
Sasha terlonjak kaget, saat Allegra tiba-tiba sudah masuk ke kamar, mengikuti dirinya dan Claire.
"Sedang apa, kau?" Gertak Sasha sok galak pada Allegra.
"Mau mandi! Ini juga kamarku!" Sergah Allegra yang hanya membuatmu Sasha memutar bola matanya.
Modus sekali pria ini!
"Aku akan pindah-"
"Oweeek!" Claire langsung protes melalui tangisan, saat Sasha memaksa untuk melepas pay*daranya dari mulut kecil Claire.
Dasar bayi! Bisa-bisanya ia berkonspirasi dengan Allegra!
"Fokus saat menyusui, dan tak perlu pindah ke ruangan lain! Aku hanya ingin mandi!" Omel Allegra seraya menanggalkan kausnya sebelum pria itu masuk ke dalam kamar mandi.
Ya ampun!
"Bisakah kau melepas kausmu di dalam, Alle!" Tegur Sasha geram.
"Kenapa memang?" Tanya Allegra yang sekarang malah mendekat ke arah Sasha setelah pria itu melemparkan kausnya serampangan. Apa maksudnya, coba?
"Alle!" Tegur Sasha yang langsung memasang wajah galak. Namun bukannya menjawab, Allegra malah semakin memangkas jarak di antara dirinya dan Sasha. Dasar gila!
"Alle, kau mau apa?"
"Claire Sayang! Enak, ya?" Allegra rupanya malah mengusap pipi Claire yang masih asyik menyusu pada Sasha. Padahal tadi pikiran Sasha sudah kemana-mana.
Ya ampun!
"Kau kenapa?" Tanya Allegra usil pada Sasha yang berulang kali menelan salivanya.
"Tidak kenapa-kenapa!" Jawab Sasha cepat seraya mendengus.
"Aku mau mandi," lapor Allegra sekali lagi.
"Iya sudah mandi sana! Kenapa juga masih mengusap-usap pipi Claire sejak tadi?" Ketus Sasha pada Allegra.
"Ngomong-ngomong, kenapa memberikan nama Allesha di belakang nama Claire?" Tanya Allegra yang mendadak ingat pada nama panjang Claire saat tadi mengurus administrasi bayi itu di rumah sakit.
"Karena nama itu bagus. Artinya juga bagus," jawab Sasha yang sebelumnya memang spontan saja memikirkan nama untuk Claire. Nama Allesha juga melintas begitu saja di benak Sasha dan terdengar indah. Jadi Sasha memakainya.
"Artinya apa memang?" Tanya Allegra lagi yang sepertinya penasaran sekali.
"Selalu dilindungi," jawab Sasha cepat.
"Yakin tidak ada arti lain atau mungkin filosofi dari nama itu?" Tanya Allegra yang benar-benar terdengar aneh bagi Sasha. Filosofi apa maksudnya?
"Filosofi apa maksudmu? Maaf, aku bingung?" Sasha balik bertanya karena benar-benar bingung debgan pertanyaan aneh Allegra.
"Iya mungkin nama Allesha adalah sebuah akronim. Seperti nama tengahmu Algheano yang merupakan akronim dari nama Uncle Alvino dan Aunty Ghea?"
"Lalu seperti nama tengah keponakanmu Ruth yang merupakan akronim dari nama Ruby dan Ethan," terang Allegra panjang lebar yang langsung membuat Sasha diam sejenak.
"Allesha?"
"Allesha, Allesha."
"Allegra dan Shabrina?" Gumam Sasha yang langsung membuat Allegra menjentikkan jarinya.
"Tepat!"
"Itu akronim nama kita berdua! Apa kau sengaja?" Tanya Allegra seraya melempar tatapan aneh pada Sasha yang langsung menggeleng. Sasha bahkan tak pernah memikirkan kepanjangan nama Allesha sampai sejauh itu dan itu benar-benar hanya kebetulan!
"Itu hanya kebetulan!" Sergah Sasha menyangkal.
"Aku memakai nama Allesha karena artinya bagus! Bukan karena itu kepanjangan dari Allegra dan Shabrina!" Tegas Sasha sekali lagi saat tiba-tiba tangan Allegra sudah terulur untuk menyentuh pay*dara Sasha, lalu memasukkannya ke dalam bra.
Hah?
"Claire sudah tidur dan pay*dara besarmu menutup hidungnya!" Ujar Allegra yang langsung membuat Sasha mengerjap antara bingung dan kaget.
"Lain kali, selalu perhatikan hal kecil itu dan jangan jadi Mom yang teledor!" Nasehat Allegra lagi memperingatkan Sasha yang masih dalam mode bingung.
"Aku mau mandi!" Pamit Allegra sekali lagi seraya mengayunkan langkahnya ke arah kamar mandi.
"Kau sudah mengatakannya sejak tadi tapi tak kunjung mandi dan malah mengajakku ngobrol!" Gerutu Sasha yang akhirnya sudah sadar dari rasa shock-nya tadi. Wanita itu terlihat kesal dan geram pada Allegra yang hanya tersenyum tanpa dosa.
"Nanti kau temani aku makan setelah aku mandi, ya!" Pinta Allegra yang malah berdiri di ambang pintu kamar mandi dan tak kunjung masuk ke dalam. Apa maunya pria ini?
"Aku sudah makan bersama Mbak Lina tadi!" Tolak Sasha yang sudah selesai membaringkan Claire di atas ranjang, lalu menyelimuti bayinya tersebut.
"Aku yakin kau sudah lapar lagi sekarang, karena makananmu yang tadi sudah diserap oleh Claire!" Ujar Allegra sok tahu.
"Tidak usah sok tahu-"
"Kruuuuk!" Bunyi perut Sasha yang sudah kembali lapar benar-benar membuat penyangkalan Sasha berantakan.
Dasar perut menyebalkan!
Kenapa juga tidak mau bekerja sama?
"Bunyi perutmu sudah menjawabnya," kekeh Allegra yang langsung membuat Sasha merengut. Sasha memang jadi sering lapar semenjak menyusui Claire. Apalagi kini Claire semakin besar dan otomatis menyusunya juga semakin kuat.
"Aku mandi sebentar lalu nanti kita makan bersama," pamit Allegra untuk ketiga kalinya.
"Iya, mandi sana!" Sahut Sasha kesal seraya bangkit dan menghampiri Allegra. Sasha ingin secepatnya mendorong pria itu agar segera masuk ke dalam kamar mandi.
"Mau ikut aku mandi?" Tawar Allegra seraya mengerling nakal pada Sasha.
"Dalam mimpimu!" Jawab Sashagalak seraya mendorong tubuh setengah naked Allegra ke dalam kamar mandi, lalu menutup pintu kamar mandi yang berwarna putih tersebut.
Dasar Allegra!
Mau mandi saja kebanyakan basa-basi!
Sasha lanjut membuka lemari besar Allegra untuk menyiapkan baju untuk sepupunya yang menyebalkan tersebut. Namun lagi-lagi Sasha harus mengelus dada saat melihat tampilan di dalam lemari Allegra yang tak secantik di luar.
Baju Allegra terlihat berserakan di dalam rak lemari seolah pria itu tak ada waktu untuk merapikannya.
Ya ampun!
Pria ini benar-benar butuh seorang asisten rumah tangga!
Atau istri lebih tepatnya!
.
.
.
Kode 🙄🙄
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.