
Bocah tampan yang duduk di jok penumpang bagian belakang itu adalah Joon, dia menatap ke arah jendela. Senang sekali Joon berada di negara ibu angkatnya.
Setiap hari hanya Krystal alasannya tersenyum, anak sehangat Joon menjadi pendiam dan dingin setelah mengalami situasi yang tidak karuan.
Joon jarang berkomunikasi dengan orang lain, Hwa Young dan Hyun pun tak pernah lagi mendengar suara anak kecil itu.
Senyum manis kini terbit di bibirnya setelah tahu, Hyun sang ayah akan membawanya bertemu dengan Krystal.
Hyun sendiri tak pernah tersenyum, wajah dinginnya semakin beku setelah Krystal tak lagi ada di dalam hidupnya.
Mau bagaimana lagi? Hubungan yang di awali dengan kebohongan akan ada dampak di masa depan.
Tak terasa mobil itu sampai pada restoran mewah berjenis Fine dining, Hyun turun dari mobil kemudian berjalan menuju pintu Joon untuk membukanya.
Hyun berjongkok menatap Joon yang keluar dari mobil. "Ingat, jangan menangis di depan Eomma mu, jangan buat dia terus memikirkan kondisimu, biarkan Eomma bahagia dengan hidup nya."
Joon tak menjawab sepatah kata pun, tak ada komunikasi yang baik bagi ayah dan anak itu. Keduanya sama-sama menjadi manusia yang dingin.
"Sekarang kita masuk." Ajak Hyun Ki, dia menggandeng tangan putranya memasuki restoran mewah itu.
Ada makanan-makanan khas berbagai negara yang terdapat di menu nya. Krystal sengaja memilih restoran ini untuk bertemu Joon dan Hyun.
"Tuan Hyun Ki dan Tuan muda Joon?" Satu orang pria menyambut kedatangan mereka.
Hyun Ki mengangguk. "Iya benar."
"Mari saya antar ke ruangan khusus Nyonya Krystal dan keluarganya."
Hyun Ki mengangguk sembari mengikuti langkah kaki laki-laki berpakaian hitam itu. Di sisinya Joon tersenyum menyengir. Tak sabar berjumpa dengan ibunya.
Di ruangan VVIP, Queen dan Raka duduk tenang sementara Krystal berdiri menyambut kedatangan mereka.
"Joon!" Krystal merentangkan kedua tangannya dan anak itu berlari memeluk ibunya. "Eomma!"
"Bogo sip-eo." Merindukan mu.
Joon mengangguk. "Emmh, nado." Aku juga.
Terlihat Joon berusaha kuat untuk menahan tangis seperti pesan ayahnya barusan, tapi tak sanggup rasanya hingga buliran bening tergelincir begitu saja.
"Jangan menangis, Eomma di sini. Joon bisa datang ke Indonesia setiap kali merindukan Eomma, begitu juga sebaliknya. Korea Indonesia tidak jauh."
Joon mengangguk. "Joon mengerti."
Krystal beralih pada Queen. "Sekarang Joon kenalkan kakak Joon, dia Queen lebih tua dari mu." Ujarnya.
"Annyeong." Hey. Sapa Queen menyengir.
Joon tersenyum. "Noona Annyeong." Hey kakak perempuan.
"Can speak Indonesian?" Tanya Queen, sejujurnya gadis itu belum terlalu menguasai bahasa Korea.
"Tentu saja! Aku hapal banyak bahasa seperti Eomma ku." Jawab Joon dengan lugas berbahasa Indonesia. Semua orang tersenyum melihat kedua bocah rupawan itu.
Syukurlah, mereka tidak saling membenci.
Hyun dan Raka saling menoleh kikuk. "Duduk lah." Ajak Raka.
"Aku mau bicara berdua saja dengan mu." Pinta Hyun Ki.
"Boleh." Raka bangkit dan berjalan menuju sofa lainnya. Hyun pun mengikuti, keduanya duduk bersisian.
Raka menjentikkan jari, mereka memesan makanan sesuai selera masing-masing. Kendati masih sama-sama dogol dan cemburu tapi keduanya masih memiliki perasaan sayang terhadap sahabat.
Lagi pun, mereka sama-sama sudah menikah, tak perlu ada lagi alasan untuk keduanya berseteru.
Hyun menatap Queen, Krystal dan Joon di sofa lainnya, "Kamu bahagia?" Tanyanya pada Raka.
"Tentu saja. Enam tahun kau menyembunyikan Krystal ku. Sekarang giliran ku yang bahagia." Kata Raka dengan pandangan yang mengarah pada sofa Krystal.
"Kamu bagaimana? Kau serius menikah dengan ibu kandung Joon?" Raka menoleh pada Hyun.
Hyun mengangguk. "Iya, kami masih terikat kontrak. Meskipun tidak yakin, tapi aku berharap Hwa Young bisa mengambil hati Joon kembali." Toleh nya.
"Bagaimana bisa mengambil kembali? Hati Joon tak pernah menyinggahi istri mu, dia di besarkan Krystal, tentu saja tidak cukup mudah membuat anak itu luluh. Apa lagi alasan perginya istri mu itu karena karier." Sanggah Raka.
"Apa bedanya dengan Krystal? Tapi Queen mau memaafkan ibunya." Sambung Hyun Ki.
Raka menyeringai. "Queen spesial. Jangan bandingkan dengan siapa pun."
"Di sini kau yang jahat, mengambil Krystal dariku di saat aku sangat menyayangi nya."
"Bukan salah Rama mengambil Shinta dari Rahwana." Sela Raka.
Hyun Ki menggeleng. "Aku bukan Rahwana."
"Kau tahu cerita itu?"
"Tentu saja, Krystal menonton film nya setiap hari."
"Ah yah, bagus, kau seperti Rahwana."
"Kau yang Rahwana."
"Sial!" Umpatan Raka mengakhiri perdebatan mereka. "Dengar. Kita sudah bapak-bapak, tidak perlu bertengkar, ikhlas kan saja Krystal bersama ku, lihat lah, dia bahagia." Raka menunjuk ke arah istrinya.
Hyun menatap Krystal. "Itu juga yang membuat ku menyerah. Seandainya dia tak bahagia, aku masih akan mengambilnya darimu."
Raka menggeleng. "Tidak akan ada kesempatan bagi mu, karena aku akan terus menjaga nya, mencintai nya, menyayangi nya, takkan ku biarkan dia bersedih walau hanya sesaat." Cetus nya.
Cukup lama Hyun Ki terdiam. Sepertinya memang benar, Krystal akan terus bahagia bersama dengan Raka-nya.
"Ngomong-ngomong, selamat, produk baru Xmeria sukses di pasaran." Ucap Hyun Ki tersenyum.
"Terimakasih." Angguk Raka.
"Queen harus punya adik, dia tidak akan sanggup mengurus kekayaan mu sendiri."
Raka tersenyum. "Doakan saja, kami akan ke Swiss, semoga adik-adik Queen menyusul."
"Adik-adik?" Hyun Ki berkerut kening. "Kamu berencana membuat Krystal hamil berapa kali?" Tanyanya.
"Selama dia mau saja. Kalau dia tidak mau gemuk, aku tidak masalah. Queen cukup bagiku, sudah ku bilang, kebahagiaan Krystal adalah prioritas utama bagiku."
Hyun tersenyum kembali. "Kau masih Raka yang ku kenal, budak cinta."
Raka tersenyum. "Semoga kau bahagia, dan melupakan istriku."
"Aku cukup bahagia meskipun hanya memiliki kenangan. Enam tahun bukan waktu yang singkat, dia mengisi kekosongan hari dan hatiku. Kau harus berterima kasih, aku menjaga dengan baik jodoh mu." Kata Hyun Ki.
"Terimakasih." Raka tahu Krystal aman meskipun tinggal satu atap bersama Hyun Ki, Raka bisa merasakannya dari bagaimana Krystal melayaninya.
Semua yang Krystal berikan, jelas bukan barang bekas. Raka percaya pada kesucian Krystal.
"Jadi kapan ke Swiss?" Tanya Hyun.
"Besok pagi, hanya satu Minggu di sana, lalu pulang lagi ke sini, di Indonesia masih banyak pekerjaan. Apa lagi produk baru Xmeria masih harus meluncur lagi."
"Kebahagiaan mu sudah lengkap, perusahaan semakin maju, punya istri yang cantik, cerdas, penyabar, dan putri yang sangat lucu. Seandainya Joon tidak satu susu dengan Queen. Aku berencana menjodohkan mereka." Ucap Hyun.
"Baguslah, aku tidak mau menjadi besan mu."
"Sial!" Hyun Ki mengumpat temannya dan Raka hanya tersenyum.
...Terimakasih, membaca part tambahan ini, masih ada banyak part tambahan, sampai Queen dewasa. Semoga tidak bosan.😘...