Second Wife

Second Wife
Catatan tempel



Bugh!


Raka memukul serius dinding marmer kamar mandi, membuat buku-buku di tangannya mengucurkan darah segar.


"Huuaaaarrrggh!"


Teriakan yang di bungkam oleh ruangan kedap itu menjadi pelepasan amarah yang membuncah meluap tak terlindungi.


Gemercik air yang mendekap merayapi sekujur tubuh berototnya tak mampu memadamkan kobaran murka yang kian berkecambah.


"Aku membutuhkan mu Krys." Gumam Raka lirih. Matanya terpejam menikmati guyuran air shower sehangat kuku. Tangannya meremas rambut basahnya.


Raka termangu. Terbuai manisnya ranjang hangat yang berduyun-duyun menyelusup masuk kedalam ingatan.


Cinta, salahkah jika ada yang ke dua? Godaan suami kaya berparas tampan tidak luput dari sang racun sekaligus perhiasan dunia, mutiara, sumber penghidupan, yaitu wanita.


Krystal masuk ke dalam hati Raka setelah dua hari keduanya tinggal di bawah atap yang sama.


Dahulu Raka tak pernah menelisik wajah cantik wanita itu sebab sudah ada Viona yang lebih dulu menyambangi hatinya.


Late in love, kepastiannya adalah Raka sudah terlambat jatuh cinta. Orang bilang, tidak ada kata terlambat selagi masih ada kesempatan. Entah apa yang harus dia lakukan, Raka dilema.


Raka menyudahi ritual mandinya, menekan keran, menghentikan laju kerucukan air dari atas, dia raih handuk kimono putih kemudian keluar dari bilik kaca transparan berlanjut sampai keluar dari kamar mandi.


Langkah gontai nya terayun menuju ruang ganti, lemari kaca-kaca transparan mengelilingi tempatnya berdiri.


Handuk kecil dia gosokkan pada rambut basahnya, Raka ambil satu underwear, satu celana, satu kemeja, satu jas dan satu dasi secara mandiri.


Ini pertama kalinya dia melakukan hal ini, sebelumnya Krystal yang selalu menyiapkan, sebelumnya lagi Viona, dan jauh sebelumnya lagi Elevy.


Raka tak pernah mau di ladeni pelayan jika bersangkutan dengan pakaian dan makanan. Ngomong-ngomong soal makanan, siapa yang akan membuatkannya sarapan?


Hari ini Raka ada pertemuan penting di luar kota, apa iya harus melenggang dengan perut kosong? Ah sudahlah sekarang fokus saja memakai satu persatu pakaian eksekutif miliknya.


Raka berdiri tegak menatap pantulan sekujur tubuhnya di cermin, dia naikan kerah kemeja putih nya, melingkarkan dasi sendiri.


Satu kali simpul, dua kali simpul, tiga kali simpul tak jua berhasil, Raka mendengus kasar "Kenapa sulit sekali!" Bengah nya.


"Kenapa tidak belajar memakainya sendiri?"


Raka terngiang celotehan istri ke dua nya, sebab hanya Krystal yang berani protes tentang tingkah manja dirinya. Viona tak pernah keberatan akan hal itu padanya.


"Aku punya dua istri kenapa harus lelah memasangnya sendiri?" Sanggah Raka kala itu.


"Tidak lelah Raka, hanya memasang dasi saja, perjalanan hidup manusia hampir sama, akan ada saatnya kau hidup sendiri tanpa seseorang yang bisa kau perintah."


"Sial! Ucapan nya selalu saja benar!" Umpat Raka merutuki nasibnya sendiri.


Tak jua berhasil memasang dasi, tak sengaja mata Raka mengerling pada satu laci yang di berikan catatan tempel. Pasti pelayan yang diutus menyampaikan ini sebelum Krystal pergi.


"Ini dasi baru mu!" Tulisan yang di buat oleh istri ke dua nya terdapat di kertas berwarna kuning itu.


Raka mengernyit sambil membuka laci tersebut, dan senyuman terbit mendapati dasi siap pakai untuknya "Kau bilang apa? Tidak bisa membalas mencintai ku? Cih, pembohong!" Rutuk nya pada Krystal yang jauh di mata.


Raka ambil satu dasi berwarna biru gelap dan memakainya tanpa perlu menyimpulkan kembali, dasi itu sudah siap pakai, tinggal di tarik saja salah satu ujungnya, selesai.


Raka tersenyum "Terimakasih sayang." Ucapnya pada bayangan dirinya di cermin, namun ungkapan sayangnya tertuju pada yang jauh di mata.


Raka memakai jas hitamnya, lalu sepatu kilap nya, meraih ponsel, tas dengan berkas yang sudah siap bawa, dia melangkah keluar dari ruangan itu.


Raka mendekat, mengusap lembut puncak kepala wanita itu "Sayang." Panggil nya.


Perlahan Viona membuka mata menatap nanar wajah senyum suaminya "Kamu tetap berangkat Ka?" Tanyanya lirih.


"Iya, ada pertemuan penting di luar kota, Andre yang akan menemani mu, sekarang Krystal sudah tidak tinggal di sini, kamu yang tenang, pulihkan dulu kesehatan mu. Aku mencintaimu." Ucap Raka seperti hari-hari sebelumnya dia mengatakan itu.


Tak ada yang berubah, kadar cintanya terhadap Viona masih sama seperti dahulu, hanya saja, satu ruang di hatinya bertambah dan Raka khusus kan teruntuk istri ke dua nya.


"Kamu tidak apa-apa kan aku tinggal?" Tanya Raka kembali.


Viona menggeleng "Tidak apa, berangkat lah." Ujarnya.


Raka tersenyum, mengecup lembut pipi, kening, ubun-ubun dan bibir Viona sebelum kemudian keluar dari kamar utama. Beberapa dokter kepercayaan Raka utus untuk menjaga istri pertamanya.


Viona hanya mampu menatap berlalunya punggung bidang suaminya, memang tak ada yang berubah dari sikap manis laki-laki itu tapi tetap saja ada yang berbeda dari biasanya.


Raka menutup pintu kamar, berjalan menuju anak tangga. Saat melewati meja makan panjang, kerlingan matanya mengarah pada satu tudung saji berbahan stainless steel lengkap dengan catatan tempel berwarna merah.


"Ini sarapan pagi terakhir yang aku buat untuk mu di rumah ini." Tulisan tangan yang lagi-lagi milik Krystal.


Raka tersenyum seraya meletakkan tasnya di sisi meja, duduk pada salah satu kursi menghadapi tudung saji yang dia buka.


"Selamat makan." Ucap Raka lirih.


Dia mengatakan itu untuk dirinya sendiri, dia rayakan kesepiannya meski kepedihan menyayat hati, kesendirian yang pilu menggulung sanubari, tak membuatnya menyerah pada keadaan ini.


Andre duduk meletakkan mangkuk berisi mie ramen di mejanya, Raka melirik wajah sendu pria tampan itu "Kau kenapa?" Celetuk nya masih sempat-sempatnya bertanya.


Andre menoleh tajam "Kau menikahi Krystal lalu sekarang membuatnya jauh dari ku, masih bertanya kenapa?" Ketus nya.


Raka menaikan ujung bibir "Dia Nyonya muda mu, ingat itu." Tukasnya.


Andre mencuatkan wajah "Kapan kau menceraikan nya?" Tanyanya.


Raka mendelik "What?" Terheran-heran lelaki itu mendengar pertanyaan asistennya "Bukan perceraian ku dengan Krystal, tapi kau yang ku tendang dari keluarga ku!" Bengah nya.


Andre menggeleng "Kamu lihat kan, di dekat mu dia tidak pernah tersenyum, kamu jangan egois Ka, setelah melahirkan anak mu, biarkan dia mencari kebahagiaan nya sendiri, kamu punya Vio, kemana janji sampai mati mu hah?" Pekik nya.


"Andre!" Raka mengepal erat tangannya, tak mungkin marah, dia tahu cinta tak pernah bisa di salahkan seperti cintanya kepada Krystal yang melambung setelah memiliki Viona "Aku bisa saja memecat mu!" Ancamnya pada Andre.


Andre menaikan ke dua bahu "Silahkan saja! Bisa apa kau tanpa ku? Apa ada orang yang setia seperti ku?" Sombongnya.


Raka mengernyit "Setia katamu? Kau berusaha menjadi pebinor dalam rumah tangga ku, masih sanggup kau bilang setia?" Cibirnya.


"Semua tergantung bagaimana situasi nya, Krystal tidak bahagia bersama mu Ka!" Sanggah Andre.


"Bukan tidak, tapi belum! Itu berarti akan bahagia! Cam kan itu!" Raka mengambil sandwich buatan istrinya, meraih tasnya kemudian melangkah pergi dari tempat itu masih dengan gurat kemurkaan.


Dogol sudah barang tentu, asisten kepercayaan yang dia anggap adiknya sendiri, berani terang-terangan menjadi orang ke tiga dalam pernikahan ke dua nya.


Meskipun bukan ancaman berat, tetap saja Raka takut. Siapa yang ingin rumah tangganya di kacau, padahal dirinya sendiri sudah menjadi pengacau dalam rumah tangganya bersama Viona.


...• • • • • • • • • • •...


...Bersambung... Terimakasih partisipasi komentar dan Like nya😘...