Sasha & Allegra

Sasha & Allegra
CURIGA



Tuk tuk tuk!


Suara ketukan di kaca jendela mobil membuat Sasha dan Allegra buru-buru melepaskan pagutan panas mereka. Pasangan calon pengantin tersebut kompak melihat ke arah jendela mobil dan mereka sedikit bernafas lega, saat tahu yanv memergoki adalah Abang Ethan dan bukan Dad Alvin.


"Kalian sedang apa?" Tanya Abang Ethan seraya mengetuk kaca mobil sekali lagi. Sasha buru-buru membuka pintu mobil dan wanita itu sedikit salah tingkah. Sedangkan Allegra sudah kembali memakai topi serta kacamata hitamnya.


"Sedang ngobrol saja, Bang," jawab Sasha masih salah tingkah.


"Bukannya Dad melarangmu datang kemari sampai hari H pernikahan, Alle?" Abang Ethan ganti menginterogasi Allegra.


"Alle mengantar Mami dan Jasmine, Bang!" Jawab Allegra beralasan.


"Sambil cari kesempatan, ya?" Tebak Abang Ethan yang langsung membuat Allegra meringis.


"Padahal besok juga sudah sah!" Sambung Abang Ethan lagi.


"Abang dulu juga menginap di apartemen Kak Ruby satu hari sebelum menikah!" Sasha kembali mencari-cari alasan.


"Hanya satu hari! Kalian sudah berhari-hari tinggal serumah!" Cibir abang Ethan membalikkan kata-kata Sasha.


Sasha dan Allegra langsung meringis bersamaan.


"Ethan, Sasha! Sedang bicara pada siapa?" Tegur Dad Alvin yang baru tiba. Allegra buru-buru merapatkan topi dan kacamata hitamnya.


"Ini, Dad! Sedang mencari mainan Claire! Sasha kira ketinggalan di mobil Aunty Rachel."


Allegra mengulurkan satu boneka Claire yang memang tertinggal pada Sasha. Atau mungkin memang tadi sengaja ditinggal oleh Jasmine?


"Makasih, ya, Pak sopir!" Ucap Sasha selanjutnya seraya menutup pintu mobil, lalu menghampiri Dad Alvin.


"Itu tadi sopir keluarga Kyler? Kok Sepertinya beda?" Tanya Dad Alvin sedikit curiga dan Ethan segera menahan tawa.


"Itu, Dad! Sopir cadangan kata Aunty Rachel karena sopir yang biasanya sakit," ujar Sasha mengarang indah. Pandai juga ternyata Sasha mengarang! Sepertinya sudah ketularan Allegra!


"Ayo masuk, Dad!" Ajak Ethan selanjutnya seraya melangkah menuju ke teras. Sasha dan Dad Alvin akhirnya mengikuti langkah Ethan dan ikut masuk ke kediaman Sanjaya.


****


^^^Kuingin slamanya^^^


^^^Mencintai dirimu^^^


^^^Sampai saat ku akan^^^


^^^Menutup mata dan hidupku^^^


^^^Kuingin slamanya^^^


^^^Ada di sampingmu^^^


^^^Menyayangi dirimu^^^


^^^Sampai waktu kan memanggilku^^^


Senyuman seolah tak pernah hilang dari bibir Sasha dan Allegra selama prosesi acara pernikahan berlangsung. Acara selanjutnya adalah bertukar cincin. Allegra melingkarkan cincin bertahtakan berlian ke jari manis Sasha, lalu Sasha juga melakukan hal yang sama. Kini Sasha dan Allegra sudah dinyatakan sah sebagai suami istri dan semua tamu yang hadir langsung bertepuk tangan.


Acara pernikahan Sasha dan Allegra memang dibuat tidak terlalu megah. Tamu yang hadir juga hanya sebatas keluarga dan beberapa teman dekat. Acara juga hanya digelar di halaman rumah keluarga Sanjaya yang sudah cukup luas. Yang terpenting adalah acara berjalan lancar tanpa ada gangguan atau kendala apapun.


"Sini, Sayang!" Sasha langsung mengambil alih Claire dari gendongan Jasmine.


"Biar aku saja yang menggendong," ujar Allegra seraya merebut Claire yang baru saja digendong Sasha. Dasar!


"Nanti malam kita langsung lembur!" Bisik Allegra yang seolah paham pada kekhawatiran Sasha.


"HPL-nya kira-kira kapan, Kak? Sudah periksa ke dokter, kan?" Cecar Jasmine selanjutnya yang sepertinya antusias sekali.


"Sudah!" Jawab Sasha seraya tertawa kecil.


"Trus kapan HPL-nya?" Tanya Jasmine lagi.


"Sembilan bulan dari sekarang!" Jawab Allegra asal yang tentu saja langsung membuat Jasmine melongo.


"Sembilan bulan dari sekarang?" Jasmine bergumam bingung.


"Apanya yang sembilan bulan dari sekarang?" Tanya Abang Ethan yang sudah turut menghampiri Sasha, Allegra dan juga Jasmine. Pak dokter itu menggendong salah satu putri kembarnya yang kini berusia dua tahun.


"HPL Kak Sasha, Bang! Jasmine sudah tak sabar untuk segera menggendongnya nanti. Semoga yang ini cowok!" Cerocos Jasmine begitu antusias.


"Kandunganmu sudah berusia berapa minggu memangnya Sha?" Tanya Ethan mengernyit curiga pada sang adik.


Ethan sebenarnya sedikit bingung dan merasa janggal pada kabar kehamilan Sasha ini. Karena Ethan pernah bertanya pada Mbak Lina, berapa lama Sasha dan Allegra tinggal bersama. Dan kata Mbak Lina tak sampai dua minggu sebelum akhirnya mereka pulang ke kota ini.


Kalau benar tak sampai dua minggu mereka tinggal bersama, bagaimana ceritanya Allegra bisa membuat klaim Sasha hamil?


Normalnya kehamilan baru diketahui minimal empat minggu setelah berhubungan. Lalu apa Allegra hanya mengarang indah selama ini?


"Emmmmm empat minggu sepertinya, Bang!" Sasha meringis bingung.


"Sudah periksa ke dokter?" Ethan menyelidik lagi.


"Sudah, Bang!" Gantian Allegra yang menjawab.


"Lalu kenapa belum tahu HPL-nya?" Tanya Ethan lagi.


"Bukan belum tahu! Kami hanya lupa, Bang!" Sergah Sasha beralasan. Ethan akhirnya tak bertanya lagi meskipun tatapan abang Sasha itu masih penuh kecurigaan.


"Lain kali sebaiknya dicatat biar tidak lupa, Bang!" Celetuk Jasmine memberikan saran.


"Anak kecil sok tahu!" Allegra mengacak gemas rambut Jasmine.


"Hey! Jasmine sudah besar, Bang!" Sergah Jasmine merengut.


"Nanti malam hati-hati!" Pesan Abang Ethan sebelum kemudian Abang kandung Sasha itu berlalu pergi. Sasha dan Allegra yang langsung paham maksud kata-kata Ethan hanya tersenyum tipis.


"Mau kemana memangnya nanti malam, Bang? Kok disuruh hati-hati?" Tanya Jasmine polos seraya menatap bergantian ke arah Sasha dan Allegra.


"Ke kamarlah! Kamu polos banget!" Kekeh Allegra yang membuat Sasha tertawa juga.


Begitulah Jasmine!


Sejak dulu belum pernah berpacaran dan pikirannya masih saja polos!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.