Sasha & Allegra

Sasha & Allegra
BERTEMU LAGI



Sasha mengetuk pintu kamar Mom Ghea, sebelum kemudian wanita itu mendorongnya perlahan.


"Mom!" Panggil Sasha pada sang Mom.


"Iya!"


"Mom sudah mau pergi?" Tanya Ghea saat melihat Mom Ghea yang sudah mengemasi baju-bajunya ke dalam koper.


"Mom terbang nanti setelah makan siang, Sasha!" Ujar Mom Ghea yang langsung membuat Sasha merengut.


"Ando sudah berangkat ke kantor, ya, Mom?" Tanya Sasha yang memang baru bangun dan tak mendapati Ando di sampingnya. Tadi malam juga Sasha tidur pulas hingga tak tahu suaminya itu pulang dari acara jam berapa.


"Ya! Tadi Ando berangkat pagi-pagi," jelas Mom Ghea yang langsung membuat Sasha membulatkan bibirnya.


"Dan Ando juga titip pesan ke Mom, kalau dia mengijinkan kau untuk pulang bersama Mom nanti. Katanya dia ingin membangunkanmu tadi pagi tapi merasa tak tega karena kau tidur pulas sekali," sambung Mom Ghea bercerita. Kedua mata Sasha langsung terlihat berbinar.


"Benar Ando sudah mengijinkan, Mom?" Tanya Sasha tak percaya.


"Iya! Nanti dia akan pulang saat makan siang, lalu mengantar kita ke bandara."


"Ayo, Mom bantu berkemas!" Ujar Mom Ghea yang sydah bangkit berdiri, lalu merangkul Sasha dan keduanya masuk ke kamar Sasha untuk berkemas.


****


"Ibu hamil ikut juga?" Tanya Ethan yang menjemput Mom Ghea dan Sasha di bandara kota. Sasha hanya merengut dan Ethan langsung memeluk erat adik kesayangannya tersebut.


"Si kembar sudah bisa apa, Bang?" Tanya Sasha penasaran saat mereka bertiga melangkah menuju ke tempat parkir.


"Sudah bisa mengacak-acak rumah!" Jawab Ethan seraya terkekeh. Sasha dan Mom Ghea ikut terkekeh dengan jawaban Ethan.


Tepat saat Sasha,Ethan, dan Mom Ghea akan menyeberang ke halaman parkir, ketiganya berpapasan dengan seseorang yang sudah beberapa bulan tak Sasha lihat.


Ya, terakhir kali Sasha melihatnya adalah setelah pernikahan Sasha dan Ando, di bandara kota juga. Kenapa sekarang harus bertemu di bandara kota lagi?


"Aunty Ghea!" Sapa Allegra yang langsung mencium punggung tangan Mom Ghea. Lalu pria itu juga menyapa Ethan dan juga Sasha. Cukup lama Allegra menatap pada Sasha serta baby bump Sasha yang memang sudah terlihat jelas. Kandungan Sasha sudah berusia enam bulan sekarang.


"Hai, lama tidak berjumpa! Kau sudah hamil besar," sapa Allegra canggung pada Sasha yang sama-sama canggung.


"Ya! Sudah enam bulan," jawab Sasha yang langsung membuat Allegra membulatkan bibirnya. Ada sedikit rasa iri yang menggelitik hati Allegra.


Semudah itu Sasha hamil?


Enam bulan menikah, dan kehamilan juga sudah berusia enam bulan. Andai Neeta juga seperti Sasha, mungkin Allegra akan jadi pria paling bahagia di dunia ini.


"Semoga Neeta juga secepatnya menyusul, Alle!" Ucap Mom Ghea yang sepertinya bisa menangkap rasa iri Allegra pada kehamilan Sasha.


"Neeta masih belum hamil?" Tanya Sasha menatap bergantian pada Mom Ghea dan Allegra. Tentu saja Sasha kaget karena ini sudah tiga tahun sejak pernikahan Allegra dan Neeta.


"Doakan saja agar kami segera menyusul." Tangan Allegra tiba-tiba sudah terulur dan mengusap perut Sasha. Terang saja gerakan Allegra tersebut langsung membuat Sasha kaget dan langsung menjaga jarak dari Allegra.


"Maaf!" Ucap Allegra cepat yang langsung salah tingkah.


"Sepertinya kau sudah sangat ingin Neeta hamil, Alle? Semoga disegerakan!" Ethan menepuk pundak Allegra dan sedikit mencairkan suasana. Namun Allegra tetap salah tingkah pada Sasha yang kini menatapnya dengan aneh. Tangan Sasha juga sudah berada di perutnya, seolah wanita itu sedang melindungi anaknya dari tangan Allegra yang tak tahu sopan santun.


Yeah!


Sasha sepertinya sudah benar-benar move on darimu, Allegra!


Silahkan kau saja yang meratapi pernikahan tanpa arahmu bersama Neeta!


Sasha pasti sudah bahagia bersama Ando sekarang, ditambah mereka yang akan segera menimang bayi.


Allegra tak berhenti menggerutu dalam hati. Menggerutu pada dirinya sendiri lebih tepatnya!


Tapi ngomong-ngomong, Ando dimana? Kenapa suami Sasha itu tak terlihat batang hidungnya sejak tadi?


"Ando tidak ikut kesini?" Tanya Allegra akhirnya yang benar-benar penasaran.


"Ando masih ada pekerjaan. Nanti dia menyusul," jelas Sasha yang langsung membuat Allegra mengangguk.


"Hmmm, sayang sekali! Tidak ada yang mengusap perutmu nanti malam," ujar Allegra sedikit berkelakar. Namun tak tahu mengapa kelakaran Allegra malah seperti sindiran untuk Sasha yang memang jarang mendapat perhatian Ando sejak ia hamil. Jangankan mengusap perut, saat tidur saja Ando lebih banyak memunggungi Sasha!


Lalu kenapa Allegra malah lebih peka dan paham kalau ibu hamil suka diusap-usap?


"Masih ada Mom yang bisa mengusap punggung dan perutku," jawab Sasha akhirnya berusaha terlihat baik-baik saja, meskipun Sasha sebenarnya tidak sedang baik-baik saja.


"Dad kalian sudah menelepon!" Mom Ghea memecah kebisuan dan menunjukkan layar ponselnya pada Ethan dan Sasha.


"Ayo pulang kalau begitu!" Ajak Ethan akhirnya.


"Kau tadi mau kemana, Allegra?" Ethan ganti bertanya pada Allegra.


"Mau pulang juga! Tadi habis mengantar Neeta yang ada acara di Aussie," jawab Allegra.


"Kau tidak ikut ke Aussie sekalian honeymoon?" Mom Ghea sedikit menggoda Ando bersamaan dengan empat orang itu yang sudah berjalan beriringan ke arah tempat parkir.


"Kebetulan Allegra sedang banyak pekerjaan, Aunty!" Jawab Allegra beralasan sebelum akhirnya mereka berpisah. Ethan, Sasha, dan Mom Ghea masuk ke mobil Ethan. Sementara Allegra masuk ke mobilnya sendiri, dan kedua mobil itupun segera melaju meninggalkan kawasan bandara.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.