu lebih percaya Queen kan? Anggap saja aku berbohong." Ujar Hyun Ki ketus.
"Mau apa ke Eropa?" Krystal mengalihkan pembicaraan. Setidaknya ada usaha untuk dia mengembalikan mood kekasihnya.
"Ada sesuatu yang perlu aku lakukan di sana." Sambung Hyun Ki dingin.
Krystal manggut-manggut, tak apa pergi pun, asal ingat pulang saja. "Hati-hati." Ucapnya.
"Aku titip Joon, jangan keluar rumah tanpa izin ku, laporkan semua yang kalian lakukan padaku. Mengerti?" Titah Hyun Ki.
"Emmh." Angguk Krystal.
Hyun Ki menatap kesal wajah cantik yang masih sulit dia tebak isi hatinya, Krystal selalu ingin tahu perasaan seseorang bahkan menciptakan alat yang bisa membantunya untuk itu, tapi dirinya sendiri sulit sekali di baca pikirannya.
"Aku pergi." Pamit Hyun Ki seraya melangkah dingin. Biasanya pun hanya itu yang Hyun Ki ucapkan sebelum melangkah pergi.
"Oppa." Tangan Krystal meraih sebelah tangannya Cup! Satu kecupan singkat pertama yang berlabuh pada pipi mulus lelaki itu.
Hyun Ki terbelalak. Tubuhnya tergagu mendapati sentuhan yang berbeda dari kekasihnya.
"Aku antar sampai depan." Krystal menyengir sambil meraih syal hitam miliknya.
Hyun Ki terdiam menatap Krystal yang melingkarkan syal pada lehernya "Hati-hati, Oppa." Ucapnya.
"Seandainya kau tahu aku akan menemui suamimu, apakah kau masih bisa bersikap manis seperti ini Ae Cha?" Batin Hyun Ki.
^^^^^^Bersambung.....^^^^^^
...Terimakasih partisipasi komentar nya, semuanya, semoga kalian sehat jasmani rohani dan ekonomi nya... Love banyak-banyak.......