
"Lusa kau dan Sasha sudah menikah. Jadi sabar saja, Alle!" Ujar Papi Sean saat Allegra meminta izin untuk 'meminjam' Claire saru hari saja pada krluarag Sanjaya. Allegra sudah kangen berat pada aroma khas dari bayi enam bulan tersebut.
"Kau bisa video call kalau kangen pada Claire," timpal Mami Rachel memberikan saran.
"Alle tidak bisa mencium Claire sscara langsung kalau cuma video call, Mi!" Sergah Allegra beralasan.
"Perasaan nikahnya sama Kak Sasha. Tapi kenapa bucinnya sama Claire, ya?" Ledek Jasmine yang sudah ikut bergabung bersama keluarganya tersebut.
"Iya Claire dan Sasha kan memang satu kesatuan!" Jawab Allegra beralasan.
"Halo, Sean! Ada apa?"
"Allegra kangen berat pada Claire, Vin! Apa boleh, kami membawa Claire ke rumah satu hari ini saja?" Permintaan Papi Sean pada Dad Alvin langsung menarik perhatian Allegra. Pria itu bergegas mendekat ke arah sang papi dan minta pada pria paruh baya tersebut untuk menyalakan loudspeaker.
"Allegra tidak boleh ke rumah sebelum hari H pernikahan. Itu perjanjian kita kemarin."
"Biar Jasmine dan Rachel yang datang menjemput Claire," Papi Sean tak kehabisan akal.
"Aku akan tanya pada Sasha dulu. Nanti aku kabari lagi."
"Baiklah, aku tunggu!" Pungkas Papi Sean sebelum kemudian telepon terputus.
Wajah Allegra langsung terlihat sumringah.
"Sasha pasti memberikan izin," ucap Allegra penuh keyakinan.
"Kau bisa ke kantor dulu kalau begitu. Ada meeting penting," ujar Papi Sean pada sang putra.
"Tapi Uncle Alvin belum memberikan keputusan, Dad!" Tolak Allegra beralasan.
"Iya makanya, sembari menunggu keputusan Alvin, silahkan ke kantor dulu, Allegra!" Ucap Papi Sean sekali lagi dengan nada tegas.
"Nanti Mami kabari kalau Claire sudah boleh dibawa kesini." Mami Rachel ikut-ikutan membujuk Allegra.
"Kerja dulu, Bang! Biar bisa beli susu sama diapers buat Claire dan adiknya Claire nanti!" Timpal Jasmine dengan nada meledek tentu saja.
"Nah, benar itu kata Jasmine!" Tukas Papi Sean yang langsung membuat Allegra berdecak.
"Baiklah! Alle akan ke kantor menghadiri meeting!" Allegra akhirnya menyanggupi perintah dari Papi Sean karena semua menyuruhnya ke kantor. Dasar tidak pengertian!
"Tapi nanti Mom janji untuk segera telepon Alle jika Claire boleh dibawa kesini, ya!" Pesan Allegra seraya merangkul Mami Rachel.
"Iya!"
"Sudah, cepat ke kantor sana, Allegra!" Usir Papi Sean seraya melepaskan rangkulan Allegra pada Mami Rachel. Sepertinya ada yang sedang cemburu!
****
"Kok udah besar, sih? Perasaan baru dua hari nggak ketemu?" Tanya Jasmine merasa gemas pada Claire yang masih digendong oleh Mom Ghea.
Dad Alvin akhirnya memberikan izin pada keluarga Kyler untuk membawa Claire satu hari ini ke rumah mereka. Namun tentu saja yang boleh datang menjemput Claire hanya Mami Rachel dan Jasmine. Dan Allegra juga belum diberitahu karena pria itu masih di kantor.
"Ini perlengkapan Claire dan ASIP untuk Claire, Aunty," ujar Sasha seraya mengangsurkan satu tas yang cukup besar pada Mami Rachel.
"ASI kamu masih keluar?" Tanya Mami Rachel yang terlihat khawatir.
"Masih, Aunty! Masih lancar malahan," jawab Sasha santai.
"Sudah konsultasi ke dokter soal kamu yang masih menyusui Claire, Sha? Kamu kan sedang hamil juga!" Tanya Mami Rachel lagi yang langsung membuat Sasha ingat tentang karangan indah Allegra itu.
Sasha yang tadinya bingung kenapa Mami Rachel bertanya perihal ASI Sasha dan terlihat begitu khawatir, akhirnya menemukan jawaban dan langsung meringis.
"Kata dokter tidak apa-apa selagi asupan nutrisi Sasha cukup, Aunty," jawab Sasha akhirnya ikut-ikutan Allegra mengarang indah.
"Sasha makannya lahap dan sepertinya tidak ngidam di kehamilannya kali ini, Rachel! Jadi tak perlu khawatir!" Timpal Mom Ghea meyakinkan Mami Rachel.
"Syukurlah kalau begitu!" Ucap Mom Rachel seraya mengusap perut Sasha.
Astaga!
Sepertinya Sasha harus secepatnya membahas hal ini bersama Allegra!
Pria itu benar-benar sudah menipu semua orang!
"Allegra kangen berat pada Claire, Ethan! Jadi kami akan membawa Claire ke rumah satu hari ini, dan mengantarnya pulang sore nanti," terang Aunty Rachel pada Ethan.
"Ruby kira Allegra bucinnya sama Sasha, Aunty! Ternyata sama Claire juga," kekeh Ruby yang langsung membuat Sasha sedikit bersungut.
"Dari dulu memang lebih bucin ke Claire ketimbang ke Sasha, Kak!"
"Cemburu!" Ledek Ethan pada sang adik.
"Sedikit."
"Tapi setidaknya hari ini Sasha bisa pergi ke salon bersama Kak Ruby," ujar Sasha menghibur diri sendiri.
"Jasmine boleh ikut, Kak?" Tanya Jasmine antusias.
"Boleh!" Jawab Sasha santai.
"Hmmm, tadi bilangnya kesini mau jemput Claire, sekarang mau lanjut nyalon juga?" Cibir Mami Rachel yang langsung membuat semuanya tertawa.
"Kan sekalian menjalin keakraban bersama kakak ipar dan menjaga calon keponakan Jasmine juga, Mi!" Seloroh Jasmine beralasan seraya mengusap perut Sasha.
Ya ampun!
Semuanya sudah sangat berharap ternyata!
"Iya, iya! Pergi sana!" Ujar Mami Rachel akhirnya.
"Kita ajak Kak Alsya dan Vivian sekalian, Kak!" Usul Sasha pada Ruby.
"Aku telepon mereka dulu," ujar Ruby yang langsung sibuk pada ponselnya dan melupakan Ethan yang hendak berangkat bekerja.
Dasar!
"Aku langsung pamit saja, Ghe!" Ujar Mami Rachel akhirnya seraya mengambil alih Claire dari gendongan Mom Ghea.
"Iya! Nanti kalau Claire rewel atau ada apa-apa telepon saja, dan kami akan menjemputnya," pesan Mom Ghea pada sepupu sekaligus calon besannya tersebut.
"Mau ketemu Dad, ya? Seneng banget kayaknya," Sasha mencium wajah sang putri sebelum dibawa oleh Mami Rachel.
Tak berselang lama, mobil yangembawa Mami Rachel dan Claire sudah melaju meninggalkan kediaman Sanjaya.
****
"Halo, Mi! Bagaimana? Claire boleh dibawa ke rumah?" Tanya Allegra tak sabar saat Mami Rachel menghubunginya via video call.
"Lihat sendiri!" Mami Rachel mengarahkan kameranya ke arah Claire yang sibuk bubbling.
"Aaaa! Putri Dad akhirnya ke rumah! Dad pulang sebentar lagi, Sayang!"
"Mmmmuah!" Allegra mencium gemas layar ponselnya, lalu bergegas keluar dari ruang kerjanya.
Namun tanpa dinyana dan diduga, Allegra malah menabrak seseorang saat ia baru keluar dari ruangan. Seseorang yang benar-benar tidak ingin Allegra lihat wajahnya saat ini.
"Alle, Sayang!"
Dasar brengsek!
Kenapa wanita keparat ini bisa ada disini?
.
.
.
Berhubung kemarin banyak yang nanyain 😌😌
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.