Sasha & Allegra

Sasha & Allegra
PIL KONTRASEPSI



"Mami yakin kalau sebentar lagi kamu pasti sudah langsung hamil."


Sasha masih memainkan blister pil kontrasepsi di tangannya dan mendadak merasa bimbang apa ia akan kembali meminum pil itu malam ini.


Mami Rachel dan semua keluarga Kyler sudah sangat berharap agar Sasha secepatnya mengandung cucu pertama di keluarga tersebut.


Namun ketakutan di hati Sasha juga akan langsung membuncah setiap kali ia membayangkan dirinya jika hamil lagi.


Apa nantinya Allegra dan keluarga Kyler akan tetap menyayangi Claire?


Lalu apa sikap Allegra tidak akan berubah?


Hormon kehamilan selalu membuat mood Sasha berantakan serta mual muntah tak jelas yang pastinya akan mengganggu hubungan ranjang antara Sasha dan Allegra.


Sasha takut jika Allegra nantinya tak akan sabar menghadapi semua itu, lalu pria itu akan berpaling pada wanita lain. Sasha tidak mau hal itu terjadi!


Sasha sangat mencintai Allegra dan Sasha tidak mau patah hati untuk kedua kalinya.


"Sha!" Panggil Allegra bersamaan dengan pintu kamar mandi yang sudah menjeblak terbuka.


Sial!


Sasha lupa mengunci pintu tadi!


Buru-buru Sasha menyembunyikan pil kontrasepsinya di balik punggung, lalu diam-diam memasukkannya ke tempat sampah di bawah wastafel.


"Kau sedang apa? Claire menangis dan sepertinya sudah mengantuk," ujar Allegra dengan mata sedikit memicing karena melihat sesuatu yang sepertinya sengaja dibuang Sasha dari balik punggungnya.


Benda apa itu?


Testpack?


"A- aku akan menyusuinya!" Jawab Sasha tergagap, seraya melangkah cepat ke pintu kamar mandi, lalu berlalu pergi meninggalkan Allegra.


Allegra pura-pura ikut keluar dari kamar mandi, namun saat Sasha sudah menghilang ke arah kamar Claire, Allegra kembali masuk ke kamar mandi lalu mencari sesuatu yang tadi dibuang oleh Sasha. Kedua netra Allegra langsung bisa menemukan satu blister pil yang sudah tak asing bagi Allegra. Beberapa pil sudah tidak ada isinya, pertanda Sasha sudah meminumnya kemarin-kemarin.


"Kenapa Sasha memakai pil kontrasepsi?" Gumam Allegra dengan sejuta kekecewaan yang menumpuk di hatinya.


Allegra menarik nafas panjang, lalu menyimpan pil tersebut dan keluar dari kamar. Nanti saja Allegra akan minta penjelasan pada Sasha kenapa istrinya itu belum mau hamil.


****


"Hah!" Sasha tersentak kaget saat keluar dari kamar Claire, dan Allegra tiba-tiba sudah berdiri di depan kamar putrinya tersebut.


"Claire sudah tidur?" Tanya Allegra yang langsung membuat Sasha mengangguk.


Allegra ganti masuk ke dalam kamar, lalu mencium kening Claire dan merapatkan selimut bayi enam bulan tersebut.


"Princessnya Dad!" Gumam Allegra seraya tersenyum bangga pada Claire.


Sementara Sasha yang masih berdiri di ambang pintu, ikut tersenyum menyaksikan apa yang dilakukan Allegra tersebut.


"Aku mau bicara," ucap Allegra yang sudah kembali menghampiri Sasha.


"Dimana? Di kamar?" Tanya Sasha dengan nada sedikit menggoda. Biasanya Allegra akan balik menggoda Sasha, lalu mengecup bibir istrinya tersebut. Namun kali ini ekspresi Allegra hanya datar dan pria itu sudah langsung mendahului Sasha untuk masuk ke kamar mereka.


"Mau berendam dulu? Atau mau langsung ke atas ranjang?" Sasha bertanya dengan nada merayu. Dan sejujurnya, meskipun Allegra merasa kecewa pada Sasha, Allegra tak pernah bisa menolak rayuan Sasha yang satu ini.


Mungkin sebaiknya Allegra bercinta dulu dengan Sasha sebelum ia mulai bicara pada istrinya ini. Lagipula, pil untuk hari ini belum Sasha minum tadi. Jadi mungkin Allegra punya kesempatan.


"Sayang!" Tegur Sasha menyentak lamunan Allegra dan tanpa basa-basi, Allegra langsung mel*mat bibir Sasha. Allegra melancarkan pagutan demi pagutan yang membuat nafas Sasha tersengal. Pria itu lalu mendaratkan tubuh Sasha di atas ranjang dan langsung melucuti satu persatu baju Sasha, sambil sesekali mencecap setiap inchi dari tubuh istrinya tersebut. Allegra begitu menyukai semua lekukan tubuh Sasha, hingga ia tak mau melewatkan satu inchi pun untuk ia kecup.


"Ah!" Sasha melenguh saat Allegra sudah menyentak masuk ke dalam milik Sasha.


Allegra bergerak dengan tempo pelan namun menumbuk dengan dalam hingga tubuh Sasha sedikit tersentak. Istri Allegra itu menatap penuh cinta pada Allegra yang terus bergerak secara berirama.


Ya!


Allegra percaya kalau Sasha begitu mencintainya.


Lalu apa yang membuat Sasha enggan mengandung benih Allegra?


Apa ada sesuatu dari masa lalu yang mbuat wanita ini trauma?


Atau ini hanya karena Claire yang memang belum genap berusia satu tahun?


Allegra akan menanyakannya nanti, karena sekarang yang terpenting adalah....


Allegra menghujam semakin dalam saat ia merasakan miliknya yang hampir keluar.


Ya, Allegra tak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.


"Alle!" Erang Sasha bersamaan dengan milik Allegra yang terasa seperti diremas dengan kuat. Allegra ikut mengerang dan sedetik kemudian, benih-benih Allegra sudah berhamburan keluar untuk memenuhi rahim Sasha. Allegra tersenyum puas lalu mengecup kening Sasha cukup lama.


"Kau terlihat senang?" Gumam Sasha yang masih berusaha mengatur nafasnya. Allegra tak langsung melepaskan miliknya dari dalam milik Sasha, dan Allegra membiarkannya sedikit lama, seolah memberikan celah agar banyak benih Allegra yang berenang menuju ke dalam rahim Sasha.


"Ya, aku sangat senang dan bahagia," jawab Allegra yang sudah berguling, lalu menarik Sasha ke dalam dekapannya dan menutupi tubuh mereka berdua dengan selimut. Tak lupa, Allegra juga meraih celananya untuk mengambil sesuatu yang sejak tadi ia simpan di saku celana.


"Apa itu?" Tanya Sasha penasaran saat Allegra tak langsung menunjukkan pil kontrasepsi yang ia temukan di tempat sampah tadi.


"Menurut kamu apa?" Allegra balik bertanya pada Sasha.


"Coba aku lihat!" Sasha berusaha merebut pil tadi dari tangan Allegra, dan saat Sasha berhasil mendapatkannya, wanita itu langsung diam dan mematung.


Ya ampun!


Sasha ketahuan!


.


.


.


O o


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.