Sasha & Allegra

Sasha & Allegra
DEMAM



Sasha masih berada di kamar mandi dan menatap pada blister pil di depannya. Hati Sasha mendadak merasa bimbang apakah ia harus meminum pil pencegah kehamilan itu atau tidak.


Sasha belum siap hamil lagi!


Selain karena Claire yang masih terlalu kecil,juga karena Sasha merasa takut pada satu hal.


Sasha takut jika nanti ia hamil, sikap Allegra akan berubah seperti yang terjadi pada Ando dulu. Sasha masih merasa trauma.


"Sha! Kau sedang apa di dalam? Kenapa lama sekali?" Tanya Allegra seraya mengetuk pintu kamar mandi.


"Sha!" Panggil Allegra lagi.


"Sebentar!" Jawab Sasha seraya mengambil satu pil lalu dengan cepat menelannya. Sasha segera menyimpan sisa pil kontrasepsi tadi sebelum membuka pintu kamar mandi.


"Kau sedang apa? Kenapa lama?" Tanya Allegra lagi yang tak dijawab oleh Sasha.


Sasha berjalan ke arah nakas, lalu meneguk air minum yang berada di sana.


"Claire mana, Alle?" Tanya Sasha tanpa menjawab pertanyaan Allegra sebelumnya.


"Tidur bersama Mami malam ini," jawab Allegra to the point.


"Lagipula, ini malam pengantin kita. Jadi kenapa malah mencari Claire?" Allegra sudah merengkuh kedua pundak Sasha, lalu mendudukkan istrinya tersebut ke atas ranjang.


"Aku harus menyusui Claire dulu! Payud*raku penuh!" Ujar Sasha beralasan.


"Penuh bagaimana?" Tanya Allegra yang tanpa basa-basi langsung membuka kancing piyama Sasha.


"Alle!" Tegur Sasha yang sudah dengan cepat merapatkan lagi piyamanya.


"Aku cuma mau lihat!" Allegra berusaha membuka piyama Sasha lagi.


"Ck!" Sasha berdecak.


"Hey! Aku suamimu sekarang!" Allegra beralasan dan akhirnya Sasha membiarkan pria itu membuka piyamanya, lalu mengangkat bra Sasha ke atas.


"Keras!" Allegra merem*s kedua gundukan milik Sasha hingga sedikit mengeluarkan cairan.


"Boleh ku minum?" Tanya Allegra seraya menatap pada kedua netra milik Sasha.


"Itu punya Claire!" Sergah Sasha yang langsung menangkup kedua pay*daranya dengan telapak tangan.


"Icip sedikit! Aku penasaran sejak kemarin," pinta Allegra yang sudah memaksa untuk menyingkirkan tangan Sasha yang masih menutup dua gunung kembarnya.


"Bawa Claire kesini dulu, Alle!" Perintah Sasha sedikit galak.


"Sebentar!" Jawab Allegra yang sudah langsung melahap gundukan milik Sasha yang sebelah kanan. Allegra bahkan langsung menghisapnya persis seperti Claire saat sedang menyusu.


Dasar!


"Enak juga!" Gumam Allegra yang mulutnya masih tersumpal oleh pay*dara Sasha.


"Sudah! Ini punya Claire!" Sasha menjambak rambut Allegra dan sedikit memaksa suaminya tersebut untuk berhenti menyusu. Bisa-bisa Allegra berubah jadi bayi nanti kalau kebanyakan menyusu pada Sasha!


"Sedikit lagi! Ini enak," Allegra menolak untuk berhenti dan terus menghisap milik Sasha tersebut, lalu sesekali juga menjilati ujungnya. Dasar gila!


"Alle!" Sasha mendes*h tertahan karena kelakuan mesum Allegra tersebut.


"Coba yang sebelah!" Bukannya berhenti, Allegra malah pibdah menyusu ke pay*dara bagian kiri. Dasar gila!


"Alle, sudah!" Sasha sekali lagi menjambak rambut Allegra dan wanita itu sedikit menggeliat. Tak tahu kenapa, hisapan yang dilakukan Allegra menimbulkan sensasi aneh pada setiap desir darah Sasha. Padahal kalau Claire yang menghisap rasanya biasa saja.


"Alle!" Sasha kembali melenguh dan Allegra akhirnya berhenti menghisap kedua gunung kembar Sasha. Wajah Sasha sudah memerah dan nafas wanita itu terasa tak beraturan.


"Ada apa? Kau sudah bergairah?" Goda Allegra yang sudah ganti mendekatkan wajahnya pada wajah Sasha.


Sasha masih berusaha mengatur nafasnya, saat tiba-tiba Allegra sudah menyatukan bibirnya dengan bibir Sasha. Istri Allegra itu langsung memejamkan matanya,lalu membalas pagutan demi pagutan yang dilancarkan oleh Allegra. Sasha bahkan tak segan untuk menarik kepala Allegra dan memperdalam ciuman mereka. Saling mengeksplore setiap inchi dari bibir pasangan masing-masing. Sasha dan Allegra langsung hanyut dalam pagutan panas yang begitu panjang dan dalam. Hingga akhirnya suara ketukan di pintu membuat Sasha dan Allegra terpaksa menghentikan pagutan panas mereka.


"Brengsek!" Umpat Allegra yang akhirnya bangkit dari atas Sasha,lalu berjalan ke arab pintu untuk membuka benda dari kayu tersebut. Sasha sendiri langsung membenarkan piyamanya sebelum ikut berdiri dan menyusul langkah Allegra.


"Bang! Maaf Jasmine mengganggu," ucap Jasmine takut-takut.


"Ada apa?" Tanya Allegra to the point.


"Itu, Claire...."


"Claire kenapa?" Sela Sasha cepat.


"Claire demam, Kak! Apa perlu kita bawa ke rumah sakit?" Tanya Jasmine yang langsung membuat Sasha merangsek keluar dari kamar, lalu menuju ke kamar Claire di lantai bawah. Sudah ada Mami Rachel yang menggendong serta menimang-nimang Claire. Dan Papi Sean yang memegang botol susu Claire di tangannya.


"Tiga puluh tujuh koma lima derajat tadi suhunya," terang Mami Rachel.


"Kenapa kau kesini? Allegra mana?" Tanya Mami Rachel lagi.


"Iya tadi-"


"Perlu dibawa ke rumah sakit, Kak?" Tanya Jasmine memotong kalimat Sasha. Mami Rachel terlihat langsung mengernyit ke arah putri bungsunya tersebut.


"Kau yang memberitahu Sasha kalau Claire demam, Jasmine?" Tanya Mami Rachel penuh selidik.


"Iya, Jasmine kan khawatir, Mi! Dulu kata Kak Sasha juga Claire pernah dirawat karena demam dan sesak nafas," ujar Jasmine beralasan.


"Seharusnya tidak usah! Mami dan Papi sudah menanganinya!" Sergah Mami Rachel yang langsung membuat Jasmine merengut.


"Sudah, jangan dimarahi, Mi!" Sasha berusaha menengahi.


"Ini susunya Claire," papi Sean mengangsurkan botol susu Claire pada Sasha yang sudah mengambil alih Claire dari gendongan Mami Rachel. Sasha segera memberikan botol susu tadi pada Claire, tapi bayi itu terus menolak.


"Dari tadi menolak minum susu," cerita Mami Rachel.


"Mungkin mau menyusu langsung!" Ujar Allegra yang sudah ikut masuk ke kamar Claire. Allegra mengambil alih Claire dari gendongan Sasha, lalu mendekap bayi enam bulan tersebut.


"Sasha sedang hamil dan sebaiknya tidak menyusui secara langsung-"


"Tidak apa-apa, Mi! Biar Sasha susuin sekalian skin to skin," ujar Sasha menenangkan sang mertua. Sasha menyusul Allegra yang sudah membawa Claire duduk di sofa sambil tetap mendekap bayi tersebut. Sasha hendak membuka kancing piyamanya, saat kemudian Allegra mencegah dan mengingatkan.


"Masih ada Papi!"


"Apa? Kau cemburu juga pada Papi?" Sergah Papi Sean bersungut pada Allegra yang juga kerap merangkul-rangkul Mami Rachel dan membuat pria paruh baya tersebut cemburu.


"Ayo keluar!" Ajak Mami Rachel seraya menarik tangan sang suami. Sementara Sasha, Jasmine, dan Allegra hanya tertawa melihat tingkah polah kedua orangtua tersebut.


"Kau juga keluar sana, Jasmine!" Usir Allegra selanjutnya pada sang adik.


"Jasmine kan perempuan, Bang! Masa Abang cemburu juga pada Jasmine?" Tolak Jasmine sedikit mencibir.


"Sudah, keluar sana!" Usir Allegra tegas.


"Iya, iya!"


"Jasmine curiga Abang mau ikut menyusu juga seperti Claire," kikik Jasmine blak-blakan yang langsung membuat Sasha batuk-batuk karena tersedak ludahnya sendiri. Ternyata Jasmine tak benar-benar polos!


"Dasar bawel!" Allegra yang sudah memberikan Claire pada Sasha, segera bangkit berdiri lalu mendorong Jasmine agar keluar dari kamar Claire.


"Bang! Jasmine bisa, keluar sendiri!" Jasmine bersungut-sungut pada Allegra yang mengusirnya secara terang-terangan.


"Ish! Dasar bucin!" Gerutu Jasmine lagi dengan nada kesal.


"Berisik!" Sahut Allegra seraya kembali masuk ke kamar Claire, lalu menutup pintu dan menguncinya.


Allegra kembali menghampiri Sasha yang sudah mulai menyusui Claire.


"Lebay!" Cibir Sasha pada Allegra.


"Siapa?"


"Ya kamu itu! Cemburu pada semua orang!" Ujar Sasha masih dengan nada mencibir.


"Suka-sukalah! Kamu kan istri aku sekarang," klaim Allegra seraya tangannya membuka bra Sasha yang masih menutupi pay*dara sebelah kiri. Claire memang menyusu di dada sebelah kanan.


"Mau apa?"


"Menyusu, seperti Claire," jawab Allegra sebelum kemudian pria itu melahap gundukan kenyal milik Sasha.


Dasar Allegra gila!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.