Sasha & Allegra

Sasha & Allegra
CURIGA



Allegra membimbing Sasha yang baru selesai muntah-muntah untuk duduk dj sifa, lalu mengangsurkan segelas air putih hangat pada istrinya tersebut.


"Mau makan sesuatu? Biar aku carikan," tawar Allegra seraya mengusap keringat yang memenuhi dahi Sasha.


"Enggak!" Tolak Sasha sebelum kembali meneguk air putih di gelasnya hingga tandas.


Biasanya saat weekend begini, Sasha, Allegra, dan Claire akan jalan-jalan kemana saja. Namun untuk saat ini, Sasha sedang tidak bisa kemana-mana karena ia mabuk berat.


"Claire mana, Alle?" Tanya Sasha lirih.


"Sedang diajak jalan-jalan oleh Jasmine dan Juan," jawab Allegra yang langsung membuat Sasha membulatkan kedua matanya.


"Kemana?"


"Bilangnya tadi mau ke mall atau playground." Allegra mengendikkan kedua bahunya.


"Jasmine pasti menjaga Claire!" Lanjut Allegra menenangkan Sasha.


"Tapi ngomong-ngomong, Jasmine dan Juan sudah serius?" Tanya Sasha penasaran.


"Juan sudah bicara langsung pada Papi serta minta izin untuk serius dengan Jasmine."


"Lalu aku juga sudah menyelidiki latar belakang Juan, termasuk keluarga serta pekerjaannya. Dia pria yang baik," Beber Allegra penuh keyakinan.


"Papi sudah memberikan restu untuk Jasmine dan Juan?" Tanya Sasha sekali lagi.


"Sudah! Tapi untuk pernikahan Juan masih harus menunggu sampai Jasmine selesai wisuda," terang Allegra.


"Bulan depan gadis itu sudah wisuda. Semoga aku bisa datang saat wisuda Jasmine," gumam Sasha penuh harap.


"Pasti bisa! Nanti aku gendong kalau tak kuat jalan," ujar Allegra sedikit mengerling nakal pada Sasha.


"Ck! Lebay!" Cibir Sasha seraya mengusap perutnya yang masih belum terlalu membulat. Usia kandungan Sasha baru masuk usia empat bulan tersebut. Allegra turut mengusap perut istrinya tersebut.


"Aku masih tidak percaya mereka ada dua," gumam Allegra yang kemidian mengecup perut Sasha dua kali.


Hasil USG memang menyatakan Sasha hamil anak kembar. Sebuah keajaiban mengingat di silsilah keluarga Allegra dan Sasha tak ada riwayat kembar. Kecuali Kak Ruby yang juga hanya kakak ipar Sasha.


"Mungkin ini hadiah untuk kesabaranmu selama ini karena sudah tulus menyayangi Claire-"


"Sssttt!" Allegra meletakkan telunjuknya di bibir Sasha.


"Claire adalah putriku. Jadi wajar jika aku menyayanginya dengan tulus dan sepenuh hati," ucap Allegra bersungguh-sungguh yang langsung membuat kedua mata Sasha berkaca-kaca.


"Ya!" Gumam Sasha tanpa suara.


"Haezel telepon," ujar Sasha memberitahu sekaligus mengangsurkan ponsel Allegra pada sang empunya.


Entah ada urusan apa antara Haezel dan Allegra. Sasha tidak mau terlalu ambil pusing.


"Aku angkat telepon sebentar," pamit Allegra seraya mencium kening Sasha, lalu pria itu pergi keluar kamar untuk berbicara pada Haezel.


****


[Pak Allegra! Neeta datang ke apartemen semalam dan belum keluar hingga pagi ini]


Sasha yang baru bangun, terkejut saat mendapati pesan dari sebuah nomor asing di ponsel Allegra yang sejak tadi tak berhenti berdering. Siapa yang mengirimkan pesan? Dan kenapa dia membawa-bawa nama Neeta?


Apa Allegra masih berhubungan dengan mantan istrinya itu?


Pertanyaan Sasha belum menemukan jawaban, saat Allegra yang tadi baru mandi, keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk yang membalut baguan bawah tubuhnya.


Sasha langsung pura-pura tidur lagi dan memejamkan mata. Namun Sadha bisa tahu, saat Allegra mendekat ke arahnya dan mengecup kening Sasha, sebelum kemudian pria itu mengambil ponselnya yang yadi sudah Sasha kembalikan ke atas Nakas.


Tak berselang lama, Sasha mendengar Allegra yang berbicara dengan seseorang di telepon.


"Halo! Neeta masih di apartemen sekarang?" Tanya Allegra sepertinya pada nomor yang tadi mengirimnya pesan. Siapa itu sebenarnya?


"Baiklah! Aku akan kesana sebentar lagi!" Pungkas Allegra seraya membuka lemari baju, lalu mengambil satu stel baju dan celana, kemudian memakaikan dengan cepat.


Allegra kembali menghampiri Sasha yang masih pura-pura tidur lalu mengusap pelan wajah Sasha.


"Aku pergi sebentar!" Pamit Allegra lirih sebelum kemudian suami Sasha itu keluar dari kamar.


Sasha langsung bangun dan menyibak selimut setelah Allegra keluar dari kamar.


"Allegra mau pergi kemana?" Tanya Sasha bergumam pada dirinya sendiri.


.


.


.


Konflik terakhir sebelum tamat.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.