Sasha & Allegra

Sasha & Allegra
KAU BELUM TAHU?



"Kruuuk!" Bunyi dari perut Sasha begitu nyaring, hingga Allegra bisa mendengarnya dan pria itu tertawa kecil.


"Kau lapar!" Tebak Allegra yang langsung membuat Sasha memutar bola mata.


Apa pria ini masih harus bertanya?


"Akan aku ambilkan makan," ujar Allegra yang sudah bangun dan beranjak dari atas ranjang.


"Alle, tidak usah! Nanti aku akan mengambil sendiri!" Sergah Sasha yang sama sekali tak digubris oleh Allegra. Dasar keras kepala!


Selang lima menit, Allegra sudah kembali masuk ke kamar membawa satu nampan makanan untuk Sasha.


Astaga!


Sepertinya Allegra memang berniat membuat Sasha menjadi gemuk!


"Bangun dan makan dulu!" Perintah Allegra pada Sasha yang masih menyusui Claire.


"Aku masih menyusui," jawab Sasha beralasan.


"Menyusui sambil duduk kan bisa! Claire kamu pangku sambil kamu susui, lalu aku akan menyuapimu," ujar Allegra menjelaskan teknik dan tata caranya. Pria itu sepertinya pengalaman sekali!


"Aku bisa makan sendiri, Alle! Nanti aku akan makan sen-" Kalimat Sasha kembali terpotong saat Allegra sudah dengan lancang memegang aset kenyalnya dan memaksa melepaskannya dari mulut mungil Claire.


"Auuw!" Sasha mengaduh karena rasanya perih karena tergigit oleh Claire yang meskipun belum punya gigi tetap saja sakit


"Pelan-pelan lepasnya! Nanti kalau putus bagaimana?" Sungut Sasha pada Allegra yang hanya terkekeh tanpa dosa. Pria itu sudah mengangkat tubuh Claire yang sudah merengek karena dipaksa berhenti menyusui.


"Dan jangan pernah memegang-megang milikku lagi!" Ujar Sasha lagi memperingatkan Allegra dengan lantang.


"Memangnya kenapa? Kau merasa geli?" Goda Allegra usil.


"Kita bukan suami istri!" Jawab Sasha tegas.


"Kalau begitu, kita menikah saja agar aku bisa sesuka hati memegang milikmu," bisik Allegra yang langsung membuat Sasha terdiam.


Bagaimana Sasha bisa menikah dengan Allegra, kalau Sasha saja belum mengurus perceraiannya dengan Ando hingga detik ini? Sasha juga tak tahu saat ini statusnya apa. Istri Ando tapi tidak mendapat perlakuan seperti layaknya seorang istri. Status janda, tapi surat cerai belum ada di tangan. Entahlah!


"Aku belum mengurus perceraianku dengan Ando!" Jawab Sasha lirih seraya mengambil Claire dari gendongan Allegra. Sasha yang sudah berganti posisi menjadi duduk, kembali menyusui Claire yang sudah merengek dan meronta.


"Nanti kau bisa mengurusnya setelah kita pulang."


"Atau kau masih mau kembali pada suamimu yang brengsek itu?" Tanya Allegra menyindir yang tentu saja langsung membuat Sasha melotot horor pada pria itu.


"Baiklah, aku hanya bercanda!" Allegra mengusap puncak kepala Sasha dan wanita itu masih saja mendengus kesal.


"Ayo makan!" Ujar Allegra mengalihkan pembicaraan dan sudah menyodorkan makanan ke depan mulut Sasha.


Sasha masih diam dan belum membuka mulut.


"Makan dulu, Sha! Nanti ASI-mu hambar dan Claire akan rewel jika perutmu lapar," paksa Allegra lagi yang akhirnya membuat Sasha mau membuka mulut.


"Bagaimana kau bisa tahu semua hal tentang bayi dan ibu menyusui?" Tanya Sasha kepo setelah wanita itu mengunyah dan menelan makanan yang disuapkan Allegra.


"Aku pernah mengambil kelas parenting tentang bagaimana menjadi suami dan ayah yang baik saat memiliki bayi yang baru lahir," jawab Allegra jujur. Langsung terlihat jelas raut kesedihan bercampur kekecewaan di wajah pria itu. Pasti Allegra sedang ingat pada calon anaknya.


"Setidaknya kau sudah berusaha, Allegra! Dan sekarang, kau bisa menerapkan ilmu yang kau peroleh pada Claire," ujar Sasha berusaha menghibur Allegra yang terlihat sedih.


"Ya! Claire juga putriku," jawab Allegra akhirnya yang sudah bisa mengulas senyum. Pria itu juga sudah mengusap pipi gembul Claire yang masih asyik menyusu.


"Aku masih lapar," ucap Sasha memecah keheningan, sekaligus mengingatkan Allegra yang belum selesai menyuapinya. Allegra terkekeh dan lanjut menyuapi Sasha sambil sesekali mengganggu Claire yang tetap asyik menyusu.


"Bau apa ini?" Tanya Allegra setelah terdengar suara yang sedikit horor dari bokong Claire.


"Aku rasa Claire kekenyangan," jawab Sasha seraya tergelak dan Allegra juga ikut tergelak sekarang.


"Apa? Kau pup?" Sasha bertanya gemas pada Claire yang tetap senyum-senyum tanpa dosa. Dasar bayi!


****


Sasha dan Allegra keluar dari sebuah babyshop, setelah pasangan bukan suami istri itu membeli beberapa perlengkapan bayi serta baju-baju untuk Claire.


"Kita langsung pulang!" Ujar Sasha pada Allegra yang kini menggendong Claire. Tadi di dalam babyshop juga Allegra tak melepaskan Claire dari gendongannya dan menyuruh Sasha saja yang memilih-milih.


"Tidak jalan-jalan sebentar?" Tanya Allegra menawar.


"Claire masih belum terlalu pulih, Alle! Aku takut nanti Claire akan sakit lagi jika kita mengajaknya jalan-jalan ke tempat umum," tutur Sasha mengungkapkan kekhawatirannya.


"Kau benar! Claire harus cepat pulih, agar kita bisa segera pulang dan kau bisa secepatnya mengurus perceraianmu, lalu-"


"Lalu apa?" Sasha menyela dengan cepat.


"Lalu kita bisa menikah," lanjut Allegra yang langsung membuat Sasha memalingkan wajahnya dan bergegas menuju ke dalam mobil Allegra. Sasha begitu terburu-buru, hingga wanita itu hampir menabrak seorang wanita yang hendak masuk ke dalam babyshop.


Tunggu!


Sasha ingat wanita itu.


Bukankah itu....


"Siapa wanita itu?"


"Dia..."


"Aku istrinya Ando! Maaf, kau siapa?"


Sasha mematung saat tatapannya beradu dengan wanita yang pernah mengaku sebagai istri Ando tersebut.


"Kau-"


"Kau Sasha, kan? Istri Ando?" Tanya Marsya yang rupanya masih ingat pada wajah Sasha.


"Bukan lagi!" Jawab Sasha ketus, sebelum kemudian ibu satu anak itu hendak pergi. Namun Marsya meraih tangan Sasha dengan cepat dan mencegah.


"Sasha aku minta maaf!" Ucap Marsya seraya mencekal erat tangan Sasha.


"Lepas!" Gertak Sasha menatap tegas dan galak pada Marsya.


"Aku ingin menjelaskan sesuatu-"


"Aku tak butuh penjelasanmu!" Sergah Sasha memotong.


"Kalau memang kau istrinya Ando, ambil saja pria itu dan aku sudah tak peduli lagi! Kami sudah tak ada hubungan apa-apa!" Ujar Sasha lagi dengan berapi-api. Allegra dan seorang pria yang tadi bersama Marsya sudah mendekat ke arah dua wanita itu dan bersiap melerai kalau-kalau terjadi perkelahian.


"Ando sudah meninggal. Apa kau belum tahu?" Ucap Marsya tiba-tiba yang langsung membuat Sasha kaget dan shock.


Ando sudah meninggal?


Kapan?


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.