
^^^Kilas balik.^^^
Di sela ucapannya Queen teringat. Kala itu, Queen yang masih aktif mencari tahu hal baru, bocah ini memang tak bosan-bosannya mengobrak-abrik semua isi lemari pakaian milik Krystal yang masih utuh seperti tak tersentuh.
Hanya pelayan yang membenahinya setiap hari, berharap sang pemilik akan pulang ke rumah besar ini.
Di kamar yang dia tempati. Queen menemukan perangkat-perangkat keras berupa komunikasi kecanggihan yang telah mati, baginya benda itu seperti mainan. Dia menyukainya.
Sampai suatu ketika, Queen berhasil membuka salah satu laci berisi buku-buku agenda milik Krystal yang masih tertata rapi.
Bentuk dan warna yang lucu membuat Queen lebih menyukainya. Queen ambil buku-buku itu lalu membaca-baca nya.
Queen memang sudah paham baca tulis sedari umur empat tahun. Melihat potensi putrinya, Viona dengan sabar mengajari segala sesuatu yang perlu di ajarkan.
"Queen, kamu pasti berantakin lemari Mammi Krys lagi!" Nada Viona yang geram melihat kelakuan putrinya. "Baby lagi ngapain? Kenapa sering ngumpet di sini?" Tanyanya.
Queen menyengir. "Ini seperti tempat nya Herry Potter, Queen suka Mamm."
Viona terkikik di sela geramnya, dia duduk bersila di samping Queen. "Ini lebih dari tempat Herry Potter, Mammi Krystal mu lebih genius dari tokoh utama film itu."
Queen menatap Viona dan hanya menyimak. Sejujurnya bocah kecil itu tak pernah paham Krystal yang semua orang bicarakan.
Viona mengambil buku berwarna pink yang Queen baca, memindai buku itu. Kening mengernyit tatkala mendapati ide brilian yang Krystal rancang secara lugas di atas lembar demi lembar yang dia balik.
Ada gambar-gambar dari rancangan modelnya juga, bahkan cara menemukan komponen yang berkualitas tinggi dengan harga terjangkau.
Mungkin saat ini belum bisa di buat, sebab masih perlu penelitian khusus untuk menembus ide-ide liar Krystal.
"Memangnya ini apa Mamm?" Queen beralih duduk di pangkuan ibunya sembari mengamati setiap lembar yang Viona baca.
"Ini ide produk smartphone impian Mammi Krystal mu sayang." Celetuknya.
"Lalu?"
Sejenak Viona memikirkan sesuatu yang bisa membuat Krystal kembali ke Indonesia.
Usianya mungkin sudah tidak lagi panjang, perlahan tapi pasti tumor yang tumbuh pasca benturan keras di kepalanya kian menyakitkan.
Harapan sembuhnya sangat tipis, sekali dalam seumur hidup Viona ingin mempersatukan kembali suami dan madunya.
"Queen bisa bantu Mammi?"
Queen mendongak. "Bantu apa?"
"Queen salin semua tulisan Mammi Krystal ke buku yang baru, kemudian Queen berikan buku Queen ke Daddy. Ini yang akan membuat Mammi Krystal mu kembali."
"Benarkah?"
Viona tersenyum. "Iya."
Di mana pun persembunyian Krystal kala itu, akan muncul jika produk impiannya mencuat dengan lebel Queen putrinya. Saat itu pikiran Viona hanya dengan cara curang saja.
^^^Kilas balik selesai.^^^
"Dari mana?" Raka mencubit pipi mulus gadis itu dengan lembut membuat Queen terjaga dari lamunan.
"Queen sudah belum makan nya?" Andre bertanya pada keponakannya.
Queen menoleh. "Sudah, kita berangkat saja, Queen tidak jadi ngomongin dari mana idenya, ini masih rahasia."
Raka terkikik. "Baiklah, sekarang kita berangkat bos kecil," Raka menyompong tubuh mungil putrinya, berjalan menuruni anak tangga utama.
"Kau tahu, Baby calon CEO cantik Xmeria, seperti Mammi Krystal, jaga baik-baik harga dirimu Baby, kau pelita harapan Daddy." Ucapnya di sela langkah.
Dalam gendongan ayahnya Queen tersenyum menatap wajah tampan yang juga tersenyum menatapnya.
^^^Satu Minggu kemudian.^^^
Tak seperti hari-hari sebelumnya yang di hujani rintikan air setiap pagi, pagi ini begitu cerah. Sinar mentari menghangatkan pori-pori kulit milik wanita cantik ini.
Untung hari ini cerah. Tidak hujan lagi seperti tiga hari terakhir dalam waktu berturut-turut.
Insan sampai mengeluh perkara geosmin lapisan tanah yang tersiar mengudara membuatnya lebih mengantuk.
Semua orang tahu. Geosmin merupakan penyumbang bau alami bit dan salah satu sumber aroma kuat pada petrikor yang terjadi di udara saat hujan turun.
Itu aroma yang menenangkan pikiran, otak itu pasti malas di ajak bekerja.
Krystal masuk ke dalam salah satu ruangan di pabrik kecilnya, membenahi kiriman barang yang dia pesan beberapa hari lalu, alat, mesin, dan lain sebagainya, telah dia miliki dalam ruangan-ruangan yang dia bagi-bagi sesuai tahapan pengerjaan.
Rencananya, kantor dan pabriknya akan di satukan. Ini usaha merintis, masih belum banyak pekerjanya.
Kebanyakan karyawan yang Krystal miliki adalah, karyawan yang pernah bekerja di pabrik elektronik lainnya.
Krystal merekrut karyawan melalui bursa kerja dengan melampirkan butuh cepat tenaga berpengalaman. Syukurlah, hanya dalam kurun waktu yang sebentar, pelamar memadati halaman bangunan barunya.
Ada beberapa tenaga ahli yang dia kenal lama saat masih bekerja di perusahaan Darren, kebetulan mereka di berhentikan dengan alasan menikah dan rentan usia.
Krystal mengambil kesempatan ini untuk memiliki tenaga kerja ahli tanpa perlu meragukan lagi.
"Buk Krys!" Satu pegawai product developer memanggil dengan menepuk pundak Krystal.
Krystal menoleh. "Iya, kenapa?"
"Buk Krys sudah lihat belum? Produk yang baru akan kita kerjakan, telah di pasarkan Xmeria."
"Xmeria?" Kejut Krystal sedikit melotot.
Wanita itu mengangguk. "Iya. Coba Buk Krys lihat baik-baik produk baru Xmeria, sama persis dengan spesifikasi yang Buk Krys rancang!" Ujarnya sembari mengutak-atik mouse komputernya.
Krystal mencondongkan tubuh, menatap layar komputer pada salah satu meja kerja timnya. Wanita bernama Rima itu membuka iklan yang trending di berbagai macam media. Iklan itu di bintangi oleh Queen sendiri.
Krystal mengamati setiap inci kecil disain ponsel keluaran Xmeria, ternyata memang benar-benar mirip dengan produk yang akan dia buat, dari spesifikasi dan bentuknya.
"Raka. Dia curang!" Celetuknya.
Tanpa basa-basi, Krystal berlari mengambil tas dan kunci mobil yang dia letakkan pada meja kerjanya. Krystal harus menyatroni mantan suaminya sekarang. Raka berhutang penjelasan padanya.
Dia ingat benar, rancangan mentah yang dia buat enam tahun lalu saat dia hamil putrinya. Krystal mengisi kekosongan waktu kesepiannya dengan menuangkan ide-ide liar.
Lalu apa ini? Seenaknya saja Raka mencuri idenya, plagiarisme ini tidak bisa di biarkan.
Satu jam kemungkinan Krystal berada di bawah atap mobil, menggempur kemacetan di Jakarta yang muskil dihindari.
Tibalah mobil itu di halaman kantor pusat X-meria group yang terkenal ini. Dia buka pintu mobil, berjalan arogan memasuki lobby bangunan.
Dia masuk kedalam lift transparan, semua orang menatapnya, akankah wanita datar itu kembali menjadi Nyonya dari pemilik gedung ini? Kecumik bibir orang-orang menggunjing.
Tiba di lantai paling atas Krystal keluar dari lift, langkahnya menuju ruangan Raka yang belum pindah dari tempat biasanya.
Terlihat jelas dari luar, di dalam Raka duduk memandangi komputernya sambil tersenyum. Tentu saja puas dengan pencapaian luar biasanya. Hasil plagiat! Umpat Krystal.
Wajah Krystal campuran antara marah, datar, dan tak bisa di artikan. Rupanya Krystal masih teridentifikasi oleh sensor pintunya sehingga dengan sendirinya pintu geser itu terbuka.
"Raka!"
Lelaki itu mendongak dan berdiri terkejut menatapnya. "Sayang?" Cetusnya.
^^^On the way, sambungannya.^^^