Second Wife

Second Wife
Gugup....



Sang sahar telah berlalu, embun pagi mulai bersiap diri mengeluarkan kesejukan yang telah di rampas oleh butiran putihnya salju.


Musim dingin telah tiba, Krystal mengenakan pakaian panjang serba merah muda, rambut dia ikat tinggi menampilkan tengkuk nan menawan hati.


Di rumah Hyun Ki ada penghangat ruangan. Maka tak perlu lagi repot-repot memakai syal.


Baru saja Krystal beranjak dari pergulatan doa subuh harinya. Doa yang sama seperti hari-hari kemarin yaitu kebahagiaan semua orang.


Elevy, Ray, Queen, Joon, Hyun Ki, Yarish, juga masih teruntuk Raka dan Viona. Bahagianya mereka tidak luput dari doa yang selalu Krystal panjatkan.


Siapa yang ingin meninggalkan putrinya? Pada kenyataannya menyakitkan saat pemberian madunya pada Viona hanya di anggap racun.


Tak ada pilihan lagi selain menjauh, di satu sisi Krystal ingin Raka bahagia meski tanpa dirinya, berarti jalan satu-satunya adalah meninggalkan Queen untuk lelaki tampan itu.



Hari masih gelap, belum ada terbitnya fajar. Ini masih terlalu pagi tapi tidak untuk wanita rajin yang satu ini.


Setelah membuka sedikit gorden Krystal mendekati Joon yang masih tidur di atas ranjangnya. Kebiasaan Joon saat liburan musim dingin memang selalu bangun siang.


"Eomma, jangan pergi." Joon meraih tangan mulus ibunya sedang matanya tak mau membuka.


"Sssuutt." Krystal menepuk-nepuk kembali dada Joon pelan "Eomma di sini. Tidurlah lagi." Titahnya.


Ada tiga bahasa yang Joon pakai sehari-hari, Inggris, Korea dan Indonesia. Enam tahun tinggal bersama, yang Joon tahu Krystal adalah ibunya dan Hyun Ki suami ibu susunya.


Krystal bahagia memiliki putra tampan nan penurut seperti Joon, cerdas, cekatan juga penyayang. Figur Joon benar-benar menggantikan peran seorang anak yang Krystal tinggalkan.


Ikhlas nya pada Viona dan Raka di gantikan dengan kehidupan bahagia lainnya. Kebanyakan orang mengira bahagia itu jika hidup bersama orang yang di cinta.


Menurut Krystal, bahagia adalah bisa mencapai setiap impian tanpa kendala. Tak ada larangan saat mengekspresikan diri.


Hyun Ki memenuhi semua kebutuhan Krystal, bahkan di Penthouse ini, Krystal memiliki ruangan khusus untuk menciptakan ide-ide liarnya berupa perangkat canggih.


Sudah ada beberapa proyek pembuatan perangkat ciptaannya yang akan dia rilis dalam waktu dekat, dengan lebel JM company.


Krystal membetulkan posisi selimut Joon sebelum kemudian melangkah keluar dari kamar miliknya bersama sang putra.


Langkahnya berlanjut sampai ke dapur, air minum lah yang ingin Krystal ambil. Dia meraih satu gelas tinggi dan menuang air putih ke dalamnya.


Dia teguk air putih sejuk itu dan lumayan menentramkan tenggorokan keringnya. Sejenak Krystal memandangi salju yang berjatuhan tiada henti.


Enam tahun lamanya dia hidup dalam persembunyian, mengganti nama menjadi Ae Cha yang artinya penyayang. Hyun Ki lah yang memilihkan nama itu untuknya.


Di tahun kedua Krystal menjadi ibu susu Ji Min Joon, Hyun Ki menyatakan perasaan, dan Krystal masih belum bisa membuka diri.


Banyak latar belakang yang mendasari itu, di antaranya keyakinan mereka yang berbeda.


Di tahun ke tiga Krystal berani menerima pernyataan cinta Hyun Ki, mereka resmi menjadi sepasang kekasih selama tiga tahun terakhir.


Kendatipun bayang masa lalu masih betah menusuk angan. Tak pernah Krystal pungkiri, Hyun Ki terlalu indah untuk di abaikan.


Benar, mereka tinggal satu atap tanpa adanya ikatan, lagi-lagi keyakinan yang berbeda mendasari ketidakpastian hubungan.


Hyun Ki masih belum berani meninggalkan keyakinannya, masih ada keluarga besarnya yang juga berhak menyetujui atau tidaknya keputusan itu.


Agama memang terlalu sensitif. Krystal tak mau memaksa Hyun Ki. Tapi Hyun Ki pun tak dapat memaksakan pilihan Krystal yang ingin tetap setia pada keyakinannya.


Krystal memang bukan wanita yang sempurna, Krystal bukan ukhti muslimah yang berhijab, Krystal juga bukan orang yang menutup aurat.


Krystal jauh dari penggambaran karakter sempurna seperti tokoh-tokoh dalam novel, tapi keyakinannya masih melekat dalam diri.


Selama tinggal bersama Hyun Ki, Krystal juga di berikan hak istimewa seperti layaknya istri penguasa.


Member VVIP, kartu kredit eklusif dan lain sebagainya dia dapatkan dari Hyun Ki.


Salju di luar sana membuat kaca-kaca transparan yang mengelilingi Penthouse ini berembun.


Krystal menggoreskan jemari-jemari nya membuat tanda cinta pada permukaan dinding kaca.


"Selamat pagi sayang, aku mencintaimu."


Tak terdengar suara langkahnya dua tangan mengepung tubuhnya tanpa menyentuh.


Krystal tersenyum, semakin hari kosa kata dalam bahasa Indonesia yang Hyun Ki pelajari kian tinggi, bahkan sudah bisa untuk berbicara sehari-hari.


Enam tahun tinggal bersama Yarish Krystal dan Joon yang pandai berbahasa Indonesia, tentu saja Hyun Ki juga hapal.


Krystal membalikkan tubuhnya, bersamaan dengan itu Hyun Ki melepas tangannya dari kaca-kaca itu. Dia berdiri dengan kedua tangan yang di masukkan ke dalam saku celana. Keduanya saling bertemu tatap.


Salju di luar sana menjadi background romansa cinta mereka.


"Seperti biasa, kamu tidak pernah membalas ucapan cinta ku." Protes Hyun Ki.


Krystal mengernyit. "Apa itu penting?" Tanyanya.


Hyun Ki mengangguk. "Tentu saja!" Sambung nya. "Aku sangat mencintaimu." Ucapnya lagi.


Entah berapa kali dalam sehari Hyun Ki mengucapkan itu. Tak pernah bosan rasanya bibir ini.


Sejenak Krystal terdiam. "Lalu apa akhir dari hubungan ini? Apa akan terus seperti ini?" Tanyanya.


"Maksud mu?" Tanya balik Hyun Ki. Apakah ini kode etik? Pikirnya.


"Tinggal satu atap tanpa sebuah ikatan." Krystal menaikan kedua bahunya. Lelah juga lama-lama menjadi kekasih Hyun Ki tapi tak melenggang ke jenjang pernikahan.


Hyun Ki berdecak kecil. "Berulang kali aku melamar mu bukan? Mari menikah. Aku sangat menantikannya, urus perceraian mu di Indonesia, hidup bersama ku di sini, lepas cincin dari Raka ini." Tuturnya.


Hyun Ki meraih tangan Krystal dan menunjukkan cincin perkawinan yang masih melingkari jari manis kekasihnya.


Dua telapak tangan Hyun Ki menekan pundak Krystal, netra nya menatap dalam iris coklat milik Krystal yang kerap kali berkedip. Hyun Ki merasakan ketegangan yang Krystal utarakan saat dirinya menyentuh wanita itu.


"Dangsin-eun dangsin-eul dolboneun geos-i swibseubnikka? Manjimyeon jajehaeya hago hwansang-i kkeulh-eooleumyeon." Kamu pikir mudah menjagamu selama ini? Aku harus menahan diriku sendiri saat gejolak fantasi ku liar setelah menyentuh mu.


Menatap Hyun Ki, Krystal mengedipkan beberapa kali matanya. Ada sengatan yang menyentak kewarasannya.


Tiga tahun pertama, alasan Krystal tinggal di Penthouse ini adalah Joon. Tetapi di tiga tahun terakhir, Hyun Ki berhasil menempati salah satu sisi hatinya.


Hyun Ki lembut, penyabar, penyayang, dan lain sebagainya yang bisa dikatakan sifat idaman setiap wanita. Hyun Ki juga pernah mengatakan akan berusaha meyakinkan keluarganya untuk berpindah keyakinan.


Kalau sudah satu keyakinan, tak ada alasan Krystal menolak lelaki tampan nan kaya raya ini bukan?


Hyun Ki mendekati wajah Krystal. "Aku juga ingin, menyentuh mu lebih dari ini." Ujung jari telunjuk Hyun Ki menusuk bibir bawah Krystal.


Krystal menelan saliva, bagaimana mungkin tak tergoda pada lelaki sebening dan setulus embun pagi ini. "O-Oppa." Lirih nya. Deru napas gaduh terdengar berisik.


"Gwaenchanh-euseyo?" Kamu baik-baik saja?


"Gwaenchanh-a." Tidak apa. Gugup Krystal.


Menyadari getaran suara kekasihnya, Hyun Ki tertawa. "Kamu selalu gemetar saat aku sentuh." Ledek nya.


"Oppa!" Krystal mendorong pongah dada bidang pria itu agar menjauhi dirinya. Krystal manusia biasa yang tak luput dari khilaf. Dia takut setan berhasil menggoda nya.


"Ok ok, tidak lagi." Terkikik geli Hyun Ki melangkah pergi memasuki ruangan lain yang hanya di sekat dengan partisi.


Hyun Ki duduk pada sofa menatap ke arah Krystal yang meneguk banyak air minum tanda groginya.


"Salanghae...." Hyun Ki menunjukkan tanda cinta dengan jemari ala K-Pop nya.


Tak menjawab sepatah pun, Krystal pergi masuk ke dalam kamar miliknya tanpa menoleh pada Hyun Ki yang masih tersenyum menatap gelagat canggungnya.


"Cute." Gumamnya.


"Rakaneun uli gwangyeleul al-aya habnida. Ae Cha. Gyeolgug gyeolhon-eul mili kkeutnaeya handa." Raka harus tahu hubungan kita, Ae Cha, biar bagaimanapun juga, kamu masih perlu mengakhiri pernikahan sebelumnya.


Hyun Ki bergumam lirih, ada dua kemungkinan yang akan terjadi padanya.


Pertama Raka mengamuknya dengan cara fisik. Kedua Raka membalasnya dengan memanfaatkan kekuasaan ala crazy rich nya.


Apa pun itu, Hyun Ki sudah siap menghadapi kedua kemungkinan besarnya.


^^^Bersambung......^^^