
Lepas dari kegiatan romansa nya, Raka menarik Krystal keluar dari lift yang telah tiba di lantai lobby.
Semua karyawan memandang dengan wajah senyum, "Selamat Pak Raka!" Ucapan yang Raka dengar dari semua pekerja nya.
Saking senangnya, Raka membalasnya dengan senyuman manis yang jarang sekali di lihat oleh jutaan karyawannya.
"Kamu ngapain ikut keluar?" Krystal meronta kecil namun Raka terus menggenggam erat tangannya.
"Aku mau ajak kamu ke suatu tempat!"
"Bukan waktunya untuk itu Raka, kamu lagi kerja, aku juga harus kerja!" Sanggah Krystal.
Raka menoleh memberhentikan langkah, keduanya berdiri saling berhadapan. "Lalu kapan waktu untuk memperbaiki hubungan kita?" Tanyanya.
Krystal menggeleng, setelah apa yang terjadi di dalam lift, masih saja dia merasa tidak perlu kembali.
"Untuk apa di perbaiki?"
"Kamu masih mencintai ku!"
"Jangan GeEr!" Sanggah Krystal lagi.
"Lalu kenapa kau diam saja aku cium?" Cetus Raka mencecar.
Krystal mengangkat kedua bahu. "Dengan Hyun Ki aku juga, ..." Raka menggeleng menyela ucapan Krystal.
"No! Itu lain. Kau melepasnya!" Sergahnya yakin. "Tapi dengan ku, kamu menikmati dosa yang ku buat ini." Tambahnya. "Sekarang ikut aku!" Raka tarik wanita itu keluar dari gedung megahnya.
Bukan hanya elektronik yang gedung itu kelola, tapi kerajaan properti milik Raka yang masih berjaya sampai saat ini juga di pangkunya.
Menyadari Raka membawanya ke salah satu mobil Krystal bertanya. "Kemana?"
"KUA!"
"Kamu gila!" Kerutan di kening tertampil di wajah cantik Krystal, apa dia tidak perlu menyetujuinya. "Gimana sama Queen?"
"Ada Andre! Dia biasa aku tinggal bersama Om nya!" Kata Raka.
"Raka!" Tak habis pikir, Krystal benar-benar syok dengan aksi Raka yang semaunya. "Lepas Ka!"
Kembali Raka menoleh. "Apa lagi? Kamu menolak ku lagi?" Tanyanya.
Krystal terdiam. Kali ini Krystal berat sekali menolaknya. "Memangnya kalo aku bilang menolak kamu melepaskan ku?"
"Tentu saja tidak!" Sergah Raka. "Kali ini aku tidak akan melepaskan mu!" Tegasnya.
"Terserah!" Krystal mengalihkan pandangan dengan wajah merengut. Bukan pemaksaan Raka yang membuatnya pasrah, perasaan yang masih bertautan meruntuhkan egonya.
Raka tersenyum, ada kemunafikan yang dia tangkap dari wajah wanita itu. "Kita rujuk hari ini juga, baru setelah itu, kita urus lisensi produk berlebel Queen mu."
Krystal terdiam menatap lelaki itu, rupanya ada itikad baik dari Raka untuk ide yang telah Queen ambil tanpa sengaja.
Queen masih bocah kecil yang polos, tak tahu menahu tentang pencurian ide apa pun. Viona juga hanya ingin membuat Krystal kembali dengan peluncuran produk baru Xmeria.
Pada kenyataannya, Krystal kembali sebelum produk Queen di rilis.
"Semua yang ku miliki adalah milik mu, istana ku, uang ku, hati ku, bahkan raga ku hanya milik mu."
Krystal melembutkan tatapan, entah kenapa, seperti tak ada lagi alasan untuk dirinya menolak lelaki ini.
"Sekarang masuklah." Raka membuka pintu mobil bagian depan, perlahan Krystal masuk ke dalam, di susul oleh Raka yang memasuki pintu bagian kemudi.
Krystal sempat memandangi gerak tubuh Raka memutari mobil yang dia tunggangi, otak berpikir, tumben sekali Raka tak menggunakan jasa sopir.
Setelah menutup pintu mobil. Raka mendekati Krystal, menarik sabuk pengaman yang lalu dia sematkan pada tubuh seksi terkasihnya.
Pandangan mereka sempat bertemu namun kembali Krystal beralih saat sudah merasa canggung. Sepertinya puber kedua telah di mulai. Lalu tertuju pada masa lalu.
"Kita jalan sekarang." Ajak Raka.
Krystal menoleh. "Kamu serius nyetir sendiri? Kamu masih inget caranya?"
Raka tersenyum sembari mengerling ke arah terkasihnya. "Tentu saja, aku mau merasakan sensasi berpacaran dengan mu tanpa ada yang mengganggu. Anggap saja, kita sedang berada di tahap menuju halal." Ujarnya.
Krystal menaikan ujung bibir. "Apaan!"
Tak ada sahutan dari Raka selain hanya cengiran gigi putihnya, dia menyalakan mesin dan melajukan mobilnya.
Dalam perjalanan, Raka menghubungi Andre, Ray Elevy, beberapa pengacara dan keluarga Krystal tentunya. Mereka akan bertemu di kantor urusan agama.
Girang dan terkaget susah pasti, tiada angin tiada hujan, Raka memberikan kabar gembira ini. Jodoh memang tak kemana, itulah yang terjadi pada Krystal dan Raka.
Setelah penantian panjang yang Raka lakukan, kepedihan Krystal yang menyayat hati, pada akhirnya ada kesempatan untuk keduanya memperbaiki.
Kecupan di tangan kanan Krystal terus menerus Raka berikan, sementara Krystal hanya diam saja. Rupanya cinta masih menjadi alasan kembalinya pertalian mereka.
Tiba di kantor urusan agama, Raka turun dari mobil, berjalan memutar menuju pintu Krystal yang lalu ia buka dengan wajah senyuman.
"Kamu siap?"
"Kenapa harus bertanya? Semuanya akan berjalan sesuai keinginan mu bukan?"
"Tentu saja, aku sudah bilang kan, aku tidak akan pernah melepaskan mu."
Krystal melirik lelaki itu. Cengiran gigi Raka sedikit meruntuhkan keangkuhan nya.
"Coba senyum sedikit, kita akan rujuk, bukan bercerai, jadi tunjukkan kebahagiaan mu!"
"Heeeemmm!" Krystal tersenyum lebar sedatar jalan layang.
"Itu lebih baik." Raka mencubit kedua pipi ibu dari putrinya.
"Krystal, Nak Raka, ..." Suara Mary yang terdengar antusias membuat sang empunya nama menoleh pada sumbernya.
Fairuz, Amanda dan Mary berjalan ke arah pasangan yang sedang dalam proses rujuk itu setelah turun dari mobil.
"Tante." Tegur Raka.
Mary dan Fairuz tersenyum. "Akhirnya, kalian rujuk kembali, jodoh memang tak pernah keliru. Semoga pernikahan kali ini langgeng sampai maut memisahkan!" Doa nya tulus.
Setelah kebaikan Krystal yang memberikan tempat tinggal secara cuma-cuma, Mary dan Fairuz mampu melihat ketulusan keponakannya.
"Aamiin." Sambung Raka.
Ray dan Elevy menghampiri. "Raka, Krystal." Keduanya mengapit tubuh Krystal dan Raka. "Kalian serius kan mau rujuk?" Tanyanya.
"Serius," Raka menyenggol siku Krystal yang di sambung dengan senyuman kecil Krystal.
"Syukurlah." Ucap Elevy bahagia, tak terkira rasanya. Akhirnya kesepian Raka usai pula.
Keluarga Darren, Andre beserta Queen pun ikut menyusul mereka semua, tak terkecuali keluarga Darius yang juga hadir tanpa Darius, sebab Darius sendiri masih menjalani masa hukuman setelah menusuk Viona.
"Gimana? Kita langsung saja mulai rujuknya?" Tanya Andre dan Queen menyengir. "Jangan lama-lama, Queen mau lihat kalian bersatu lagi terus abis itu, Queen mau dedek bayi baru!"
"Queen!" Krystal mengernyit lalu beralih pada Andre. "Kamu mengajarinya Ndre?" Tuding nya.
"Tidak," Geleng Andre menampik. "Queen sudah menginginkan dedek bayi dari masih umur tiga tahun." Sanggah nya.
"Jadi kapan di lakukan rujuknya?" Sela Raka tak sabar, ternyata memanggil banyak orang memperlambat proses.
"Sekarang!" Ray menggiring semua orang masuk ke dalam kantor urusan agama, di dalam sana sudah pasti akan ada banyak orang yang bisa membuat hubungan Raka dan Krystal kembali utuh.
Sebagaimana diterangkan ketentuan hukum talak 1 dalam Pasal 118 KHI yang menyatakan bahwa suami berhak rujuk selama istri dalam masa iddah.
Apabila perkawinan putus karena perceraian waktu tunggu bagi yang masih haid ditetapkan tiga kali suci dengan sekurang- kurangnya 90 hari, dan bagi yang tidak haid ditetapkan 90 hari.
Krystal masih boleh di rujuk oleh Raka, sebab persidangan cerai mereka masih berjalan, dan rujuk adalah pilihan keduanya. Ralat, pilihan Raka yang di setujui oleh Krystal.
Tiba di dalam Ray dan Fairuz bercakap-cakap dengan beberapa petugas KUA. Tak perlu menunggu, kedatangan keluarga berpengaruh seperti Tuan Ray sudah pasti keberuntungan tersendiri bagi para petugas. Mereka di iming-imingi uang tips yang banyak setelah rujuknya Raka dan Krystal.
Raka sempat gemetar bahkan berkeringat, sungguh ikrar kali ini begitu lain rasanya. Tak seperti saat pertama dia mempersunting Krystal dalam kondisi penuh dendam.
Raka merasakan kegugupan yang luar biasa, sampai-sampai harus di ulang untuk beberapa kali. Ray sempat menghela napas berkali-kali, putranya membuatnya geram.
Syukurlah, Raka berhasil setelah ancaman Krystal mencuat. "Kamu serius rujuk kembali tidak? Kalo tidak, batalkan saja!"
Di awali dengan Basmalah dan di akhiri dengan Hamdallah. Raka dan Krystal resmi menjadi suami istri kembali dalam biduk rumah tangga yang utuh.
"Selamat sayang, semoga langgeng. Sakinah mawadah warahmah." Ray dan Elevy memberikan kecupan pada putra putrinya, begitupun dengan yang lain.
Semua keluarga yang hadir memberikan selamat pada sepasang suami istri itu. Krystal belum pandai tersenyum tak seperti Raka yang tak pernah lelah menyengir.
Doa Ray ter_ijabah saat menginginkan Krystal di bahagiakan lelaki lain, kenyataannya adalah enam tahun lamanya, Hyun Ki mengalihkan dunia wanita itu.
Namun. Ada doa Elevy yang tak kalah di dengar oleh Tuhan, yaitu kembalinya hubungan sakral Raka dan Krystal.
Setelah tahu ayah ibunya rujuk kembali, Queen merosot dari gendongan Andre, berlari mendekati ayahnya. "Daddy, Mammi, kapan berencana punya baby baru buat Queen? Apa kita butuh pabrik baru? Bolehkah Queen ikut jadi penemu nya?" Tanyanya polos.
Krystal mengernyit. "Queen!"
Semua orang terdiam menatap bingung bocah kecil itu, Queen pikir kelahiran bayi sama seperti yang terjadi dalam film STORKS, yang membuat bayi hanya dengan mesin.
Bukan persatuan bibit-bibit unggul ayah dan ibunya yang entah kapan terjadi kembali. Yang pasti adalah, Raka orang pertama yang menginginkan hal itu.
^^^Bersambung.......^^^
Terimakasih partisipasi komentar nya KK😘