
Akwal yang sudah di halaman rumah untuk menghirup udara segar kini merasa lega dan tak terasa matahari pun sudah menyinari kampung Lorong Badak. Kini Akwal masuk ke dalam rumah Bu Rt untuk membangunkan bibi Rt dan Mawar yang pingsan.
"Bibi Rt bangun Bibi Rt bangun ini Akwal Bibi Rt cepat bangun." Ucap Akwal, sambil menggoyangkan badan Bibi Rt.
ketika Bibi Rt bangun alangkah terkejutnya karena di hadapannya ada Akwal keponakannya yang sudah lama tidak bertemu.
"Apa kamu nak Akwal duh tampannya keponakan Bibi, Eh tetapi mengapa Bibi ada di sini dan kepala Bibi terasa pusing." Ucap Bu Rt.
"Iya Bibi Rt, ini aku Akwal, aku tidak tahu kalau Bibi di sana karena pas aku ke sini suasana rumah sudah sangat mencekam dan bibi pingsan, oh ya bibi aku akan membangunkan Mawar dulu yah." Ucap Akwal.
"Oh ya silakan." Jawab Bibi Rt, sambil memegang kepalanya karena pusing dan mengingat ingat kejadian semalam.
"Mawar bangun, Mawar bangun." Ucap Akwal, sambil menggoyangkan tubuh Mawar agar cepat bangun dari pingsannya.
Kini Mawar yang mulai membuka matanya merasa lelah dan mulai duduk serta melihat ke arah Akwal dan Bu Rt.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada ku aku sangat pusing dan lelah." Ucap Mawar.
"Kalau begitu istirahatlah dulu agar kondisimu membaik Mawar." Jawab Akwal.
Bu Rt yang sudah merasa baikan dan mengingat kejadian semalam kini Bu Rt merasa takut dan setengah tidak percaya bahwa semalam sangat mencekam dan membuat Bu Rt pingsan. Bu Rt pun melamun akan tetapi lamunannya di sadarkan oleh ucapan Akwal.
"Bibi Rt sudah baikan dan sudah mengingat semua yang terjadi semalam." Ucap Akwal.
"Oh iya nak Akwal, Bibi jadi merasa takut saat mengingat kejadian semalam." Ucap Bibi Rt, sambil melihat Akwal dan Mawar.
"Memang nya semalam apa yang sebenarnya terjadi Bibi Rt, mengapa pas Akwal kesini sangat mencekam sekali dan menakutkan seperti teror mahluk halus Dedemit dan Setan yang di buat oleh seseorang sengaja untuk menakut nakuti Bibi Rt." Ucap Akwal.
"Benar nak Akwal, soalnya tidak biasanya di rumah ada mahluk halus yang menyeramkan." Jawab Bibi Rt.
"Terus apa yang sebenarnya terjadi Bibi Rt?" Tanya Akwal.
"Jadi begini nak Akwal semalam kira kira jam 23:00 malam kurang lebihnya Bibi Rt tidak tahu, ada suara Mawar mengetuk pintu rumah dan meminta tolong,ketika Bibi Rt membuka pintu nak Mawar sangat ketakutan, karena merasa hawatir pak Rt bersama warga melihat ke rumah Mawar karena takut terjadi sesuatu sama keluarga Mawar setelah paman mu melihat kesana di rumah Bibi Rt berdua bersama Mawar akan tetapi kejadian menakutkan itu terjadi dan membuat Bibi Rt pingsan dan Mawar ketakutan begitu yang Bibi Rt ingat." Ucap Bibi Rt.
"Oh jadi begitu pantas saja rumah Bibi Rt sangat mencekam, kalau begitu kita harus menghadapinya atau cari orang pintar untuk mengatasi teror Dedemit dan Setan ini Bibi Rt." Jawab Akwal.
Mawar yang menyimak ucapan Bibi Rt dan Akwal kini mulai membaik dan mengingat kembali kejadian semalam, Mawar menjadi pucat pasi saat mengingat kejadian semalam di tambah mengingat bapak Danar dan ibunya Sulastri. Kini Mawar menggigil ketakutan Akwal dan Bu Rt yang sedang berbicara kini terhenti karena melihat Mawar seperti ketakutan kini Akwal dan Bu Rt mencoba menenangkan Mawar.
"Mawar kamu mengapa?" Ucap Akwal.
"Iya nak Mawar mengapa, sudah jangan seperti ini ibu jadi hawatir nak Mawar kuatkan dirimu." Ucap Bu Rt.
"Iya bu Rt Mawar ingat bapak dan ibu, takut mengapa napa." Ucap Mawar.
"Kalau begitu kita ke rumah Mawar saja sekarang agar kita mengetahui apa yang terjadi di rumah Mawar." Ucap Akwal.
"Kalau begitu kita sama sama ke rumah Mawar saja yah agar semuanya tetap bersama jadi kalau ada apa apa kita tahu." Jawab Mawar.
"Iya mari kita ke rumah Mawar." Ucap Akwal.
"Iya ayo." Jawab Bibi Rt.
Kini Mawar, Akwal dan Bu Rt pergi menuju rumah Mawar untuk mengetahui keadaan di rumah Mawar.
**
Di Kediaman pak Danar.
Mantri Eman, pak Rt, Sutaman, kedua warga dan Bu Sulastri kini sedang berdiskusi tentang masalah penyakit pak Danar, karena Mantri Eman menyarankan untuk ke orang pintar semuanya mengingat ingat siapa orang pintar di dekat kampung Lorong Badak agar bisa mengobati penyakit aneh pak Danar dan teror Dedemit dan Setan.
Semuanya lagi berdiskusi tiba tiba Mawar, Bu Rt dan Akwal datang semuanya pun senang karena melihat situasinya baik baik saja. Kini semuanya saling menceritakan kejadian semalam alangkah kagetnya semua saat Mawar dan Bu Rt bercerita tentang teror Dedemit yang datang ke rumah. Semuanya semakin yakin bahwa ini harus segera di selesaikan dengan mengundang orang pintar agar semuanya bisa di atasi.
"Jadi kita harus mencari orang pintar untuk menghadapi situasi seperti ini." Ucap Bu Sulastri.
"Benar Bu Sulastri karena saya yang melihat sendiri dan saya juga yang memeriksa keadaan pak Danar." Jawab Mantri Eman.
"Iya betul kita harus segera mencari orang pintar agar semuanya bisa teratasi karena pastinya takut terjadi lagi ketika malam tiba." Ucap pak Rt.
"Ibu bagaimana keadaan Bapak." Ucap Mawar.
"Bapak sedang istirahat karena kelelahan semalam bapak tak sadarkan diri." Jawab Bu Sulastri.
"Jadi bagaimana ini siapa yang akan mencari orang pintar datang kesini." Ucap pak Rt.
"Aku saja karena aku tahu orang pintar yang ada di kampung Lorong Sebrang." Ucap Sutaman.
"Kalau begitu saya pamit dulu karena sudah tidak ada urusan lagi di sini saya hanya menyarankan saja cepat cepat cari orang pintar yah." Ucap Mantri Eman.
"Iya silakan Mantri Eman, hati hati di jalan dam terima kasih atas bantuanya." Jawab pak Rt, dan ibu Sulastri.
Mantri Eman pamit pergi pulang ke rumahnya. kini tinggal pak Rt, Akwal, Bu Rt,Mawar, Bu Sulastri, Sutaman dan kedua orang warga yang ada di rumah pak Danar. Mereka masih mendiskusikan untuk bersiap siap memghadapi malam tiba meski masih pagi pagi kini pak Sutaman pergi pamit untuk pulang besiap siap dan pergi memanggil orang pintar untuk di bawa ke rumah pak Danar untuk mengobati dan mengatasi situasi teror Dedemit dan Setan.
Kedua warga pun kini pamit pulang dan tinggal Pak Rt, Bu rt, Akwal, Mawar dan Bu Sulastri.
"Jadi gimana selanjutnya apa kita harus mencari orang pintar bukan hanya satu saja karena situasinya akan rumit bila mengundang orang pintar bila cuma satu orang saja." Usul Mawar.
Tiba tiba ketika ingin berdiskusi teriakan histeris terdengar di dalam kamar pak Danar....,