Santet

Santet
Malam Yang Mencekam



Kediaman Bah Sutosomo.


"Sudah jam tujuh malam kurasa saatnya melakukan ritual lagi." Gumam Bah Sutosomo.


Bah Sutosomo yang sudah beristirahat dan memulihkan ilmu goibnya, kini mengambil boneka kulit hewan dan mulai melakukan ritual. Bah Sutosomo membaca mantra dan memotong ayam hitam, lalu darah ayam hitam itu di balurkan ke boneka kulit hewan, sesudah di lumuri darah ayam hitam boneka kulit hewan itu kini di bakar oleh Bah Sutosomo sambil komat kamit baca mantra terus menerus dan keluar lah Dedemit di hadapan Bah Sutosomo yang begitu banyak, Dedemit itu menunduk saat Bah Sutosomo melihatnya kini Bah Sutosomo membacakan mantra, lalu Dedemit di hadapannya menghilang.


**


Kediaman pak Danar.


Pak Danar yang kepanasan seluruh tubuhnya berteriak histeris dan air minum yang sudah di ambilnya terjatuh gelas ya pun pecah berserakan. Mawar dan Bu Sulastri yang panik dan ketakutan kini menghampiri pak Danar.


"Bapak mengapa, bapak mengapa jangan bikin ibu takut bapak." Ucap Bu Sulastri.


"Bapak mengapa lagi, bapak mengapa lagi." Ucap Mawar, dengan gugup.


Pak Danar yang terus menerus berteriak kepanasan kini lari masuk ke kamar mandi dan mengguyur semua badannya meski sudah seluruh tubuhnya basah tetap pak Danar merasa kepanasan. "Haduh panas panas, bu tolong bapak bu mengapa bapak panas sekali bu." Teriak pak Danar.


Bu Sulastri yang panik dan ketakutan melihat bapak ya histeris kepanasan, kini meninggalkan pak Danar sendirian dan mengajak Mawar untuk meminta tolong kepada warga dan pak Rt, kini bu Sulastri dan Mawar berlari sambil berteriak.


"Tolong Tolong." Teriak Bu Sulastri dan Mawar. Semua warga keluar dan menghampiri Bu Sulastri dan Mawar.


"Ada apa Bu Sulastri dan Mawar berteriak." Ucap salah satu warga. "Tolong suami saya pak dia kepanasan tolong." Ucap Bu Sulastri, dengan gugup.


"Astaga, apa pak Danar di guna guna lagi seperti kemarin malam tetapi mengapa? kan sudah sembuh tadi siang Bu, kalau begitu kita minta tolong pak Sutaman bu ya dia tahu Embah sakti yang menolong tadi siangkan." Ucap salah satu warga.


"Iah tolong panggilkan ya pak." Ucap Bu Sulastri.


"Iah baik bu. Bu Sulastri tenang ya biar saya dan yang lain memanggil pak Sutaman." Ucap salah satu warga.


"Bu Mawar mau ke rumah Bu Rt dan minta tolong sama pak Rt dan Akwal ya, ibu tunggu bapak aja sama warga yang ada di sini ya bu." Ucap Mawar. "Iah Mawar cepat yah." Jawab Bu Sulastri.


Kini Mawar berlari menuju rumah pak Rt.


Mawar yang sudah sampai kini mengetuk pintu rumah pak Rt sambil berteriak.


"Pak Rt, Bu Rt, Akwal tolong Mawar, bapak kepanasan tiba tiba takut bapak terkena penyakit aneh lagi." Teriak Mawar, sambil mengetuk pintu rumah pak Rt.


Pintu pun terbuka dan yang membuka pintu rumah ialah Akwal.


"Mawar mengapa? ada apalagi." Ucap Akwal.


"Akwal tolong bapak, bapak berteriak histeris kepanasan dan kesakitan. Jawab Mawar, dengan gugup.


Tak selang lama Pak Rt dan Bu Rt menghampiri Mawar dan Akwal.


" Nak Mawar ada apalagi, mengapa berteriak." Ucap Bu Rt.


Kini Bu Rt menenangkan Mawar dengan memeluknya. Akwal dan pak Rt langsung pergi ke rumah pak Danar untuk melihat situasi dan kondisi pak Danar.


"Akwal ayo kita ke rumah pak Danar. " Ucap pak Rt. "Ayo paman Rt." Jawab Akwal.


**


Bu Sulastri yang gugup di tenangkan oleh warga yang datang menolongnya akan tetapi semua warga yang menolong bu Sulastri pingsan karena melihat Setan dan Dedemit yang muncul tiba tiba di hadapannya. Bu Sulastri pun pingsan.


Akwal dan pak Rt kaget ketika sampai di halaman rumah pak Danar semua warga dan Bu Sulastri tak sadarkan diri, tetapi tidak dulu menolong warga dan Bu Sulastri karena di dalam rumah pak Danar. Pak Danar berteriak histeris kepanasan kini Akwal dan pak Rt masuk untuk melihat pak Danar dan menolong sebisa mungkin.


**


Warga yang memanggil pak Sutaman kini sudah sampai rumah pak Sutaman.


"Permisi pak Sutaman permisi pak Sutaman." Ucap salah satu warga, sambil mengetuk pintu. Tak menunggu lama pak Sutaman pun membuka pintu rumahnya.


"Ada apa ya pak ko gugup apa ada yang terjadi." Ucap pak Sutaman.


"Anu, itu, itu loh pak Danar terkena lagi penyakit aneh penyakit kiriman. Pak Sutaman kan tadi siang saya liat muncul tiba tiba sama orang pintar siapa tahu bisa menyembuhkan lagi pak Danar kasian pak Danar kesakitan dan bu Sulastri istrinya ketakutan." Ucap salah satu warga.


"Tak perlu memanggil dulu Embah Yai Dores aku memiliki jimat pemberian Embah Yai Dores saya pasti bisa menolong pak Danar." Ucap pak Sutaman, dengan percaya diri.


"Kalau begitu cepat kita harus ke rumah pak Danar." Ucap salah satu warga.


Kini Sutaman dan warga yang menyusulnya berlari menuju rumah pak Danar. Alangkah terkejutnya warga dan pak Sutaman saat sampai ke halaman rumah pak Danar terlihat Bu Sulastri dan warga lainnya tergeletak di tanah tak sadarkan diri.


"Kalian bantu warga yang pingsan juga Bu Sulastri saya mau ke dalam liat pak Danar." Ucap pak Sutaman. "Baik pak Sutaman." Jawab salah satu warga.


Kini pak Sutaman masuk ke dalam rumah pak Danar dan melihat pak Danar yang tergeletak merintih kesakitan yang sedang di doakan oleh Akwal dan di temani pak Rt.


"Apa yang terjadi sama pak Danar apa perutnya membuncit lagi." Ucap pak Sutaman.


"Eh ada pak Sutaman kebetulan sekali ini loh pak Danar histeris kepanasan bukan perut membuncit tetapi agak mendingan saat Akwal membacakan doa." Jawab pak Rt.


"Sudah biar aku saja ini aku punya jimat pemberian Embah Yai Dores loh pasti bisa menyembuhkan pak Danar, tadi siang pun pak Danar langsung sembuh diobati sama Embah Yai Dores kan." Ucap pak Sutaman.


"Benar sekali pak Sutaman, kalau begitu tak harus memanggil Embah Yai Dores. Silakan pak Sutaman obati dengan jimat Embah Yai Dores yang sakit itu, Akwal biarkan pak Sutaman yang mengobati pak Danar, sudah jangan berdoa udah ada pak Sutaman." Ucap pak Rt.


Akwal tidak menjawab ucapan paman Rt melainkan berdiri dan membiarkan Pak Sutaman mengobati pak Danar.


Ketika pak Sutaman mengeluarkan jimat pemberian Embah Yai Dores keluar asap dari jimat itu, pak Danar yang sudah merintih dan terlihat membaik saat di doakan oleh Akwal kini kembali lagi berteriak histeris.


" Haduh tolong panas tolong panas."


Pak Sutaman yang memegang jimat pemberian Embah Yai Dores pun kini kepanasan, jimat yang di pegangnya pun mengeluarkan asap. Akwal dan pak Rt yang melihatnya kini merinding seluruh tubuhnya...,