
"Mbak Lina masih belum pulang sampai sekarang. Nomornya juga tidak aktif," jelas salah satu anggota keluarga Mbak Lina saat keluarga Sasha menyambangi rumah Mbak Lina.
Raut kekecewaan langsung terlihat jelas di wajah Dad Alvin, Mom Ghea dan Ethan.
"Sasha dimana,Vin!" Mom Ghea sudah sangat khawatir sekarang.
"Kau sudah menghubungi Ruby, Ethan? Barangkali Sasha pulang ke rumah kita?" Tanya Dad Alvin pada Ethan yang langsung menggeleng.
Ethan juga sudah meminta Ruby nengecek ke teman-teman lama Sasha, Dad! Tapi tak ada satupun yang tahu mengenai Sasha. Sepertinya Sasha pergi ke kota lain dan tidak pulang ke rumah," ujar Ethan panjang lebar yang tentu saja langsung membuat Mom Ghea semakin putus asa.
"Seharusnya kita kemarin tak perlu membohongi Sasha dengan mengatakan kalau aku sedang sakit dan belum bisa datang kemari."
"Sasha pasti tidak mau pulang ke rumah karena dia berpikir aku benar-benar sedang sakit! Sasha pasti tak mau kita tahu tentang masalahnya!" Sergah Mom Ghea lagi emosi.
Kemarin saat Mom Ghea menelepon Sasha itu, Mom Ghea sengaja membuat skenario kalau dirinya belum bisa datang karena rencananya Mom Ghea, Dad Alvin, dan Ethan hendak memberikan kejutan ulang tahun pada Sasha.
Namun apa yang terjadi pada Sasha malah menjadi kejutan untuk Mom Ghea sekeluarga. Kini keluarga Sanjaya benar-benar tidak tahu Sasha ada dimana, bersama siapa, dan kondisinya bagaimana.
"Kandungan Sasha bagaimana, Vin! Mana HPL-nya Sasha sebentar lagi," isak Mom Ghea sekali lagi.
"Sasha pasti baik-baik saja, Mom!" Ethan langsung merangkul Mom Ghea dan berusaha mebenangkan Mom kandungnya tersebut.
"Kau dulu saat hamil Ethan dan memutuskan untuk kabur,h apa yang menjadi acuanmu, Ghe?" Tanya Dad Alvin yang malah melontarkan pertanyaan aneh.
"Apa maksudmu?" Tanya Mom Ghea bingung.
"Kasus Sasha kan mirip kasusmu waktu itu. Saat kau mendadak kabur dan menghilang, membawa Ethan di dalam kandunganmu."
"Aku hanya ingin menenangkan diri waktu itu!" Sergah Mom Ghea cepat.
"Dan aku sengaja pergi juga agar kau tak mencariku karena kau akan menikah dengan wanita lain waktu itu!" Sambung Mom Ghea lagi sedikit bersungut.
"Mungkin Sasha juga ingin menenangkan diri sekarang dan menghindari bertemuAndo," ujar Dad Alvin berpendapat.
"Lalu kenapa Sasha tak pulang ke rumah lalu menceritakan semuanya pada kita, Vin? Kenapa Sasha malah kabur begini?" Cecar Mom Ghea bingung.
"Seperti katamu di awal tadi, kalau Sasha tidak mau menambah beban pikiranmu, Ghe! Sasha berpikir kau sedang sakit, jadi Sasha pasti tidak mau membuatmu semakin banyak pikiran!" Terang Dad Alvin panjang lebar.
"Ini semua karena ide konyolmu, Ethan!" Gerutu Mom Ghea yang malah ganti mengomeli Ethan.
"Iya, Mom! Ethan ngaku salah!" Ucap Ethan akhirnya yang juga masih cemas tentang keberadaan Sasha.
"Sasha pasti akan pulang nanti setelah pikirannya tenang," ujar Dad Alvin berusaha optimis.
"Tapi apa tidak sebaiknya kita lapor polisi, Dad?" Usul Ethan pada sang Dad.
****
Enam bulan kemudian.
"Mbak!" Sasha mengetuk pintu sebuah rumah petak kecil di tengah pemukiman penduduk yang padat.
"Mbak Lina! Aku pulang!" Panggil Sasha lagi seraya mengacak rambut hitamnya yang kini Sasha pangkas pendek model shaggy layaknya seorang wanita tomboy.
Tak berselang lama, pintu dibuka dari dalam dan langsung terlihat Mbak Lina yang sedang menggendong Claire.
"Sudah pulang, Mbak Sha!" Sapa Mbak Lina.
"Claire rewel?" Tanya Sasha yang sudah dengan cepat melepas jaketnya, lalu masuk ke kamar mandi sebentar untuk mencuci tangan dan kaki serta wajahnya yang sedikit berkeringat. Baru satu pekan ini Sasha bekerja menjadi admin di sebuah toko baju online yang tak jauh dari kontrakannya.
Meskipun sebenarnya Sasha sudah menekuni usaha olshop dimana dirinya menjadi salah satu reseller dari olshop milik Mom Ghea. Tapi tentu saja Sasha memakai identitas Mbak Lina saat mendaftar jadi reseller agar Mom Ghea tidak curiga. Hampir dalam segala urusan, Sasha selalu menggunakan identitas Mbak Lina agar tak ada yang menemukan dirinya.
Mom Ghea punya keponakan seorang detektif yanng bernama Haezel Miga Biantara! Jadi bukan tak mungkin keluarga Sasha itu tengah mencari Sasha sekarang. Apalagi ini sudah enam bulan lebih sejak Sasha memutuskan kabur dan memulai hidup baru sebagai MbakSha di kota kecil ini.
Sasha rela melakukan pekerjaan apa saja demi bisa menyambung hidup serta memenuhi kebutuhan Claire dan membayar gaji Mbak Lina tentu saja.
"Nggak rewel, Mbak! Tapi minumnya banyak sekali dan persediaan ASIP Mbaksha tinggal sedikit," lapor Mbak Lina pada Sasha.
"Besok aku akan lebih rajin memompa ASI-ku," janji Sasha pada Mbak Lina dan juga pada dirinya sendiri.
"Tidak dibantu sufor saja, Mbak? Kan Mbaksha harus bekerja di luar sekarang," saran mbak Lina yang langsung membuat Sasha menggeleng. Harga sufor tidaklah murah. Jika Sasha memberikan sufor untuk Claire, Sasha mungkin tidak akan bisa membayar gaji Mbak Lina atau uang kontrakan. Sasha harus tetap berjuang memberikan ASI pada Claire sekalipun dirinya kini bekerja.
"Kenapa Mbaksha tidak pulang saja ke rumah Bu Ghea?" Tanya Mbak Lina akhirnya yang memang tak pernah berhenti menasehati Sasha.
"Tidak sekarang, Mbak!" Jawab Sasha yang masih bimbang.
"Tapi Bu Ghea dan Pak Alvin pasti cemas, Mbaksha! Mereka juga mungkin sedang kebingungan mencari Mbaksha sekarang." Ujar Mbak Lina yang hanya membuat Sasha membisu. Sasha masih belum selesai menyusui Claire, meskipun kini pikiran Sasha sedang bercabang kemana-mana.
Haruskah Sasha pulang sekarang dan menyelesaikan semua masalahnya?
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.