
Sasha menarik nafas panjang seraya mengeratkan genggamannya pada tangan Allegra saat kontraksi itu kembali datang.
"Kau yakin tidak mau melahirkan secara caesar saja?" Tanya Allegra sekali lagi pada Sasha yang langsung menggeleng.
"Kata dokter posisinya sudah bagus dan aku bisa melahirkan secara normal. Kontraksinya juga sudah mulai teratur-" suara Sasha tercekat dan genggaman tangan Sasha pada tangan Allegra kembali menguat.
"Sakit sekali, ya?" Tanya Allegra yang satu tangannya langsung mengusap punggung Sasha yang kini berbaring miring.
"Iya!" Jawab Sasha nyaris tanpa suara karena menahan rasa sakit.
"Claire dimana?" Tanya Sasha tiba-tiba yang malah menanyakan keberadaan Claire.
"Masih di rumah, dijaga Jasmine dan Juan."
"Nanti baru akan diantar kesini kalau kedua adiknya sudah lahir," terang Allegra yang langsung membuat Sasha mengangguk.
"Kau akan menemaniku, kan? Kau tidak akan pingsan nanti, kan?" Cecar Sasha yang langsung membuat Allegra tertawa kecil.
"Tentu saja tidak!"
"Aku akan disini terus menemanimu, sampai kedua bayi kita lahir nanti," ujar Allegra seraya mengusap lembut kepala Sadha yang sudah kembali dipenuhi oleh peluh. Padahal sudah ada pendingin udara di ruang bersalin ini. Sepertinya efek dari Sasha yang masih menahan sakitnya kontraksi.
"Saya cek pembukaannya lagi, Bu!" Izin dokter yang akan membantu proses persalinan Sasha.
"Bagaimana, Dok?" Tanya Allegra setelah dokter selesai memeriksa pembukaan Sasha.
"Sudah lengkap, Pak!"
Doktor segera memanggil para perawat untuk bersiap-siap karena pembukaan Sasha sudah lengkap.
"Aku mau minum dulu," pinta Sasha dan Allegra sigap mengambilkan minum untuk Sasha, lalu membantu istrinya itu minum juga.
"Sudah?"
"Iya, sudah. Berikan tanganmu!" Sasha mencari-cari tangan Allegra untuk ia genggam.
"Kau pasti bisa!" Allegra memberikan semangat sekaligus mencium kening Sasha saat dokter mulai memberikan aba-aba.
Sasha mengatur nafasnya dengan teratur meskipun wanita itu harus sesekali meringis menahan sakit. Sasha juga berusaha mengikuti aba-aba serta arahan dari dokter, hingga akhirnya kefua bayi kembar Sasha dan Allegra lahir dengan lancar dan selamat.
Tangisan kedua bayi kembar yang berbeda jenis kelamin tersebut langsung menggema di dalam kamar persalinan dan membuat Sasha menitikkan airmata bahagia.
"Laki-laki dan perempuan. Seperti hasil USG," lapor Allegra pada Sasha. Kedua mata suami Sasha itu juga nampak berkaca-kaca karena bahagia.
Tentu saja Allegra bahagia karena ia akhirnya bisa menimang anak kandungnya sendiri. Sebuah hal yang sudah sejak lama Allegra impikan.
"Terima kasih, Sayang!" Allegra kembali mencium kening Sasha.
"Terima kasih atas semua perjuangan serta pengorbananmu."
"Terima kasih atas kado indah ini," lanjut Allegra lagi bersamaan dengan kedua bayi Sasha dan Allegra yang sudah diletakkan di dada Sasha.
"Beratnya dua ribu delapan ratus gram dan dua ribu tujuh ratus gram," ucap suster yang hanya membuat Sasha mengangguk-angguk. Sasha masih beroinang airmata kebahagiaan, hingga wanita itu tak sanggup berkata-kata.
Bukan hanya bahagia karena Sasha sudah menjadi seorang Mom dari tiga anak yang begitu lucu. Tapi juga bahagia karena Sasha akhirnya bisa melahirkan seraya ditemani oleh pria yang begitu ia cintai. Seorang pria yang juga begitu tulus mencintai Sasha dan menerima Sasha apa adanya. Pria yang benar-benar sempurna sebagai suami Sasha.
Allegra!
"Kau sudah menyiapkan nama?" Tanya Sasha lirih pada Allegra yang masih sibuk mengusap-usap kedua bayi kembarnya yang kini masih mencari-cari sumber makanan.
"Aku memikirkan inisial C agar senada dengan nama Claire," ujar Sasha yang langsung membuat Allegra berpikir sejenak.
"Carl?" Tebak Allegra selanjutnya.
"Carlegra!" Koreksi Sasha cepat.
"Hey itu mirip namaku!" Celetuk Allegra dengan ekspresi wajah senang.
"Ya! Bukankah dia akan jadi putra kesayanganmu dan satu-satunya di antara dua princess cantik kita nanti?" Ujar Sasha yang langsung membuat Allegra mengangguk setuju.
"Princess kedua kita namanya siapa?" Tanya Allegra lagi.
"Coba tebak!" Senyum Sasha membuat Allegra benar-benar penasaran sekarang.
"Yang senada dengan Carl?" Allegra bergumam dan berpikir cukup lama sampai akhirnya pria itu menyerah.
"Aku menyerah! Siapa?"
"Claretta!" Jawab Sasha yang langsung membuat Allegra menepuk keningnya sendiri karena benar-benar tak memikirkan nama tersebut.
"Claretta Allesha-" Allegra tak jadi melanjutkan nama panjang untuk bayi kembarnya.
"Kita tidak bisa memakai nama Allesha lagi untuk nama tengah mereka, Sayang!" Sasha mengingatkan dan Allegra langsung mengangguk membenarkan.
"Bagaimana kalau Egsha? Atau Legrasha?" Usul Allegra memberikan pilihan setelah pria itu mencari-cari akronim lain dari nama Allegra dan Sasha yang sekiranya cocok untuk kedua bayi kembarnya yang berbeda jenis kelamin tersebut.
"Legrasha bagus. Tapi sepertinya nama Carl harus kita ubah menjadi Carl saja dan tidak jadi Carlegra," pendapat Sasha menimbang-nimbang.
"Carl Legrasha Kyler dan Claretta Legrasha Kyler," ungkap Allegra menyebutkan nama lengkap kedua bayi kembarnya.
"Setuju?"
"Setuju!"
"Panggil mereka Carl dan Clara!" Cetus Allegra lagi yang langsung membuat Sasha tersenyum dan mengangguk-angguk. Dua bayi kembar itu akhirnya berhasil menemukan sumber makanan mereka di dada Sasha dan Allegra langsung mengecup lembut kedua bayi mungil tersebut.
"Welcome to the world, Baby Carl dan Baby Clara!"
*************TAMAT*************
Claire, Carl, Clara.
Semoga nggak keseleo lidahnya dan ketuker-tuker pas manggil ketiga anaknya, ya, Mom Sasha dan Dad Alle!
Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua reader budiman yang sudah mengikuti cerita Sasha dan Allegra sampai tamat.
Terima kasih juga untuk yang sudah memberikan like, komen, vote, hadiah, serta dukungan yang tak terhingga banyaknya.
Cerita Sasha dan Allegra aku akhiri sampai disini. Mohon maaf jika masih banyak typo maupun kata-kata yang kurang berkenan.
Next ada Haezel Miga Biantara di "Detektif Haezel" dan Oscar Petrichor di "The Escort Man"
Rilis hari ini. Silahkan baca buat yang penasaran.
Terima kasih sekali lagi.
Bye 💜💜💜