
Hari-hari telah Krystal lalui tanpa kabar berita dari sang suami, keputusannya masih bulat untuk tidak mencampuri rumah tangga Raka dan Viona kembali.
Ini hari ke tujuh Krystal berada di negeri orang, meski berat rindu yang dia rasakan, tak membuatnya menyerah pada keadaan.
Tunggu, ngomong-ngomong kepada siapa Krystal merindu? Apakah hanya kepada bayinya saja? Tidak-tidak, kalau jujur itu menyenangkan dia akan melakukannya.
Rindu itu masih tentang perasaan yang tak pernah mampu beralih dari sang suami. Terbayang selalu dalam angan bagaimana sosok gagah nan tampan Raka memberikan sentuhan.
Siapa yang mampu menepis? Walau hanya sekelumit, manusia memiliki rasa yang sulit sekali melupakan kenangan manis.
Bahkan di ponsel barunya sudah ada ketampanan Raka yang menjadi latar belakang kunci. Sementara wallpaper masih menjadi lahan milik wajah mungil Queen putrinya.
Bagaimana mampu Krystal melupakan? Niat raga ingin terus menjauh namun rasa dalam hati tak ingin terbunuh.
Ah sudahlah, biarkan Krystal bersiap diri, hari ini adalah hari pertamanya masuk kerja. Krystal mencoba menjalani kegiatan lain di tempat tinggal barunya.
...• • • • • • • • • • •...
Kita beralih pada dapur bersih Penthouse ini. Yarish telah rapi dengan kemeja dan dasinya, berjalan menuju sosok tinggi Hyun Ki berdiri.
Kebiasaan Hyun Ki membuat sarapan pagi sendiri, roti tawar yang tengah dia tunggu keluar dari mesin pemanggang miliknya.
...Ji Hyun Ki...
PLANK!
Suara toaster yang menandakan roti miliknya telah siap makan. Tanpa rasa bersalah Yarish menyambar satu helai roti panggang tersebut.
"Gomawo hyeong!" Ucapnya menyengir.
"Hayyyss!" Hyun Ki melototi pemuda itu, tapi memang dasar irit kata, Hyun Ki lebih memilih untuk mengambil sisa roti yang masih aman di dalam toaster miliknya.
Biarkan saja Yarish sarapan pagi, dari pada nanti mempengaruhi Krystal untuk segera keluar dari rumah ini, no, itu tidak boleh terjadi.
Hyun Ki mulai terbiasa dengan keberadaan Krystal di sisi bayinya, dulu Raka nyaman hanya dalam waktu dua hari saja. Sekarang nyaman itu beralih pada Hyun Ki dan Yarish rupanya.
Keberadaan Krystal sedikit memberi warna pada kehidupan datar Hyun Ki selama satu Minggu ini.
Hyun Ki duduk membawa satu lembar roti di piringnya setelah membubuhkan saos apel di atasnya, dia memulai sarapan pagi seperti hari-hari sebelumnya.
Air putih telah siap di sisi piringnya. Pandangan mengedar, rupanya Mario sudah asyik mendorong kereta bayi milik putranya.
"Joh-eun achim-ibnida seonsaengnim." Selamat pagi Tuan." Mario mendekatkan kereta bayinya pada sang Tuan.
"Joh-eun achim." Pagi. Sapa baliknya. Kembali Hyun Ki mengedar pandangan, mencari sosok cantik yang biasanya menemani kemanapun putranya pergi.
"Krystal-eun eodiissji?" Dimana Krystal? Tanyanya pada Mario.
"Oneul-eun chulgeun cheosnal-ibnida. geuneun samusil-e deul-eogal junbileul hago iss-eossda." Hari ini hari pertamanya masuk kerja. Dia sedang bersiap untuk masuk kantor.
"Algess-eoyo!" Sambung Hyun Ki.
"Maj-ayo seonsaengnim." Angguk Mario pelan. Iya Tuan.
Hyun Ki manggut-manggut sembari menenggak air putih miliknya.
"Baby Min Joon." Sapaan girang Krystal membuat semua orang menoleh termasuk Hyun Ki sendiri.
Entah lah, semenjak Krystal tinggal di rumah ini, ada rasa ingin memanjakan mata dengan senyum manis yang sudah seperti vitamin pagi baginya.
Krystal mengenakan pakaian ala Korea. Sebelumnya Yarish lah yang membelanjakan semua baju kantor nya. Yarish memiliki selera yang tinggi. Dan benar saja, baju yang Krystal pakai saat ini sangat cocok melekat padanya.
Prrruuuuufffffrrr....
Air minum yang hampir saja memasuki kerongkongan Hyun Ki kembali keluar menyembur ke arah Mario dan baby Min Joon. Hyun Ki terkesima dengan kecantikan hakiki milik Krystal.
Sontak Yarish tergelak renyah begitu pula dengan Mario yang langsung meraih sapu tangan miliknya untuk mengusap wajahnya.
"Eeeeee!" Di sisi lain Min Joon menangis setelah kaget dihujani semburan air dari mulut ayahnya.
"Seonsaengnim!" Krystal memekik seraya berlari mendekati kereta dorong milik Min Joon, sepatu heels nya lumayan berdentum kerap, karena panik. "Eotteohge!" Ucapnya yang terkesan menyalahkan Hyun Ki.
Hyun Ki meraih tisu kering kemudian mengelap wajah putranya dengan rasa bersalah "Mianhada nae adeul" Maaf sayang. Ucapnya.
"Biar aku saja!" Krystal ketus tanpa berhasa Korea, dia menyerobot Baby Min Joon untuk di gendong nya, ceroboh! Batinnya jutek.
Hyun Ki melebarkan senyum datar. Tanda rasa bersalahnya. Entah siapa sebenarnya orang tua Min Joon, kenapa Krystal justru lebih galak darinya?
"Ssuutt, Sayang." Seketika Min Joon tenang setelah mendapat pelukan hangat Krystal.
Kembali Hyun Ki meraih tisu, mengelap mulutnya sendiri, kikuk sudah pasti lelaki itu lalui "Aigo!" Rutuk nya pada diri sendiri. Astaga!
Hyun Ki menghela napas. Oh Tuhan, kenapa harus terlihat terpana pada wanita yang sudah tidak gadis lagi ini. Masih banyak gadis di luar sana yang mengantri untuk menjadi istrinya.
Yarish menggeleng menatap gerak-gerik tak biasa abangnya "Roman-roma nya ada yang bakal jatuh cinta ini." Gumamnya pelan.
...• • • • • • • • • • •...
Di lain pihak, ada Raka yang telah rapi dengan pakaian kasual nya, kaos putih ketat di balut dengan mantel panjang yang membuat ke macho_an nya lebih terlihat mencolok.
Ini hari ke enam Raka berada di Korea. Satu persatu perusahaan besar di negara ini telah dia masuki.
Dia hanya mengandalkan tangannya sendiri untuk mencari sang istri. Begitu banyak orang yang dia suruh, tak jua dapat membantu.
Sarapan pagi pun terpaksa dia buat sendiri, sampai di titik ini lumayan besar perjuangan Raka. Di Korea, dia tinggal di istana milik Ray.
Rumah besar yang kosong tak berpenghuni. Tak banyak penjaga di sini, hanya beberapa orang untuk mengurus bangunan mewah ini.
Raka mengulur tangan berusaha menilik jam yang tertutup lengan mantelnya. Bibirnya tersenyum datar, di jam begini biasanya kantor sudah berkutat dengan berkas-berkas.
Dia raih ponsel dari atas meja sofa, memeriksa cek list perusahaan yang telah dia satroni dalam beberapa waktu terakhir.
"JM." Nama perusahaan yang hari ini akan dia datangi. "JM ini perusahaan elektronik, aku punya lebih banyak harapan bertemu dengan Krystal di sini! Jika tidak bertemu pun, Hyun Ki sudah pasti akan memberikan daftar nama pegawai barunya padaku." Gumamnya.
Raka menghela napas "Oke, aku akan menemukan mu Krys!" Dia memasukkan ponsel miliknya pada salah satu saku mantel panjangnya.
Melangkah panjang keluar dari istana miliknya. Aura pemimpin terpancar mengiringi langkah kaki.
Di depan sana sudah ada sopir membukakan pintu untuknya. "Good morning, Sir." Ucapnya tersenyum.
Raka mengangguk "Hmm!" Jawabnya. Dia masuk dan duduk pada jok mobil limousine miliknya. Napas yang dia hela berkali-kali menjadi bukti harapan diri yang masih cukup tinggi.
Sang sopir menyusul masuk, bersiap di jok kemudi "Where are we going today?" Tanyanya.
"JM Company." Kata Raka pasti.
...• • • • • • • • • • •...
Bersambung.... Terimakasih partisipasi komentar dan like nya.... 😘