Sasha & Allegra

Sasha & Allegra
DEBAT



"Kenapa mendadak ingin pulang sekarang?" Tanya Mom Ghea setelah Sasha menyampaikan keinginannya untuk kembali pulang ke rumahnya di kota M.


"Mom benar. Kenapa mendadak, Sha? Ando juga belum menjemputmu kesini," Dad Alvin ikut-ikutan bertanya.


"Ando masih banyak pekerjaan, Dad! Dan Sasha sudah sangat rindu pada Ando," ungkap Sasha mengemukakan alasannya. Padahal yang sebenarnya, Sasha hanya ingin menghindari pertemuan dengan Allegra. Jika Sasha berada di kota ini lebih lama lagi, Sasha akan semakin sering bertemu dengan Allegra.


Mom Ghea menghela nafas dan merangkul sang putri yang mood-nya memang sering berubah dengan cepat belakangan ini. Hal yang biasa terjadi pada ibu hamil sebenarnya.


"Biar Ethan yang mengantarmu nanti, ya!" Ujar Mom Ghea. Namun Sasha langsung menggeleng.


"Sasha akan pulang sendiri, Mom! Sasha tidak mau merepotkan Abang Ethan-"


"Selamat siang!" Sebuah sapaan dari pintu depan langsung membuat Sasha dan kedua orang tuanya menoleh ke arah pintu. Terlihat Ando yang baru datang mengylas senyum ke arah Sasha, Mom Ghea, serta Dad Alvin.


"Ando!" Sasha yang terlebih dahulu bangkit berdiri lalu bergegas menghampiri Ando.


"Sasha, hati-hati!" Mom Ghea mengingatkan sang putri yang terlihat senang agar tak berlari. Namun sepertinya tefuran Mom Ghea hanya angin lalu karena Sasha sudah melesat cepat untuk memeluk Ando dengan erat.


"Kau akhirnya datang!" Ucap Sasha penuh binar kebahagiaan. Wajah Ando juga rerlihat berseri dan tak lagiuring seperti terakhir kali saat Sasha berpamitan ingin pulang ke rumah Mom dan Dad-nya.


"Aku membaca pesanmu semalam. Lalu aku langsung terbang ke sini," ucap Ando seraya mengecup kening Sasha.


"Tapi aku tak bawa lama di sini. Besok sore aku sudah harus kembali lagi ke kota M-"


"Aku juga akan ikut pulang bersamamu," potong Sasha seraya bergelayut manja pada Ando.


"Sudah selesai yang manja-manjaan sama Mom?" Tanya Ando yang langsung membuat Sasha mengangguk.


"Aku udah kangen sama kamu," jawab Sasha masih tetap manja.


"Dad bagaimana? Sudah sehat?" Ando lanjut merangkul Sasha lalu menyapa Mom Ghea dan Dad Alvin yang ikut tersenyum senang karena akhirnya Ando datang menjemput Sasha.


"Sudah sehat, Dad?" Tanya Ando berbasa-basi pada Dad Alvin.


"Sudah!"


"Kemarin itu sebenarnya hanya rindu pada Mom Ghea," lanjut Dad Alvin lagi yang langsung berhadiah cubitan dari Mom Ghea.


"Genit!"


"Biar bukan hanya Ando dan Sasha saja yang bisa mesra-mesraan!" Jawab Dad Alvin yang sudah merangkul mesra Mom Ghea.


"Sudah makan, Ando?" Gantian Mom Ghea yang berbasa-basi pada Ando.


"Kebetulan belum, Mom! Tadipulang dari kantor langsung kesini," jawab Ando jujur.


"Sha!" Mom Ghea memberikan kode pada sang putri agar mengajak Ando untuk makan.


"Siap Mom!"


"Ayo, Sayang!" Sasha menggamit mesra lengan Ando dan mengajak suaminya itu ke ruang makan.


"Aku tidak ditawari makan?" Tanya Dad Alvin seraya menyandarkan kepalanya dengan genit ke pundak Mom Ghea.


"Hmmmm, tadi sepertinya sudah makan. Apa sudah lapar lagi?" Mom Ghea balik bertanya heran.


"Lapar mau menerjang kamu," jawab Dad Alvin mengerling nakal pada Mom Ghea yang langsung tertawa kecil.


"Ingat ini." Mom Ghea menunjuk ke lutut Dad Alvin.


"Dan ini!" Mom Ghea lanjut menunjuk ke pinggang Dad Alvin.


"Sudah baikan, kok!" Kilah Dad Alvin.


"Yakin? Nanti kalau kambuh lagi, ke dokter , diledek lagi sama dokter." Mom Ghea tertawa renyah.


"Dokter Sakya itu hobinya memang meledek. Benar-benar keponakan kurang ajar," Dad Alvin malah mengatai Sakya, sang keponakan yang memang berprofesi sebagai dokter orthopedi. Dulu Sakya juga yang membantu pemulihan kaki Ethan dan Rumi.


"Iya keponakan kamu! Mirip sama kamu!" Ledek Mom Ghea pada Dad Alvin yang langsung berdecak.


Kedua orang tua itu masih melanjutkan perdebatan mereka seolah tak ingat pada umur yang sudah lebih dari setengah abad.


****


Sasha menggerutu dalam hati, saat wanita itu melihat Allegra dari kejauhan. Terlihat juga Neeta yang bergelayut manja pada lengan Allegra. Seolah tak mau kalah, Sasha juga mengeratkan gamitannya pada tangan Ando.


"Hai! Kita bertemu lagi," sapa Allegra sok ramah pada Sasha dan juga Ando. Ini memang ketiga kalinyaereka bertemu di bandara kota. Mungkin sebaiknya Sadha menjauhi tempat sialan inj agar tak sering-sering bertemu Allegra!


"Hai! Kau sepupu Sasha yang waktu itu, kan?"


"Alle!" Tebak Ando yang sepertinya lupa-lupa ingat pada Allegra.


"Ya! Syukurlah kalau kau ingat." Allegra tertawa kecil.


"Ini istrimu? Wajahnya seperti familiar." Tanya Ando lagi pada Allegra seraya menunjuk ke arah Neeta.


"Dia seorang model, Sayang!" Ujar Sasha memberitahu Ando seraya mengeratkan gamitannya. Seolah Sasha sedang pamer pada Allegra kalau dirinya sudah move on dan sangat mencintai Ando.


"Ah, iya! Aku beberapa kali melihat wajahmu di majalah wanita," ujar Ando yang akhirnya ingat.


"Terima kasih karena kau mengenaliku," ucap Neeta memasang wajah ramah. Sasha hanya berdecak dalam hati dan tetap krsal pada wanita bernama Neeta ini. Entah kesal karena apa, Sasha juga tidak tahu. Yang jelas, Sasha kesal saja!


"Kalian mau pulang?" Tanya Allegra selanjutnya menatap bergantian pada Ando dan Sasha.


"Ya! Sasha sudah selesai mengunjungi kedua orangtuanya. Jadi kami akan pulang kembali ke rumah kami di kota M," jrlas Ando panjang lebar.


"Eh, tapi ngomong-ngomong kau sudah hamil, ya, Sasha? Perasaan baru kemarin kalian menikah," celetuk Neeta yang seolah sedang menuduh Sasha hamil duluan sebelum menikah.


Dasar sialan!


"Kebetulan aku langsung positif setelah menikah. Jadi ini bukan MBA!" Tukas Sasha jelas dan tegas pada Neeta yang langsung tertawa kecil seraya mengibaskan tangannya.


"Aku tidak bilang kau MBA! Aku hanya sedang bertanya apa kau hamil apa tidak!" Kilah Neeta membela diri.


"Apa masih kurang jelas?" Sergah Sasha mulai emosi.


"Sasha, sudah!"


"Neeta, sudah!"


Allegra dan Ando kompak melerai serta menenangkan istri masing-masing.


"Kau sendiri, sudah tiga tahun menikah kenapa masih belum hamil, hah? Tidak takut suamimu berpaling pada wanita lain?" Sergah Sasha yang masih emosi pada Neeta seraya menuding ke arah wanita itu.


"Allegra tak akan mungkin berpaling! Dia sangat mencintaiku," jawab Neeta sombong.


"Sasha, sudah!" Ando berusaha menghentikan Sasha yang masih akan melempar kalimat pedas pada Neeta.


"Ayo kita masuk!" Ajak Ando selanjutnya pada Sasha seraya sedikit menarik istrinya tersebut. Ando bahkan tak berpamitan pada Allegra maupun Neeta dan pergi begitu saja.


"Dasar ibu hamil baper!" Gerutu Neeta setelah Ando dan Sasha masuk ke dalam terminal keberangkatan.


"Kau juga berlebihan sekali, Neeta! Seharusnya tak perlu meladeni Sasha yang notabene sedang mudah tersinggung karena hormon kehamilan!" Allegra malah menyalahkan Neeta yang kini tak berhenti menggerutu.


"Kenapa malah membela wanita hamil itu, Alle? Aku istrimu!" Neeta ganti menggerutu pada Allegra.


"Sudahlah! Aku malas berdebat denganmu! Seharusnya kau itu sadar diri dengan pertanyaan Sasha tadi!" Allegra balik menggerutu pada Neeta.


"Pertanyaan yang mana? Yang soal aku belum hamil? Bukankah sudah kukatakan alasannya kepadamu!" Cecar Neeta kembali emosi.


"Ini bukan tempat yang tepat untuk berdebat! Ayo pulang!" Pungkas Allegra tegas, seraya sedikit menyeret Neeta dan pasangan suami istri itu meninggalkan bandara kota dengan emosi yang memenuhi dada masing-masing.


Dasar brengsek!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.