Second Wife

Second Wife
Epilog



Satu Minggu setelah rujuknya Raka dan Krystal, media sosial di gemparkan dengan beberapa berita.


Yah, Krystal tak pernah mengklarifikasi apa pun, pandangan jelek orang terhadapnya bukan hal yang penting. Krystal cuek sedari dulu.


Di pandang sebelah mata sudah biasa dia dapati. Maka tak perlu lagi dia khawatir tentang ini itu. Suatu saat nanti, netizen pasti lelah membicarakannya.


...• • • • • • • • • • •...


Di bawah pohon rindang. Satu orang wanita berdandan compang camping dengan alas kaki yang putus jepitnya, dia terduduk di bahu jalan dengan napas yang bergemuruh.


"Aaaaa! Benci! Kenapa semua orang kaya selalu bertindak sesuka hati?" Shania berteriak seperti orang gila. Dia berjalan kaki dari rumahnya ke istana milik Raka yang jauhnya seratus kilometer.


Baru lima puluh kilometer kaki tak sanggup dia gerakkan lagi. Sudah sedari malam dia memulai perjalanan, dan belum juga sampai ke kediaman milik Krystal.


Semua orang menutup akses wanita itu, jangankan toko besar, toko kecil saja tak mau menerima wajah wanita itu, aplikasi di ponselnya menutup semua aktivitasnya.


Taksi, ojek, tak mau mengantarkan wanita malang itu. "Aku lelah ya Tuhan." Lirih nya.


Brugh!


Suara pintu mobil yang di banting membuatnya mendongak. Bagai super Hero di pagi hari. Rupanya Darren yang turun dari kendaraan beroda empat itu.


Bibir Shania tersenyum sumringah menatap mendekatnya lelaki tampan itu. "Beib." Panggil nya.


"Naik mobil ku. Aku antar kamu ke rumah Bang Raka." Titah Darren dingin.


Mengetahui hukuman yang dilakukan oleh Raka, Darren tak kuasa. Meskipun tak ingin kembali, setidaknya dia masih punya hati untuk mantannya ini.


"Iya, makasih Beib." Shania bangkit dari duduk, sedikit kesulitan, kaki-kaki jenjangnya kaku setelah 50 kilometer berjalan.


Darren membukakan pintu kemudian wanita itu masuk secara perlahan. Bibirnya nyengir, sepertinya Darren masih memiliki perasaan padanya.


Darren menyusul masuk dan duduk pada kursi kemudi. "Pake sabuk pengamannya!" Suruh nya, lalu menjalankan mesin mobil tanpa melirik secuil pun pada Shania.


Shania melipat bibir. "Biasanya kamu yang pakai kan." Ujarnya lirih sambil menarik sabuk pengaman.


Tak ada percakapan setelah itu, Darren masih geram dengan kelakuan kekanak-kanakan mantan nya. Kenapa harus mengunggah story yang menggiring opini publik berpikir tidak baik pada keluarganya. Keluarga Raka sangat berpengaruh, Darren tak habis pikir.


Tiba di halaman rumah Raka, Darren memarkir mobil tepat di depan mobil Raka yang kebetulan ingin keluar dari rumah.


Darren menatap Raka dan Krystal yang baru saja mendekati mobil mereka dengan pakaian mahalnya. Ada Queen juga, menunggu di dalam mobil sport berwarna putih yang sengaja di buka atapnya.


Darren melepas sabuk pengaman, dia turun dari mobil, tapi sebelumnya dia memberikan perintah pada Shania.


"Turun, kamu harus minta maaf sama Krystal, atau kau akan terus menderita dengan kehidupan menyedihkan mu!"


Shania mengangguk. "Iya."


Di tempatnya, Raka menatap Darren yang turun dari mobil di susul oleh Shania juga. Raka tahu kedatangan wanita itu untuk mengemis meminta maaf pada istrinya.


Raka menyeringai. "Ada apa ke sini? Mobil mu menghalangi mobil ku Der!" Ketus nya pada adik sepupunya.


Darren menatap Raka. "Ada yang mau bicara dengan Krystal. Aku ke sini mengantar nya." Ucapnya.


Krystal mengernyit. "Bicara dengan ku? Bicara apa?"


Shania menjatuhkan lutut. Duduk bersimpuh tepat di hadapan wanita itu bahkan menyatukan kedua tangannya menghiba.


"Aku mau minta maaf."


Krystal mundur dua langkah. "Aku bukan Tuhan mu, berdiri, tidak baik merendahkan diri seperti ini!" Pekiknya.


"Aku minta maaf Nyonya." Kata Shania.


"Aku sudah memaafkan mu, berdiri lah!" Sela Krystal.


Shania beralih pada Raka. "Tolong jangan lagi hukum aku Tuan, aku kesulitan tanpa akses apa pun. Aku berjanji tidak akan pernah melakukan kesalahan ku lagi."


Raka sinis. "Buat video permintaan maaf dulu, baru kau akan ku maafkan, dan klarifikasi semua ocehan busuk mu." Titahnya.


"Raka." Krystal menggeleng. Dia paling tidak suka jika Raka membuli seseorang.


Shania mengangguk. "Baiklah, aku mau. Aku setuju Tuan." Katanya.


"Sudah, berdiri, kamu tidak boleh menyembah manusia seperti itu. Kalo punya kesalahan cukup dengan meminta maaf yang tulus. Tidak perlu merendahkan diri mu." Tutur Krystal.


Shania mengangguk seraya bangkit. "Iya Nyonya."


Krystal beralih pada Darren yang terdiam dengan wajah dingin. "Pak, lebih baik bawa Nona Shania pulang. Sepertinya dia pucat, aku takut dia kenapa-kenapa." Ujarnya.


Darren mengangguk. "Iya, makasih sudah mau memaafkan nya, dan maaf sudah mengganggu kalian." Katanya.


Raka mendekat dan berbisik pada telinga Darren. "Aku tidak akan datang apa lagi menyumbangkan sepeserpun uang jika sampai kau menikahi wanita ini." Ancamnya.


Darren menatap Raka. "Aku pulang." Pamit nya. Darren memang tidak berniat balikan, Darren sudah lelah menghadapi sikap kekanak-kanakan Shania.


Krystal mengangguk. "Hati-hati Pak, hati-hati Shania." Lambai Krystal pada kedua orang yang kini memasuki mobil kembali.


Raka menggeleng ringan menatap istri baik hatinya. "Kenapa ada perempuan yang seperti mu? Aku benci sifat baik mu ini!" Gerutunya.


Lelaki itu membuka pintu untuk istrinya dan Krystal hanya tersenyum sembari masuk ke dalam mobil.


Raka memang kejam, tapi lagi-lagi mendapatkan istri yang tidak pendendam. Mereka saling melengkapi satu sama lain.


"Kalian bicara apa sih? Kenapa lama sekali? Queen takut telat. Ini fashion show pertama Queen bulan ini loh." Rutuk Queen cemberut.


Krystal menoleh ke belakang. Putrinya duduk di belakang sendirian. "Iya sayang. Maaf."


"Kita tidak akan telat, tenang saja, Daddy bisa ngebut." Raka duduk di jok kemudi menyematkan kacamata hitamnya.


"No, jangan ngebut Raka!" Sela Krystal.


Raka menghela. "Ok, pelan-pelan asal sampai dengan selamat." Ucapnya.


Queen terkikik. "Sekarang Daddy cupu."


"Ada ketua Genk nya di sini. Silent please!" Sambung Raka.


Krystal menggeleng ringan menatap Queen dan Raka bergantian. "Duduk yang tenang Queen."


"Ok."


Krystal beralih pada Raka yang mulai melajukan mobilnya. "Setelah acara Queen, kita ke makam Vio yah, sekalian kita ziarah ke makam Mamah Papah." Pintanya.


"Ok."


Know Me Too Well, lagu yang menemani perjalanan mereka. Sempat Queen meminta balon yang di jual di pinggir jalan dan Raka memborong nya bahkan dengan uang yang tidak sedikit dia berikan.


Raka bukan lelaki pelit, dia royal dan suka mensejahterakan orang lain. Itu pula yang membuat Krystal jatuh cinta padanya.


Kriiiiiing....


Ponsel milik Krystal berdering dengan getarannya, dia ambil gawai itu dari tasnya, rupanya Hyun yang memanggilnya pagi ini.


Krystal menoleh pada Raka yang melirik dirinya curiga. "Daddy." Dia menunjukan layar ponsel miliknya.


"Hmm?"


"Hyun, ..." Kata Krystal.


"Angkat saja." Sambung Raka.


"Emmh." Krystal mengangguk lalu menggeser tombol terima pada layar ponselnya. "Halo." Dia kecil kan musiknya agar lebih seksama mendengar.


📞 "Aku dan Joon sudah di Indonesia." Kata Hyun datar.


Krystal melirik suaminya. "Emmh, iya, kapan Joon mau di ajak menemui ku?" Ucapnya. Ada hati Raka yang sedang dia jaga.


📞 "Sekarang juga." Balas Hyun.


Krystal mengangguk. "Baiklah. Queen mau ada fashion show pagi ini, jadi ketemu di sana saja yah, alamat nya aku kirim." Ujarnya.


📞 "Baiklah."


"Iya." Krystal menunggu Hyun mematikan panggilan, dia kira akan langsung di matikan rupanya Hyun kembali bersuara.


📞 "Kamu bahagia, Yank?" Terdengar sangat lirih suara lelaki itu.


"Oppa, ..." Krystal protes saat sebutan itu masih terceletuk dari bibir Hyun.


📞 "Aku hanya ingin tahu saja, kamu bahagia atau tidak? Karena sampai detik ini aku masih belum bisa melupakan mu."


"Tentu saja bahagia."


📞 "Baguslah." Tuuuutt. Hyun mematikan panggilan secara sepihak.


Krystal tahu bagaimana perasaan Hyun Ki, tapi menjadi yang ke dua bukan lah cita-citanya, apa lagi perbedaan agama yang masih menjadi kendala.


Lagi pun, Raka dan Queen tak kalah tulus dan membutuhkan dirinya, Krystal tak sempat istikharah, tapi kemantapannya beralih setelah melihat kesungguhan dan kesetiaan Raka.


Enam tahun lamanya Raka tak pernah bosan mencarinya. Krystal tersentuh dengan kesungguhan suaminya. Cukup sudah lika liku kehidupan, dia ingin fokus pada satu tujuan.


Raka melirik sekilas pada Krystal, mengamati raut wajah wanita itu. "Kapan mereka datang?" Tanyanya.


Krystal menggeleng. "Aku belum tahu pasti, tapi Oppa bilang, .."


"Bisa tidak panggil dia Hyun saja?" Sela Raka ketus.


"Iya, maksud ku Hyun. Dia akan datang ke acara fashion show Queen." Sambung Krystal.


Raka terdiam dengan wajah sinis, sepertinya ada asap yang keluar dari tubuhnya. Bahkan sungut yang menancap di kepalanya.


Queen maju mendekati Krystal. "Jadi Om ganteng itu mau datang kah?" Tanyanya.


"Iya sayang." Angguk Krystal.


Raka menaikan ujung bibir. "Gantengan juga Daddy." Gerutunya.


"Tapi Queen lebih suka muka Oppa Oppa sama Ahjussi Korea. Mereka unyu-unyu." Kompor Queen.


Raka memutar bola matanya. "Unyu-unyu apanya, cih!"


Melihat itu Krystal mengusap pipi berjambang tipis milik Raka. "Tapi Mammi lebih suka Om Om macam Daddy ini, lebih macho." Pujinya tersenyum.


Raka tak kuat menahan senyum yang ingin sekali dia sembunyikan. Gede rasa juga pada akhirnya. "Daddy machonya kebangetan."


Raka meraih tangan mulus istrinya, mengabsen kecup setiap inci kecil jemari-jemari lentik itu. "Kamu cantiknya kebanyakan." Katanya.


Queen hanya melongo menatap orang tuanya puber kedua. "Apa semua orang dewasa seperti ini lebay nya?" Gumamnya.


Sejenak dia berpikir, seperti apa jodohnya setelah dewasa nanti? Apakah tampan, arogan, ataukah manis, Queen masih terlalu kecil untuk memikirkan hal itu.


Raka bahagia, Krystal apa lagi, cinta yang sedari kecil dia pupuk, kini kian berbunga setelah mendapat asupan nutrisi dari balasan cinta Raka-nya.


...• • • • • • • • • • •TAMAT• • • • • • • • • • •...


...Mohon untuk tidak memberikan bintang rendah, hargai usaha author yah... Dan semoga yang memberikan bintang lima mendapat berlipat ganda pahala lancar rezekinya aamiin......


Terimakasih banyak sudah mau mengikuti cerita ku sampai akhir, meskipun aku tahu banyak bgt typo yg blm ku revisi, karena blm sempet, jadi maklum, aku suka nulis malem malem.


Tahu kah kalian, alasan kenapa aku mempersatukan Krys dengan Raka kembali?


Jadi gini. Aku memiliki beberapa novel yang sejenis dengan ini, dan rata-rata akhirnya, protagonis cewek nikah sama protagonis cowok pendatang.


Misalnya nih, kemarin kan aku mendatangkan Hyun Ki menjadi protagonis tambahan. Di beberapa cerita ku yang lain, aku pasti menjodohkan dengan karakter tambahan seperti Hyun Ki ini.


Tapi di SECOND WIFE enggak.


Kalian pada komentar semoga novel ini lain dari yang lain, enggak seharusnya di persatu kan dengan pemeran utama.


Justru baru kali ini Gaiss, aku membuat cerita yang beralur seperti ini. Yaitu, mempersatukan Orang tersakiti dengan pelaku yang menyakiti. *Raka dan Krystal*


Biasanya dalam sejarah aku membuat novel, aku selalu memilih orang lain untuk di jadikan jodoh Protagonis ceweknya.


Justru baru Raka, CEO tirani yang ku persatu kan dengan protagonis utama. Dia beruntung karena Pasha sudah bosan bikin cerita yang beralur sejenis.


Di sakiti lalu menikah dengan pria lain. Itu aku banget cerita yang begitu, makanya kali ini aku sedikit ngambil jalan cerita yang lain dari novel sebelumnya.


Jangan bilang Ini cerita cuma mengedepankan perasaan Krystal saja yah, dari judul sudah jelas Second Wife berarti istri ke dua.


Tentunya yang aku kupas juga istri keduanya bukan istri pertama. Aku berusaha memberikan kekurangan ke semua tokoh di novel ini.


Viona dg kekurangan, Raka dg kekurangan, Krystal apa lagi, byk banget kurangnya. Manusia tiada yang sempurna.


Yang pasti cerita dan pengemasan kata dalam novel ini tidak menjiplak siapa pun. Semua murni karangan dan garapan ku.