Sasha & Allegra

Sasha & Allegra
KESAL



"Hai, Sayang! Kau sedang apa di dalam?"


Sasha mengerjapkan matanya, saat wanita itu mendengar sebuah suara serta udapan lembut di perutnya dari tangan seorang pria.


Apa itu Ando?


"Ouh! Kau menendang, ya? Kau aktif sekali," ucap pria itu yang suaranya bukanlah seperti suara Ando. Itu adalah suara...


Allegra!


"Alle! Kau sedang apa?" Tegur Sasha yang langsung membuat Allegra mengangkat wajahnya, lalu menatap dan tersenyum pada Sasha.


"Aku sedang menyapa anakku," jawab Allegra masih sambil tersenyum.


"Dia bukan anakmu!"


"Dia anakku bersama Ando, suamiku!" Jawab Sasha tegas. Sasha sudah beringsut mundur dan menjauhi Allegra yang tetap tersenyum kepadanya. Allegra bahkan tak segan mendekat ke arah Sasha sambil tangan pria itu terulur seolah hendak mengusap perut Sasha lagi.


"Dia anakku, Sasha! Biarkan dia menjadi anakku!" Pinta Allegra dengan nada memohon.


"Tidak!" Sergah Sasha cepat dan galak.


"Pergi, kau!"


"Pergi dan jangan mengaku-ngaku! Ini bukan anakmu!"


"Itu anakku, Sasha!"


"Itu anakku!"


"Tidaaakk!!"


Sasha bangun dengan nafas terengah-engah, lalu wanita itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar seolah sedang mencari keberadaan seseorang.


Allegra!


Tapi kamar Sasha kosong. Todak ada siapapun dan hanya ada Sasha yang kini tidur sendiri.


Sasha menghela nafas lega dan langsung mengusap perutnya yang membulat. Wanita itu juga memeriksa ponselnya yang berada di atas nakas, berharap ada pesan masuk atau panggilan tak terjawab dari Ando. Tapi tidak ada!


Sasha sedang rindu pada suaminya itu padahal! Tapi sekarang sudah lewat tengah malam dan Sasha tidak mau mengganggu Ando yang mungkin sudah istirahat dan terlelap.


Sasha akhirnya hanya mengirim pesan singkat pada Ando.


[Hai, Sayang! Aku merindukanmu. Apa kau masih belum bisa menjemputku kemari?] -Sasha-


Pesan terkirim!


Sasha kembali meletakkan ponselnya ke atas nakas, lalu wanita itu mengusap wajahnya beberapa kali. Sasha lanjut mengambil gelas di atas nakas untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering.


Sasha masih tak habis pikir,kenapa ia bisa bermimpi tentang Allegra saat dirinya tengah mengandung anak Ando.


Benar-benar membingungkan!


****


"Mau kuenya lagi?" Tawar kak Ruby pada Sasha yang masih melihat satu persatu baju bayi yang tadi Sasha beli bersama kak Ruby.


Setelah dari babyshop, kedua wanita itu memang langsung mampir ke toko kue Kak Ruby karena Sasha yang mendadak ingin makan kue.


"Ya! Satu potong lagi sepertinya perut Sasha masih miat, Kak!" Jawab Sasha seraya terkekeh. Ruby ikut terkekeh dan segera mengambilkan sepotong kue blackforest lagi untuk Sasha.


"Hai, Rena! Sudah bangun, ya?" Sasha menyapa Rena yang sejak tadi terlelap di dalam stroller. Tadi Verena yang merupakan salah satu anak kembar Kak Ruby dan Bang Ethan memang ikut bersama Sasha dan Kak Ruby. Sedangkan Milena yang merupakan saudara kembar Verena, tidak ikut dan diasuh oleh Mom Ghea di rumah.


"Jangan menggendong Rena! Kau kan sedang hamil!"


Suara itu!


Kenapa dia ada dimana-mana?


"Allegra! Tumben kesini?" Sapa Kak Ruby yang sudah selesai mengambil kue untuk Sasha dan kini menghampiri Sasha serta Allegra yang masih menggendong baby Rena yang sedikit meronta.


"Mau mengambil kue pesanan Mami, Kak!" Jawab Allegra seraya memberikan Rena pada Kak Ruby.


"Ah, iya! Biasanya supir Aunty Rachel yang mengambil," Kak Ruby tertawa kecil, sementara Sasha memilih untuk diam dan kembali duduk menikmati kuenya. Sasha sedang malas berbicara dengan Allegra setelah pengakuan blak-blakan Allegra kemarin mengenai perasaannya pada Sasha.


"Supir sedang sakit, Kak! Jadi Alle yang kesini mengambil, mumpung tidak ada pekerjaan juga." Ujar Allegra seraya duduk di depan Sasha dan memperhatikan ibu hamil yang sedang menyantap blackforest tersebut.


"Aku cek dulu kue Aunty Rachel!" Pamit kak Ruby akhirnya seraya meninggalkan Allegra dan Sasha. Kini hanya tinggal Sasha dan Allegra yang duduk berhadapan dan saling diam.


"Tadi habis belanja, ya?" Tanya Allegra berbasa-basi pada Sasha, setelah ekor mata pria itu melihat ke arah paperbag di atas meja.


"Ya!" Jawab Sasha singkat tanpa sedikitpun menatap pada Allegra.


Entahlah!


Sasha masih kesal pada pria ini.


"Masih berapa lama lagi kau disini? Ando belum menyusul?" Allegra kembali berbasa-basi dan Sasha sangat tidak ingin menjawabnya. Kenapa Allegra kepo sekali dan sikapnya seolah tanpa dosa. Padahal pesan Allegra tempo hari pada Sasha saja, masih terus terngiang di benak dan pikiran Sasha.


"Aku masih mencintaimu, Sha!"


"Pernikahanku dengan Neeta hanya sebuah pelarian."


"Andai kau yang sekarang menjadi istriku dan anak di dalam kandunganmu itu adalah anakku."


"Ck!" Sasha berdecak dan meletakkan sendok kuenya dengan kasar ke atas meja.


"Itu bukan urusanmu dan berhentilah mengganggu hidupku! Kau sudah punya istri, Alle!"


"Jadi fokus saja pada rumah tanggamu sendiri dan tak perlu lagi mengganggu hidupku!" Sasha memperingatkan sekaligus menuding ke arah Allegra.


Allegra baru saja akan menjawab dan buka suara, namun Sasha sudah bangkit dengan cepat, lalu menyambar barang belanjaannya dan pergi meninggalkan Allegra serta toko kue Kak Ruby.


Tak berselang lama,Kak Ruby sudah kembali bersama beberapa karyawannya seraya membawa kue pesanan Mami Rachel yang hebdak diambil olrh Allegra.


"Sasha mana, Alle?" Tanya Ruby bingung.


"Sudah pulang duluan, Kak! Katanya buru-buru tadi," jawab Allegra berdusta sekaligus mengendikkan bahu.


"Ini semua kue pesanan Mami, ya?" Tanya Allegra selanjutnya mengalihkan pembicaraan dan menunjuk ke arah tumpukan kotak kue di atas meja.


"Iya, itu semua pesanan Aunty Rachel!" Jawab Ruby.


Allegra segera membawa tumpukan kotak tadi sekaligus berpamitan pada Ruby, lalu meninggalkan toko kue milik kakak ipar Sasha tersebut.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.