Sasha & Allegra

Sasha & Allegra
HAL LAIN?



Sasha sudah selesai mengganti diapers Claire dan kini kedua mata bayi Sasha itu terlihat bening tanpa rasa kantuk sedikitpun. Bagaimana mau mengantuk, kalau sejak pulang dari rumah sakit tadi Claire terus saja tidur dan baru bangun pukul delapan malam. Sepertinya Claire akan mengajak Sasha begadang malam ini.


"Hai, Putri Daddy! Sudah bangun, ya!" Sapa Allegra yang sudah ikut masuk ke dalam kamar dan menghampiri Sasha serta Claire.


"Katanya banyak pekerjaan?" Tanya Sasha mengingatkan Allegra.


"Sudah beres semua! Aku mau main bersama Claire!" Jawab Allegra seraya mengangkat Claire dari atas tempat tidur.


"Cepat sekali mengerjakannya?" Gumam Sasha curiga.


"Karena ada Claire! Jadi aku lebih semangat," jawab Allegra yang langsung membuat Sasha mencibir. Bucinnya Allegra pada Claire sepertinya sudah masuk tahap akut.


"Ciluk, ba!" Allegra yang sudah ganti meletakkan Claire di sofa, mengajak bayi enam bulan itu bermain cilukba. Benar-benar langsung mengingatkan Sasha pada mimpinya tempo hari. Aneh!


"Dia biasa begadang saat malam?" Tanya Allegra pada Sasha yang masih sibuk dengan lamunannya.


"Apa?" Sasha balik bertanya karena tak fokus pada pertanyaan Allegra.


"Claire biasa begadang saat malam?" Allegra mengulangi pertanyaannya.


"Hanya kadang-kadang."


"Kalau sore tidurnya lama seperti hari ini, berarti malamnya begadang," terang Sasha yang langsung membuat Allegra mengangguk.


"Nanti main sama Dad, ya!" Ucap Allegra seraya mencium gemas pipi Claire kiri dan kanan hingga membuat bayi itu tertawa lucu.


"Kau harus kerja besok, Alle! Tak perlu menemani Claire begadang!" Ujar Sasha mengingatkan Allegra. Sasha sudah ikut duduk di sofa dan sesekali mengajak Claire berbicara juga agar bayi itu ikut berceloteh.


"Claire saja tidak melarangku menemaninya. Kenapa malah kau yang protes?" Sergah Allegra yang langsung membuat Sasha memutar bola matanya. Masih saja Allegra yang menyebalkan seperti dulu saat mereka baru pertama kali bertemu.


"Tidak ada camilan di rumah. Kau mau aku belikan apa untuk menemani begadang nanti? Ibu menyusui kan biasanya lapar malam-malam," tanya Allegra perhatian.


"Ada air putih, kan? Aku biasa minum air putih kalau malam-malam lapar," jawab Sasha jujur.


Allegra langsung menatap Sasha dengan aneh setelah mendengar jawaban dari wanita tersebut.


"Pantas saja badanmu kurus begitu!" Allegra berdecak, lalu menggendong Claire dan membawanya keluar dari kamar.


"Claire mau dibawa kemana, Alle?" Tanya Sasha yang dengan sigap mengekori Allegra yang masih menggendong Claire. Rupanya Allegra membawa Claire ke sofa ruang tengah dan mengajaknya duduk di sana.


"Claire belum tidur, Pak?" Tanya Mbak Lina yang sepertinya baru selesai membereskan dapur.


"Belum!" Jawab Allegra.


"Mbak Lina kalau pekerjaannya sudah selesai, langsung istirahat saja! Nanti saya dan Sasha yang menjaga Claire," lanjut Allegra yang langsung membuat Mbak Lina mengangguk.


"Baik, Pak Alle! Saya permisi dulu!" Pamit Mbak Lina akhirnya sebelum kemudian asisten rumah tangga itu masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Kini hanya tinggal Sasha, Allegra dan Claire tentu saja yang lengket di dalam dekapan Allegra.


"Tidur sana kalau mengantuk!" Usir Allegra pada Sasha yang menguap lebar.


"Lalu yang menjaga Claire siapa?" Tanya Sasha yang hendak mengambil Claire dari dekapan Allegra, namun langsung disentak oleh pria itu. Sasha akhirnya hanya mengusap-usap punggung Claire yang sibuk bubbling seraya menyender ke dada Allegra. Kaus Allegra mungkin juga sudah basah terkena air liur Claire sekarang!


"Aku yang akan menjaganya!" Jawab Allegra santai.


"Sana tidur!" Usir Allegra lagi.


"Baiklah! Kau yang memaksa!" Sadha akhirnya bangkit berdiri bersamaan dengan bel yang berbunyi. Siapa yang bertamu malam-malam begini?


"Kau ada janji dengan seseorang?" Tanya Sasha seraya menatap pada Allegra.


"Itu kurir makanan! Aku tadi memesan camilan untukmu karena tidak bisa keluar."


"Kau ambil dulu sana, lalu tidur!" Titah Allegra pada Sasha yang hanya membulatkan bibirnya. Sasha bergegas membuka pintu depan untuk mengambil makanan yang dikirimkan oleh kurir, lalu kembali masuk dan meletakkannya di meja makan.


"Aku akan tidur sebentar, Alle!" Pamit Sasha yang sudah kembali menguap lebar.


"Nanti kalau Claire menangis atau minta ASI, tolong bangunkan aku! Tapi biasanya aku akan refleks bangun saat Claire menangis," Cerocos Sasha yang sama sekali tak ditanggapi oleh Allegra karena pria itu sibuk bercengkerama dengan Claire.


Baiklah!


Sasha akan menganggap Allegra menjawab iya.


Sasha melanjutkan langkahnya menuju ke kamar Allegra, lalu wanita itu segera merebahkan tubuhnya ke atas kasur dan tak butuh lama, Sasha sudah langsung terlelap.


Sasha terbangun saat jam menunjukkan pukul dua dinihari, karena mendengar tangisan Claire. Allegra sendiri sudah terlelap di samping Claire dan sepertinya tak mendengar tangisan Claire.


Jam berapa pria ini tadi tidur?


Apa Claire sudah tidur juga?


Sasha tak terlalu memikirkannya dan langsung menyusui Claire sebelum bayinya itu menangis kencang.


"Kalau menyusui jangan sambil tidur, Sha!" Tegur Allegra yang ternyata belum tidur.


Sasha yang tadi menyusui sambil memejamkan mata, akhirnya kembali membuka mata.


"Aku hanya menejamkan mata sebentar dan tak tidur," ujar Sasha menyangkal kalimat Allegra.


"Hanya memejamkan mata, tapi nanti ketiduran!"


"Bahaya!" Sergah Allegra menatap tegas pada Sasha.


Siapa memangnya pria itu?


Mengatur-atur Sasha dan selalu saja sok tahu!


"Aku pikir kau sudah tidur," Sasha mengalihkan pembicaraan sekaligus rasa kesalnya pada Allegra yang selalu sok tahu.


"Tadinya memang aku sudah tidur, setelah Claire tidur. Lalu aku mendengar Claire menangis," cerita Allegra yang hanya membuat Sasha mengangguk.


"Kau bisa tidur di kamar lain agar tak terganggu dengan tangisan Claire," saran Sasha yang langsung ditolak oleh Allegra.


"Aku mau tidur bersama putriku," ujar Allegra yang tangannya sudah mengusap punggung Claire. Saat ini posisi Claire memang berada di tengah-tengah diantara Sasha dan Allegra.


"Lalu apa matamu akan terus melotot saat melihat pay*daraku begitu?" Tanya Sasha blak-blakan merujuk pada tatapan Allegra yang sejak tadi memang fokus menatap ke arah dada Sasha yang sedang dihisap oleh Claire.


"Aku sedang memperhatikan cara Claire menyusu dan memastikan juga agar pay*dara besarmu itu tak menutupi hidung mungil Claire," sergah Allegra menyangkal tuduhan Sasha.


"Modus sekali!" Cibir Sasha yang langsung membuat Allegra terkekeh.


"Kenapa juga tak kau tutupi," Allegra kembali beralasan.


"Claire protes! Bagaimana aku mau menutupinya," sergah Sasha sedikit kesal. Sasha akhirnya menutupi benda kenyal tersebut dengan telapak tangannya. Namun seperti kata Sasha tadi, kalau Claire langsung tak terima dan berusaha menyingkirkan tangan Sasha.


"Claire tidak akan tidur jika kau terus mengoceh," ujar Allegra yang lagi-lagi selalu sok tahu.


"Kau yang membuatku terus mengoceh!" Jawab Sasha geregetan.


"Pergi dan tidur di kamar lain sana!" Usir Sasha sekali lagi.


"Sudah kubilang, aku mau tidur bersama putriku," jawab Allegra tetap keras kepala.


Terserah saja!


"Lagipula, aku hanya akan tidur disini dan mengusap punggung Claire. Aku tak akan melakukan hal lain," sambung Allegra lagi.


"Hal lain?" Kedua alis Sasha saling bertaut.


"Hal lain," Allegra mengerling nakal pada Sasha dan Sasha langsung mendengus tak percaya pada Allegra yang ternyata pikirannya tetap saja mesum.


Dasar!


Sasha dan Allegra sudah saling diam saat Claire mulai memejamkan mata. Namun suara tak terduga malah terdengar dari perut Sasha sekarang.


"Kruuuk!"


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.