Sasha & Allegra

Sasha & Allegra
MENGHANYUTKAN



"Aaargh!" Sasha mengerang tertahan saat wanita itu merasakan lidah Allegra yang sudah menyusup ke dalam miliknya di bawah sana. Sebuah gelenyar yang terasa bagaikan sengatan listrik, merayap dan menjalari setiap aliran darah Sasha.


Sasha menejamkan mata sambil menggigit bibit bawahnya, saat lidah Allegra semakin terasa intens menyapu setiap inchi dari milik Sasha. Sesekali Sasha juga merasakan gigitan kecil dari Allegra yang terasa geli sekaligus nikmat, hingga membuat Sasha tak ingin berhenti.


"Alle!" Sasha kembali melenguh dan menjepit kepala Allegra dengan kedua kakinya, saat lidah Allegra menyusup semakin dalam.


"Ah!" Erang Sasha sekali lagi bersamaan dengan miliknya yang sudah begitu basah. Cecapan Allegra di bawah sana benar-benar sudah membuat Sasha kewalahan. Nafas wanita itu kini semakin tak beraturan.


"Kau menyukainya?" Tanya Allegra yang sudah mengangkat kepala dan menatap pada wajah Sasha yang memerah dan masih dipenuhi oleh kabut gairah.


"Kapan kau akan masuk?" Tanya Sasha dengan suara parau. Pemanasan dari Allegra benar-benar luar biasa.


"Mau mencobanya dulu?" Tawar Allegra seraya membantu Ssha yang nafasmya masih terengah untuk bangun dan duduk. Sasha sudah sangat berantakan sekarang dan milik Allegra malah baru keluar dari sarang. Sasha mengurut lembut milik Allegra yang sudah tegak menantang.


"Apa kau suka dihisap juga?" Tanya Sasha yang masih memegang dan mengurut milik Allegra.


"Aku tidak mau memaksa jika memang kau tidak mau."


"Karena aku bukan pria pemaksa," lanjut Allegra lagi seraya mendekatkan wajahnya ke wajah Sasha. Allegra lalu mengecup singkat bibir Sasha.


"Bukan pria pemaksa?" Sasha tertawa renyah seolah sedang menyindir Allegra.


"Pemaksa di atas ranjang maksudnya," Allegra mengoreksi kalimatnya.


"Kita bahkan tidak sedang di ranjang!" Ujar Sasha mengingatkan sebelum kemudian wanita itu melahap milik Allegra hingga memenuhi mulut mungilnya.


"Aku akan tersedak jika kau mendorongnya," gumam Sasha yang masih mengul*m milik Allegra.


"Baiklah aku akan diam!" Allegra menejamkan matanya untuk beberapa saat, seolah sedang menikmati apa yang kini dilakukan oleh Sasha. Allegra bahkan baru tahu kalau Sasha begitu ahli melakukannya.


"Oh!" Sebuah lenguhan akhirnya lolos dari bibir Allegra.


"Sudah!" Lapor Sasha seraya melepaskan milik Allegra yang sudah basah kuyup dari mulutnya. Allegra tak tinggal diam dan langsung mel*mat bibir Sasha tanpa basa-basi. Pria itu lantas merebahkan pelan tubuh Sasha, lalu mengarahkan miliknya ke depan sasaran.


Bless!


Sasha memejamkan mata saat akhirnya Alle berhasil menyentak masuk. Kehangatan langsung menjalari setiap saraf Sasha.


"Buka matamu," titah Allegra seraya mengecup kedua kelopak mata Sasha.


Sasha membuka pelan kedua matanya, lalu menatap ke dalam netra Allegra yang juga tengah menatapnya.


"Apa rasanya sakit?" Tanya Allegra lembut yang langsung membuat Sasha menggeleng.


"Yakin?" Allegra menghentak perlahan dan Sasha sedikit meringis. Sasha baru ingat kalau ini kali pertama Sasha berhubungan setelah ia melahirkan Claire enam bulan lalu. Pantas saja sedikit nyeri.


"Sedikit nyeri," jawab Sasha akhirnya berkata jujur.


Allegra mengangguk.


"Kemarin dapat berapa jahitan?" Tanya Allegra masih sambil menghentak tapi dengan gerakan yang begitu lembut.


"A-ku lupa." Sasha tergagap.


"Sepertinya lima atau enam," sambung Sasha lagi.


"Apa rasanya longgar?" Tanya Sasha selanjut merasa khawatir. Namun gelengan Allegra langsung membuat Sasha bernafas lega.


Allegra sepertinya sudah hafal titik sensitif tubuh Sasha!


Allegra mulai menambah tempo gerakannya, dan Sasha berusaha untuk mengimbangi permainan suaminya tersebut.


"Ah!" Des*han serta lenguhan mulai terdengar bersahutan dari mulut Allegra dan Sasha. Pasangan pengantin baru itu semakin menikmati permainan panas mereka.


"Ganti posisi!" Allegra memberikan aba-aba sebelum kemudian pria itu membalik tubuh Sasha dan ganti menumbuk dari arah belakang.


Lenguhan Sasha semakin tak terkendali saat Allegra bergerak semakin cepat. Tangan Allegra juga tak tinggal diam dan terus saja mer*mas kedua gundukan Sasha yang kini tergantung dengan bebas. Tepat saat Sasha dan Allegra masih menikmati permainan panas mereka, tangis Claire tiba-tiba pecah hingga membuat Sasha kaget.


"Oweek!" Tangisan Claire menggema seolah bayi itu sedang memanggil-manggil sang Mom yang kini nafasnya sedang tersengal-sengal karrna hebtakan dari Allegra yang semakin menggila.


"Sedikit lagi!" Allegra mengerang dan terus menpercepat gwrakan serta permainanya karena tangisan Claire yang juga semakin kencang.


"Cepat, Alle!" Sasha turut mendesak agar Allegra bergegas menyudahi permainanya yang sudah kepalang tanggung.


"Satu...."


"Dua...." Allegra mulai menghitung masih sambil bergerak dengan cepat dan tepat di hitungan ketiga, benih-benih ketampanan Allegra akhirnya menyembur keluar dan memenuhi rahim Sasha.


"I love you!" Ucap Allegra dengan nafas terengah sembari mendekap erat Sasha serta menekan miliknya dengan dalam agar tak ada benih yang tercecer.


"I love too," balas Sasha nyaris tanpa suara. Istri Allegra itu sedang berusaha mengatur nafasnya yang yak beraturan.


"Oweeek!" Tangis Claire kembali terdengar dan membuat Allegra dengan cepat melepaskan dekapannya pada Sasha. Allegra langsung menghampiri Claire dan mengangkat bayi itu dari atas tempat tidur, masih tanpa berbusana.


"Pakai celanamu dulu, Alle!" Omel Sasha yang sudah dengan cepat mengambil handuk untuk membalut bagian bawah tubuh Allegra yang terpampang nyata.


"Claire keburu histeris," ujar Allegra beralasan. Pria itu sudah mendekap Claire masih sambil bertelanjang dada. Sementara Sasha sudah menghilang ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak berselang lama, Sasha sufah keluar lagi dan mengenakan piyama yang baru.


"Kemarikan!" Sasha mengambil alih Claire dari gendongan Allegra dan langsung menyusui bayi enam bulan tersebut sembari berbaring di atas ranjang yang ada di kamar Claire. Sementara Allegra malah usil meraba-raba punggung Sasha seolah sedang mencari sesuatu.


"Kenapa sudah pakai bra lagi?" Protes Allegra saat menemukan kaitan bra di punggung di dalam piyama Sasha.


"Risih kalau tidak pakai," jawab Sasha jujur.


"Mandi sana!" Usir Sasha selanjutnya pada Allegra yang malah ikut berbaring dan memeluknya dari belakang.


"Nanti saja sama kamu." Allegra kembali beralasan.


"Dasar jorok!" Omel Sasha lagi yang hanya membuat Allegra terkekeh tanpa dosa.


Dasar Allegra!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.