Sasha & Allegra

Sasha & Allegra
PENGALAMAN



"Ck!" Alsya terlihat berdecak dan sepertinya tak senang melihat kedekatan Sunny dan Naka yang akhir ikut bergabung di halaman belakang.


"Sudah cocok jadi papanya Sunny, Kak!" Ujar Sasha yang sudah menghampiri Kak Alsya sembari menyodorkan segelas minuman. Ruby, dan Vivian ikut mebdekat ke arah Sasha dan Alsya.


"Papi dan Mami juga sudah memberikan lampu hijau, Kak! Apalagi yang mengganjal?" Tanya Ruby bingung.


Sejak perceraiannya dengan sang mantan suami, Kak Alsya memang tak pernah terlihat menjalin hubungan denagn pria manapun. Kata Aunty Lily, Kak Alsya masih trauma pada pengkhianatan mantan suaminya.


Sebenarnya kalau ditelisik lebih dalam, nasib pernikahan Kak Alsya dan Sasha memang serupa. Sama-sama pernah menikah dengan seorang pria brengsek yang akhirnya berkhianat. Namun mungkin bedanya adalah Sasha yang lebih cepat move on karena cinta lamanya pada Allegra yang kembali bersemi.


"Dia masih terlalu muda!" Ujar Alsya yang akhirnya mau jujur tentang uneg-unegnya.


"Usia Naka berapa memangnya? Sepertinya seusia dengan Sasha," tanya Sasha menerka-nerka.


"Tepat! Dia baru dua puluh lima tahun dan aku tiga puluh lima tahun!" Alsya terlihat frustasi.


"Tapi dia terlihat dewasa, Kak! Dan Daddyable juga," ujar Vivian ikut-ikutan berpendapat.


"Dan sepertinya dia juga jatuh cinta pada Kak Alsya," timpal Sasha sok tahu.


"Tapi aku tetap merasa ragu!" Sergah Alsya menyampaikan kekhawatirannya.


"Bagaimana kalau dia-"


"Singkirkan rasa ragu itu, Kak!" Potong Sasha cepat.


"Kak Alsya lihat itu! Sunny begitu nyaman dan dekat dengan Naka. Dan Naka juga begitu tulus menyayangi Sunny."


"Sasha yakin kalau Naka akan menjadi suami yang baik untuk Kak Alsya, serta papa yang baik untuk Sunny."


"Eheem! Ada yang pengalaman sepertinya." Ruby berdehem dan sedikit menyindir Sasha.


Alsya langsung mengernyit sebelum kemudian wanita itu merasa paham.


"Apa dulu Allegra juga setulus itu pada Claire sebelum akhirnya kalian menikah?" Tanya Alsya menatap penuh selidik pada Sasha.


"Allegra bahkan lebih bucin ke Claire ketimbang pada Sasha, Kak!"


"Pulang kerja yang ditanyain Claire! Pas telepon yang dicariin Claire. Semuanya Claire, Claire, dan Claire!" Cerita Sasha lebay yang langsung membuat empat wanita itu tergelak.


"Nyariin kamu pasti cuma pas mau minta jatah!" Tebak Kak Ruby yang kembali membuat semuanya tergelak.


"Itu Naka bagi-bagi undangan apa, Kak?" Tanya Vivian seraya mengendikkan dagu ke arah Naka yang sedang memberikan beberapa undangan pada Dad Alvin dan juga Uncle Juna.


"Nggak tahu! Ayo kita cari tahu!" Ajak Alsya seraya mendekat ke arah para pria.


"Eh, anakku mana, ya?" Sasha celingukan mencari Claire yang tak nampak dimanapun. Wanita itu segera menghampiri Allesha yang terlihat santai tanpa Claire di pangkuannya.


Lah!


"Claire mana, Sayang?" Tanya Sasha to the point pada Allegra.


"Itu!" Allegra mengendikkan dagunya ke arah Jasmine yang sedang memangku Claire di tepi kolam ikan, sembari menunjukkan beberapa ikan pada Claire.


Saat itulah, maid keluarga Sanjaya datang dan menghampiri Naka yang sedang melakukan negosiasi bersama Dad Alvin tentang tiket ke pulau Maratua. Sepertinya Dad kandung Sasha itu hendak saingan honeymoon dengan Sasha dan Allegra. Atau mungkin Dad Alvin dan Mom Ghea mau membuatkan adik untuk Sasha?


Hahahaha!


"Tadi aku sempat mendengar dari Bang Ethan, kalau katanya Dad-nya Naka itu mantan pacarnya Mom," cerita Allegra sedikit berbisik pada Sasha yang kini duduk di pangkuannya.


"Masa, sih?" Sasha langsung kaget dan menatap pada Allegra yang hanya mengendikkan bahu.


"Entahlah! Itu tadi malah nodong tiket ke Naka," jawab Allegra seraya terkekeh.


"Trus itu tadi undangan apa yang dibawa Naka?" Tanya Sasha lagi pada sang suami.


"Pernikahan abang sulungnya Naka," jelas Allegra.


"Trus besok Dad dan Mom mau datang? Kesempatan reuni. Nanti Dad pasti mencak-mencak," celetuk Sasha sok tahu bersamaan dengan Mom Ghea yang sudah menghampiri Sasha dan Allegra.


"Siapa yang mencak-mencak, Sha?" Tanya Mom Ghea penasaran.


"Dad. Gara-gara lihat Mom ketemu mantannya Mom besok di acara nikahan abangnya Naka. Emamg bener Dad-nya Naka mantannya Mom, ya?" Tanya Sasha to the point.


"Halah! Itu cuma masa lalu!" Sergah Mom Ghea cepat. Sasha dan Allegra hanya tertawa kecil.


"Lalu kalian jadinya berangkat jam berapa?" Tanya Mom Ghea selanjutnya pada anak dan menantunya tersebut.


"Sekarang sudah boleh berangkat, Mom? Takutnya kemalaman sampai di pulau," jawab Allegra meminta izin.


"Boleh. Nanti Claire dan Jasmine biar menginap disini," jawab Mom Ghea bersamaan dengan Naka yang sudah kembali bergabung. Tadi pria itu memang pamit keluar untuk menjemput temannya yang tertinggal di mobil, dan kini sudah datang bersama Naka.


"Eh, itu kan Juan!" Celetuk Sasha tiba-tiba seraya menunjuk ke arah Juan.


"Kamu kenal?" Allegra mengernyit curiga.


"Iya kemarin udah ketemu pas aku dan Jasmine di rumah sakit," jelas Sasha.


"Kau dan Jasmine sedang apa di rumah sakit?" Allegra semakin mengernyit curiga.


"Jasmine tak sengaja menabrak orang, jadi aku bantuin dia menyelesaikan-" kalimat Sasha tak selesai dan wanita itu refleks menutup mulutnya yang sudah keceplosan. Dasar mulut sialan!


"Jadi kemarin itu kau berbohong dan tidak bertemu Kak Ruby?" Allegra mendelik pada Sasha.


"Sayang, soal itu...." Sasha garuk-garuk kepala dan mulai salah tingkah


"Jangan bilang ke mami, ya! Nanti Jasmine ngambek sama aku!" Pinta Sasha seraya merayu-rayu Allegra.


"Nanti kita lembur sampai pagi di pantai. Atau di dermaga, atau dimana saja terserah," bujuk Sasha lagi.


"Ya, ya, ya, ya!" Sasha mengecup singkat bibir Allegra berharap suaminya itu tidak jadi marah.


"Aku akan menagihnya!" Allegra menuding pada Sasha yang langsung menarik nafas lega.


"Ayo pamitan dan pergi sekarang!" Ajak Allegra selanjutnya seraya merangkul Sasha lalu menghampiri satu persatu keluarga Sanjaya dan Attala untuk berpamitan. Hingga akhirnya kedua netra Allegra menangkap Juan yang sedang mengobrol bersama Jasmine yang masih menggendong Claire.


"Itu Juan sedang apa bersama Jasmine?" Allegra mempercepat langkahnya untuk menghampiri Juan dan Jasmine yang berada di pinggir kolam ikan.


Sasha mengikuti langkah suaminya tersebut dan ikut-ikutan mendekat, saat kemudian mereka mendengar ucapan Juan dan hampir tertawa terbahak-bahak karenanya.


"Jadi ini putrimu? Mirip sekali denganmu, ya!"


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.