Sasha & Allegra

Sasha & Allegra
PULANG



Satu pekan berlalu.


Sasha, Claire dan Allegra baru pulang dari rumah sakit untuk memeriksakan Claire serta memastikan kalau bayi enam bulan tersebut sudah bisa diajak bepergian naik pesawat.


"Mbak Lina sudah selesai berkemas?" Tanya Allegra seraya memeriksa koper-koper berisi perlengkapan Claire yang sudah disusun Mbak Lina di ruang depan.


"Sudah, Pak!" Lapor Mbak Lina.


"Pesawatnya berangkat jam berapa?" Tanya Sasha pada Allegra.


"Setelah makan siang," jawab Allegra dan Sasha langsung mengangguk.


"Nanti saya ikut pulang ke rumah Mbaksha?" Tanya Mbak Lina pada Sasha. Asisten rumah tangga itu terlihat cemas mungkin khawatir kalau-kalau Sasha, tiba-tiba memberhentikannya.


"Iya, Mbak! Nanti Mbak Lina bisa lanjut bekerja di rumah Mom-"


"Lalu setelah kami menikah Mbak Lina bisa lanjut jadi asisten rumah tangga di rumah kami" Potong dan sambung Allegra yang langsung membuat Mbak Lina kaget.


"Loh! Pak Alle dan Mbaksha mau nikah, ya? Saya pikir sepupu," Mbak Lina tertawa kecil.


"Pantasan tidurnya berdua di satu kamar," sambung Mbak Lina lagi masih tertawa.


Sasha langsung merengut dan Allegra malah merangkul mesra Mom dari Claire tersebut.


"Kami memang sepupu, Mbak! Sepupu jauh sekali," Seloroh Allegra yang kembali membuat Mbak Lina tertawa.


"Mbak Lina siap-siap saja dulu, ya!" Ujar Sasha selanjutnya.


"Iya, Mbaksha! Saya permisi," pamit Mbak Lina seraya berlalu pergi dan menghilang ke arah dapur.


"Ayo ikut Dad!" Ajak Allegra seraya mengambil Claire dari gendongan Sasha.


"Biar minum ASI dulu, Alle!" Cegah Sasha yang hanya diabaikan oleh Allegra. Pria itu membawa Claire duduk di sofa, lalu berbicara dengan seseorang di telepon.


"Iya, Mi! Alle pulang hari ini!"


Sasha sudah ikut duduk di sofa dan mendengarkan Allegra yang ternyata berbicara dengan Mami Rachel.


"Mau dijemput?"


"Tidak usah! Nanti Alle pulang sendiri!" Tolak Allegra saat Mami Rachel menawarkan jemputan.


"Kau masih workaholic?"


"Siapa? Alle? Alle tak pernah workaholic. Ini Alle malah sibuk bersama calon menantu dan calon cucu Mami," jawab Allegra yang langsung berhadiah cubitan di perut dari Sasha.


"Auuw! Sakit!" Keluh Allegra yang langsung menatap gemas pada Sasha.


"Kau sedang bersama siapa, Alle?"


"Calon menantu dan cucu Mami!" Jawab Allegra sekali lagi.


"Siapa? Mami boleh bicara dengannya?"


"Nanti Mami juga akan tahu! Alle akan mengajaknya pulang," ujar Allegra yang sepertinya sengaja membuat sang mami penasaran. Semoga nanti Mami Rachel tidak shock, saat tahu calon menantunya adalah Sasha.


"Baiklah kalau begitu! Mami senang karena akhirnya kamu sudah move on sekarang."


"Alle tutup dulu teleponnya, Mi! Spai jumpa di rumah. Bye!" Pungkas Allegra seraya menutup telepon dari Mami Rachel.


Allegra meletakkan ponselnya ke atas meja, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Sasha.


"Apa, sih!" Decak Sasha yang langsung menghindar.


"Nanti pulang kita nikah, ya!" Ajak Allegra dengan nada mesra.


"Maksa!" Cibir Sasha.


"Harus, dong! Agar kau tidak jatuh ke pelukan pria brengsek lagi," ucap Allegra yang langsung membuat Sasha diam. Wanita itu meraih tangan Claire yang masih bearda di pangkuan Allegra, lalu memainkan jari-jari mungil putrinya tersebut.


"Memangnya kau bukan pria brengsek? Kau dulu tidak mau berjuang dan malah meninggalkan aku begitu saja. Menikah dengan wanita lain hingga membuatku patah hati." Sasha mengeluarkan semua uneg-uneg serta kekesalannya pada Allegra selama ini. Kesal tapi masih cinta. Mungkin seperti itulah gambaran perasaan Sasha pada Allegra saat ini.


"Iya! Dulu aku memang brengsek dan pengecut." Allegra membuat pengakuan.


"Jadi sekarang, biarkan aku memperbaiki semuanya dan menperjuangkan kau serta Claire," lanjut Allegra bersungguh-sungguh.


"Aku mencintai kalian berdua," pungkas Allegra seraya merangkul Sasha dan mencium kening wanita itu.


****


"Claire masih tidur?" Tanya Sasha seraya memeriksa Claire yang masih berada di gendongan Allegra.


"Masih. Sudah, jangan di ganggu!" Jawab Allegra sekaligus memperingatkan Sasha.


"Ayo keluar dan cari taksi!" Ajak Allegra pada Sasha dan Mbak Lina.


"Kita pulang kemana, Alle?" Tanya Sasha yang mendadak merasa bingung.


"Ke rumah Mom dan Dad tentu saja," jawab Allegra cepat.


"Mom dan Dad-ku?" Sasha bertanya lagi dan masih bingung.


"Ya! Aku akan mengantarmu sekalian menjelaskan pada Mom dan Dad apa saja yang sudah terjadi di antara kita-"


"Tidak terjadi apa-apa di antara kita, Alle!" Bisik Sasha menggeram pada Allegra yang malah terkekeh tanpa dosa.


"Tentu saja terjadi sesuatu!"


"Terjadi cinta lama yang bersemi kembali," bisik Allegra seraya mendekatkan wajahnya pada Sadha yang tentu saja langsung ditampik oleh wanita itu.


"Kita sedang di bandara! Tidak malu apa dilihat Mbak Lina!" Omel Sasha yang rupanya ikut didengar juga oleh Mbak Lina yang kini tertawa kecil.


"Ayo pulang!" Ajak Sasha selanjutnya seraya membantu Mbak Lina mendorong troli berisi koper. Sementara Allegra berjalan di depan sembari menggendong Claire dan menyeret satu koper yang paling besar.


Dan saat mereka baru melangkah dari pintu keluar bandara, seorang gadis memanggil serta melambaikan tangan ke arah Allegra.


"Abang Alle!"


"Sial! Itu Jasmine! Sedang apa gadis itu disini?" Gumam Allegra seraya menghentikan langkahnya. Berbeda dengan Jasmine yang malah sudah berlari ke arah Allegra dan gadis itu terlihat penasaran sekali dengan bayi yang kini Allegra gendong.


"Abang menggendong anak siapa?" Tanya Jasmine seraya memeriksa Claire yang tetap terlelap di gendongan Allegra.


"Anak abang!" Jawab Allegra cepat dan tegas.


"Anak Abang bersama siapa-"


"Jasmine!" Sapaan Sasha membuat Jasmine tak jadi melanjutkan pertanyaannya,dan gadis itu mengalihkan tatapannya pada wanita yang menyapanya. Jasmine langsung terkejut.


"Sasha!" Jasmine dengan cepat memeluk Sasha.


"Kamu darimana saja, Sha? Semua orang mengkhawatirkanmu!" Cecar Jasmine yang masih memeluk Sasha.


"Bisa tidak panggilnya Kak Sasha mulai sekarang?" Celetuk Allegra yang langsung membuat Jasmine melepaskan pelukannya pada Sasha lalu kembali menatap pada Allegra.


"Kak?" Tanya Jasmine bingung.


"Iya, Kak Sasha!" Jawab Allegra tegas dan lugas.


Jasmine masih menatap bingung pada sang abang, sebelum kemudian tatapan Jasmine berpindah pada bayi yang mulai menggeliat di gendongan Allegra. Namun Allegra sudah dengan cepat bergerak menimangnya.


"Itu bayi kamu, Sha?" Tanya Jasmine memastikan dan langsung terdengar decakan dari Allegra.


"Kak Sasha! Biasakan itu, Jasmine!" Ujar Allegra mengingatkan.


"Iya, itu bayi Kak Sasha?" Jasmine mengulangi pertanyaannya.


"Iya!" Jawab Sasha cepat.


"Lalu...." Jasmine menatap bergantian pada Sasha dan Allegra.


"Jangan bilang sudah terjadi sesuatu diantara kalian berdua!" Jasmine menuding curoga pada Sasha dan Allegra.


"Ti-"


"Iya! Sudah terjadi sesuatu!" Alkrgra memotong jawaban Sasha dengan tegas dan lantang.


"Jadi cepat antarakan kami pulang ke rumah Uncle Alvin,agar abangmu ini bisa segera mempertanggungjawabkan perbuatannya!" Lanjut Allegra lagi memerintah sang adik dengan tegas.


"Kau kesini mau menjemput kami?" Tanya Sasha pada adik Allegra yang masih shock tersebut.


"I-iya!"


"Jasmine ambil mobil sebentar!" Pamit Jasmine yang masih linglung dan sesekali Jasmine juga menggaruk kepalanya yang tak gatal sembaru berjalan ke arah parkiran. Mungkin sebaiknya Jasmine menghubungi Mami Rachel dan Papi Sean!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.