
^^^ᴶᵃᵏᵃʳᵗᵃ, ᴵⁿᵈᵒⁿᵉˢⁱᵃ. ᴵˢᵗᵃⁿᵃ ᵐⁱˡⁱᵏ ᴿᵃᵏᵃ.^^^
Buntalan embun pagi yang lepas dari pucuk dedaunan menyiarkan aroma basa lebih mengudara. September bulan yang sering dihujani.
Dinginnya udara sedingin hampa nya hati wanita cantik ini, termenung Viona menatap butir-butir embun di antara kaca-kaca transparan miliknya.
Hijau daun yang basah di seberang sana tak mampu menentramkan rusuh nya kecamuk dalam jiwa.
Sejenak ia mengoreksi perilaku yang telah membuatnya sendiri, tanpa satu pun insan yang sudi menemani.
Yah, Krystal di puja karena manis dan ketulusan cintanya pada semua orang, Krystal terus berkorban demi siapa pun tanpa mengharap imbalan, begitulah perangainya.
Lalu bagaimana dengan dirinya? Viona di tinggal lantaran tak mau menekan ego demi kebahagiaan semua orang.
Sesal. Semalam tadi dia menghubungi Anjas, dan ayahnya itu bilang akan membantunya untuk mendapatkan maaf dari Ray, Elevy dan juga Raka. Syukurlah, di saat begini Anjas masih ada untuknya.
"Semoga belum terlambat." Gumamnya lirih.
...• • • • • • • • • • •...
^^^ᴶᵃᵏᵃʳᵗᵃ, ᴵⁿᵈᵒⁿᵉˢⁱᵃ ᵖᵃᵈᵃ ᵐᵃⁿˢⁱᵒⁿ ᵐⁱˡⁱᵏ ᴿᵃʸ.^^^
Aroma basa juga sama-sama mengudara di setiap inci sudut halaman rumah Ray. Hawa kantuk kian menyuruk saat pori-pori di tusuk udara sejuk.
Langkah gontai Elevy mengayun memasuki kamar milik cucunya, Ray pun mengekor di belakang.
Di dalam Sukma masih duduk dengan bahu yang menurun setelah mampu membuat Queen tertidur. Mata sayupnya tertutup berusaha memberi daya baterai pada tubuh yang remuk.
Akhir-akhir ini Sukma kurang tidur perkara tak lagi membawa ASI yang seharusnya masih di konsumsi oleh Queen.
Beralih pada susu formula membuat Queen sedikit rewel dari hari-hari sebelumnya. Untung lah hari ini Queen mampu melewati masa rewelnya.
Giliran Sukma yang lemah tak berdaya, matanya berkantung, setelah sepuluh hari Queen mbelatung.
Elevy menggeleng menatap iba Sukma yang kewalahan mengurus cucunya. Mendengar suara kaki Elevy dan Ray gadis itu terjungkal kaget.
Melotot mengusap mata ngantuk nya, untung saja gaji bulanannya sangat besar, tak apa Sukma sedikit bekerja ektra.
"Eh, Nyonya, Tuan." Ucap Sukma menundukkan kepala khidmat nya.
Elevy tersenyum "Queen tidur juga akhirnya." Ujarnya.
"Iya Nyonya."
"Kamu jadi kurang tidur yah." Elevy menghela napas. "Sebenarnya kenapa dengan Queen ini? Meskipun prematur. Dia bukan tipe bayi yang rewel berlebihan, kok tiba-tiba rewel." Geleng Elevy menatap heran cucunya.
Sukma semakin menurunkan tundukkan wajahnya "Kalo Sukma boleh jujur, sebenarnya kemarin- kemarin Nyonya muda masih mengirim ASI nya, melalui tangan saya."
"Apa?" Ray menukas ucapan gadis itu.
"Maaf Tuan, Nyonya. Sukma salah, Sukma minta maaf, tapi ASI cukup baik untuk tubuh bayi lahir prematur, Nyonya muda tidak mau putrinya tak mendapatkan sedikitpun ASI." Jelas Sukma dengan nada takut.
"Kenapa tidak bilang padaku, setidaknya aku tahu kabar Krystal! Kau tahu, aku cemas padanya." Sergah Ray "Lalu sekarang di mana orangnya?" Lagi, dia bertanya.
"Sudah ke luar negeri Tuan. Nyonya muda pergi bersama Bang Yarish ke Korea, mereka sama-sama nyari kerja di sana sekitar sepuluh hari yang lalu."
Ray menghela napas dalam "Semoga Krystal selalu di berikan perlindungan. Aku merestuinya." Ucapnya lirih.
Elevy tersenyum datar saat mengusap lembut punggung suaminya "Bagaimana dengan Raka? Kau tak kasihan padanya? Dia kelimpungan mencari mantu kesayangan mu Daddy." Ujarnya.
"Selama masih ada Viona, aku lebih suka Krystal tidak pulang. Biarkan dia mengejar kebahagiaannya sendiri. Raka tidak bisa memilih satu di antara dua istrinya. Meskipun aku tahu cinta Raka sudah beralih pada Krystal saja, tetap tidak akan pernah bahagia jika ada pihak lain yang lebih Raka utamakan." Jawab Ray menyendu tatapannya.
Elevy manggut perlahan "Semoga putra-putri kita mendapatkan kebahagiaan pada akhirnya." Doa nya dalam harap.
...• • • • • • • • • • •...
^^^ˢᵉᵒᵘˡ, ᴷᵒʳᵉᵃ. ᴶᴹ ᶜᵒᵐᵖᵃⁿʸ.^^^
Di atas kursi kewibawaan pada ruangan utama gedung megah ini. Terpukau mata Hyun Ki menatap wajah cantik Krystal dari samping, jika di gambarkan letak duduk mereka membentuk huruf L.
Hyun Ki sengaja membuat Krystal berada satu ruangan dengan dirinya. Alasannya, agar Baby Min Joon bisa terus dekat dengan dirinya.
Yarish yakin itu hanya modus, enam hari ini dia mengamati sikap lain abangnya. Tak biasanya Hyun bersikap peduli bahkan terkesan agresif pada seorang wanita yang baru dia kenal.
Adapun Hyun Ki berpacaran dengan Hwa Young, pasti karena bertahun-tahun lamanya Hwa Young menjadi duta produk-produknya.
Hubungan antara artis dan CEO, kerap sekali terjadi. Hal ini sudah tidak heran lagi.
Sempat Hyun Ki down di hari pertama dirinya mendapati kiriman bayi bernama Ji Min Joon.
Setelah melakukan musyawarah dengan segenap keluarga besarnya, pada akhirnya Hyun Ki memiliki keberanian untuk mengumumkan kelahiran putra perdananya pada awak media.
Keluarga Hyun setuju untuk mengakui pewarisnya. Namun, ibu dari Baby Ji Min joon ini, belum siap mereka umpan menjadi konsumsi publik. Media hanya perlu tahu bahwa JM company telah memiliki pewaris tahta.
"Eeeeee!" Min Joon yang menangis mengalihkan perhatian ibu susunya. Krystal melirik pada bayi mungil itu.
"Kamu lapar sayang?" Mendengar ucapan Krystal, Hyun Ki mengerut kening.
"Geuneun hangsang indonesia-eoleul malhaessgo naneun geuga malhaneun geos-eul ihaehal su eobs-eossseubnida."
Dia selalu saja berbahasa Indonesia, aku tidak paham apa katanya! Gerundel nya dalam hati.
Krystal mengambil Baby Joon lalu meraih kancing bajunya. Baru akan membuka Krystal teringat ada orang lain yang duduk di sudut ruangannya.
Ia menoleh pada Hyun Ki, membuat kepala lelaki tampan itu berpaling arah. Hyun Ki berusaha tak terlihat bajingan di mata Krystal.
"Moyu suyuleul haeya haneunde i bang-eul billil su issseubnikka?" Aku harus menyusui, bisakah aku meminjam ruangan ini? Tanya Krystal.
Hyun Ki menoleh menatap Krystal dengan dua alis yang naik, sejenak dia berpikir untuk tidak keluar dari ruangan ini.
"Emmh, ... Dangsin-eun nae uija-e anj-aissneun geos-i johseubnida, naneun dangsin-eul *** su eobs-seubnida." Emmh, ... Sebaiknya kamu duduk di kursi ku saja, aku tidak akan bisa melihat mu. Usul nya.
Krystal terdiam memikirkan penawaran Hyun Ki, "Naega hal su issni?" Apa boleh aku melakukan itu?
"Mullon-iya." Tentu saja.
Hyun Ki bangkit dari duduk membalikkan kursinya menghadap ke arah belakang.
"Na-egeseo sum-eo." Sembunyikan dariku."
Hyun Ki menipiskan separuh bibirnya. Lirikan matanya mengarah pada Krystal yang mendekat menggendong putranya.
"Terimakasih."
"Sama-sama." Keduanya terkikik geli setelah itu, hanya kata-kata ini saja yang bisa Hyun Ki ucap dalam bahasa Indonesia. Itu pun masih belepotan dialeknya.
Di luar ruangan semua orang menatap heran pada kedua orang ini, CEO dingin yang di bicarakan banyak orang tak terasa saat berada dekat dengan Krystal. Malahan, Hyun Ki terkesan hangat.
Krystal duduk sementara Hyun Ki melepas jas hitamnya, dia memberikannya pada Krystal dan bayinya, wangi maskulin menusuk indera penciuman Krystal saat ini, tak jauh berbeda dari wangi milik Raka yang masih setia menyelubungi relung rindunya.
"Jasin-eul deopda." Tutupi dirimu.
Krystal tersenyum "Terimakasih."
Sedikit Hyun Ki bergeser agar tak bisa melihat aktivitas Krystal. Dering ponsel miliknya membuatnya reflek meraih benda tipis itu dari atas meja kerja.
Hyun Ki menaikan satu alis saat teman penguasa yang telah lama tak mengabari kini menghubungi.
"Gabjagi geuga jeonhwaleul geol-eossda." Tiba-tiba dia menelepon? Gumamnya.
"Halo,"
Di tempatnya, Krystal menyimak perkataan Hyun Ki. Bukan menguping, tapi itu adalah kelebihannya yang selalu fokus pada sekecil apapun suara.
"I'm well." Kata Hyun Ki.
"When you come here? Why didn't you call me earlier?" Tambah Hyun Ki, sepertinya dia sangat senang mengetahui kedatangan seseorang.
"All right, I'll wait in my room." Pungkasnya.
Hyun Ki menutup panggilan di ponselnya lalu sedikit menggeser kakinya, meraih telepon kabel miliknya, menyambungkan pada satu pegawai ahli bahasa.
"Please welcome my friend. Raka Rain from Indonesia." Titahnya.
Krystal membulatkan mata, mendengar nama yang sangat lekat dalam ingatan, "Raka?"
Detak jantung bekerja lebih keras, pikir pun mengikutinya, entah akan berakhir seperti apa kisah hidupnya setelah menjadi istri ke dua sang penguasa, ada kebahagiaan yang terselip di tengah hiruk pikuk kepanikan.
Rupanya telah sejauh ini usaha Raka mengunduh ulang dirinya. Lalu bagaimana dengan Viona?
Seandainya saja Raka hanya memilikinya, tak perlu dia bersembunyi seperti ini, dia akan pasrah berserah diri pada sang pemilik hati.
...• • • • • • • • • • •...
Bersambung.... Insya Allah segera up lagi.... Terimakasih partisipasi like nya, semoga sehat selalu kalian yah.....