Sasha & Allegra

Sasha & Allegra
BALAS DENDAM



Allegra turun dari mobil dengan tergesa dan langsung berlari masuk ke dalam rumah. Pria itu bahkan hampir menabrak Jasmine yang sedang menggendong Claire.


"Ada apa, sih, Bang? Kok buru-buru begitu?" Tanya Jasmine heran.


"Sasha sudah pulang?" Tanya Allegra to the point pada sang adik.


"Sasha masih belum pulang, Alle! Tadi katanya ada keperluan dengan Ruby." Bukan Jasmine yang menjawab pertanyaan Allegra, melainkan Mami Rachel yang sudah ikut menghampiri kedua anaknya tersebut.


"Sasha sudah meneleponmu dan mengatakan kalau dia pergi, kan?" Tanha Mami Rachel memastikan.


"I-iya! Sydah, Mi!"


"Cuma Allegra pikir Sasha sudah pulang," Allegra menggaruk kepalanya yang tak gatal,lalu memilih untuk mengambil alih Claire dari gendongan Jasmine.


"Mom!" Panggil Claire yang memang baru bisa menyebut kata Mom. Semua-swmua yang yang menggendong bayi itu selalu dipanggil Mom.


"Ini Dad, Sayang!"


"Dad!" Allegra mengajari Claire untuk memanggil Dad.


"Mom! Bluuuuuurb!" Claire menyembur wajah Allegra dengan ludahnya yang sibtak membuat Jasmine tergelak.


"Ya ampun! Kok kamu suka nyembur-nyembur?" Allegra ikut terkekeh dan mengusap wajahnya yang basah.


"Giginya baru mulai tumbuh. Kadang suka main ludah begitu," terang Mami Rachel pada Allegra yang masih menggendong Claire.


"Ayo turun dan belajar lari!" Allegra akhirnya menurunkan Claire dari gendongan.


"Baru juga belajar jalan, Bang! Masa iya disuruh berlari saja!" Protes Jasmine yang ikut berjongkok untuk membantu Claire belajar berjalan.


"Ulang tahun Claire minggu depan jadi dibuatkan acara, Mi?" Tanya Jasmine mengalihkan pembicaraan.


"Bareng sama Sasha ulang tahunnya," timpal Allegra mengingatkan.


"Iya, Mami ingat. Nanti acaranya sekalian syukuran empat bulan kehamilan Sasha," terang Mami Rachel memaparkan rencana acara minggu depan.


Allegra dan Jasmine kompak mengangguk.


"Bang! Ponsel berbunyi!" Ujar Jasmine memberitahu Allegra yang ssdang asyik mengajari Claire berjalan, hingga pria itu tak sadar ponselnya yang ada di saku berbunyi.


Allegra segera mengangkat telepon, setelah meminta Jasmine menggantikannya untuk memegangi Claire yang tak mau berhenti berjalan kesana kemari.


"Halo, Mom!" Sambut Allegra karena yang menelepon adalah Mom Ghea.


"Alle, kau masih sibuk?"


"Tidak, Mom! Pekerjaan Allegra sudah selesai. Ada apa, ya?" Allegra balik bertanya pada Mom Ghea.


"Ini Sasha menyuruh Mom untuk menelepon kamu dan mengatakan kalau Sasha sedang ingin makan rujak."


"Sasha di sana, Mom?" Tanya Allegra lagi yang segera merutuki kebodohannya sendiri karena tadi langsung lupa untuk mencari Sasha setelah asyik bercengkerama bersama Claire.


"Iya, dia baru datang tadi."


"Baiklah! Alle akan membelikan rujak untuk Sasha, lalu mengantarnya kesana."


"Tapi, Alle! Sasha membuat beberapa permintaan untuk rujaknya."


"Sebentar Mom bacakan."


Allegra langsung mengernyit dengan kalimat Mom Ghea. Permintaan soal rujak?


"Iya, Mom! Sasha mau rujak yang bagaimana?"


"Sasha mau rujak pakai cabe lima belas-"


"Hah? Apa nanti Sasha tidak sakit perut, Mom?" Tanya Allegra menyela penjelasan Mom Ghea.


"Mom juga tidak tahu! Ini permintaan Sasha dan dia keras kepala sekali tak mau mengubah permintaannya."


"Lalu Sasha juga mau yang banyak mangga mudanya. Rujak diserut bukan dipotong, dan yang terakhir...."


"Apa yang terakhir, Mom?" Tanya Allegra penasaran.


"Sasha mau gerobak tukang rujaknya dibawa ke depan rumah." Lanjut Mom Ghea yang langsung membuat Allegra menganga tak percaya.


"Sebentar Mom tanyakan pada Sasha. Kenapa anak itu ngidam aneh-aneh begini?"


"Sasha!"


Terdengar suara Mom Ghea yang menggedor pintu kamar dari seberang telepon.


"Sha! Ini maksudnya apa kamu minta gerobak rujak dibawa ke depan rumah?"


"Sudah, Mom! Katakan saja apa adanya pada Allegra! Dia pasti paham, kok! Kalau memang dia pengertian pada istrinya yang sedang hamil!" Jawaban Sasha bisa didengar dengan jelas oleh Allegra yang langsung sadar kalau Sasha tengah mengerjainya sekarang. Apa ini maksudnya Sasha sedang balas dendam atas kelakuan Allegra tadi pagi?


"Tapi ngidamnya jangan aneh-aneh begini!"


"Sudah! Pokoknya Mom tinggal bilang ke Allegra saja sesuai yang ada di catatan!"


"Lalu kenapa bukan kau yang mengatakannya sendiri?"


"Sasha mendadak alergi pada Allegra dan tidak mau bicara dengannya."


"Ck! Aneh sekali ngidammu," gerutu Mom Ghea sebelum kemudian wanita paruh baya tersebut kembali bicara pada Allegra.


"Alle-"


"Sudah, Mom! Tidak apa-apa. Alle akan mencari tukang rujak yang pakai gerobak dulu. Nanti Allegra bawa ke rumah."


"Baiklah! Terima kasih pengertianmu, Allegra!"


"Sudah jadi kewajiban Alle, Mom! Sasha kan sedang mengandung anaknya Allegra," ujar Allegra seraya garuk-garuk kepala. Tapi mana Mom Ghea tahu?


"Dan satu lagi, Sasha juga pesan kelapa muda dua buah."


"Baik, Mom! Nanti Allegra carikan sekalian." Jawab Allegra lagi.


"Hati-hati mencarinya dan tidak usah terburu-buru!"


"Iya, Mom! Bye!" Pungkas Allegra sebelum lanjut menutup telepon. Allegra mengusap wajahnya sendiri setelah pria itu menyimpan ponselnya ke dalam saku.


"Ada apa, Alle? Sasha di rumah Mom-nya?" Tanya Mami Rachel pada Allegra yang terlihat bingung memikirkan gerobak rujak.


"Iya, Mi!"


"Dan Sasha mau rujak," lanjut Allegra yang kembali mengusap wajahnya.


"Di depan kampus Jasmine banyak tukang rujak, Bang!" Celetuk Jasmine memberitahu.


"Ada yang pakai gerobak?" Tanya Allegra to the point.


"Ada sepertinya."


"Kenapa? Kak Sasha minta rujak yang pakai gerobak?" Tebak Jasmine seraya terkekeh.


"Iya! Mana minta yang bamyak mangga mudanya-"


"Belum musim mangga. Di tukang rujak mungkin juga belum ada mangga mudanya," potong Mami Rachel memberitahu.


"Hah? Serius, Mi? Trus cari mangga muda kemana?" Cecar Allegra pada sang mami. Bisa-bisa Sasha tak akan memaafkan Allegra kalau ia tidak membawakan apa yang Sasha mau.


"Banyak itu mangga muda di rumah tetangga, Bang!" Jasmine kembali memberi info seraya tergelak.


"Yang mana?" Tanya Allegra bingung.


"Yang ada anjing galaknya," jawab Mami Rachel yang langsung membuat Allegra kembali mengusap wajahnya.


Kenapa ngidammu aneh-aneh begini, Sha?


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.