Second Wife

Second Wife
Raka²



Raka menelan saliva menatap dada istrinya yang telah berubah ukuran. "Aku yakin kamu menjaganya dengan baik." Pujinya lirih.


Melihat keragu-raguan Raka, Krystal menarik penutup bagian depan tubuhnya ke bawah hingga menampilkan seluruh buah kenyal kesukaan Raka.


Mungkin dengan begitu, Raka tak lagi meragu. Lama tak di sentuh, Krystal pun mendambakan nya, dia wanita normal yang bisa merindukan kelembutan seorang suami.


Raka merubah posisi, dari yang miring menjadi mengungkung tubuh Krystal. Buah kenyal itu menantang wajahnya, dia menunduk untuk menyesap ujung pink nya.


Tak ada suara selain dari gemuruh napas Krystal dan Raka yang sambung menyambung bersamaan dengan debur angin malam ini.


Selesai dengan kedua buah itu, Raka turun dari ayunan menyingkirkan selimut dari tubuh Krystal.


Rupanya dress yang Krystal pakai sudah terangkat ke atas, paha mulus itu terekspos sempurna menantang kegagahannya.


"Seksi." Raka tarik tali kecil yang terikat pada pinggang ramping Krystal dan membuangnya serampangan.


Lagi-lagi saliva dia telan ketika belahan tembam tak berbulu itu menyambut netra biru nya. "Seksi." Celetuknya.


Krystal menggigit bibir bawah, sebelumnya mereka sudah beberapa kali melakukannya, Krystal tahu bagaimana caranya membuat Raka tersengat setruman gairah nya.


Ujung ibu jari kakinya Krystal tempel pada dada bidang suaminya. Dia sisir liukan tubuh sixpack milik Raka dengan jari-jari kaki jenjangnya.


Ternganga Raka mengamati setiap inci kecil dari godaan yang Krystal tawarkan. Bibir sensual. Kulit-kulit putih namun mulus seakan melambaikan tangan menawarkan diri untuk di sentuh.


Raka tak menghiraukan lainnya, dia alihkan perhatian pada belahan di bawah sana, Raka menekuk lutut mensejajarkan wajahnya pada milik terlarang Krystal yang sudah polos tak berpenutup.


Krystal membuka kedua pahanya, memberi akses terbaik bagi suaminya. Tanpa basa-basi lagi, Raka tenggelam kan bibirnya pada liang inti wanita itu.


"Oh." Krystal bergetar hebat, mendapati sesuatu yang tanpa ampun menyesap habis miliknya. Sungguh rasa nikmat yang sama, ketika baru pertama kali di sentuh lelakinya.


"Raka, ... No." Geleng Krystal sedikit menampilkan kerutan kening protes, namun lagi-lagi gelenyar candu meruntuhkan protesnya.


Krystal pasrah, menikmati perlakuan panas Raka, sungguh ujung dari indera perasa, begitu dalam menyentuh bagian sensitifnya.


"Raka, please."


Mendengar permohonan Krystal, Raka menyudahi adegan itu, ia membuka kaos t-shirt miliknya dengan pandangan yang tak pernah lepas dari buah kenyal istrinya, ingin melahap habis, itulah yang bertengger di otaknya.


Dada bidang yang di tumbuhi bulu halus mengalihkan perhatian Krystal. Meski sudah sering melihat, Krystal masih perlu menelan saliva saat menatapnya. Perut kotak-kotak yang bahkan lebih seksi dari tokoh anime di berbagai komik terkenal.


Raka definisi lelaki mendekati sempurna. Tak lupa Raka juga membuang penutup bagian bawahnya, mencuatkan mercusuar yang telah menjulang tegas.


Kembali Raka menyambar bibir istrinya dengan mengungkung tubuh wanita itu hingga menyatukan tongkat pusaka nya pada salah satu paha mulus Krystal.


Krystal terdiam, membiarkan aksi Raka, terkadang bahasa tubuh lebih jujur dari pada lisan.


Tak ada rencana untuk melakukan malam pertama, tapi sepertinya malam ini harus menjadi malam pertama ke dua bagi mereka.


Belitan indera perasa bergulat dengan rakusnya. Liur berantakan kemana-mana, bahkan suara kecapan terdengar gaduh.


Tangan tak mau kalah, terus meremas sesuatu yang perlu di remas. Krystal mencengkeram punggung polos Raka sedang bibirnya masih sibuk dengan aktivitasnya.


Oh, indah rasanya, bahkan udara dingin tak menjadikan keluhan. Denting yang berbunyi dari atap balkon membuat keduanya melerai pertikaian bibir mereka.


Tanpa aba-aba, hujan deras mengguyur bara dalam gairah keduanya.


Krystal menggeleng. "Di sini saja."


Kembali Raka mengadu bibirnya, sementara benda keras di bawah sana bergesekan pada paha mulus istrinya. Ayunan itu bergoyang, berdencit seirama dengan gerakan yang Raka lakukan.


Deru dera napas dan lenguhan tenggelam oleh bahana air hujan yang menghujam bumi. Tak mau terus menegang tanpa pelepasan, Raka menyudahi pemanasan nya.


Dia turun lagi dari ayunan, berdiri dan mulai menenggelamkan miliknya pada milik istrinya. Sempat keduanya fokus pada saat memilih jalan yang masih sempit setelah hiatus selama enam tahun.


Jeritan sakit terbungkam hujan, hanya lamat-lamat yang terdengar oleh telinga Raka.


Namun. Tetap saja sedikit suara desah itu membangkitkan semangat kerjanya. Mungkin setelah malam ini, Krystal tidak lagi ketus padanya.


Sifat Krystal memang tidak mudah tergoda, tapi ingat, dia akan melakukan segala sesuatu jika sudah merasa percaya pada seseorang.


Raka tahu, perlahan Krystal mulai mempercayai kesungguhan hatinya. Terlihat dari bagaimana Krystal melayaninya tanpa ragu-ragu.


Peluh tak tahu malu meluncur bahkan mengucur, padahal di luar udara sangat dingin. Hujaman demi hujaman Raka berikan. Membakar gelora asmara cinta mereka.


Melayang rasa yang Krystal cecapi, dia tarik kepala Raka dengan kedua tangan, bibirnya mendekati telinga. "A, I love you Rakahh, I love youhh." Ucapnya tersenggal-senggal.


Raka membalasnya dengan erangan nikmat, "Aku yang lebih mencintaimu Krystal!"


Krystal tersenyum sementara air mata mengalir ke pipi, setelah lama merasakan kesakitan dan jauh dari kesakitan itu sendiri, jodoh menakdirkannya kembali mencintai Raka-nya.


Tidak semua orang memiliki kesempatan ke dua, maka itu Raka ingin menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Menunjukkan bahwa dirinya benar-benar layak di berikan wild card.


Bosan dengan gaya itu Raka menarik tangan istrinya untuk bangun. Keduanya berdiri dengan polosnya. Keduanya terdiam menatap keindahan yang tersuguh di depan matanya masing-masing.


Tak perlu ada lagi kata-kata, Krystal hapal dengan adegan-adegan berikutnya. Dia berbalik membelakangi suaminya dan berpegangan pada rantai ayunan.


Salah satu posisi favorit Raka tak ingin mereka lewatkan. Cukup lama keduanya hanyut. Percikan air hujan yang tak sengaja terbawa angin mengarah pada mereka.


Sedikit demi sedikit tampias air mengenai, lama-lama basah pula tubuh keduanya. Bukan menyerah, Raka justru melanjutkan gerakannya dengan berbagai macam gaya.


Cukup lama Raka tarik ulur sesuatu yang ingin keluar, namun menyenangkan istri di atas ranjang adalah kepandaiannya.


Raka harus menyaksikan atau mendengarnya sendiri bagaimana Krystal menyerah, baru setelah itu Raka akan menyudahinya.


Krystal menggeleng. "Cukup, aku takut Queen terbangun." Alasannya.


Raka menyeringai. "Memohon lah, gunakan panggilan sayang, baru aku akan melepas mu."


"Raka." Lelaki itu menggeleng tak mau dengan panggilan itu. "Cukup Daddy, sayang." Ngalah Krystal tersenggal-senggal.


Sejurus saja, Raka menyirami ladangnya dengan benih-benih cinta nya. Dia tumbang dan terbaring di sisi istrinya, mengatur napas yang masih terserai berai.


Keduanya menenggelamkan diri pada selimut tebal yang sama. "Semoga calon Baby kita cowok." Raka menoleh pada Krystal yang juga menoleh dirinya. "Aamiin." Ucapnya.


...Perasaan manusia pandai berubah-ubah, begitulah yang terjadi pada Krystal dan Raka. Terkadang geram namun lagi-lagi cinta mengalahkan segalanya....


^^^Bersambung...^^^