Sasha & Allegra

Sasha & Allegra
BAGAIMANA?



"Kenapa harus bilang aku sedang hamil? Kita bahkan belum melakukan apa-apa!" Omel Sasha yang kini sedang berbicara via video call bersama Allegra.


"Kau mau kita melakukan apa-apa atau aku menghamilimu sekarang? Aku bisa menyelinap ke kamarmu kapan saja," jawab Allegra yang langsung membuat Sasha menyalak.


"Dasar sinting!"


Allegra sontak tergelak dan wajah pria itu masih memenuhi layar ponsel Sasha.


"Aku rasa aku harus langsung lembur setelah kita menikah nanti, agar kau segera hamil," ujar Allegra setelah pria itu berhenti tertawa.


"Hemm, Claire masih kecil, Alle! Apa tidak sebaiknya kita tunda saja dulu!" Usul Sasha keberatan. Tapi Claire memang masih kecil dan bayi itu bahkan baru genap enam bulan. Kalau Sasha sudah hamil lagi, bagaimana Claire bisa lanjut ASI?


"Claire sudah lulus ASI eksklusif enam bulan. Jadi tidak masalah jika kau hamil lagi."


"Nanti bisa dibantu susu formula!" Pendapat Allegra yang selalu punya solusi.


"Harga susu mahal!" Sasha kembali beralasan.


"Memangnya kau pikir, aku bekerja keras selama bertahun-tahun dan menimbun uang itu untuk apa?" Sergah Allegra sombong.


"Mana aku tahu! Kau yang menimbun uang, kenapa malah bertanya kepadaku?" Jawab Sasha asal.


"Tentu saja untuk kau dan Claire!" Ujar Allegra yang hanya membuat Sasha memutar bola mata.


Ya, Sasha percaya!


Allegra memang kaya dan merupakan calon pewaris Kyler Realty milik Opa Nick serta Papi Sean!


"Claire masih menyusu?" Tanya Allegra selanjutnya karena sejak yadi Sasha memang video call bersama Allegra sambil menyusui Claire.


"Masih!"


"Mana? Aku mau lihat, arahkan kameranya!" Perintah Allegra.


"Modus!" Cibir Sasha yang sudah langsung paham maksud Allegra.


"Modus apa? Aku juga sudah pernah melihatnya secara langsung dan memegangnya. Hanya belum pernah menjilat dan menghisapnya saja!" Jawab Allegra blak-blakan.


"Dasar mesum!" Decak Sasha seraya memutar bola mata.


"Nanti aku aka berbagi dengan Claire setelah kita menikah." Ujar Allegra lagi yang entah mengapa jadi sering membahas adegan ranjang, tepatnya setelah tanggal pernikahan Sasha dan Allegra ditentukan.


Ya! Mereka akan menikah akhir pekan ini karena undangan masih perlu dicetak dan disebar, serta beberapa persiapan lain yang tidak bisa disiapkan secara mendadak.


Ini juga sudah mendadak karena akhir pekan hanya tinggal tiga hari lagi. Dan selama tiga hari itu Dad Alvin melarang Allegra datang ke rumah, meskipun alasan pria itu untuk menemui Claire. Allegra baru boleh datang saat acara pernikahan nanti dan jika rindu pada Claire, Allegra hanya boleh melakukan video call seperti saat ini.


"Claire sudah tidur dan aku mau mandi. Aku tutup teleponnya sekarang," ujar Sasha akhirnya seraya melepaskan pay*daranya dari mulut Claire.


"Aku tak keberatan menunggu kau mandi, atau kita bisa mandi bersama via video call?" Tawar Allegra yang benar-benar membuat Sasha ingin mencuci bersih otak Allegra.


"Dasar mesum!" Pungkas Sasha seraya mematikan sepihak video call dari Allegra. Sasha meletakkan ponselnya ke atas nakas, lalu membuka lemari baju untuk mengambil baju yang akan ia pakai. Tepat saat Sasha menutup kembali pintu lemari, seseorang yang berdiri di balik pintu lemari membuat jantung Sasha nyaris melompat keluar dari rongganya.


"Abang Ethan!" Sasha langsung menghambur ke pelukan Abang Ethan yang masih mengenakan baju dinasnya.


"Kau kemana saja, hah? Membuat kami semua cemas!" Cecar Abang Ethan yang masih memeluk erat sang adik kesayangan.


"Bersama Allegra? Kata Dad kalian akan menikah akhir pekan nanti?" Tanya Abang Ethan memastikan.


"Ya! Sedikit mendadak," jawab Sasha meringis.


"Claire baru enam bulan dan kau sudah hamil lagi!" Ethan mengusap perut Sasha yang sebenarnya hanya berisi makanan dan belum ada calon bayi Allegra di sana.


Karangan Allegra benar-benar sudah menggemparkan keluarga Sanjaya dan Keluarga Kyler! Entah bagaimana jadinya nanti kalau semua kebohongan ini terbongkar.


Abang Ethan sudah ganti menghampiri Claire yang terlelap di atas ranjang Sasha. Pria yang berprofesi sebagai dokter tersebut, membenarkan selimut Claire, lalu mencium pipi sang keponakan.


"Dia mirip denganmu," puji Ethan yang tatapannya belum beralih dari Claire.


"Semuanya bilang begitu," jawab Sasha yang sudah ikut duduk di tepi ranjang dan menatap wajah Claire juga.


"Kau sudah tahu perihal kecelakaan yang menimpa Ando?" Tanya Abang Ethan mengalihkan pembicaraan. Sebenarnya sejak awal Ethan memang kurang suka Sasha menjalin hubungan dengan Ando. Namun adik Ethan ini benar-benar keras kepala dan percaya kalau Ando adalah pria baik. Namun nyatanya, itu semua hanyalah topeng untuk menutupi kebusukannya.


"Ya! Sasha bertemu Marsya yang merupakan istri simpanan Ando. Dia yang memberitahu semuanya," jawab Sasha dengan nada datar.


"Surat kematian Ando dikirim ke sini karena kau tahu sendiri, dia tak punya keluarga," ujar Ethan ikut bercerita. Sasha tak menanggapi dan selanjutnya hanya ada keheningan diantara kakak beradik itu.


"Berarti selama ini kau memang masih menyimpan perasaan cinta pada Allegra, ya?" Ujar Ethan yang akhir memecah kesunyian. Sasha langsung menatap ke arah sang abang seolah mengatakan kalau Sasha tak bisa menyangkal lagi


"Kau bahkan memakai akronim namamu dan Allegra untuk nama belakang Claire," sambung Ethan lagi seraya tertawa kecil.


"Allesha, Allegra dan Sasha." Ethan masih tertawa.


"Ck! Tadinya Sasha tak berniat begitu! Nama Allesha muncul begitu saja dan saat Sasha cari tahu artinya bagus dan cocok,jadi Sasha pakai sebagai nama tengah Claire," kilah Sasha mencari alasan.


"Iya, tapi andai pikiranmu tidak memikirkan Allegra, pasti bukan nama itu yang akan melintas," Ethan masih tak berhenti meledek sang adik.


"Abang!" Cebik Sasha bersamaan dengan Kak Ruby yang sudah masuk ke dalam kamar wanita tersebut.


"Sha!"


"Kak Ruby! Abang Ethan ini usil!" Lapor Sasha pada Ruby seraya memeluk erat kakak iparnya tersebut.


"Usil kenapa? Nanti biar kakak yang memberi pelajaran," hibur Ruby, sebelum kemudian dua wanita itu lanjut duduk di sofa dan mengobrol panjang.


"Hmmmm, sebaiknya aku turun dan bermain bersama Lena dan Rena saja! Ketimbang jadi obat nyamuk disini," gumam Ethan yang sama sekali tak dipedulikan oleh Sasha dan Ruby.


Ya, ya, ya!


Adik dan istri Ethan itu memang akan langsung lupa segalanya kalau sudah ketemu dan mengobrol!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.