Santet

Santet
Embah Yai Dores II



Pak Rt yang masih terkejut dan tak percaya karena kemunculan Sutaman dan Embah Yai Dores begitupun Sutaman yang masih terkejut kini keterkejutannya hilang seketika karena teriakan yang keras dari dalam kamar pak Danar.


"Embah Yai Dores cepat itu suara pak Danar yang saya maksud untuk Embah Yai obati." Ucap Sutaman.


"Baiklah antar aku ke tempat orang sakit itu terbaring." Jawab Embah Yai Dores.


Akwal yang melihat Yai Dores dengan gugup dan merasa ada hawa aneh yang memancar dari tubuh Yai Dores. karena ingin cepat menolong bapaknya Mawar Akwal tidak menghiraukannya meski ada gesekan aura Embah Yai Dores dengan Akwal kini Akwal hanya memperhatikan apa yang dilakukan Embah Yai Dores. Bu Rt kini tidak lagi terkejut melainkan mencoba untuk membangunkan Mawar.


"Silakan Embah masuk, pak Danar yang sakit ada di sini." Ucap pak Rt.


Embah Yai Dores tidak menjawab ucapan pak Rt melainkan menganggukan kepala dan langsung berjalan untuk melihat situasi pak Danar. Embah Yai Dores sedikit terkejut melihat kondisi pak Danar karena begitu mengerikan.


"Kapan ini terjadi." Ucap Embah Yai Dores.


"Semalam Embah Yai." Jawab Sutaman.


"Ini seperti terkena ilmu goib ada Dedemit yang bersarang di perutnya dan ini bukan ilmu goib sembarangan, kalian keluar biar Embah saja di sini." Ucap Embah Yai Dores.


"Baiklah Embah Yai." Jawab Sutaman, pak Rt dan Akwal.


Kini Sutaman pak Rt dan Akwal keluar dari kamar pak Danar membiarkan Embah Yai Dores mengobati pak Danar. Suara teriakan kesakitan pak Danar semakin histeris sehingga terdengar keluar rumah akan tetapi suaranya itu berhenti tiba tiba membuat Sutaman, pak Rt dan Akwal hawatir akan tetapi meski tidak bisa melihat langsung karena Embah Yai Dores menyuruh untuk tidak masuk dan menggangunya, semuanya percaya terhadap Embah Yai Dores untuk mengobati pak Danar.


Di dalam kamar pak Danar, Embah Yai Dores yang melakukan susuguh dan baca mantra kini berusaha mengeluarkan Dedemit yang bersarang di perut pak Danar. Pak Danar yang sudah tidak berteriak histeris kini berteriak kesakitan lagi karena terjadi adu kekuatan goib di dalam perut pak Danar. Dedemit yang bersemayam di perut pak Danar dan kekuatan goib milik Embah Yai Dores.


Embah Yai Dores kini menggigil tubuhnya dan merinding setelah berusaha mengeluarkan Dedemit yang bersarang di perut pak Danar. Pak Danar yang semakin berteriak histeris kesakitan kini dengan sekejap terdiam. Embah Yai Dores kini berhasil mengeluarkan Dedemit di dalam perut pak Danar. Pak Danar merasa membaik dan tersadar kembali serta perut membuncitnya kini sudah kembali normal.


"Bapak siapa?" Ucap pak Danar.


"Jangan panggil aku bapak, aku bukan bapak mu, panggil aku Embah Yai. Paham." Jawab Embah Yai Dores, dengan sinis.


Pak Danar yang kebingungan kini bangun dari tempat tidurnya, "maafkan Embah." Ucap pak Danar.


Embah Yai Dores kini keluar kamar pak Danar dan menghampiri Sutaman pak Rt dan Akwal.


"Apa ada lagi yang harus Embah obati." Ucap Embah Yai Dores. Mendengar ucapan Embah Yai Dores semuanya melongo karena masih tidak percaya bisa mengatasi situasi ini tetapi semuanya percaya ketika pak Danar keluar dari kamarnya yang terlihat baik baik saja setelah di obati oleh Embah Yai Dores.


"Masih ada Embah, ini Mawar dan ibunya yang masih belum sadarkan diri apa bisa sekalian Embah Yai obati." Ucap pak Rt.


Kini Mawar dan Bu Sulastri yang masih tak sadarkan diri karena ketakutan diobati oleh Embah Yai Dores. Embah Yai Dores kini susuguh dan membaca mantra tak selang lama setelah membaca mantra tangan Embah Yai Dores mengeluarkan asap dan langsung mengusapkan tangannya pada wajah Mawar dan Bu Sulastri seketika Mawar dan Bu Sulastri tersadar dari pingsannya semua yang melihat Embah Yai Dores terpana akan kemampuannya.


"Sudah Embah sembuhkan semuanya terus apalagi." Ucap Embah Yai Dores.


"Iah Embah terima kasih." Ucap pak Rt.


"Tak cukup cuma berterima kasih saja." Ucap Embah Yai Dores.


Sutaman yang mengerti akan hal itu kini memberikan Embah Yai Dores sebuah amplop berisi uang, Embah Yai Dores pun terseyum dan pamit pergi dengan 4 kali langkah kaki keluar dari pintu rumah pak Danar, Embah Yai Dores menghilang sambil berkata. "Bila ada apa apa lagi panggil Embah Yai kembali."


Semuanya merasa terkejut karena Embah Yai Dores menghilang.


"Pak Sutaman dari mana Embah Yai tadi begitu sakti sekali." Ucap pak Rt.


"Embah Yai Dores berasal dari kampung Lorong Sebrang pak Rt." Jawab Sutaman.


"Oh benar benar sakti ya Embah Yai itu." Ucap Bu Rt. "Benar Bu Rt, aku juga sudah diberi jimat penangkal Setan dan Dedemit." Ucap Sutaman. "Benarkah itu Sutaman, wah aku ingin sekali memiliki jimat." Ucap pak Rt.


"Jangan pake jimat paman Rt lebih baik kita berdoa saja." Ucap Akwal. "Lah berdoa saja tak cukup Akwal buktinya kamu berdoa tak bisa menyembuhkan pak Danar dan menghadapi situasi seperti ini." Jawab pak Rt.


Akwal hanya terdiam tidak bisa menjawab karena benar begitu, tetapi dalam hatinya Akwal yakin dengan berdoa pasti akan bisa menghadapi semuanya.


"Hus jangan gitu pak benar kata Akwal kita harus banyak berdoa jangan pake jimat nanti kita sesat." Ucap Bibi Rt. "Lah emang buktinta begitu Bu." Jawab pak Rt.


"Sudah sudah karena semuanya sudah beres dan semuanya sudah baik baik saja saya pamit pulang." Ucap Sutaman. "Ia silakan pak Sutaman, terima kasih atas bantuannya." Ucap pak Rt dan semuanya.


Kini Sutaman sudah pamit pulang Mawar yang sudah kembali tersadar dari tadi menyimak percakapan pak Rt, pak Sutaman dan Akwal. Bu Sulastri yang sudah sadar merasa senang karena suaminya pak Danar sudah baik dan segar seperti sediakala. Meski Bu Sulastri sangat ketakutan situasi ini akan terjadi lagi. Pak Danar yang sudah membaik kini merasa berhutang budi pada keluarga pak Rt. Kini karena suasana sudah kembali membaik pak Rt, Bu Rt dan Akwal ingin pamit pulang.


"Mawar kalau ada apa apa hubungi aku ya." Ucap Akwal. "Iah Akwal baik, terima kasih telah membantu Mawar dan bapak ibu Mawar." Jawab Mawar.


"Pak Rt, Bu Rt terima kasih telah membantu. saya dan suami saya dan juga Mawar, maafkan kami selalu merepotkan." Ucap Bu Sulastri.


"Tak apa apa Bu Sulastri, kita memang harus saling tolong menolong bukan, ya sudah saya pamit pulang ya." Jawab Bu Rt.


"Terima kasih pak Rt, sudah merepotkan pak Rt." Ucap pak Danar. "Tidak apa apa sudah seharusnya." Jawab pak Rt. Kini Pak Rt, Bu Rt dan Akwal pamit pulang dari rumah pak Danar karena merasa sudah baik baik saja....,