Sasha & Allegra

Sasha & Allegra
ACARA



"Kita berangkat besok?" Tanya Sasha membuka obrolan. Wanita itu sedang menyamankan tubuhnya di dada Allegra. Pasangan suami istri tersebut saat ini sedang berendam di dalam bathtube yang penuh dengan air sabun.


"Ya! Ada apa? Merasa grogi? Atau belum siap?" Cecar Allegra dengan nada sedikit usil dan menggoda. Tangan Allegra juga sudah bergerak untuk menyusuri lekuk tubuh Sasha.


"Alle!" Sasha sedikit menggelinjang saat Allegra menyentuh salah satu bagian sensitifnya. Allegra langsung terkekeh tanpa dosa dan pria itu lanjut menciumi leher serta tengkuk Sasha.


"Besok ada acara di rumah Mom," ujar Sasha sambil sedikit menggeliat karena cecapan Allegra yang bertubi-tubi di leher serta tengkuknya.


"Acara apa?"


"Kumpul keluarga seperti biasa. Dan kita harus datang! Jadi bisakah kita berangkat lusa saja?" Sasha mengajukan negosiasi.


"Kita berangkat setelah acara di rumah Mom," putus Allegra cepat.


"Berangkat malam?" Sasha memutar kepalanya lalu menatap ke arah suaminya tersebut.


"Ya! Kita akan naik helikopter. Berangkat saat malam. Tiba di pulau tengah malam, lalu kita akan langsung bercinta di atas pasir di tepi pantai," ujar Allegra blak-blakan sambil mulai menggelitiki tubuh naked Sasha.


"Dasar mesum!" Sasha menggeliat tak terkendali karena ulah Allegra.


"Mesum pada istri sendiri apa masalahnya?"


"Iya!"


"Hentikan gelitikanmu!" Sasha meraba-raba ke bawah air demi menghentikan tangan Allegra yang terasa dimana-mana.


"Aku tidak mau!" Jawab Allegra keras kepala.


"Terserah saja!" Gumam Sasha yang akhirnya pasrah.


"Tapi ngomong-ngomong, kau nanti yang akan menerbangkan helikopter sendiri?" Sasha sedikit berkelakar.


"Nanti aku tak bisa memelukmu seperti ini kalau aku yang menerbangkan helikopter," jawab Allegra seraya mengeratkan dekapannya pada Sasha. Namun tentu saja Allegra tak hanya sekedar memeluk karena kini tangan pria itu sudah menelusur ke milik Sasha di bagian bawah dan memainkan jarinya di sana.


"Alle!" Sasha melenguh tertahan. Tak ada jawaban dari Allegra tapi gerakan tangan suami Sasha itu semakin intens di abwah sana.


"Ayo kita sudahi berendamnya jika kau ingin bermain-main dengan yang itu!" Ajak Sasha akhirnya yang mulai diselimuti gairah karena gerakan nakal yang terus saja dilakukan oleh Allegra.


"Kita lakukan disini," usul Allegra mengerling nakal pada Sasha.


"Lalu air sabunnya akan ikut masuk ke dalam juga!" Sahut Sasha yang langsung membuat Allegra tertawa terbahak-bahak.


"Kita buang dulu airnya!" Allegra mebarik penyumbat pada bathtube dan perlahan air mulai bergerak turun.


"Ck! Aku sudah kedinginan!" Sasha berbalik, lalu memeluk Allegra seperti bayi koala.


"Nanti aku hangatkan," Allegra balik mendekap Sasha, lalu pria itu bangkit berdiri sembari menggendong Sasha yang masih bergelayut seperti bayi koala. Tetap tanpa sehelai benangpun yang melekat di tubuh mereka berdua, Allegra lanjut membawa Sasha ke bawah shower, lalu menyalakan air hangat untuk membasuh tubuhnya serta tubuh Sasha. Pasangan suami istri itu lanjut berpagutan di bawah guyuran air hangat yang menerpa tubuh mereka.


Allegra berusaha mengambil handuk dari rak, saat Sasha tak kunjung mau melepaskan pagutan bibirnya. Ah, tapi Allegra juga menikmati.


"Ayo lanjut di ranjang!" Ajak Allegra di sela-sela pagutannya dan tangan yang begitu cekatan mengeringkan tubuhnya sendiri dengan tubuh Sasha.


"Sayang!" Ajak Allegra lagi bersamaan dengan Sasha yang langsung melompat ke gendongan Allegra hingga suaminya itu sedikit terhuyung.


"Ayo!" Jawab Sasha seraya mengecup singkat bibir Allegra.


Allegra lalu membawa Sasha ke atas ranjang dan kembali melakukan pemanasan ringan sebelun akhirnya mereka berdua larut dalam pergelutan yang panjang dan panas.


****


"Jasmine saja yang ikut? Mami dan papi kamu mana?" Tanya Mom Ghea saat Sasha tiba di kediaman Sanjaya.


"Mami dan Papi ada acara di luar, Mom! Jadi titip salam saja," jelas Sasha yang langsung membuat Mom Ghea mengangguk mengerti.


"Yang lain sudah datang, Mom?" Gantian Allegra yang bertanya pada sang Mom mertua.


"Iya, mereka sudah di halaman belakang. Ayo masuk!" Ajak Mom Ghea pada Allegra, Jasmine, Sasha dan juga Claire.


Acara ini memang sudah menjadi rutinitas setiap dua minggu sekali untuk keluarga Sanjaya dan keluarga Attala. Mereka biasanya akan berkumpul di halaman rumah Dad Alvin atau kadang ganti di halaman rumah Uncle Juna. Acara yang sengaja dilakukan untuk semakin mengeratkan tali persahabatan serta kekeluargaan antara keluarga Sanjaya dan Keluarga Attala.


"Hai semua! Claire sudah datang!" Seru Sasha menyapa semua orang yang sibuk mengobrol serta bercengkerama di halaman belakang. Anak-anak juga sibuk berlarian serta tertawa bersama.


"Sini! Ikut Aunty Vivian!" Vivian langsung mengambil Claire dari gendongan Sasha. Kedua anak Vivian dan Rumi memang laki-laki,jadi Vivian kerap merasa gemas saat melihat bayi perempuan seperti Claire. Dulu wanita itu gemasnya pada Rena dan Lena. Namun berhubung kedua putri kembar Abang Ethan itu sudah dua tahun dan sudah tidak mau digendong-gendong, jadi Vivian beralih ke Claire.


"Claire sudah pintar apa?" Tanya Kak Ruby yang sudah ikut mendekat ke arah Vivian dan Sasha.


Sementara Allegra sudah berbaur dengan para pria sembari mengawasi anak-anak yang bermain kejar-kejaran.


"Merangkak dan memporak porandakan rumah ominya," jawab Sasha sedikit lebay dan semuanya langsung tertawa.


"Bagus sekali, Claire! Tos sama aunty!" Ruby mencium gemas pipi Claire yang chubby hingga membuat bayi itu tertawa lucu.


"Lalu adiknya Claire sudah OTW?" Gantian Vivian yang bertanya dan sedikit menggoda Sasha.


"Ngomong-ngomong, kok Sunny nggak kelihatan, Kak?" Celetuk Jasmibe setelah menghitung keponakan Sasha yang hampir semuanya ada. Rena, Lena, Archie, dan Arshell. Hanya Sunny yang tak kelihatan.


"Eh, iya! Kak Alsya belum datang, ya?" Sasha ikut-ikutan bertanya dan mendadak ingat pada kejadian kemarin di rumah sakit.


"Tadi sudah berulang kali ditelepon oleh Mami. Tapi tidak diangkat. Sepertinya masih di toko kue," ujar Vivian menjelaskan.


"Selalu saja begitu saata ada acara keluarga. Menghindar!"


"Padahal nggak bakal ditanya juga apa Kak Alsya mau menikah lagi-"


"Kak Alsya sudah punya calon papa untuk Sunny padahal," celetuk Sasha tiba-tiba memotong kalimat Ruby.


Aunty Lily yang tak sengaja mendengar langsung ikut bergabung bersama para ibu muda tersebut.


"Apa katamu barusan, Sha? Alsya sudah punya calon papa untuk Sunny?" Tanya Aunty Lily memastikan yang langsung membuat suasana hening sejenak. Semua anggota keluarga Sanjaya dan keluarga Attala menatap ke arah Sasha seolah menunggu jawaban serta penjelasan dari Sasha.


"Iya kemarin itu Sasha dan Jasmine ketemu Sunny di rumah sakit. Sunny dibawa oleh seorang pria asing bernama...." Sasha terlihat mengingat-ingat.


"Siapa namanya, Jasmine?" Sasha bertanya pada sang adik ipar karena lupa.


"Juan?" Jawab Jasmine cepat.


"Bukan! Yang satunya!"


"Na...." Jasmine Sepertinya juga lupa-lupa ingat.


"Na...."


"Naka bukan, Kak?" Ucap Jasmine yang akhirnya ingat.


"Nah, itu! Naka!"


"Kata Kak Alsya itu temannya, tapi kata Juan itu calon papanya Sunny." Jelas Sasha lagi.


"Juan siapa?" Kali ini gantian Allegra yang melontarkan pertanyaan pada Sasha.


"Temannya Naka!" Jawab Sasha bersamaan dengan ponsel Aunty Lily yang tiba-tiba berbunyi.


"Alsya! Kau dimana? Kenapa belum datang?" Cecar Aunty Lily cepat setelah mengangkat telepon yang rupanya dari Kak Alsya.


"Mi, apa ada yang menjemput Sunny ke toko tadi? Atau apa Sunny ada di situ sekarang?"


"Sunny tidak ada disini! Kau dan Sunny sedang dimana memangnya? Kenapa belum pulang? Acaranya sudah dimulai!" Ujar Aunty Lily lagi pada Kak Alsya di telepon.


"Sunny hilang, Mi!"


"Apa?" Aunty Lily langsung memekik kaget karena mendapat info tentang cucunya yang hilang.


"Hilang bagai-"


"Bu Lily, maaf!" Seorang maid yang datang,membuat Aunty Lily tak jadi menyelesaikan kalimatnya.


"Ada apa?"


"Nona Sunny ada di depan, Nyonya! Diantar oleh seorang pria," lapor maid pada Aunty Lily.


"Seorang pria? Siapa?" Tanya Aunty Lily cepat mengabaikan panggilan dari Alsya di seberang telepon.


"Sunny memanggil Om Naka, Bu. Mereka ada di depan." Jelas maid lagi dan Aunty Lily langsung mengangguk.


"Mami!"


"Sunny sudah sampai di rumah, Sya! Kata maid diantar seorang pria bernama Naka!" Ujar Aunty Lily pada Alsya di ujung telepon yang langsung membuat putrinya itu memekik


"Apa?"


"Kamu cepatlah pulang!" Pungkas Aunty Lily seraya menutup telepon.


Aunty Lily langsung memanggil Uncle Juna dan kedua orang tua Kak Alsya tersebut bergegas pergi ke ruang tamu untuk menemui Sunny dan pria bernama Naka yang mengantar Sunny.


.


.


.


Sambungannya "Queen of Alexander's" bab 49


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.