
Sasha hanya diam saat Ando sudah mulai bergerak di atasnya dengan intens. Sasha juga hanya membalas tatapan Ando sesekali dan wanita itu lebih banyak menejamkan mata, entah menahan rasa sakit atau entah menahan perasaan lain. Tapi yang pasti ini sedikit mengesalkan untuk Ando yang terbiasa dengan sikap aktif Sasha.
"Ando! Pelan-pelan!" Sasha mencengkeram kedua lengan Ando saat suaminya itu bergerak terlalu cepat. Lalu Ando akan sedikit menurunkan tempo gerakannya agar Sasha berhenti mengeluh.
Ya, benar-benar bukan permainan seperti yang Ando harapkan.
"Jangan dipegang! Sakit!" Keluh Sasha lagi saat jari Ando memainkan puncak gundukan miliknya. Ando berdecak dan ganti menjilat-jilatnya saja, hinggmembuat Sasha sedikit melenguh.
"Sudah belum?" Tanya Sasha seraya menggeliat, karena jilatan Ando di dadanya yang kini sudah berubah menjadi hisapan.
"Masih lama!" Jawab Ando yang sekarang ganti menggigit kecil ujung coklat di dada Sasha hingga membuat wanita itu menjerit.
"Sakit!" Keluh Sasha seraya merengut pada Ando yang malah tertawa tanpa dosa.
Ando mempercepat tempo gerakanya dan Sasha hanya menggigit bibir bawah saat akhirnya Ando berhasil mencapai pelepasannya. Ando langsung mencecap bibir Sasha cukup lama, lalu pria itu membalik tubuh Sasha.
"Tunggu! Kau mau apa?" Protes Sasha saat Ando hendak mengarahkan miliknya lagi ke dalam milik Sasha dengan posisi yang berbeda dari sebelumnya.
"Ronde kedua!" Jawab Ando tanpa dosa. Sasha langsung bangun dan turun dari atas ranjang.
"Maaf tapi aku sudah lelah, Ando! Dan perutku sedikit kontraksi tadi." Sasha membeberkan sejumlah alasan.
"Aku takut kandunganku kenapa-kenapa lagi jika kita lanjutkan ke ronde kedua. Kau tadi juga sudah keluar jadi aku rasa sudah cukup!" Sambung Sasha lagi seraya memunguti bajunya yang berserakan, lalu wanita itu berjalan masuk ke kamar mandi. Meninggalkan Ando yang kini mendengus kesal.
"Satu ronde saja?" Gumam Ando kesal.
"Kapan bayi itu lahir?" Gerutu Ando lagi bersamaan dengan ponsel miliknya yang berdering di atas nakas.
"Halo, selamat malam, Pak!" Sambut Ando sopan karena yang meneleponnya adalah atasan Ando di kantor.
"Ando, kau bisa menggantikan aku memenuhi undangan klien baru kita?"
"Klien baru? Maksud Bapak yang rencananya baru akan saya temui besok?" Tanya Ando memastikan.
"Iya! Dia mengadakan acara malam ini dan mengundangku. Tapi aku sedang berhalangan dan tak bisa datang. Kau bisa menggantikan aku, kan? Kerjasama ini sangat bagus untuk perusahaan kita, jadi harus ada yang datang memenuhi undangan malam ini agar tidak mengecewakan."
"Kau boleh mengajak istrimu."
"Baik, Pak! Saya akan datang." Jawab Ando seraya mengangguk cepat. Ando menutup telepon setelah sedikit berbasa-basi, lalu pria itu segera beranjak ke kamar mandi bersamaan dengan Sasha yang sudah selesai membersihkan diri.
"Bisa kau siapkan kemeja untukku? Bos menyuruhku datang ke acara malam ini," pinta Ando yang langsung membuat Sasha mengernyit.
"Acara perusahaan?"
"Ya! Kau mau ikut?" Tawar Ando yang langsung membuat Sasha menggeleng.
"Aku sedikit mual dan juga lelah. Maaf!" Ucap Sasha penuh sesal.
"Tidak apa! Aku akan pergi sendiri," Ando sudah mengusap kepala Sasha, lalu mengecup kening istrinya tersebut.
"Aku boleh pulang ke rumah Mom, kan?" Sasha menagih janji Ando.
"Bulan depan saja bagaimana? Mom juga kan masih bisa tinggal disini," Ando kembali mengungkapkan keberatannya.
"Tapi tadi kau sudah janji, Ando! Aku juga sudah menunaikan kewajibanku!" Sasha sudah merengut dan menggerutu kesal.
"Nanti saja kita bicarakan! Aku harus segera pergi ke acara!" Tukas Ando akhirnya yang sedang malas berdebat lagi dengan Sasha. Tadi senelummereka bercinta secara singkat saja mereka sudah berdebat. Dan selalu saja Ando yang harus mengalah di setiap perdebatan mereka. Menyebalkan!
Sasha tak menyahut dan wanita itu membuka lemari di dalam kamar, lalu menyiapkan baju Ando. Setelah semuanya siap, Sasha keluar dari kamar untuk menghampiri Mom Ghea yang sedang duduk santai di ruang tengah.
"Kau sudah baikan sekarang?" Mom Ghea mengusap lembut kepala Sasha, llau lanjut ke perut putrinya tersebut yang sudah mulai terlihat membulat.
"Mom pulang besok, ya!" Ujar Mom Ghea lagi melanjutkan kalimatnya.
"Tadi Ethan menelepon dan mengatakan kalau Dad-"
"Dad sakit?" Potong Sasha menebak.
"Dad hanya kurang sehat. Mungkin rindu pada Mom," Mom Ghea mengendikkan kedua bahunya seraya tertawa kecil.
"Masih saja bucin!" Ledek Sasha pada sang Mom.
"Mom sudah disini hampir sebulan, Sha! Dan kau serta calon cucu Mom juga sudah sehat," Mom Ghea kembali mengusap perut Sasha dan membujuk putrinya tersebut agar mau ditinggal.
"Tapi Sasha masih mau sama Mom. Sasha ikut pulang bareng Mom, ya!" Rengek Sasha manja.
"Lalu Ando bagaimana? Pekerjaan Ando kan ada disini."
"Ando sudah setuju, Mom! Tadi Sasha sudah bicara pada Ando," jawab Sasha sedikit mengarang.
"Bukan begitu, Ando?" Lanjut Sasha lagi bertanya pada Ando yang baru keluar dari kamar.
"Apa?" Tanya Ando bingung.
"Kau sudah setuju aku pulang ke rumah Mom, kan?" Sasha memperjelas pertanyaannya dan Ando terlihat bingung untuk menjawab. Tentu saja Ando bingung karena ada Mom Ghea yang ikut menunggu jawaban dari Ando.
"Mmmm iya, Sayang! Tapi bukan minggu ini karena aku ada pekerjaan penting dan belum bisa mengambil cuti." Ando akhirnya menemukan alasan yang tepat.
"Aku akan pulang bersama Mom, lalu kau bisa menyusul setelah pekerjaanmu sedikit longgar. Dad sedang kurang sehat dan Mom harus segera pulang," Sasha tak mau kalah memberi alasan.
Dasar sialan!
"Sasha!" Mom Ghea sedikit menegur sang putri yang keras kepala. Namun Sasha sepertinya tetap keras kepala dan tak mau mengalah.
"Pokoknya aku mau tetap pulang bersama Mom, Ando!" Tegas Sasha sekali lagi yang hanya mampu membuat Ando mendengus pada istrinya tersebut.
"Kau mau kemana, Ando?" Tanya Mom Ghea mengalihkan pembicaraan, setelah wanita paruh baya tersebut memindai penampilan rapi Ando.
"Ada acara perusahaan, Mom! Tadinya Ando mau mengajak Sasha, tapi-"
"Sasha sedang lelah dan ingin dirumah saja," sela Sasha memotong kalimat Ando.
"Kau temani Ando dulu ke acara, Sasha!" Bujuk Mom Ghea lembut. Namun Sasha kekeh menggeleng.
"Sasha lelah dan mau tidur, Mom!" Sergah Sasha yang akhirnya bangkit dari sofa, lalu masuk ke dalam kamar dan membanting pintu.
"Sasha sedikit sensitif sejak hamil, Ando! Semoga kau mau bersabar menghadapinya," ucap Mom Ghea penuh harap pada Ando.
"Iya, Mom!"
"Ando pergi dulu, karena ini sudah terlambat," pamit Ando selanjutnya pada Mom mertuanya tersebut. Ando akhirnya pergi sendiri ke acara malam ini meninggalkan Sasha yang keras kepala dan memaksa ingin pulang ke rumah Mom dan Dad-nya.
Ada apa sebenarnya dengan Sasha?
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.