Sasha & Allegra

Sasha & Allegra
KEJUTAN



Cup!


Allegra mengecup pipi Sasha, sebelum kemudian pria itu mengguncang tubuh Sasha yang masih terlelap dengan lembut.


"Sayang! Bangun," bisik Allegra di telonga Sasha. Lalu Allegra lanjut menggigit kecil cuping telingat istrinya tersebut.


"Alle! Hentikan! Aku ngantuk," gumam Sasha tanpa membuka kedua matanya.


"Ayo bangun dulu! Aku punya kejutan untukmu," bujuk Allegra lagi seraya menciumi wajah Sasha dengan gemas serta agar istrinya itu bangun dan membuka mata.


"Aku ngantuk berat! Besok pagi saja minta jatahnya! Aku tidur dulu!" Gumam Sasha sekali lagi masih tanpa membuka kedua matanya.


"Ayo, Sayang!" Bujuk Allegra lagi semakin merayu. Allegra mendekap tubuh Sasha yang kini semakin berisi lalu kembali menciumi wajah istrinya tersebut hingga tubuh Sasha menggeliat kegelian.


"Alle, hentikan!" Sentak Sasha galak seraya mendorong Allegra dari sampingnya.


"Aku mengantuk dan aku akan memukulmu jika kau terus mengganggu!" Ancam Sasha yang akhirnya membuka mata karena emosi.


"Maaf!" Ucap Allegra seraya mengecup kening Sasha meskipun langsung disentak oleh istrinya tersebut.


"Aku punya kejutan," ucap Allegra lagi seraya mengambil sepotong kue dengan lilin di atasnya dari nakas. Allegra menyalakan lilin di atas kue tersebut, lalu membawanya ke depan Sasha.


"Happy birthday! Happy birthday!"


"Happy birthday Sasha!" Allegra menyanyikan lagu ulang tahun yang langsung memhuat Sasha tersipu dan menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"Happy birthday, Istriku sayang!" Ucap Allegra lagi seraya menyingkirkan kedua tangan Sasha dari wajahnya.


"Ini kejutan?" Tanya Sasha masih tak percaya. Bibir wanita itu sudah melengkung sempurna menandakan kalau ia tengah bahagia.


"Ya! Selamat ulang tahun," jawab Allegra ikut tersenyum bahagia.


"Make a wish, lalu tiup lilinnya,", titah Allegra lagi yang langka membuat Sasha menangkupkan kedua tangannya di depan dada, lalu memejamkan mata sejenak. Wankta itu lanjut meniup lilin di atas kue.


"Fuuuh!"


"Terima kasih untuk kejutan manisnya, Sayang!" Ucap Sasha seraya menghambur ke pelukan Allegra.


"Sama-sama!"


"Masih mau memukulku?" Tanya Allegra iseng.


"Nggaklah!" Jawab Sasha cepat seraya bergelayut pada Allegra.


"Kuenya buat aku semua?" Tanya Sasha selanjutnya seraya menunjuk ke potongan kue di tangan Allegra.


"Tentu saja!"


"Buka mulut!" Allegra menyuapi Sasha yang langsung membuka lebar mulutnya. Wanita itu mengunyah kue masih sambil tersenyum bahagia.


"Claire juga ulang tahun hari ini," ujar Sasha memberikan Allegra. Sasha sudah ganti menyuapi sang suami.


"Ya! Aku ingat."


"Kita berikan kejutan untuk Claire besok pagi saat dia sudah bangun. Kita tak mau Claire mengamuk malam-malam karena kita bangunkan secara paksa, kan?" Lanjut Allegra lagi yang langsung membuat Sasha terkekeh.


"Kau memang Daddy yang pengertian!" Sasha kembali mencium pipi Allegra dengan mesra.


"Masih ada kejutan lain di luar," ujar Allegra yang langsung membuat kedua mata Sasha berbinar tak percaya.


"Benarkah? Kejutan apa?" Tanya Sasha penasaran.


"Kejutan untuk kau dan Claire!" Allegra bangkit dari atas ranjang, lalu membimbing Sasha agar ikut bangkit berdiri.


"Ayo!" Ajak Allegra selanjutnya seraya menggandeng Sasha keluar dari kamar, dan mereka berdua langsung menuju ke ruang tengah yang sudah disulap penuh dekorasi ulang tahun.


"Hah!" Sasha menutup mulutnya dengan telapak tangan karena merasa terkejut dengan semua yang sudah dipersiapkan oleh Allegra.


"Kapan kau mendekor semua ini? Perasaan tadi sebelum aku tidur masih belum begini?" Tanya Sasha penasaran.


"Pantas kau tadi menyuruhku tidur cepat dan tak meminta jatah!" Sasha mencubit perut Allegra dan suaminya itu langsung mengaduh dengan lebay.


"Habis ini bisa dobel berarti," rayu Allegra seraya mendekap Sasha dan menyusupkan wajahnya di ceruk leher istrinya tersebut.


"Ck! Selalu saja modus." Cibir Sasha yang sudah berbalik, lalu melingkarkan kedua lengannya di leher Allegra.


"Kau suka dengan kejutannya?" Tanya Allegra lagi.


"Sangat suka."


"Acaranya besok. Jadi sebaiknya kita istirahat sekarang," ujar Allegra lagi.


"Ya!"


"Tapi ngomong-ngomong, kau belum memberikan aku hadiah ulang tahun," tagih Sasha yang langsung membuat Allegra terkekeh.


"Aku pikir kau lupa dan tidak akan menagihnya." Allefra mencolek gemas hidung Sasha, lalu mengecup kening istrinya itu terlebih dahulu.


"Mana hadiahku?" Tanya Sasha lagi.


"Ada di sini," Allegra mengambil sebuah amplop dari bawah bantal sofa, lalu memberikannya pada Sasha.


"Apa ini?" Sasha mengernyit penuh tanya.


"Coba tebak!" Allegra menjawab dengan usil.


"Cek? Voucher belanja? Sertifikat rumah?" Sasha menjawab dengan asal sembari tangannya cekatan membuka amplop tadi, lalu mengeluarkan tiga buah tiket dari dalam amplop.


"Tiket liburan keliling Eropa!" Pekik Sasha seraya menghambur ke pelukan Allegra saking senangnya.


"Pelan-pelan, Sayang! Kau sedang hamil!" Allegra mengusap perut Sasha dengan lembut.


"Kita akan pergi bersama Claire?" Tanya Sasha seraya menghitung jumlah tiket dan melihat satu persatu nama yang tertera di sana.


"Ya! Claire sudah satu tahun dan kita sudah bisa mengajaknya berlibur."


"Nanti sekalian kita babymoon," tutur Allegra yang langsung membuat Sasha kembali memeluk erat suaminya tersebut.


"Terimakasih, Sayang! Kau benar-benar suamiku yang luar biasa!" Sasha langsung mengecup bibir Allegra dan seolah tak mau melewatkan kesempatan tersebut, Allegra membalas pagutan Sasha dengan dalam dan lama.


"Ayo ke kamar dan aku akan memberikanmu hadiah juga," ucap Sasha setelah pagutan panasnya bersama Allegra. Wanita itu memainkan jemarinya di dada Allegra dengan sensual.


"Hadiah menjenguk si kembar?" Tebak Allegra seraya berbisik, lalu mengecup belakang telinga Sasha hingga istrinya itu menggelinjang.


"Kau bisa sekalian mengecek jenis kelaminnya nanti," sambung Sasha sedikit berkelakar.


"Ya! Aku sudah tidak sabar." Allegra tiba-tiba sudah menggendong Sasha ala bridal hingga istrinya itu sedikit memekik.


"Kau masih kuat menggendongku?" Sasha bertanya ragu dan wanita itu mengeratkan pegangannya pada lehernya Allegra agar ia tidak jatuh.


"Tentu saja masih! Kau kan hanya menggendut sedikit," jawab Allegra yang langsung berhadiah pukulan di dada dari Sasha.


Allegra terus menggendong Sasha hingga masuk ke kamar, lalu pria itu merebahkan tubuh Sasha dengan lembut, sebelum lanjut menutup pintu kamar dan menguncinya.


"I love you, Sasha!"


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.