
Ethan yang baru selesai praktek, baru saja akan meninggalkan rumah sakit saat dokter muda tersebut melihat Allegra yang menggendong Sasha menuju ke ruang UGD, disusul oleh Mami Rachel, Papi Sean, dan juga Jasmine. Wajah semua keluarga Kyler itu terlihat tegang.
Tapi tunggu!
Sasha kenapa?
Ethan tak membuang waktu lagi dan bergegas menuju ke UGD untuk mencari tahu. Sasha sudah duduk di atas brankar saat Ethan masuk ke dalam ruangan.
"Alle! Sasha kenapa?" Tanya Ethan to the point.
"Kak Sasha pendarahan, Bang Ethan!" Bukan Allegra, melainkan Jasmine yang menjawab, sebelum kemudian gadis itu disuruh jrluar oleh perawat dari ruang UGD beserta Papi Sean.
Ethan langsung bergegas menghampiri sang adik untuk memeriksa.
"Bagaimana ceritanya? Abang kan sudah menyuruhmu untuk berhati-hati?" Ethan mengomel pada Sasha sambil mengutak-atik ponselnya dan seperti menghubungi seseorang.
"Ini bukan pendarahan, Bang!" Cicit Sasha berbisik pada Ethan, berharap sang abang akan membantunya kali ini.
Bukan membantu melanjutkan kebohongan dan sandiwara kehamilan ini. Tapi membantu menjelaskan pada keluarga Allegra kalau sebenarnya Sasha tak hamil selama ini.
Ck!
Seharusnya sudah dari dulu Sasha menolak ide konyol Allegra ini!
Sekarang Sasha juga yang kelimpungan.
Ethan masih sibuk bicara di telepon dan sepertinya tak menggubris cicitan Sasha barusan.
"Eh! Suster, tidak perlu diinfus!" Tolak Sasha saat perawat hendak memasang jarum infus ke tangannya.
"Sasha! Ini semua untuk kebaikan kamu dan calon janin kamu!" Mami Rachel berusaha membujuk Sasha.
"Tapi Sasha tidak sedang hamil, Mi" sergah Sasha akhirnya merasa tak tahan lagi. Terserah kalau setelah ini Sasha dan Allegra akan mendapat ceramah panjang.
"Sasha! Kau baik-baik saja?" Mom Ghea sudah tiba di rumah sakit, saat semua yang berada di ruang UGD masih diam dan mungkin shock dengan pengakuan blak-blakan Sasha barusan.
Darimana juga Mom Ghea tahu Sasha dibawa ke UGD?
Pasti ulah Jasmine yang selalu heboh memberitahu semua orang jika ada kejadian seperti ini!
"Sasha hanya datang bulan! Tanya saja pada Allegra!" Sergah Sasha lagi tetap blak-blakan.
"Tapi firasatku mengatakan kalau kau sedang hamil, Sha!"
"Kita lembur terus selama hampir satu bulan ini!" Sergah Allegra merasa begitu yakin.
"Tunggu sebentar!" Ethan menengahi dan berusaha menarik benang merah dari hal rumit ini.
"Sasha bukannya sudah hamil sebelum kalian menikah kemarin?" Tanya Ethan menatap penuh selidik pada Sasha dan Allegra.
Pasangan suami istri itu kompak menggeleng.
"Kami belum melakukan apa-apa sebelum menikah, Bang! Jadi sebenarnya Sasha belum hamil waktu itu!" Jawab Allegra yang akhirnya berkata jujur sembari meringis.
"Tapi untuk kali ini, Allegra yakin kalau Sasha sudah benar-benar hamil!" Lanjut Allegra lagi dengan raut penuh keyakinan. Namun tentu saja hal itu tak membuat delikan tajam semua orang sirna begitu saja!
"Ethan! Adikmu kenapa?" Tanya seorang wanita yang mengenakan jas dokter serupa dengan yang dikenakan oleh Ethan. Sepertinya itu adalah rekan kerja Ethan yang merupakan seorang dokter obgyn.
Dokter wanita tersebut sudah menghampiri Sasha dan bersiap untuk memeriksa.
"Tadi ada jatuh?" Tanyanya memastikan.
Sasha langsung menggeleng.
"Coba kau periksa apa Sasha benar pendarahan atau hanya datang bulan!" Ujar Ethan pada dokter kandungan tersebut.
"Sasha hanya datang bulan, Bang! Tidak usah diperiksa!" Cicit Sasha merasa malu. Hal itu tentu saja membuat rekan Ethan tadi bingung.
"Sebenarnya ada masalah apa? Adikmu sedang hamil atau tidak?" Cecarnya bertanya pada Ethan.
"Aku juga tidak tahu! Sebelumnya dia mengaku hamil, tapi sekarang dia mengaku tidak sedang hamil!" Jawab Ethan sedikit emosi.
"Kita USG saja kalau begitu untuk memastikan!" Saran dokter kandungan tersebut yang langsung diiyakan oleh semua orang.
Berbeda dengan Sasha yang langsung menarik lengan Allegra dan bersungut pada suaminya tersebut.
"Ini semua karena ide konyolmu!"
****
Sasha dan Allegra duduk di kursi dan bersiap menerima ceramah dari Dad Alvin, Papi Sean, Mom Ghea, dan juga Mami Rachel.
Sasha tak jadi dirawat di rumah sakit, karena tadi setelah dilakukan USG, diketahui kalau Sasha memang sedang tidak hamil. Bercak darah yang ada dress Sasha tadi benar-benar adalah darah haid dan bukan darah akibat pendarahan.
Terbongkar sudah semua kebohongan dan karangan indah Allegra serta Sasha selama satu bulan ini!
"Apa maksudnya semua ini, Allegra? Kenapa bisa-bisanya kau mengarang cerita palsu tentang kehamilan Sasha."
"Padahal tak petnah terjadi apa-apa diantara kalian sebelun pernikahan kemarin itu!"
"Maksudnya apa?" Cecar Dad Alvin mewakili para orang tua yang juga dibuat geram oleh kebohongan Allegra tersebut.
"Mom, Dad, Mami, dan Papi pasti akan menolak hubungan kami jika Allegra tidak berbohong!" Jawab Allegra mencari alasan.
"Kenapa kau bisa berpikir sedangkal itu?" Kali ini ganti Papi Sean yang bertanya.
"Karena empat tahun yang lalu, Papi dan Mami juga menentang hubungan kami, dengan dalih kami adalah sepupu yang tak seharusnya saling jatuh cinta!"
"Padahal sebenarnya hubungan darah antara Sasha dan Allegra lumayan jauh, dan tidak menjadi masalah jika kami menjalin hubungan, saling jatuh cinta, lalu menikah!" Beber Allegra panjang lebar menjelaskan alasannya pada dua pasangan paruh baya di depannya tersebut.
"Allegra juga sudah bertanya ke beberapa orang yang mengerti, dan mereka semua mengatakan kalau hubungan Sasha dan Allegra bukanlah sebuah hubungan terlarang! Kami sangat bisa menikah!" Lanjut Allegra lagi.
"Empat tahun yang lalu Allegra terlalu bodoh dan pengecut karena tidak mau memperjuangkan hubungan Allegra bersama Sasha, hingga akhirnya Sasha menjadi menderita karena harus menikah dengan pria brengsek bernama Ando itu!" Allegra masih terus berbicara dengan nada yang sudah berubah berapi-api.
"Tapi kali ini Allegra tak akan melepaskan Sasha dan Claire lagi! Allegra mencintaimu Sasha dan Claire, Pi!"
"Jadi Allegra terpaksa mengarang cerita soal Sasha yang hamil agar Mami, Papi, Mom, dan Dad langsung merestui hubungan kami!" Pungkas Allegra yang akhirnya berkata jujur apa adanya.
"Dan kau mendukung kebohongan Allegra, Sha?" Gantian Dad Alvin yang bertanya dan menatap tak percaya pada sang putri.
"Sasha masih mencintai Allegra, Dad!" Jawab Sasha jujur.
"Lalu perhatian serta kasih sayang Allegra pada Claire...." kedua mata Sasha sudah berkaca-kaca sekarang.
"Bahkan ayah kandung Claire sekalipun tak pernah menyayangi Claire setulus rasa sayang Allegra pada bayi itu," lanjut Sasha nyaris tanpa suara. Allegra langsung duduk dan merangkul Sasha serta menenangkan istrinya yang sudah berurai airmata.
"Kami saling mencintai, Dad!" Ucap Allegra bersungguh-sungguh.
"Tapi tetap saja kebohongan kalian itu tidak bisa dibenarkan!"
"Seharusnya kalian tak perlu mengarang cerita konyol seperti itu dan minta restu saja secara baik-baik!"
"Kami pasti akan memberikan restu!" Sergah Mom Ghea menatap kecewa pada Allegra dan Sasha.
"Kami minta maaf, Mom!" Jawab Allegra dan Sasha serempak.
"Minta maaf pada Mami kalian itu!" Mom Ghea mengendikkan dagunya ke arah Mami Rachel yang tentu saja merasa paling kecewa. Wanita paruh baya itu pasti sudah sangat berharap untuk menimang cucu kandungnya sebentar lagi.
"Aku baik-baik saja, Ghe! Kan masih ada Claire," sergah Mami Rachel berusaha menutupi rasa sedihnya.
Sasha bangkit berdiri dengan cepat, lalu menghampiri Mami Rachel dan memeluk Mami mertuanya tersebut.
"Sasha minta maaf karena sudah membuat cerita palsu ini, Mi!" Ucap Sasha penuh sesal.
"Tidak apa! Mami yakin sebentar lagi kamu pasti sudah langsung hamil," ujar Mami Rachel berusaha berpikir positif.
"Untuk saat ini, Mami masih bisa menggendong dan bercengkerama dengan Claire. Dia kan cucu mami juga," sambung mami Rachel lagi yang langsung membuat Sasha mengangguk.
"Besok-besok jangan membuat karangan konyol seperti ini, Allegra!" Ujar Papi Sean memperingatkan Allegra sekali lagi dengan tegas.
"Iya, Pi! Allegra tidak akan mengulanginya!"
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.