Second Wife

Second Wife
Puncak amarah



^^^ᴊᴀᴋᴀʀᴛᴀ, ɪɴᴅᴏɴᴇꜱɪᴀ, ɪꜱᴛᴀɴᴀ ᴍɪʟɪᴋ ʀᴀᴋᴀ.^^^


"Korea? Penerbangan kilat?" Queen terpekik oleh informasi yang di dapat dari Om nya. "Kenapa harus bawa senjata? Ini terlalu berbahaya!" Teriaknya.


Kendati pikirannya seperti orang dewasa, tetap saja Queen masih anak-anak, tak mungkin bisa bersikap lebih tenang.


Anak kecil itu menoleh pada salah satu asisten kepercayaan ayahnya. "Kalian atur juga keberangkatan ku! Aku harus susul Daddy ke Korea!" Titahnya.


Andre menggeleng. "Untuk apa Queen?"


"Tentu saja menyuruh Daddy pulang, tidak baik merusak kebahagiaan orang lain, bukankah Om Andre yang mengatakan itu? Iya kan Om? Kalo Mammi Krystal sudah bahagia dengan yang lain, kenapa Daddy tidak mengikhlaskan nya saja?"


Andre tercengang dalam batin. Anak sekecil Queen mampu mengatakan hal seperti ini, jelas Queen mirip sekali dengan ibunya.


Sejenak Andre mengingat saat dirinya dan Krystal masih sama-sama kecil, inilah yang membuat Andre mencintai gadis cupu itu.


Krystal sudah bijaksana saat usianya sebesar Queen. Ada kesakitan yang menyentak hati, cinta yang sedari kecil dia anut tak pernah jua mendapat pemahaman.


"Om kenapa melamun?" Queen menjentikkan jari pada wajah Andre yang terkejut. "Kita harus cepat, atau Queen akan kehilangan Daddy setelah dia masuk ke dalam penjara!" Tambahnya.


Andre mengangguk. "Baiklah, Om siapkan keberangkatan. Kita susul Daddy mu, sekarang Queen ambil barang-barang yang mau Queen bawa." Titahnya.


Queen berlari mengemas barang. Sementara Andre berkutat dengan ponselnya, mengatur penerbangan kilat.


Andre pesan jet pribadi tanpa sepengetahuan dari Raka. Mungkin saat ini Raka sudah mengudara. Setelah tergesa-gesa keluar dari rumah membawa perlengkapan senjatanya.


...• • • • • • • • • • •...


^^^ᴍᴀʟᴀᴍ ʜᴀʀɪɴʏᴀ, ᴘᴇɴᴛʜᴏᴜꜱᴇ ᴍɪʟɪᴋ ʜʏᴜɴ ᴋɪ.^^^


Raka yang menghunus laras panjang pada kediaman keluarga Hyun Ki masih di balut emosi, frustasi, juga lara hati yang tak berujung ini.


Belum lama Viona pergi, Krystal di temukan bersama pria lain, siapa yang tidak sakit? Enam tahun lamanya Raka mencari Krystal ke sana kemari. Hanya berakhir pedih yang mengiris hati.


Krystal pasti sakit harus berada jauh dari putrinya hanya karena perjanjian terakhir mereka, itulah mengapa Raka tak pernah bosan mencari Krystal-nya.


Netra beropak merah itu mengamati setiap pergerakan langkah kaki Krystal yang mendekat ke arah nya. "Raka."


Raka menurunkan benda apinya. Menatap lenggang wajah cantik Krystal yang kian tirus setelah tidak lagi menyusui. "Masih ingat kamu menyebut nama ku?" Sindirnya dingin.


"Enam tahun lamanya, kamu masih belum juga berubah Ka?" Krystal menggeleng mengolok olok lelaki itu. Datang ke tempat orang dengan mengobrak- abrik properti.


"Memang beginilah aku yang tak pernah bisa membuat mu suka padaku." Raka mengangkat kedua bahunya.


Krystal meredup tatapan. Ada kesakitan yang dia tangkap dari wajah tampan nan congkak mantan suaminya.


Tunggu, apa mereka mantan? Entah juga. Lupakan saja status hubungan mereka yang tidak jelas.


"Aku egois, pemaksa, pemarah, dan pem lainnya yang membuat mu muak hidup dengan ku." Raka menghitung keburukannya dengan jemari sebelah kirinya. Di kanan masih ada laras panjang yang dia tenteng.


"Bagaimana kabar mu setelah lari dariku? Apa bahagia?" Kembali Raka menoleh pada Krystal yang terdiam tanpa kata.


"Aku lupa kalo kau memiliki wajah yang sangat cantik, meraih pria sekelas Hyun Ki sudah pasti akan lebih mudah. Untuk apa terus bertahan hidup dengan ku? Hama tikus!"


Raka beralih pada pria yang tidak lain adalah temannya. Hyun Ki mendekat dengan langkah perlahan dan ragu.


"Hay Brother. Terimakasih sudah membahagiakan My sexy second wife!" Ucapnya tersenyum menyindir.


"Raka, ..."


Raka memainkan jarinya. "No no no! Jangan berkata apa pun lagi, cukup kau berpura-pura iba padaku, aku MUAK!" Katanya berangsur keras.


Jangan di tanya bagaimana raut wajahnya yang terus mengecut. "Enam tahun kau menyembunyikan Krystal ku, sudah cukup aku tahu bagaimana hatimu yang busuk!" Sarkas nya.


Hyun menggeleng. "Maaf, tapi aku mencintainya."


"Kamu mencintai nya?" Raka tertawa renyah mencibir lelaki itu, atau mungkin menertawakan nasib malangnya sendiri yang di tikung teman baiknya.


Dia beralih pada Krystal. "Apa kamu juga mencintai Hyun, Krys?" Tanyanya.


Krystal menunduk. Melihat kondisi Raka yang kesakitan, ternyata masih ada rasa iba, inilah alasan mengapa dia pergi, karena jika dekat takkan pernah mampu menepis rasa.


"Kamu mencintainya? JAWAB!" Ulang Raka berteriak.


"Yah, Raka." Angguk Krystal tanpa mau menatapnya. Hyun Ki sempat melihat ketidakberdayaan wanita itu saat terpaksa menjawab.


"Kamu masih istri ku Krys, di Indonesia sana kita masih berstatus suami istri. Ada daftar nya, Krystal dan Raka Rain menikah, apa pantas kau melakukan ini?"


"Maka itu aku memintanya padamu, tolong ceraikan aku, permudah semuanya." Krystal mendongak menatap Raka memejamkan matanya menikmati kesakitan yang dia rasakan.


Jika semudah itu dia melupakan, mungkin sudah dia lakukan. Mencari wanita cantik yang lebih dari Krystal bukan perkara sulit bagi Raka Rain, masih banyak wanita cantik yang menunggunya di luar istana. Berapa puluh sekertaris yang Raka pecat hanya karena merayunya.


Dia ingin memenuhi persyaratan yang Krystal minta, yang mengatakan bahwa kau hanya milik Viona.


Bukan itu saja yang melandasi kenapa Raka tak mampu beralih, tentu Krystal alasan mengapa dirinya masih berharap pertemuan bahkan sampai membuat perusahaan anakan di negara ini, hanya untuk his second wife.


"Kamu bahagia bersamanya? Kamu memilih dia?" Cecar Raka dan Krystal mengangguk dengan bibir yang terkatup.


BRAK...


Raka tendang meja kaca itu sampai remuk. Beling halus berserakan, di dalam sana Yarish mempererat pelukannya pada tubuh mungil Joon yang terus ketakutan.


Raka tak peduli pada anak itu. Tentu saja sakit rasanya hati di khianati. "Kamu dendam padaku Krys?" Toleh nya, tusukan dari sorot matanya benar-benar menghujam.


Sementara Hyun Ki hanya termenung. Jika di lihat seksama keduanya masih saling terpaut cinta.


Krystal menggeleng. "Bukan karena itu, tapi kita tidak akan pernah bahagia hidup bersama."


"Kenapa? Apa karena aku yang mencintai mu setelah tahu keaslian wajah cantik mu? Lalu apa bedanya dengan Hyun? Kau berdandan menawan di depannya saat ini bukan? Apa kau yakin cintanya juga tulus? Apa tidak ada maksud lain yang dia inginkan darimu?"


"Bukan karena itu. Tapi karena aku sudah tidak lagi mencintaimu."


"Sejak kapan kau mencintaiku hah?" Sela Raka. "Bukan kah dari dulu kau tak pernah menyukai ku, tak pernah mencintai ku? Jika benar, kamu takkan pernah membuat ku sakit."


"Mudah sekali kamu buang Queen, pergi dan tinggal satu atap dengan pria lain bahkan mengurus putranya."


Raka bertepuk tangan "Wah, hebat." Pandangan mengedar kemana-mana sebelum ia kembali menatap mantan istrinya.


"Kau ingin membalas setiap perlakuan ku bukan? Aku masih ingat setiap kata yang pernah kamu ucapkan padaku. Awal sekali kau ku nikahi, kata yang mengancam ku adalah, Kau akan menyesal Raka!"


Lagi-lagi Raka bertepuk tangan. "Daebak! Kamu berhasil membuat ku menyesal Krystal! Aku mencari mu ke sana kemari, seperti orang gila, beberapa proyek ku gagal demi kamu. Aku mengabaikan Viona karena mu. Ternyata aku di ciptakan hanya untuk menerima penyesalan yang kau buat untuk Ku."


Senyum getir tersungging di sudut bibir lelaki itu. "Terimakasih Krys! Terimakasih!" Raka menunduk kan kepalanya. "Sekarang bahagia lah bersama yang lain. Aku resmi menceraikan mu!" Cetus nya.


Bergetar hebat seluruh tubuh Krystal, ternyata masih ada guncangan saat kalimat pamungkas itu tercetus dari bibir Raka.


Tergagu Krystal saat ini. Lari dari masalah rupanya tidak membuat masalah itu pergi dengan sendirinya. Tetap harus ada ledakan amarah yang membuncah sebelum benar-benar menyudahinya.


Buliran bening menetes, menyelusup masuk ke dalam jambang tipis milik Raka. Bertahun-tahun lamanya Viona tak lagi bisa melayani layaknya seorang istri di atas ranjang dinginnya, tak pernah dia mencari perempuan lain.


Bukan tak bisa, hanya saja, terlalu terpaut oleh satu cinta yang rupanya telah menjadi milik Hyun Ki.


"Semoga bahagia. Aku pergi." Kata Raka pamit. Krystal menggeleng, entah apa arti dari gelengan kepala itu, terkadang bahasa tubuh tak bisa selaras dengan ucapan.


Raka membalik tubuhnya berjalan cepat menuju lift.


Ting!


Pintu lift terbuka, seorang wanita berwajah oriental keluar dari sana. "Oppa, igeos-eun mueos-eul uimi haneunga?" Oppa, apa maksudnya ini? Labrak nya kepada Hyun Ki.


Raka menghentikan langkah mendapati hal yang ingin dia simak lebih lengkap lagi.


Siapa wanita ini? Bukankah Lee Hwa Young yang terkenal itu? Kenapa mendatangi Penthouse milik Hyun Ki dengan wajah murka? Pikiran Raka tak mau diam untuk terus berkelana.


^^^Bersambung.....^^^