
Raka bangkit dari duduknya meraih tubuh Queen dan mendudukkan bocah itu pada kursi kebesarannya. "Baby tunggu di sini, Daddy mau ikuti Mammi."
Queen mengangguk. "Iya."
Raka beralih pada gadis-gadis yang masih berjejer di sisi meja kerjanya. "Kalian jaga putriku!" Titahnya.
"Baik Pak Raka!" Angguk semuanya.
Raka keluar dari ruangan, langkah gagahnya mengikuti sosok Krystal yang memasuki lift transparan.
Queen yang melihat itu, menyengir pada semua gadis-gadis cantik di sisinya. "Sepertinya Mammi Krys ku cemburu."
"Iya Nona muda."
"Menurut kalian, apakah Mammi Daddy ada harapan kembali rujuk?"
"Tentu saja."
Queen mengalihkan pandangan ke arah tiga foto wajah cantik di atas meja kerja ayahnya, yaitu foto senyum Viona, foto lama Krystal, dan foto menyengir Queen.
Queen ambil foto milik Viona lalu memeluk nya. "Semoga usaha Mammi tidak sia-sia. Daddy dan Mammi Krys akan bersatu kembali." Gumamnya.
Tak pernah ada air mata, Queen tangguh dengan pribadinya. Queen beralih menatap para gadis. "Kakak semua pergilah, Queen mau mengawasi CCTV." Perintahnya.
"Baik Nona, terimakasih uang jajannya. Sering-seringlah meminta bantuan kami."
"Yee, amit-amit, jangan sampe Mammi Daddy bercerai lagi. Kalo sudah cemburu satu kali ya satu kali ajah! Kalian ini!" Tampik Queen, dan Semua orang tertawa sebelum pergi meninggalkan ruangan Raka.
Di luar Raka masih mengikuti langkah kaki Krystal. Dia berlari memasuki lift bahkan meraih lengan Krystal. "Sayang." Panggil nya.
Ada beberapa orang yang menaiki lift, mereka keluar setelah Raka memberikan kode mengusir.
Menyadari kepergian orang-orang dia juga ikut keluar, sayangnya tangan Raka membelenggunya. "Jangan pergi dulu, semua masalah perlu di perjelas, jangan terus lari dariku!" Geram nya.
Krystal mendelik. "Apa yang harus di perjelas? Kita sudah akan bercerai kan?" Tanyanya.
Hunusan tatapan mereka saling menusuk jantung masing-masing. "Kamu cemburu?"
"Tidak!" Sanggah Krystal.
Raka mendorong raga Krystal hingga terhimpit pada dinding kaca lift. "Bohong!" Sangkal nya.
Krystal setuju dengan ucapan Raka, sejatinya rasa cemburu itu masih ada, dari kecil sampai dewasa bahkan memasuki usia matangnya. Entah kenapa sulit sekali hilang.
"Kau tahu apa bedanya kamu dengan Viona? Dia jujur dalam mengekspresikan sesuatu. Marah, benci, cinta, sayang dia utarakan tanpa memikirkan bagaimana kesakitan orang-orang. Itu yang membuatnya selalu menang dari mu yang genius, dia mencintai diri sendiri." Kata Raka serius dan Krystal termenung menatapnya.
"Kamu munafik Krys! Selalu menutupi perasaan mu, meski terlambat sedari dulu aku mengatakan menyukai mu bukan? Tapi kau selalu mengatakan tidak!" Imbuhnya.
"Cukup membalas dendam penolakan ku dahulu, tolong pakai lagi cincin mu." Raka meraih tangan mulus Krystal menunjukkan jemari yang kosong. Dia juga menunjukkan jemari tangannya yang di lingkari cincin perkawinan mereka.
"Kamu lihat, bahkan sampai detik ini aku masih memakainya. Dan sekarang, hanya ada satu cincin di jari manis ku." Krystal terdiam menatap untaian kata yang Raka derai kan. Dari manapun dia memandang, terlihat ketulusan.
Krystal menggeleng. "Barusan kau memilih gadis pilihan Queen bukan? Masih bisa kamu membual?" Sergah nya.
Raka menyeringai tiba-tiba, kata cemburu Krystal membuatnya bahagia, memandang lekat wajah Krystal, lelaki itu menggigit bibir bawahnya saat meraih pinggang ramping Krystal.
Dia satukan tubuh depan Krystal pada tubuh depan nya. Keduanya tak berjarak, sangat sempit celahnya.
Embusan dari deru dera napas saling bertabrakan, mereka mampu merasakan aroma masing-masing napas yang membuatnya menggelenyar candu.
"Kamu bisa menemukan terobosan baru untuk produk unggulan mu. Tapi menelaah perasaan ku saja tidak bisa. Kamu bodoh dalam hal percintaan." Keluh Raka.
"Dengar. Aku tidak memilih gadis-gadis itu. Aku memilih yang paling kanan, kau tahu, itu berarti dirimu." Rambut yang menutupi sedikit wajah Krystal Raka singkirkan dengan pelan.
"Cantik, manis, seksi yang terpenting adalah baik hati, yah, meskipun sangat keras kepala dan terlalu kejam padaku tapi kau tak pernah bisa keluar dari relung hatiku bahkan setelah enam tahun lamanya tidak bertemu, bayangmu terus menari-nari di kedipan mataku. Pagi, siang, sore, malam, setiap embusan napas ku ada nama Krystal yang menjadi salah satu alasan ku hidup."
Krystal mengernyit mendengar kata-kata Raka yang terdengar gombal, tapi entah kenapa, dia nyaman mendengarnya.
"Orang bilang mencintai harus menerima kekurangannya juga, sulit meyakinkan mu tapi aku ingin kita rujuk kembali." Tambah Raka lirih.
"Aku merindukan mu. Aku mencintaimu, sangat menyayangi mu, aku cemburu saat kau dekat dengan pria lain. Aku sakit saat mengingat mu bukan lagi milik ku sementara kita sedekat ini."
Krystal terjaga, dia mengedarkan pandangan, baru menyadari dirinya sedekat itu dengan Raka dan orang-orang di lantai bawah, lantai dua, lantai tiga, empat dan selanjutnya menatap ke arah lift transparan yang mereka tunggangi.
"Lepas! Orang-orang melihat kita Raka!" Ronta nya.
Raka mempererat dekapannya. "Biar saja, hari ini juga, bersamaan dengan produk Queen, aku akan mengumumkan rujuk nya kita."
Secepat kilat, Raka menjatuhkan bibirnya pada setangkup bibir terbuka milik Krystal.
Tak peduli dengan apapun, Raka yakin dengan ini dia mampu membuktikan perasaan buram yang Krystal miliki.
Semua karyawan Xmeria saksinya, betapa romantisnya kecup mesra yang Raka berikan. Hanyut membuai erotisme. Krystal tak mampu beringsut barang secuil, tentu saja dia menikmatinya.
Sensasi goresan jambang tipis milik Raka yang membuatnya menggelenyar, belum lagi permainan indera perasa Raka yang haus dengan kecapan.
"Bodoh, kenapa diam saja?" Pikiran dan tubuh tak seirama. Terus menerus berlainan arah tujuan, tubuh berkhianat sebab merasa nyaman dengan sentuhan haram Raka-nya, sementara batinnya malu pada semua kata-kata penolakannya barusan.
Sebelah tangan Raka mulai merembet pada rahang Krystal yang tenang menikmati cumbu mesranya sementara sebelahnya lagi menekan punggung bawah wanita itu.
Kecupan Raka beralih pada telinga Krystal dan membisikkan sesuatu. "Kembalilah padaku, aku mohon, aku sangat membutuhkan mu."
Krystal ingin menepisnya tapi sulit sekali rasanya. Raka peluk raga bak manekin itu kemudian mengelus lembut kepalanya. "I love you." Ucapnya.
Tak mendengar apa yang Raka dan Krystal ucapkan, namun semua karyawan Xmeria bertepuk tangan menampilkan senyum gembira.
Di ruangan kerja Raka, Queen tersenyum manis meskipun sempat menutup matanya saat pertautan bibir orang tuanya tertampil di layar komputer milik ayahnya.
“Kau lihat Mammi Vio, Mammi Daddy akan segera rujuk kembali." Liriknya pada foto senyum milik Viona.
^^^Bersambung......^^^