Sasha & Allegra

Sasha & Allegra
SASHA HAMIL?



"Bu, ada Pak Sean dan Bu Rachel," lapor maid pada Mom Ghea yang sedang bercengkerama bersama Lena dan Rena.


Tumben sekali sepupu Ghea itu datang ke rumah.


"Iya, Mbak! Nanti saya ke depan," jawab Mom Ghea yang akhirnya bangkit berdiri, lalu menggandeng kedua cucu perempuannya tersebut ke depan untuk menemui Mami Rachel dan Papi Sean.


"Siang, Ghe!" Sapa Mami Rachel yang segera menyambut Rena dan Lena dengan wajah sumringah.


"Siang! Tumben kesini," tanya Mom Ghea berbasa-basi. Sementara Lena dan Rena sudah berpindah ke pangkuan Mami Rachel dan Papi Sean. Kedua orang tua Allegra itu terlihat senang sekali bercengkerama bersama Lena dan Rena. Mungkin karena keduanya yang sudah lama mendambakan seorang cucu, namun belum terlaksana hingga sekarang. Belum lagi rumah tangga Allegra dan Neeta yang ternyata tak seharmonis kelihatannya hingga akhirnya berakhir perceraian beberapa bulan silam.


"Tadi Jasmine menelepon dan minta kami datang kesini. Katanya ada hal penting,' jelas Papi Sean menjawab pertanyaan Mom Ghea.


"Hal penting apa?" Mom Ghea balik bertanya bingung.


"Kami juga tidak tahu! Tapi Jasmine memaksa-maksa kami harus datang." Jawab Papi Sean seraya mengendikkan bahu. Pria paruh baya itu mencoba menelepon ponsel sang putri namun sepertinya tak diangkat. Dasar Jasmine!


"Ngomong-ngomong, Alvin mana, Ghe?" Tanya Papi Sean lagi mengalihkan pembicaraan.


"Tadi sedang ada urusan di luar-" Mom Ghea belum selesai menjawab,saat Dad Alvin malah sudah tiba di rumah. Panjang umur sekali Opa Lena dan Rena itu!


"Ada apa ini? Kenapa semua berkumpul?" Tanya Dad Alvin to the point yang langsung ikut bergabung di ruang tamu kediaman Sanjaya.


"Rachel dan Sean mau bermain bersama Lena dan Rena!" Jawab Mom Ghea cepat sedikit mengarang.


"Sudah sangat ingin menimang cucu sepertinya." Dad Alvin tertawa kecil.


"Apa Allegra belum mau menikah lagi? Atau mungkin Jasmine sudah punya calon?" tanya Dad Alvin menatap bergantian pada Mami Rachel dan Papi Sean.


"Jasmine kuliahnya masih belum selesai. Jadi dia belum akan menikah dalam waktu dekat," terang Mami Rachel yang langsung membuat Mom Ghea dan Dad Alvin mengangguk.


"Lalu Allegra...."


"Katanya dia pulang hari ini dan mau membawa calon menantu untuk kami. Entah hanya gurauan atau memang benar."


"Kami sedang menunggu juga," cerita Mami Rachel seraya tertawa kecil.


"Itu kabar yang bagus, Rachel! Semoga Allegra benar-benar membawa calon istri dan calon menantu untuk kalian nanti." Ujar Mom Ghea turut senang dan menggenggam tangan Mami Rachel.


"Iya, dan semoga wanita pilihan Allegra kali ini juga tepat."


"Allegra pantas mendapatkan kebahagiaan setelah hal berat yang ia lalui sebelumnya," sambung Mami Rachel penuh harap. Masih terlihat raut penyesalan di wajah Mami kandung Allegra tersebut. Mungkin penyesalan karena dulu mendukung begitu saja hubungan Allegra dan Neeta, serta tak pernah bertindak tegas pada sang menantu yang ternyata memiliki hati yang begitu buruk.


"Kabar mengenai Sasha bagaimana?sudah tahu dia dimana sekarang?" Tanya Papi Sean mengganti topik pembicaraan. Kali ini ganti raut wajah Mom Ghea yang berubah sendu.


"Masih buntu," jawab Dad Alvin lirih.


Di saat itulah, mobil Jasmine terlihat memasuki halaman rumah keluarga Sanjaya.


"Itu dia putrimu yang bebal!" Gumam Papi Sean yang hendak berdiri menghampiri Jasmine, namun Mami Rachel mencegah.


"Sepertinya Jasmine tidak sendiri," pendapat Dad Alvin yang seperti melihat beberapa orang berada di mobil Jasmine.


"Dia bersama teman-temannya mungkin," ujar Mom Ghea menimpali pendapat Dad Alvin.


Namun di detik selanjutnya, empat orang tua itu dibuat tercengang saat mereka melihat siapa yang turun dari mobil Jasmine, selain Jasmine sendiri.


"Itu Alle! Dia menggendong bayi siapa-" kalimat Mom Ghea tercekat di tenggorokan saat wanita paruh baya itu melohat seorang wanita yang turun dari pintu belakang mobil Jasmine.


"Sasha!" Mom Ghea tak menunggu lagi dan langsung melesat keluar dari rumah lalu menghampiri Sasha yang masih berdiri di dekat mobil Jasmine.


"Sasha!"


"Mom!" Sasha langsung menghambur ke pelukan Mom Ghea dan memeluk erat Mom kandungnya tersebut.


"Kamu kemana saja, Sha! Mom mencemaskanmu."


"Maaf!" Hanya satu kata itu yang keluar dari bibir Sasha karena kini airmata wanita itu sudah menganak sungai, seolah mengungkapkan rindu yang begitu menggunung pada Mom Ghea serta semua keluarganya.


"Kandunganmu?" Mom Ghea memeriksa perut Sasha yang sudah berubah bentuk.


Mom Ghea segera melepaskan pelukannya pada Sasha dan ganti menghampiri Allegra.


"Namanya Claire, Aunty!" Ucap Allegra memperkenalkan Claire yang sudah mulai membuka matanya.


"Alvin, lihat! Kita punya cucu perempuan lagi!" Seru Mom Ghea pada Dad Alvin yang sudah merangkul Sasha dan ikut mendekat pada Allegra lagi.


Mom Ghea mengeluarkan Claire perlahan dari gendongan Allegra, lalu mendekap Claire dengan begitu hangat. Semua yang menyaksikan pemandangan tersebut langsung tersenyum haru.


"Kami semua benar-benar mencemaskanmu!" Ucap Dad Alvin yang masih merangkul Sasha dengan erat, seolah takut kalau sang putri akan kembali pergi lagi.


"Maafkan Sasha, Dad! Sasha hanya kalut saat itu dan Sasha tidak mau membebani pikiran Mom dan Dad!" Jelas Sasha menjabarkan alasan ia kabur.


"Ayo masuk dulu, lalu kau bisa cerita semuanya. Dad juga punya sebuah kabar penting untukmu," Ajak Dad Alvin akhirnya dan Sasha hanya mengangguk. Dad dan putrinya itu masuk ke rumah menyusul Mom Ghea yang sudah terlebih dahulu masuk dan membawa Claire.


"Bagaimana ceritanya kau bisa pulang bersama Sasha?" Tanya Papi Sean prnuh selidik pada Allegra setelah para anggota keluarga Sanjaya meninggalkan halaman.


"Soal itu...." Allegra menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Jasmine rasa sudah terjadi sesuatu di antara mereka, Pi!" Lapor Jasmine sok tahu.


"Sesuatu? Maksudnya bagaimana?" Gantian Mami Rachel yang bertanya bingung.


"Jelaskan, Allegra!" Perintah Papi Sean seraya menatap tegas pada sang putra.


"Alle akan mempertanggungjawabkan perbuatan Alle, Pi!" Ujar Allegra yang langsung membuat Mami Rachel shock dan mengelus dada. Mami kandung Allegra dan Jasmine itu bahkan sudah mencengkeram erat lengan Papi Sean.


"Kau dan Sasha?" Papi Sean menatap tak percaya pada Allegra dan pria paruh baya itu bahkan tak sanggup melanjutkan pertanyaannya.


"Demi Tuhan. Sasha itu masih berstatus sebagai istri orang, Alle! Sasha dan Ando belum berpi-!"


"Ando sudah mati, Pi!" Sergah Allegra memotong dengan cepat.


"Maaf, maksud Alle Ando sudah meninggal!" Allegra mengulangi kalimatnya yang tadi terdengar kasar.


"Iya, tapi itu bukan alasan! Seharusnya kau bisa menahan diri!" Papi Sean benar-benar geregetan sekarang.


"Sean, sudah! Semuanya sudah terlanjur!" Mami Rachel berusaha meredam emosi sang suami.


"Sudah berapa lama?" Tanya Sean lagi yang tatapannya semakin garang oada Allegra.


"Lebih dari dua minggu dan Alle melakukannya berkali-kali," jawab Allegra mengarang indah.


"Mungkin sekarang cucu Papi dan Mami sedang tumbuh di rahim Sasha," lanjut Allegra lagi blak-blakan yang langsung membuat Papi Sean menggeram emosi. Papi Allegra itu bahkan sudah mengambil ancang-ancang dan bersiap menghadiahi Allegra dengan bogem mentah, namun dengan cepat dicegah okeh Jasmine dan Mami Rachel.


"Kau mau mengatakannya sendiri pada Alvin atau Papi yang harus mengatakannya, Allegra?" Geram Papi Sean pada putra sulungnya tersebut.


"Alle akan mengatakannya sendiri, Pi! Dan Allegra akan bertanggungjawab!" Jawab Allegra tegas seraya melangkah dengan mantap ke dalam rumah keluarga Sanjaya.


"Sudah, Pi!" Jasmine dan Mami Rachel masih berusaha meredam emosi Papi Sean. Tiga orang itu menyusul Allegra masuk ke dalam kediaman Sanjaya, saat terdengar teriakan shock dari Dad Alvin.


"Apa katamu?"


"Sasha hamil?"


.


.


.


🙄🙄🙄 membagongkan!


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.