Sasha & Allegra

Sasha & Allegra
SOMETHING



"Sasha angkat telepon dulu, Mi!" Izin Sasha seraya memberikan Claire pada Mami Rachel yang hanya mengangguk. Tadi Sadha dan Mami Rachel memang sedang ngobrol berdua sembari bercengkerama bersama Claire.


"Halo, Jasmine! Kenapa belum pulang?" Tanya Sasha to the point pada sang adik ipar yang memang belum tiba di rumah.


"Kak, Mami ada di rumah?" Suara Jasmine terdengar takut-takut.


"Ada. Sedang bermain bersama Claire. Mau bicara?"


"Tidak! Tidak!"


"Ada apa? Kau sepertinya sedang ada masalah?" Tanya Sasha penuh selidik.


"Mmmmmm. Jasmine tadi nggak sengaja nyenggol motor orang pas pulang dari kampus, Kak! Trus sekarang Jasmine di rumah sakit karena mereka ada sedikit luka."


"Kak Sasha bisa kesini, nggak? Temani Jasmine menyelesaikan masalah ini dan bujuk mereka buat menyelesaikan secara kekeluargaan?"


"Tapi tolong jangan kasih tahu Mami!" Suara Jasmine terdengar memelas di ujung telepon.


"Di rumah sakit mana?" Tanya Sasha akhirnya merasa iba pada sang adik ipar yang mungkin sekarang sedanv gemetaran disana.


"Jasmine kirim alamatnya!"


"Yaudah, aku kesana bentar lagi!" Pungkas Sasha sebelum kemudian wanita itu menutup telepon. Sasha kembali menghampiri Claire dan Mami Rachel, lalu meminta izin untuk pergi sebentar. Sadha beralasan sedang ada keperluan bersama Kak Ruby dan Mami Rachel langsung memberikan izin.


"Mommy pergi dulu, ya! Jangan nakal sama Omi!" Pamit Sasha seraya menciumi Claire yang langsung tergelak.


"Hati-hati, Sha!" Pesan Mami Rachel.


"Iya, Mi!"


****


"Sekali lagi saya mewakili adik saya minta maaf, Pak!"


"Semua biaya pengobatan dan perbaikan motor bapak akan kami tanggung, tapi saya rasa tidak perlu membawa masalah ini ke jalur hukum." Ucap Sasha panjang lebar pada pria paruh baya yang tadi Jasmine serempet motornya.


"Baiklah. Tapi lain kali hati-hati, Mbak!" Pesan bapak tersebut pada Jasmine.


"Iya, Pak! Lain kali saya akan hati-hati dan fokus saat mengemudi," jawab Jasmine cepat.


"Bapak mau kami antar pulang sekalian?" Tawar Sasha selanjutnya pada bapak tua tersebut.


"Saya pulang sendiri saja, Mbak!" Tolak bapak tua tadi.


"Oh, ini ongkos buat naik taksi kalau begitu, Pak!" Jasmine mengangsurkan beberapa lembar uang pada sang bapak tua.


"Saya naik angkot pulangnya, Mbak! Nanti kalau naik taksi mabuk!" Jawab bapak tua tadi yang langsung membuat Sasha dan Jasmine tertawa kecil.


"Saya udah bilang ke orang bengkel dan nanti motor Bapak akan diantar ke rumah. Mungkin besok baru selesai diperbaiki." Ujar Jasmine selanjutnya menjelaskan pada bapak tua tersebut.


"Sekali lagi saya minta maaf, Pak!" Ucap Jasmine sekali lagi seraya menangkupkan kedua tangannya di depan dada.


"Iya, Mbak! Saya langsung pamit pulang. Selamat siang!"


"Siang, Pak!" Jawab Jasmine dan Sasha kompak.


"Fiuuuh!" Jasmine segera menarik nafas lega setelah kepergian bapak tadi.


"Mikirin apa, sih? Nyetir sampai nggak fokus?" Cecar Sasha pada sang adik ipar.


"Nggak ada!" Jawab Jasmine seolah sedang menutupi sesuatu.


"Ada! Itu kelihatan!" Cibir Sasha sok tahu.


"Lagi patah hati?" Tebak Sasha lagi.


"Nggak juga! Patah hati kan kalau udah jadian. Kalau statusjya belum jadian,namanya bukan patah hati," Jasmine mulai berteori.


"Hmmm, pasti cowok yang kamu taksir ternyata jadian sama cewek lain," tebak Sadha yang langsung membuat Jasmine menghentikan langkahnya sejenak, lalu merengut pada kakak iparnya tersebut.


"Kak Sasha cenayang, ya? Kok bisa tahu?"


Sasha langsung tergelak, dan Jasmine semakin merengut.


"Kakak gitu! Malah aku diketawain!" Rengut Jasmine tak terima.


"Yaudah! Cowok masih banyak, Jasmine! Nanti kakak cariin yang lebih ganteng dan sayang sama kamu," janji Sasha seraya merangkul sang adik ipar.


"Mau cari dimana memangnya? Ada yang buang, gitu?" Jasmine sedikit berkelakar dan Sasha kembali tergelak, saat kemudian dua pria yang menggendong seirang gadis kecik dan berpapasan dengan Sasha serta Jasmine membuat Sasha menghentikan tawanya.


"Kenapa, Kak?" Tanya Jasmine heran karena Sasha yang langsung berbalik dan mengamati dua pria tadi.


"Kayak kenal sama gadis kecil yang digendong pria barusan," ucap Sasha sedikit bergumam.


"Mirip aja mungkin."


"Enggak! Aku hafal sama gaunnya. Itu seperti punya...." Sasha terlohat mengingat-ingat.


"Sunny!" Sasha akhirnya ingat dan langsung menggeret tangan Jasmine untuk menyusul dua pria yang sudah menghilang ke dalam UGD tadi.


Siapa dua pria asing tadi dan kenapa mereka membawa Sunny ke UGD? Mereka baru saja melakukan sesuatu pada Sunny? Atau mereka mau menculik Sunny?


"Maaf, Bu! Ada keperluan apa?" Tanya seorang perawat yang langsung menghentikan langkah Jasmine dan Sasha di depan UGD.


"Saya mencari seorang anak yang tadi dibawa dua pria masuk ke dalam, Sus!"


"Anak kecil, sepuluh tahun, rambutnya lurus panjang pakai gaun princess!" Sasha menyebutkan ciri-ciri Sunny dengan lengkap, saat kemudian salah satu tirai di ruangan UGD disibak oleh pria yang tadi membawa Sunny.


"Nah, itu!" Sasha menunjuk ke arah bed perawatan dimana Sunny sudah terbaring tak sadarkan diri.


"Sunny!" Sasha langsung mendekat ke bed perawatan Sunny dan memeriksa gadis kecil itu dari ujung kaki hingga ujung kepala. Sedangkan Jasmine hanya diam menyaksikan.


"Sunny baik-baik saja, Kak?" Tanya Jasmine memastikan karena Sasha terlihat begitu khawatir. Sependek pengetahuan Jasmine, Sunny ini adalah cucu dari tetangga depan rumah Dad Alvin dan sering menemani Claire juga saat Claire berkunjung ke rumah Dad Alvin dan Mom Ghea.


"Maaf, kalian siapa?" Tanya salah satu dari pria yang yadi membawa Sunny pada Sasha yang raut wajahnya sudah berubah galak.


"Kalian itu yang siapa? Kenapa membawa-bawa keponakanku ke UGD tanpa memberitahu keluarganya? Habis kalian apakan Sunny sampai dia tidak sadar diri begini?" Cerocos Sasha seraya mendelik-delik pada dua pria di depannya.


Eh, Sunny keponakan Sasha memangnya?


Tapi kan Sunny keponakan Ruby.


Lalu Ruby kakak ipar Sasha. Jadi anggap saja begitu!


"Awas!" Sasha hendak menggendong Sunny dan membawa keponakan kak Ruby itu pergi. Namun sedikit kesulitan karena ada selang infus di tangan Sunny.


"Jasmine! Jangan hanya diam dan bantu aku membawa infus Sunny!" Perintah Sasha pada Jasmine yang hanya diam mematung. Dasar Jasmine!


"Kau mau membawa Sunny kemana? Dia sedang tidur!" Salah satu pria mencegah Sasha yang masih memaksa untuk menggendong Sunny.


"Membawanya pindah dari sini! Aku akan melaporkan kalian berdua pada Uncle Juna dan Aunty Lily!" Ancam Sasha pada dua pria tersebut.


"Ups! Apa itu nama calon mertuamu, Naka?" Celetuk pria satunya dengan nada usil yang sukses membuat Sasha mengernyit bingung.


Calon mertua?


Siapa sebenarnya dua pria ini?


"Kalian ini siapa sebenarnya?" Tanya Sasha akhirnya yang sekarang berubah penasaran.


Namun belum sempat dua pria itu menjawab, Kak Alsya yang merupakan mama kandung Sunny tiba-tiba sudah datang dan menegur Sasha.


"Sasha! Kau sedang apa disini?"


"Kak Alsya!" Sasha sedikit meringis dan tak jadi menggendong Sunny.


"Mau membawa Sunny kemana?" Tanya Alsya lagi seraya membantu Sasha yang sudah kembali meletakkan Sunny ke atas bed perawatan.


"Kak Alsya sendiri darimana? Kenapa membiarkan Sunny bersama dua pria asing ini? Masih bagus Sasha tadi melihat Sunny saat mereka membawa Sunny masuk ke rumah sakit. Kalau Sunny diapa-apain sama mereka bagaimana?" Cecar Sasha pada kakak dari Kak Ruby tersebut


"Sunny mendadak sakit dan aku sedang mengurus kue untuk acara pertunangan putra sulung keluarga Alexander. Dia Naka Alexander dan dia bukan orang jahat! Dia kenal baik dengan aku dan Sunny!" Jelas Alsya panjang lebar yang langsung membuat Sasha membulatkan bibirnya. Berbeda dengan Jasmine yang hanya menahan tawa.


"Diam kau!" Sasha yang kesal, memukul pundak Jasmine yang malah menertawakannya. Puas sekali sepertinya adik ipar Sasha itu!


"Kan Jasmine udah bilang tanya dulu baik-baik dan jangan pakai emosi!" Celetuk Jasmine yang tentu saja langsung membuat Sasha merengut.


"Jadi mereka ini temannya Kak Alsya?" Tanya Sasha akhirnya, memastikan sekali lagi. Sasha menatap pada dua pria yang sempat ia omeli habis-habisan tadi. Memalukan sekali!


"Iya, namanya Naka dan itu temannya," Jawab kak Alsya tegas seraya menyebutkan nama temannya.


"Yaudah! Sasha dan Jasmine akan pulang saja!" Ucap Sasha akhirnya menahan rasa malu pada dua teman Kak Alsya tersebut. Sasha juga menggeret tangan Jasmine saat kemudian adik iparnya itu malah berceletuk,


"Minta maaf dulu, Kak!"


"Iya, Ish! Dasar bawel! Mirip abang kamu!" Sasha sedikit bersungut pada Jasmine. Tapi kenapa juga Sasha membawa-bawa Allegra? Memangnya Allegra bawel?


Sedikit! Hahahaha!


Sasha berdehem kecil sebelum minta maaf pada Naka dan temannya.


"Jadi, Om-"


"Om!" Teman Naka sontak tergelak saat Sasha memanggil Naka Om. Pun dengan Kak Alsya yang ikut tergelak. Terang saja hal itu membuat Sasha mengernyit bingung.


Salah panggil memangnya? Tapi kelihatannya masih seusia juga dengan Sasha. Kenapa Sasha malah memanggilnya Om?


"Panggil abang!" Bisik Jasmine seraya menyenggol pundak Sasha.


"Iya! Sorry, sorry! Maksud aku, Abang! Aku minta maaf karena sudah menuduh sembarangan!" Sasha mengulangi permintaan maafnya.


"Jasmine juga minta maaf Abang Naka dan Abang?" Jasmine menatap pada teman Naka sembari mengernyit penuh tanya karena tidak tahu nama pria itu.


"Juan!" Jawab teman Naka tersehut dengan suara lembut yang sepertinya dibuat-buat.


Ck! Sepertinya ada something!


"Oh, iya, Jasmine minta maaf Abang Juan! Udah bikin rusuh gara-gara kakak ipar Jasmine yang rada somplak ini," Jasmine sedikit berbisik sembari menunjuk ke arah Sasha.


Dasar adik ipar kurang ajar!


Bisa-bisanya ghibah terang-terangan di depan Sasha!


"Kurang ajar kamu! Kenapa ngatain aku somplak?" Sasha refleks menoyor kepala Jasmine karena kesal.


"Udah, Sya! Jangan rusuh!" Kak Alsya memperingatkan Sasha yang langsung meringis.


"Iya, Kak! Sorry!"


"Tapi ngomong-ngomong inisial nama kita kok sama, sih, Jasmine? Statusnya masih J juga nggak?" Tanya Juan kepo yang langsung berhadiah toyoran dari Naka.


Sasha ganti menahan tawa melihat gombalan receh Juna pada adik iparnya. Ternyata benar-benar ada something!


"Hah? Status J apaan, Bang?" Tanya Jasmine yang terlihat bingung.


"Jomblo! Polos amat kamu!" Sasha menyenggol pundak Jasmine sekaligus memberitahu.


"Oh," Jasmine terlihat tersipu.


"Udah ayo pulang!" Ajak Sasha selanjutnya pada Jasmine yang masih tersipu. Dasar Jasmine!


Sasha dan Jasmine sudah melangkah ke pintu ruang UGD, saat kemudian Sasha ingat pada satu hal. Wanita itu lalu menghentikan langkahnya sejenak dan menoleh ke arah Kak Alsya,


"Ngomong-ngomong, calon papanya Sunny yang mana, Kak Alsya?" Tanya Sasha usil meskipun sebenarnya Sasha sudah bisa menebak kalau pria bernama Naka tadi yang sepertinya adalah pacar Kak Alsya. Dan telunjuk Juan yang mengarah kepada Naka semakin memperjelas tebakan Sasha.


"Akan Sasha sampaikan saat pertemuan keluarga besok malam!" Seru Sasha seraya menarik tangan Jasmine dan mengajak gadis itu berlari meninggalkan ruang UGD serta Alsya yang berusaha mengejarnya.


"Sasha! Jangan ember!" Masih bisa Sasha dengar seruan Kak Alsya yang tak berhasil mengejarnya karena Sasha dan Jasmine sudah dengan cepat menghilang ke tempat parkir.


"Senang banget kayaknya, Kak?" Tanya Jasmine heran denagn nafas yang masih ngos-ngosan karena diajak lari oleh Sasha.


"Iyalah! Akhirnya Kak Alsya punya calon papa juga untuk Sunny setelah sekian lama sendiri. Uncle Juna pasti akan senang mendengarnya," jawab Sasha yang nafasnya juga masih ngos-ngosan. Dua wanita itu kini sudah masuk ke dalam mobil Sasha.


"Ayo pulang!" Pungkas Sasha sembari melajukan mobilnya dan meninggalkan kawasan rumah sakit.


.


.


.


Sambungan dari " Queen of Alexander's" bab 44-45


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.