
"Kau kemana saja selama enam bulan ini, Sha? Lalu bagaimana ceritanya kau bisa pulang bersama Allegra?" Cecar Mom Ghea setelah Sasha duduk dan meneguk minuman yang baru saja dibawakan oleh maid.
Sasha terlihat menarik nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Mom Ghea.
"Sasha tak sengaja bertemu Allegra beberapa minggu yang lalu, Mom!"
"Allegra membantu membayar biaya rumah sakit Claire-"
"Claire sakit apa?" Sela Dad Alvin memotong. Wajah Dad kandung Sasha itu terlihat khawatir.
"Demam, batuk dan sesak nafas. Jadi harus dirawat beberapa hari di rumah sakit," jelas Sasha
"Lalu Sasha tak sengaja bertemu dengan Allegra yang katanya sedang ada pekerjaan di kota itu." Ujar Sasha melanjutkan ceritanya.
"Lalu kenapa Allegra tidak menghubungi Mom dan Dad kalau memang dia sudah bertemu denganmu!" Omel Dad Alvin berapi-api.
"Sasha yang minta Alle untuk tidak menghubungi Mom Dan Dad agar kalian tidak khawatir," ujar Sasha beralasan.
"Lagipula, sebenarnya Qlle ingin langsung mengajak Sasha dan Claire pulang. Tapi kata dokter kondisi Claire belun pulih waktu itu dan belum bisa diajak bepergian naik pesawat. Jadi kami menunda kepulangan dan menunggu sampai kondisi Claire benar-benar pulih," sambung Sasha menjelaskan pada kedua orang tuanya
"Tapi kalian tidak tinggal satu rumah setelah dari rumah sakit, kan?" Tanya Mom Ghea penuh selidik yang langsung membuat Dad Alvin ikut menatap penuh selidik pada Sasha yang langsung meringis.
"Soal itu...."
"Mbak Lina!" Mom Ghea ganti bertanya pada Mbak Lina yang sejak tadi ikut duduk di sofa dan memangku Claire. Mom Ghea yakin kalau Mbak Lina pasti lebih tahu semuanya karena asisten rumah tangga itu yang membersamai Sasha sejak minggat dari rumah Ando hingga detik ini.
"Kami langsung diajak pindah ke rumah Pak Alle setelah pulang dari rumah sakit, Bu!" Lapor Mbak Lina bercerita apa adanya.
"Claire juga lengket sekali dengan Pak Alle dan setiap malam selalu tidur bersama Pak Alle dan Mbaksha."
"Eh, maksud saya Non Sasha!" Mbak Lina mengoreksi dengan cepat panggilannya pada Sasha.
"Tidur bersama Alle dan Sasha? Maksudnya mereka bertiga tidur di satu kamar?" Tanya Mom Ghea shock.
"Iya, Bu! Kata Pak Alle juga, Pak Alle dan Non Sasha mau menikah," sambung Mbak Lina yang sama sekali tak disanggah oleh Sasha.
"Menikah?" Mom Ghea semakin shock sekarang.
Disaat bersamaan Allegra sudah masuk ke dalam ruang tamu kediaman Sanjaya dan tatapan Dad Alvin langsung tertuju pada pria itu. Tanpa basa-basi, Dad Alvin langsung menghampiri Allegra dan mencengkeram kerah baju pria tersebut.
"Katakan kau sudah melakukan apa pada Sasha? Kalian sudah melakukan apa saja?" Cecar Dad Alvin menatap garang pada Allegra yang sepertinya tak takut sama sekali.
"Kami sudah sama-sama dewasa, Uncle! Dan kami saling mencintai," jawab Allegra blak-blakan yang tentu saja langsung membuat Dad Alvin semakin murka dan mengeratkan cengkeramannya pada kerah baju Allegra.
"Apa maksudmu sudah sama-sama dewasa?"
"Kami saling mencintai dan mungkin Sasha sedang mengandung anak Alle sekarang! Jadi Alle akan bertanggungjawab dan menikahi Sasha!" Jawab Allegra panjang dan lengkap yang langsung membuat Dad Alvin melotot horor kepada Allegra.
"Apa katamu?"
"Sasha hamil?"
Bugh!
"Dad!" Pekik Sasha yang langsung menghampiri Allegra yang langsung terjungkal karena mendapat dua bogem mentah dari Dad Alvin.
"Alle!" Mom Rachel yang baru masuk ke dalam rumah, ikut-ikutan menghampiri Allegra dan membantu pria itu untuk bangun dan berdiri. Darah segar sidah mengucur dari hidung Allegra sekarang.
Yeah!
Salah Allegra sendiri yang membuat karangan tak jelas ini hingga Dad Alvin marah.
"Kau lihat kelakuan anakmu, Sean!" Dad Alvin ganti berteriak pada Papi Sean. Mom Ghea buru-buru menyuruh Mbak Lina untuk membawa Claire pergi agar bayi enam bulan yang belum tahu apa-apa itu tak perlu menyaksikan perdebatan penuh emosi ini.
"Ya! Sama persis dengan yang pernah kita lakukan di masa lalu," jawab Papi Sean blak-blakan yang sesaat langsung membuat Dad Alvin bungkam. Papi Sean seolah sedang menguliti masa lalunya sendiri serta masa lalu Dad Alvin dan Mom Ghea yang hampir serupa.
"Kata Rachel semuanya sudah terlanjur! Jadi kita nikahkan saja mereka, Vin!" Ujar Papi Sean lagi yang benar-benar sesuai dengan harapan Allegra. Mungkin pria itu sudah bersorak dalam hati sekarang.
"Mereka sepupu, Sean!" Sergah Mom Ghea mengingatkan.
"Sepupu satu buyut dan cukup jauh! Aku rasa tak ada masalah!" Ujar Papi Sean santai.
"Ando sudah meninggal, Dad!" Potong Sasha yang langsung membuat Dad Alvin menatap ke arah putrinya tersebut.
"Kau sudah tahu?" Sasha langsung mengangguk.
"Lalu karena itu kau mau saja saat Alle menyentuhmu-"
"Kami saling mencintai!" Sela Sasha memotong. Sasha yang awalnya menolak ide konyol Allegra ini juga tidak tahu, kenapa malah sekarang ganti mendukung dan ikut-ikutan berakting seolah memang sudah terjadi sesuatu di antara mereka berdua.
"Dan Alle juga begitu menyayangi Claire, Dad!"
"Alle yang bukan Dad kandung Claire menyayangi Claire melebihi ayah kandung Claire yang bahkan tak pernah peduli pada Claire," tutur Sasha dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Claire juga putriku, Sha!" Ucap Allegra bersungguh-sungguh seraya merangkul dan mengusap punggung Sasha. Sebuah adegan yang seolah sengaja ditunjukkan Allegra demi membuktikan keseriusannya pada Sasha.
"Apa ini sebuah karna dari perbuatan kita di masa lalu?" Gumam Dad Alvin bertanya pada Mom Ghea yang langsung menggeleng.
"Mereka saling mencintai," pendapat Mom Ghea lirih.
"Bukan aku yang menentang hubungan mereka di masa silam," sergah Dad Alvin seolah sedang mencari pembenaran atau mungkin sedang menyindir Mom Ghea yang dulu kekeh menentang hubungan Sasha dan Allegra hingga keduanya sama-sama menikah dengan orang lain, namun yang terjadi malah kekacauan yang benar-benar di luar dugaan. Mom Ghea langsung merengut mendengar sindiran sang suami.
"Aku dulu juga tak menentang sebenarnya! Tapi kemudian ada yang mengatakan kalau Sasha dan Allegra menikah,keluarga kita tak akan berkembang dan hanya itu-itu saja-" Papi Sean tak melanjutkan kalimatnya karena sudah mendapat tatapan horor dari Mami Rachel serta ancaman untuk tidur diluar malam ini.
"Baiklah, aku hanya bercanda, Sayang!" Papi Sean langsung merangkul Mami Rachel dengan mesra.
"Jadi kapan Alle bisa menikah dengan Sasha, Uncle?" Tanya Allegra menyela perdebatan para orang tua yang sibuk mencari siapa paling benar dan siapa yang salah.
Dad Alvin langsung melempar tatapan tajam ke arah Allegra.
"Tentu saja secepatnya! Apa harus menunggu sampai perut Sasha membuncit?" Jawab Dad Alvin bersungut yang langsung membuat Allegra refleks bersorak.
"Yess!"
"Apa maksudnya yess?" Tanya Dad Alvin dan Papi Sean serempak seraya menatap penuh curiga pada sikap Allegra tersebut.
"Apa?" Allegra pura-pura tak paham.
"Kau barusan bersorak dan bilang yess seolah baru saja menang lotre!"
"Kau senang karena sudah menghamili putriku dengan lancang, hah?" Cecar Dad Alvin berapi-api.
"Sudah, Vin! Seperti kau tak pernah melakukannya saja!" tegur Mom Ghea pedas dan Dad Alvin langsung diam.
Berbeda dengan Papi Sean yang malah terkekeh seolah sedang mengejek Dad Alvin.
"Kau juga! Tak perlu menertawakan Alvin begitu!" Tegur Mami Rachel yang langsung membuat Papi Sean ikut-ikutan diam dan merengut.
"Mbaksha!" Panggil Mbak Lina yang sudah kembali lagi dan membawa Claire yang menangis sesenggukan.
"Sepertinya Claire haus," lapor Mbak Lina selanjutnya.
"Sayang! Sini ikut Dad!" Allegra dengan cepat mengambil alih Claire dari gendongan Mbak Lina. Semuanya langsung kompak memperhatikan Allegra yang begitu daddyable saat menimang Claire.
"Kau obati dulu lukamu itu! Aku akan menyusui Claire!" Ujar Sasha seraya mengambil Claire dari gendongan Allegra.
Sasha langsung membawa Claire ke kamarnya di lantai atas dan Allegra hendak mengekori wanita itu. Namun kemudian, deheman dari semua orang membuat Allegra tak jadi mengekori Sasha.
"Abang jangan cari-cari kesempatan!" Celetuk Jasmine yang langsung membuat Allegra berdecak.
Allegra akhirnya kembali duduk di sofa dan membiarkan Mom Rachel mengobati hidungnya yang tadi berdarah karena bogem mentah Dad Alvin. Kedua keluarga itu juga sekalian membahas tentang rencana pernikahan Sashdan Allegra yang harus buru-buru dilaksanakan.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.