Second Wife

Second Wife
Raka



Setelah mendapat perintah. Malam ini Andre menelepon semua tim nya dengan telepon kabel di meja kerjanya, memblokir semua akses yang akan dilakukan oleh Shania.


Krystal benar, semua orang punya hak asasi manusia tapi Raka dan Andre tidak sebaik wanita itu.


Suruh siapa berurusan dengan orang seperti Raka Rain yang berpengaruh ini? Raka harus bisa membuat Shania bertekuk lutut bahkan mengemis meminta maaf pada istrinya.


"Kamu awasi wanita itu!" Titahnya pada seseorang di seberang sana kemudian menutup teleponnya.


Di tengah kesibukan, ponsel kembali berdering. Andre meraih gawai tipis miliknya. Amanda lah nama kontak yang tertera di permukaan layar.


📥 "Bang Andre, lagi ngapain?" Andre tersenyum membaca pesan teks dari Amanda yang tercium aroma merengek meminta sesuatu.


Sudah hampir tujuh tahun mereka saling kontak. Setelah Raka menyuruh Andre memberikan jatah mingguan pada Amanda.


📤 [Sibuk! Masalah jatah mingguan, bukanya sudah aku transfer kemarin?] Balas Andre.


📥 [Bukan itu Bang, Manda cuma mau tanya kabar ajah, bukan mau minta itu, tadi siang Abang cuek sama Manda loh, apa Manda punya salah?]


📤 [Salah apa? Memangnya sejak kapan kita dekat?] Balas Andre.


📥 [Iya maaf, mungkin cuma perasaan ku saja, maaf Manda sok dekat.]


📤 [Y.] Hanya itu yang Andre balas kan, dia menyandarkan punggung dengan mata yang menatap langit-langit kamar.


Mengambil napas berkali-kali, membayang perlakuan manis Amanda yang acap kali membuatnya mampu melupakan Krystal sang cinta pertama.


Bicara tentang rasa, cinta Andre pada Krystal tulus setulus tulusnya, tapi kenyataannya, Krystal tak pernah melihatnya.


Usianya telah memasuki tiga puluh dua, tapi belum ada wanita atau gadis yang menggantikan posisi Krystal di hatinya.


"Amanda, meskipun manja dan matre, dia gadis polos yang manis." Bibir Andre tersenyum.


Sering tak sengaja Andre membuka sosial media Amanda yang di penuhi foto selfy, sepertinya Amanda tak pernah berpacaran.


Kembali Andre meraih ponsel dan mengirim pesan teks pada Amanda.


📤 [Besok, Bang Andre jemput, mau?]


📥 [Memangnya sejak kapan kita dekat?]


📤 [Kita mulai dari malam ini. Gimana?]


📥 [Tidak perlu repot-repot, Manda bisa berangkat sendiri. Oya, sekarang Manda sudah ikut bekerja di perusahaan Kak Krys, jadi tidak perlu lagi mengirimi ku uang jajan! Manda bukan anak kecil lagi!]


Andre mendengus membaca balasan dari anak bau kencur itu. "Apa wanita seperti ini? Kadang manis kadang bengis." Gumamnya.


Perbedaan usia, apakah akan menjadi penghambat kedekatan mereka? Andre masih ragu untuk melangkah lebih maju.


Bicara soal uang, Andre memiliki banyak tabungan, jika tentang tunggangan, Andre memiliki mobil sport keluaran terbaru yang di dapat dari Raka kemarin.


Wajah gantengnya tak kalah dari Raka, Andre sudah tampan tanpa di panggil Tuan muda. Harusnya, wanita antri menunggunya.


...• • • • • • • • • • •...


^^^Di balkon.^^^


Raka menyambar lengan istrinya kemudian kembali menariknya. "Jangan dulu masuk, aku masih mau mengobrol." Ucapnya.


"Di sini dingin."


Raka menyengir sembari memberikan pelukan dan elusan sayang bahkan kecupan lembut pada puncak kepala istrinya.


"Aku mencintaimu." Ucapnya. "Sekarang aku tahu, meskipun kamu tak menjawabnya, hatimu memilih ku."


Entah kemana Raka yang arogan dan menyebalkan, Krystal merasa Raka telah berusaha sebaik mungkin untuk memberikan kenyamanan padanya.


"Bukan malam pertama dengan mu, tapi bersama dengan mu menghabiskan waktu malam sampai pagi, beri aku waktu berkualitas dengan mu seperti ini. Lama sekali, aku tidak memelukmu begini. Tak perlu takut aku meminta sesuatu. Begini saja sudah cukup, aku janji tidak akan memaksa mu sebelum kau siap."


"Hmm!" Sahut Krystal mengangguk. Tangannya dia lingkar kan pada punggung suaminya.


Dia tutup pintu kamar itu dengan pelan, berharap Queen tak terganggu oleh aktivitasnya.


Kembali Raka mendatangi istrinya yang terdiam memandangi gerak tubuhnya saat memboyong tubuh seksi Krystal ke atas ayunan.


Dibaringkannya wanita itu pada ranjang ayunan, menarik selimut dan menutupi sebagian tubuh mereka dalam satu kain tebal yang sama.


Raka memposisikan kepala Krystal pada lengannya, dan melingkarkan tangan mulus nan jenjang itu pada perutnya. Krystal terdiam pasrah. Waktu bicara dari hati ke hati akan memperbaiki hubungan yang terjeda enam tahun lamanya.


Krystal mendongak. "Queen sendirian di kamar," Ucapnya.


"Dia akan datang ke sini setelah terbangun, jadi tenang saja, dia bukan gadis yang cengeng." Sambung Raka.


"Batalkan perintah mu pada Andre, kasihan Shania kalo sampai benar-benar di blacklist dari semua kegiatannya." Pinta Krystal.


"Kamu terlalu baik, aku tidak menyukai sifat mu yang ini! Semoga Queen tidak menirunya, kau tahu, terlalu baik juga akan merepotkan hidup mu." Tutur Raka.


"Selama kedamaian yang akan terjadi, aku tidak menyesal dengan kebaikan yang merepotkan itu." Sanggah Krystal.


Cukup lama Raka terdiam sebelum akhirnya mengutarakan perasaan. "Kamu bahagia hidup tanpa ku?" Matanya menatap dalam wajah Krystal.


"Sangat." Angguk Krystal pasti.


Raka mempererat pelukannya. "Aku pastikan kamu lebih bahagia setelah kembali bersama ku." Cetusnya. "Seberapa besar kebencian mu padaku?" Tanyanya lagi.


"Jika kebencian ku di beri nilai 100, aku mengambil 99 untuk membencimu." Jawab Krystal.


"Akan ku pastikan, kamu memiliki trilliunan angka untuk menghancurkan kebencian mu."


Krystal mengernyit. "Gimana caranya?"


"Hidup setia bersama mu sampai habis sisa hidup ku!" Krystal memukul dada bidang suaminya. "Kamu terlalu lebay!"


"Karena aku terlalu mencintaimu." Sela Raka.


"Kenapa tidak mencari perempuan lain saja? Bukankah banyak wanita dan gadis yang mau kau ajak menikah?" Sambung Krystal.


"Seandainya saja bisa, aku tidak perlu tersiksa hidup tanpamu." Lirih Raka.


"Kamu sangat menginginkan aku?"


"Apa pun namanya itu, yang pasti, aku ingin menghabiskan sisa hidup bersama mu! Simak sendiri saja bagaimana caraku membahagiakan mu."


"Begitu kah?"


"Emmh." Raka mengangguk sembari mencubit dagu manis Krystal. Tatapan ingin telah Raka usung kan.


"Kamu yakin tidak menginginkan aku?" Krystal meraba bagian dada suaminya, kemudian turun ke perut dan ke bawahnya lagi.


Raka menggeleng. "Jangan menggodaku, Yank!" Tepisnya.


"Bagaimana kalo aku tetap menggoda mu? Apa yang akan kamu lakukan?" Tantang Krystal. Udara dingin begini membangkitkan rasa inginnya.


"Memakan mu!" Sahut Raka.


"Kamu berani?"


"Tentu saja." Lirih Raka seraya menyisir ceruk leher dan berakhir pada dada istrinya.


"Raka, ..." Krystal berdesah saat tangan besar itu meremas kepadatan dadanya. "Hmm?"


Krystal terdiam menikmati setiap sentuhan lembut Raka. "Aku ingat saat kamu bilang, bagian yang ini sensitif." Ucap Raka setelah beralih pada area bawah Krystal, ada yang dia mainkan dari luar pakaiannya.


"E m m p h , ..." Krystal mengangguk kecil. Seakan tersihir, dia menurut saja. Usianya sudah 31 tahun, mendapat sentuhan adalah keinginan wanita dewasa.


"Kamu masih sangat cantik." bahkan setelah enam tahun lamanya tidak bertemu, Krystal masih sangat muda di mata Raka.


Kancing atas milik Krystal Raka lepaskan satu persatu. Sementara tatapan keduanya saling bertemu.