Sasha & Allegra

Sasha & Allegra
SASHA KEMANA?



Ando terjaga dari tidurnya, saat samar-samar pria itu mendengar suara bel dari pintu depan.


Entah berapa lama Ando tertidur di sofa ruang tengah, satu hal yang pasti saat ini matahari sudah tinggi dan keadaan Ando masih kacau seperti semalam.


Ting tong!


Suara bel kembali terdengar. Ando mengucek kedua matanya dan bangkit dari sofa dengan cepat. Pria itu melesat ke arah pintu depan dan tak sabar untuk segera membuka pintu, berharap Sasha yang menekan bel.


"Sasha! Kau sudah pulang, Sayang-" suara Ando tercekat saat pria itu mendapati bahwa yang mengetuk pintu bukanlah Sasha. Melainkan Mom Ghea, Dad Alvin, dan Abang Ethan.


Apa?


Kenapa semua keluarga Sasha ada disini?


"Pagi, Ando! Apa semua baik-baik saja?" Tanya Mom Ghea menatap Ando dengan bingung karena menantunya itu terlihat berantakan.


"Sasha dimana, Ando?" Gantian Dad Alvin yang melontarkan pertanyaan.


"Dan kenapa kau berantakan begitu?" Timpal Abang Ethan ikut bertanya juga.


"Sasha...." Ando langsung salah tingkah.


"Dia di dalam!" Lanjut Ando berdusta. Tiga orang di depan Ando langsung mengernyit bersamaan.


"Kami boleh masuk?" Tanya Abang Ethan to the point.


"Ya! Silahkan!" Ando akhirnya mempersilahkan keluarga Sasha itu untuk masuk ke dalam ruangan. Rumah terasa sunyi dan seperti tak ada tanda-tanda keberadaan Sasha.


"Apa Sasha masih tidur? Mom akan memeriksanya." Mom Ghea hanya meletakkan tasnya di sofa, lalu wanita paruh baya utu langsung menuju ke kamar Sasha, saat kemudian Ando mencegah dengan cepat.


"Mom, sebenarnya Sasha tidak sedang di rumah," ucap Ando sedikit tergagap.


"Sasha kemana memangnya?" Tanya Dad Alvin penuh selidik.


"Dia ke pasar!"


"Bersama maid!" Jawab Ando seyakin mungkin agar keluarga Sasha tak curiga.


"Dan kau tak mengantarnya? Sasha sedang hamil tua, Ando! Seharusnya kau menemani Sasha kemana-mana!" Sergah Ethan emosi.


"Tadi Ando mengantarnya, Bang! Tapi kemudian ada sesuatu yang ahrus Ando lakukan, jadi Ando pulang dulu. Ini Ando baru mau menjemput Sasha!" Terang Ando seraya mengambil kunci mobilnya dan masih saja salah tingkah pada keluarga Sasha.


"Mom ikut menjemput Sasha, Ando!" Cetus Mom Ghea yang langsung membuat Ando kembali gugup.


"Mom di rumah saja! Istirahat!"


"Mom pasti lelah habis perjalanan. Ando akan segera kembali," jawab Ando tergagap-gagap yang tentu saja malah menimbulkan kecurigaan di benak Abang Ethan dan Dad Alvin.


"Ando jemput Sasha dulu!" Pamit Ando akhirnya seraya berjalan cepat ke arah teras, lalu mengambil mobilnya di garasi.


"Perasaan Mom tidak enak, Ethan! Ando seperti menyembunyikan sesuatu," ujar Mom Ghea seraya mengusap lengan sang putra.


"Ethan juga merasa begitu," jawab Ethan yang ternyata juga peka.


"Ayo kita ikuti pria itu, Dad!" Cetus Ethan akhirnya yang langsung diiyakan oleh Dad Alvin.


"Mom di rumah saja!" Pesan Ethan sebelum akhirnya ia dan Dad Alvin pergi menyusul mobil Ando yang baru saja keluar dari gerbang depan.


Sementara di rumah, Mom Ghea samar-samar mendengar dering ponsel dari arah sofa ruang tengah.


"Ponsel siapa yang berbunyi?" Gumam Mom Ghea yang langsung mencari-cari sumber suara. Mom Ghea kemudian menemukan ponsel Ando yang terselip di antara bantal sofa. Ponsel masih berdering dengan nama Marsya tertera di layar ponsel.


Siapa Marsya?


Apa ini rekan kerja Ando?


Mom Ghea tak berpikir panjang dan akhirnya dengan lancang mengangkat telepon dari Marsya karena sikap Ando tadi yang sangat mencurigakan.


"Ha-"


"Ando, aku sudah mengambil keputusan!"


"Aku akan memberimu kesempatan tapi ini hanya demi Rafsya!"


Mom Ghea diam dan mematung mendengar suara seorang perempuan yang berbicara di ujung telepon. Mom Ghea yakin kalau wanita itu tidak sedang menelepon nomor yang salah karena tadi di awal ia menyebut nama Ando.


Tapi Rafsya siapa?


Lalu kesempatan apa yang hendak diberikan wanita itu pada Ando?


"Aku ingin kita bercerai dan aku tak akan melarangmu bertemu dengan Rafsya setelahnya. Tapi aku tidak mau menjadi perusak hubungan pernikahanmu bersama Sasha dan aku juga ingin bertemu Sasha untuk minta maaf. Jadi...."


"Tolong pertemukan kami berdua atau kalau kau tidak mau, kau tak usah lagi menemui aku dan Rafsya untuk selamanya!"


"Kau dengar itu, Ando?"


Kalimat terakhir yang diucapkan Marsya di ujung telepon tak lagi dihiraukan oleh Mom Ghea yang shock karena mendapati kenyataan kalau sang putri baru saja diduakan oleh suaminya yang brengsek.


Pria itu pasti hendak kabur dan Sasha pasti tidak sedang ke pasar!


Lalu Sasha kemana?


****


"Sepertinya Ando tahu kita sedang membuntutinya," pendapat Dad Alvin tanpa mengalihkan tatapannya dari mobil Ando yang berhenti di depan pasar kota.


Alvin memarkirkan mobilnya sedikit agak jauh dari mobil Ando.


Ando terlihat turun dari mobil, lalu celingukan seperti mencari sesuatu.


"Sikapnya mencurigakan, Dad!" Ethan ikut berpendapat, bersamaan dengan Ando yang menyetop sebuah taksi.


"Kenapa Ando malah naik taksi?" Tanya Dad Alvin bingung.


"Ethan juga tidak tahu! Tapi Ayo kita ikuti," jawab Ethan bersamaan dengan ponselnya yang berdering.


"Mom menelepon, Dad! Bisa tolong Dad angkat?" Ethan mengangsurkan ponselnya pada Dad Alvin yang langsung menjawab telepon dari Mom Ghea dan menyalakan loudspeaker


"Ethan!"


"Ada apa, Ghea? Kau terdengar panik." Tanya Dad Alvin bingung.


"Alvin! Ando berselingkuh di belakang Sasha! Pria brengsek itu sudah mengkhianati Sasha!"


"Bagaimana Mom bisa tahu?" Tanya Ethan menyela.


"Ponsel Ando ada di rumah dan selingkuhannya menelepon tadi."


"Keparat!" Umpat Dad Alvin dan Ethan bersamaan. Ethan menginjak gas semakin dalam untuk menyusul taksi yang dinaiki Ando.


"Cerita Ando tentang Sasha yang tadi ke pasar pasti hanya karangan agar Ando bisa kabur!"


"Kami sedang mengejarnya, Ghe! Pria itj kabur naik taksi! Dasar keparat!" Dad Alvin mengumpat sekali lagi.


Ethan terus mengejar taksi Ando yang melaju semakin cepat, hingga akhirnya taksi terjebak kemacetan dan tak bisa bergerak.


Kesempatan!


Ethan menghentikan mobilnya mepet dengan taksi Ando, dan Dad Alvin langsung melesat turun,lalu melabrak Ando di dalam taksi.


"Keluar kau pria baj*ngan!" Maki Dad Alvin seraya menarik Ando keluar dari taksi. Dan Ethan yang juga sudah keluar dari mobil,langsung melayangkab bogem mentah pada Ando.


"Ampun, Bang!"


"Kamu sembunyikan dimana Sasha?" Tanya Ethan yang kembali mengayunkan bogemnya ke arah Ando.


"Ando tidak tahu, Bang! Sasha sudah tak ada di rumah saat Ando pulang semalam!" Jawab Ando yang sudah babak belur dihajar Ethan dan Dad Alvin.


"Ponsel Sasha juga tidak bisa dihubungi," lanjut Ando lagi seraya memohon ampun.


"Kenapa kau mengkhianati Sasha? Dasar keparat!" Maki Ethan emosi sambil kembali menendang Ando sekuat tenaga.


"Ando khilaf, Bang! Tapi Ando masih mencintai Sasha-"


Bugh!


Bogem mentah ganti melayang dari tangan Dad Alvin.


"Masih berani bilang kalau kau mencintai putriku! Dasar pria baj*ngan dan serakah!" Maki Dad Alvin emosi.


"Ando minta maaf, Dad!"


"Jangan memanggilku Dad lagi! Aku tak sudi punya menantu brengsek dan baj*ngan sepertimu!" Maki Dad Alvin sekali lagi.


"Katakan dimana Sasha!" Sergah Ethan yang memaksa Ando yang sudah babak belur untuk berdiri lalu mencengkeram kerah baju pria itu.


"Ando benar-benar tidak tahu, Bang! Ini Ando baru mau mencarinya ke rumah Mbak Lina!"


"Tidak usah lagi mencarinya dan tidak usah lagi mengganggu hidup putriku!" Maki Dad Alvin yang tak lagi peduli kalau mereka bertiga tengah menjadi tontonan di jalan sekarang.


"Enyah kau dari hadapan kami!" Pungkas Ethan seraya mendorong kasar tubuh Ando hingga punggung pria itu membentur trotoar.


Ethan dan Dad Alvin kembali masuk ke mobil, lalu putar balik dan kembali ke rumah Sasha untuk menjemput Mom Ghea. Mereka akan mencari Sasha ke rumah asisten rumah tangga yang selama ini bekerja di rumah Sasha.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.