Sasha & Allegra

Sasha & Allegra
IZIN MENGINAP



"Alle, Sayang!" Neeta yang entah muncul dari mana tiba-tiba sudah merangkulkan lengannya ke leher Allegra. Tentu saja hal itu membuat Allegra kaget.


Dasar wanita keparat!


"Maaf, Pak! Nona Neeta memaksa masuk ke ruangan anda."


"Saya sudah panggil security," lapor sekretaris Allegra.


"Lepas!" Ucap Allegra tegas seraya melepaskan tangan Neeta yang masih bergelayut di lehernya.


"Alle, aku masih mencintaimu! Ayo kita rujuk lagi!" Bujuk Neeta seraya kembali berusaha untuk bergelayut pada Allegra, namun kali ini Allegra lebih sigap untuk menjauh dan menghindar.


Mulut Neeta juga bau asap rokok. Allegra baru tahu kalau istrinya itu seorang perokok sekarang!


"Pergi kau sebelum security menyeretmu keluar!" Usir Allegra pada Neeta.


"Tidak!" Neeta kembali mengejar Allegra.


"Aku mau kita menikah lagi, Alle!"


"Ayo menikah lagi, lalu aku akan melahirkan anak untukmu!" pinta Neeta yang masih terus mengejar-ngejar Alle seperti orang gila. Tentu saja Allegra tak tinggal diam dan terus menghindari wanita biadab yang sekarang sedikit sinting tersebut.


Allegra memang sempat mendengar gosip tentang karier Neeta yang sedikit meredup usai skandal panas yang dilakukan wanita tersebut.


Neeta ketahuan tidur dengan seorang fotografer yang sudah punya anak istri, lalu video singkat mereka juga sempat beredar di dunia maya. Disinyalir, semua kontrak yang Neeta peroleh selama ini adalah karena wanita itu menjual tubuhnya pada para fotografer dan petinggi dari agency tempat Neeta bernaung. Entah sebobrok apa sebenarnya dunia yang digeluti oleh Neeta tersebut. Yang jelas sekarang Allegra sudah tidak peduli dengan apapun yang dilakukan mantan istrinya itu.


"Pergi dari sini!" Usir Allegra sekali lagi lebih lantang dan tegas.


"Aku tidak mau!"


"Tolong maafkan aku, Alle!"


"Hidupku tidak tenang setelah aku melakukan aborsi itu, lalu kau menceraikanku."


"Aku menyesal!" Cicit Neeta dengan mimik wajah yang melas seolah dirinya adalah wanita paling menderita di dunia ini.


Cih! Dasar ratu drama!


"Penyesalanmu sudah terlambat!" Ucap Allegra tegas.


"Pergi sekarang atau-" Neeta tiba-tiba sudah bersimpuh dan memeluk kaki Allegra.


Dasar wanita sinting!


"Security! Seret dia keluar!" Perintah Allegra pada dua security yang sudah datang.


"Aku tidak mau!"


"Aku istrinya Allegra Kyler! Kalian tidak bisa mengusirku seperti ini!" Neeta sudah bangkit berdiri, lalu menuding penuh emosi pada dua security yang hendak menyeretnya.


"Bukan lagi!" Ucap Alle tegas yang langsung membuat Neeta menatap marah pada pria tersebut.


"Pergi dari sini atau kau mau diseret keluar?" Desis Allegra tajam seraya mendelik pada Neeta.


Neeta tak berucap sepatah katapun dan wanita itu akhirnya berlalu pergi saat security hendak menyeretnya.


"Langsung usir wanita itu jika dia datang kemari lagi!" Perintah Allegra pada dua security yang langsung mengangguk paham.


"Siap, Pak!"


Allegra menghela nafas dan segera melangkah ke arah lift untuk selanjutnya pulang ke rumah. Allegra sudah tak sabar untuk segera memeluk Claire serta mengendus aroma khas dari bayi tersebut.


****


Hari sudah beranjak sore dan Allegra masih duduk di ayunan di halaman belakang seraya memangku Claire yang mulai mengantuk.


"Bang!" Panggil Jasmine yang langsung membuat Allegra meletakkan telunjuknya di bibir.


"Ssssttt! Claire baru saja tidur!" Bisik Allegra yang langsung mbuqt Jasmine meringis. Jasmine memeriksa Claire yang masih berada di dekapan Allegra.


"Kak Sasha menelepon dan bertanya kapan Claire diantar pulang!" Jasmibe menunjukkan ponselnya yang masih tersambung pada Sasha.


Segera Allegra mengambil ponsel sang adik dan ganti menelepon Sasha via video call.


"Alle!"


"Claire tidur!" Lapor Allegra seraya mengarahkqn kamera ke Claire yang sudah terlelap di dekapannya.


"Kan tinggal diantar pulang!" Ujar Sasha enteng. Allegra langsung menggeleng.


"Claire biar mengunap disini malam ini. Besok pagi Mami dan Jasmine akan mengantarnya pulang," pinta Allegra sedikit memaksa.


"Mana bisa begitu?" Sasha langsung menyalak.


"Tentu saja bisa! Dia kan disini bersama aku, Dad-nya!" Jawab Allegra yang langsung membuat Sasha memutar bola mata dan Jasmine yang duduk di dekat Allegra kini menahan tawa.


"Tapi kata Uncle Sean, Claire akan diantar pulang sore ini!"


"Iya tapi kan Claire tidur! Kasihan jika harus dibangunkan. Aku juga masih kangen pada Claire!"


"Atau kau bisa kesini sekalian dan menginap," usul Allegra yang langsung membuat Sasha berdecak.


"Modus! Terus saja seperti itu!"


"Aku akan lapor Dad!" Ancam Sasha yang terlihat berjalan keluar dari kamarnya, lalu menghampiri Dad Alvin yang sedang duduk bersama Aunty Ghea, serta Aunty Audrey dan ada juga Alicia.


Sepertinya sedang membahas tentang acara lusa karena wedding organizer Aunty Audrey selalu jadi langganan untuk acara pernikahan keluarga Sanjaya.


"Dad! Allegra memaksa Claire untuk menginap malam ini di kediaman Kyler!"


"Kenapa begitu?"


"Ini! Dad bicara sendiri!" Ponsel sidah berpindah ke tangan Dad Alvin sekarang.


"Alle!"


"Claire masih tidur nyenyak,Uncle! Besok pagi-pagi Mami akan mengantar Claire. Alle janji!" Sergah Allegra cepat berusaha membujuk Dad Alvin.


Dan Alvin diam sejenak saat layar ponsel Sasha menampilkan gambar Claire yang terlihat begitu nyaman berada di dalam dekapan Allegra.


"Itu putrinya Sasha, ya? Sudah nyaman sekali bersama Allegra," celetuk Aunty Audrey seraya geleng-geleng kepala.


"Kan memang calon dad-nya, Ma!" Timpal Alicia seraya tertawa kecil.


"Dad!" Tegur Sasha pada Dad Alvin yang malah melamun.


"ASIP Claire masih cukup, Alle?" Dad Alvin malah melontarkan pertanyaan.laon pada Allegra. Apa itu artinya Dad Alvin memberikan izin?


"Cukup, Uncle! Tadi juga sopir sudah kesini mengantarkan ASIP tambahan," jawab Allegra yakin.


"Kau tidak akan kewalahan menemani Claire begadang malam nanti?" Tanya Dad Alvin lagi.


"Tentu saja tidak, Uncle! Alle sudah terbiasa dua pekan kemarin."


"Baiklah kalau begitu! Tapi besok pagi Claire benar-benar sudah jarus diantar kesini, ya!" Pesan Dad Alvin yang rupanya memberikan izin untuk Claire menginap di rumah Allegra.


"Siap,Uncle! Besok Allegra akan-"


"Eh, maksudnya Mami dan Jasmine yang akan mengantar Claire pulang," Allegra mengoreksi kalimatnya karena ingat kalau ia masih belum mendapat izin untuk ke kediaman Sanjaya sampai hari H pernihakan.


Huh!


Sabar, Allegra!


Hanya sampai lusa. Meskipun rasanya seperti berabad-abad


Tapi malam ini setidaknya ada Claire yang bisa Allegra peluk dan cium.


"Puas?" Telepon sudah kembali beralih ke Sasha.


"Seharusnya kau merasa senang karena malam ini tidak perlu begadang dan bisa tidur nyenyak," ujar Allegra yang langsung membuat Sasha mencibir.


"Bagaimana aku bisa tidur nyenyak jika putriku tidak ada di sampingku?" Gerutu Sasha yang malah membuat Allegra tertawa kecil.


"Dia putriku juga dan aku pasti menjaganya, Sha! Sudah jangan lebay begitu atau kau mau menginap disini juga malam ini?" Tawar Allegra usil.


"Dalam mimpimu!"


"Baiklah yang masih jual mahal! Tunggu lusa dan kau tak akan berkutik lagi!" Alle mengerling nakal pada Sasha.


"Dasar mesum! Aku tutup teleponnya!"


"Oke! Bye!" Jawab Allegra santai dan Sasha langsung berdecak.


"Tutup sekarang!" Ujar Allegra lagi karena Sasha tak kunjung menutup telepon padahal tadi katanya mau menutup telepon.


"Aku mau mencium Claire dulu!" Sasha beralasan.


"Sudah aku wakilkan! Mmmuuaah!" Allegra memonyongkan bibirnya ke kamera yang justru membuat Sasha tertawa geli.


"Itu bibirmu! Dasar!"


"Iya, anggap saja itu bibirnya Claire! Balas ciumanku!" Perintah Allegra memaksa.


"Nggak! Masa iya aku mencium layar ponselku!"


Allegra langsung tergelak mendengar kalimat Sasha.


"Sha! Kemarilah sebentar!" Terdengar panggilan Dad Alvin samar-samar.


"Baiklah, aku tutup dulu teleponnya! Nanti malam aku akan menelepon lagi!" Pungkas Sasha akhirnya.


"Siap, Nyonya Allegra!" Jawab Allegra yang langsung membuat Sasha sedikit salah tingkah.


"Bye!"


Telepon terputus.


Allegra senyum-senyum sendiri hingga deheman Jasmine membuat Allegra baru sadar kalau sejak tadi adiknya itu masih berada di dekatnya dan menyaksikan semua kebucinan Allegra pada Sasha.


Ah, siapa peduli!


"Abang bucin sekali ternyata!" Cibir Jasmine seraya mengambil ponselnya dari tangan Allegra. Gadis itu lalu beranjak dan meninggalkan Allegra dan Claire.


"Biarin!" Sahut Allegra sembari tangannya mengusap-usap punggung Claire yang tetap terlelap di dalam dekapannya.


"Nanti malam bobok sama Dad, ya!"


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.