
Firman yang sudah tertangkap Arwah menyeramkan yang di keluar kan oleh pria paruh baya itu di dalam Kitab Buhun nya, kini Firman di bawa ke hadapan pria paruh baya oleh Arwah terebut, Dasep yang melihat itu langsung mengigil ketakutan karena melihat Arwah yang menyeramkan, Andri yang mengetaui bahwa Dasep sangat takut oleh Arwah kini Andri berlari mendekat ke arah Dasep setelah menyuruh Nisa dan Mawar untuk bersembunyi.
“Dasep kau jangan takut ingat kita sedang dalam bahaya kalau elo takut siapa yang akan menolong kita semua menghadapi pria gila itu, elo kan pemberani dan bisa berkelahi jangan takut Sep.” Ucap Andri.
“Andri Gue takut kalau lihat Setan, kalau soal berkelahi gue tidak takut.” Jawab Dasep yang gugup ketakutan.
“Sep elo lihat Firman kan kasihan karena sudah ditangkap oleh pria gila itu dengan menyuruh Arwah, gimana ini, apa kita harus sama-sama melawan pria gila itu.” Ucap Andri.
Andri dan Dasep kini hanya bisa melihat saja tidak bisa berbuat apa-apa karena Dasep merasa takut untuk melawan pria gila di hadapannya karena ada Arwah yang mengerikan, Sedang kan Andri hanya bisa melihat juga, Andri sangat lelah karena darah yang terus keluar dari tangan nya serta Andri tidak pandai berkelahi seperti Dasep. Kini situasi pun sangat sulit bagi Andri dan Dasep untuk melawan.
Firman yang ketakutan kini hanya menatap kosong ke arah Andri dan Dasep karena saking takutnya di tangkap oleh Arwah yang menyeramkan, Firman setengah sadar dan setengah tidak saat di pegang erat oleh pria paruh baya itu.
“Kalian bila mengganggu ku untuk mendapatkan darah perawan akan aku bunuh teman mu ini, cepat kalian menyerah saja atau kalian akan menyesal bila terus melawan, serahkan gadis yang tadi itu cepat.” Ucap pria paruh baya, sambil mengancam.
Dasep dan Andri tidak menjawab pria paruh baya itu saat mengancam, melainkan Dasep dan Andri tetap waspada dan sambil memikirkan tindakan yang harus dilakukan.
“Dasep bagaimana ini kita harus bagaimana liat Firman dia tak sadar setelah di tangkap pria gila itu.” Ucap Andri.
Dasep hanya bengong dan ketakutan saat Andri berbicara kepada Dasep karena Arwah yang menyeramkan itu menatap Dasep.
“Oh kalian tidak menanggapi ku yah, baiklah kalau begitu akan aku bunuh teman mu ini.” Ucap pria paruh baya itu.
Dasep dan Andri sangat terkejut saat pria paruh baya berbicara begitu, kini pria paruh baya itu menggunakan golok nya untuk menggorok leher Firman, karena marah saat berbicara tidak ditanggapi oleh Dasep dan Andri. Di hadapan Dasep dan Andri pria paruh baya itu terseyum lalu setelah pria paruh baya itu membunuh Firman dia mengeluarkan Kitab Buhun dan mengucurkan darah Firman ke dalam Kitab Buhun nya. Firman Meninggal saat darah dari lehernya habis terhisap oleh Kitab Buhun milik pria paruh baya itu.
Dasep yang ketakutan karena ada Arwah yang menyeramkan di dekat pria gila itu, akan tetapi saat melihat Firman mati di gorok di hadapan nya. Meski selalu bertengkar dengan Firman, Dasep pun menangis.
“Aku tidak akan takut pada Arwah yang menyeramkan lagi karena kalau aku takut aku tidak akan bisa membantu teman-teman ku, maafkan aku Firman aku tidak bisa menolong mu, maafkan.” Ucap Dasep dengan marah sambil menangis.
Pria gila itu hanya bisa menahan setiap pukulan Dasep, Kitab Buhun yang di pegang pria paruh baya pun terlepas dari tangan nya.
Pria paru baya itu kini geram tetapi tenaga Dasep lebih besar dari pria paruh baya itu sehingga tidak bisa melawan balik, akan tetapi saat Dasep terus menerus memukul nya pria paruh baya itu menyuruh Arwah yang di panggil nya untuk menahan Dasep, entah mengapa Arwah yang di suruh untuk menangkap dan menahan Dasep, tidak bisa menangkap Dasep dan menahannya, pria paru baya itu pun terkejut oleh Dasep dan terus menahan setiap pukulan Dasep.
Andri yang melihat Dasep seperti itu sangat terkejut karena Dasep sangat agresif, dan Andri pun langsung mendekat ke arah Firman yang meninggal, Andri menangis dan gemetar saat melihat Firman yang sudah tidak bernyawa lagi.
Nisa dan Mawar yang melihat dari kejauhan gemetar saat melihat pria gila itu membunuh Firman di hadapannya.
Pria paruh baya yang terus di pukul oleh Dasep kini membiarkan Dasep memukul sepuas nya dan pria paruh baya itu memejamkan mata nya lalu dia membaca mantra seketika Dasep pun terpental jauh, setelah Dasep terpental jauh, pria paruh baya itu pun berlari untuk melarikan diri dari amukan Dasep.
Dasep yang terpental kini langsung berdiri dan ingin langsung mengejar pria gila itu tetapi di tahan oleh Andri karena takut akan membahayakan Dasep.
“Dasep sudah jangan mengejar pria gila itu lebih baik kita tolong Nisa, Mawar, Sri, Marni Dan Sani, biar kan pria gila itu pergi dulu, tetapi nanti kita harus mencarinya besama-sama setelah kembali ke Pos 2.” Ucap Andri.
Dasep pun menoleh dan menghampiri Andri yang sedang memangku Firman, Dasep pun menangis saat melihat Firman yang sudah meninggal dengan cara teragis.
Pria paruh baya yang berlari karena merasa tenaganya tidak bisa melawan Dasep, pria paruh baya pun berlari dengan cepat menuju gubuk nya.
“Sial aku gagal untuk menjadi sakti padahal sedikit lagi aku pasti berhasil, mengapa orang itu menjadi berani dan kuat sekali, kalau aku sudah sempurna ilmu ku pasti aku bisa mengalahkan nya.” Gerutu pria paruh baya.
Pria paruh baya setelah sampai di gubuk baru menyadari bahwa Kitab Buhun nya itu tidak ada, dan dia pun mengingat menjatuhkan nya saat di tendang juga di pukul oleh Dasep, pria paruh baya pun amat geram akan tetapi tidak bisa kembali ke sana karena merasa terancam oleh ada nya Dasep.
Mawar dan Nisa yang masih ketakutan kini menghampiri Andri dan Dasep yang sedang menangis karena melihat Firman meninggal dengan cara teragis. Nisa dan Mawar saat melihat Firman lebih dekat lagi Mawar dan Nisa gemetar badan nya dan menangis karena melihat kondisi Firman yang mengenaskan, Mawar dan Nisa lemas dan terjatuh karena saking lemas nya melihat kejadian yang sangat teragis menimpa Firman..,